Rabu, 15 Juni 2016

PENYEBAB KEGUNCANGAN IMAN

Apa sebab terjadi keguncangan iman? Keguncangan iman terjadi jika anugerah keselamatan yang TUHAN berikan berada di bawah hal-hal keduniawian. Hal-hal keduniawian anda peluk erat, sehingga ketika itu dirampas, maka guncanglah iman anda. Hal-hal keduniawian begitu anda cintai seperti istri, sehingga ketika istri anda diambil orang, maka hilanglah semangat anda seperti layang-layang yang putus benangnya. Timbullah pertanyaan kepada TUHAN: "TUHAN, mengapa kesenanganku ENGKAU rampas?"

Tapi kalau anda bisa melihat dan tahu betapa besarnya anugerah keselamatan yang TUHAN berikan sehingga hal-hal keduniawian kelihatan tak berarti apa-apa, maka ketika hal-hal keduniawian itu terampas dari anda, iman anda masih tetap kuat.

Sama seperti begini; rumah anda dimasuki maling/pencuri. Jika barang yang dicuri adalah barang-barang rongsokan yang ada di gudang, pasti anda takkan gusar, sebab itu barang rongsokan yang tak berharga. Tapi bagaimana jika yang dicuri itu barang-barang yang berharga? Pasti anda marah sekali, bukan?!

Yunus, ketika YAHWEH batal menghukum kota Niniwe, hatinya kesal terhadap YAHWEH. Yunus merasa dipermainkan oleh YAHWEH. Sebab dia telah "dipaksa" untuk memberitakan penghukuman Niniwe dalam waktu 40 hari, yang ternyata itu tidak terjadi. Tentu saja Yunus merasa dipermalukan karena kata-katanya tidak berbukti.

Yunus membuat pondok di luar kota Niniwe, lalu YAHWEH menghibur hati Yunus dengan menumbuhkan sebatang pohon jarak yang meneduhkan Yunus dari sengatan sinar matahari. Yunus senang dengan munculnya pohon jarak itu. Tapi YAHWEH membuat seekor ulat melayukan pohon itu sehingga Yunus kepanasan matahari kembali. Yunus kembali marah pada YAHWEH dan ingin cepat mati. Maka datanglah Firman YAHWEH;

Yunus 4:10Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.

Jadi, kesenangan yang dirampas itulah yang menguncangkan iman kita pada TUHAN. Dan kesenangan duniawi itu bukan masalah harta benda saja, melainkan juga kebiasaan-kebiasaan, seperti doktrin-doktrin atau ajaran-ajaran juga. Suatu ajaran yang sudah turun-temurun seolah-olah adonan semen yang sudah kering membatu, dianggap sebagai sesuatu yang tidak boleh diganggu-gugat, sehingga ketika ada orang yang mempersalahkan ajaran-ajaran itu, gusarlah dan guncanglah keimanan mereka.

Ketika YESHUA menyatakan Diri sebagai Roti yang turun dari sorga, yang lebih dari roti Manna yang pernah dimakan nenek-moyang bangsa Israel di padang gurun, para murid terguncang imannya. Sebab pantangan bagi bangsa Israel untuk meninggikan seseorang yang melebihi nabi Musa atau nenek-moyang mereka. Nabi Musa, Abraham dan nenek-moyang Israel janganlah diusik, seperti bangsa Indonesia yang pantang mengotak-atik UUD 1945, Pancasila dan pak Karno[Soekarno].

Yohanes
6:60Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
6:61Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

Selama anda di dunia, maka segala keduniawian akan terlihat besar. Itulah sebabnya TUHAN memanggil kita untuk meninggalkan dunia, dan berada di alam ILAHIAH. Dari cara pandang duniawi ke cara pandang ILAHIAH. Sama seperti ketika di bumi kita melihat gedung yang besar-besar. Tapi ketika anda naik pesawat terbang, maka gedung-gedung besar itu akan terlihat seperti titik-titik yang kecil sekali. Apakah gedung-gedung itu mengecil? Bukan! Gedung-gedung itu tetap besar, tapi cara pandang kita yang berbeda, yaitu dari atas pesawat terbang, sehingga kelihatan kecil.

Orang-orang rohaniah juga butuh makan juga butuh uang, bahkan seperti saya butuh uang lebih untuk bayar warnet. Tapi segala kebutuhan itu tidak lagi mengikat yang memperbudak kita. Perlu ada tapi tidak harus ada. Artinya, kalau ada syukurlah, kalau nggak ada ya nggak masalah, sebab diri kita sudah terlatih;

2Korintus
11:26Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
11:27Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

Kalau diri ini tidak dilatih, ya pasti lemah. Sedikit pukulan saja sudah kesakitan;

1Timotius
4:7Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
4:8Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
4:9Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.

"Latihlah dirimu beribadah." Maksudnya? Latihlah diri kita untuk menuruti segala perintah YAHWEH. Sebab semua perintah YAHWEH itu berkelas sukar-sukar, bukan kelas gampangan. Nggak ada ajaran YAHWEH yang gampang. Semuanya sukar-sukar, nggak terjangkau oleh orang-orang biasa. Hanya orang-orang yang terlatih, yang menjadi orang luar biasa, yang bisa melakukan segala perintah YAHWEH.

>> Mengabaikan hak, mengutamakan kewajiban.

>> Mengabaikan diri sendiri, mengutamakan orang lain.

Mat. 23:11Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

>> Mengucap syukur dalam segala kondisi.

Itu semua sukar, bukan gampangan. Tapi bagaimana supaya kita bisa melihat anugerah keselamatan YAHWEH itu besar, terbesar dari segala apapun yang ada di dunia ini? Yakni jika kita mau melihat dari seperti apa jerih-payah YAHWEH mengusahakannya. Sama seperti kita akan menghargai arti kemerdekaan Indonesia jika kita tahu seperti apa perjuangan para pahlawan bangsa. Dari mana kita melihat perjuangan YAHWEH mengusahakan keselamatan? Dari Alkitab. Alkitab adalah buku sejarah YAHWEH, sama seperti buku sejarah kepahlawanan yang memuat kisah perjuangan para pahlawan bangsa.

Bagaimana YAHWEH membuat malaikat, rusaklah sepertiga malaikat. Bagaimana YAHWEH membuat manusia, rusaklah manusia itu. Bagaimana YAHWEH membuat bangsa Israel, rusaklah bangsa Israel itu. Bagaimana YAHWEH membuat hukum Taurat, rusaklah hukum Taurat itu. Bagaimana YAHWEH membuat nabi-nabi, dibunuhlah nabi-nabi itu. Semua pekerjaan YAHWEH menghadapi tantangan yang besar dari iblis, tapi YAHWEH tidak putus asa. YAHWEH tetap mengutus nabi-nabi, bahkan YAHWEH mengutus ANAKNYA sendiri, sebagai usaha yang terakhirnya.

Bisa bayangkan seperti apa lukanya perasaan YAHWEH menghadapi itu semua? YAHWEH menggambarkan seperti orang yang sesak napas;

Yesaya 42:14Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.

Mzm. 78:41Berulang kali mereka mencobai Allah, menyakiti hati Yang Kudus dari Israel.

Jadi, galilah informasi KETUHANAN dari Alkitab supaya kita tahu seperti apa ELOHIM kita itu sehingga kita akan mengasihiNYA, bukan dengan bibir tapi dengan segala hati kita, jiwa kita dan pikiran kita. Sebab dengan mengetahui harga anugerah keselamatan yang TUHAN berikan ke kita, maka kita bisa membandingkannya dengan segala apa yang ada di dunia ini.

Tidak ada komentar: