Minggu, 19 Juni 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 10

Matius
18:22Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
18:23Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
18:28Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:29Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
18:30Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
18:31Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
18:32Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
18:33Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
18:34Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Seperti apakah "ampun" itu? Ada kesalahan tapi dianggap tidak ada. Rumus matematikanya:  1 - 1 = 0. Mencuri dianggap tidak mencuri. Jika mencuri dianggap tidak mencuri, itu namanya konyol. Buat apa dibuatkan peraturan jika pada akhirnya harus diampuni, sebagaimana cara berpikir kaum Muslim bahwa ALLAH itu Mahapengampun, mengesankan seolah-olah ALLAH itu berkewajiban mengampuni. ALLAH harus mengampuni, seolah-olah ALLAH punya hutang pada kaum Muslim sehingga wajib melunasinya, yakni mengampuni.

Ayat 25 menerangkan: "Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya." Raja itu memerintahkan supaya seluruh anggota keluarga itu dijual sebagai pembayaran utang-utangnya. Jadi, utang ya harus dibayar lunas. Mana bisa utang dibayar dengan kata-kata: "Saya tidak sanggup membayar utang-utang saya." Apakah ada bank yang mau diperlakukan seperti itu?

Jadi, tidak benar jika YAHWEH itu disebut Mahapengampun. Alkitab tak pernah menerangkan bahwa YAHWEH itu Mahapengampun. Justru Alkitab menceritakan bahwa YAHWEH itu Mahamenghukum. Setiap kesalahan pasti dihukumNYA. Malaikat yang memberontak dibuang dari sorga, Adam dan Hawa dikutuk dan diusir dari Taman Eden, di zaman Nuh, YAHWEH memusnahkan manusia dengan air bah, di zaman Abraham, YAHWEH memusnahkan kota Sodom dan Gomora, dan seterusnya.

Alkitab menyebut sosok YAHWEH itu adalah kasih, bukan Mahapengampun;

1Yoh. 4:8Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Sekarang kita cocokkan dengan perumpamaan di atas, ayat berikutnya;

18:26Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Orang yang berutang itu menerima pengampunan melalui belas kasihan YAHWEH. Jadi, oleh sebab kasih pengampunan itu diberikan. Pengampunan bukan diberikan secara serampangan atau awur-awuran yang mengesankan mencampakkan hukum, tapi diberikan melalui saluran kasih. Kasih menjadi dasar pengampunan. Kasih menghormati keberadaan hukum/peraturan, tapi kalau YAHWEH Mahapengampun meniadakan hukum. YAHWEH adalah kasih memberi tempat bagi keberadaan JURUSELAMAT, tapi YAHWEH Mahapengampun mematikan peranan YESHUA ha MASHIA. Buat apa YESHUA ha MASHIA jika YAHWEH itu Mahapengampun?

Karena itu Kristen jangan sekali-sekali berkata: "YAHWEH itu Mahapengampun" tapi "YAHWEH itu Mahapengasih." Itu konsep Antikristus, Anti MASHIA, seperti Muslim yang memang dipimpin oleh Lusifer.

YAHWEH menerangkan JatidiriNYA melalui nabi Musa;

Keluaran
34:6Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,
34:7yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."
34:8Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah

"Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah" menyatakan bahwa itulah hakekat YAHWEH. Maha pengasih dan penyayang yang tidak sekali-sekali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman. Setiap orang yang bersalah diburu sampai ke keturunan-keturunannya.

Jadi, garis besar Alkitab menerangkan bahwa YAHWEH memberikan pengampunan melalui ANAKNYA, YESHUA ha MASHIA. YAHWEH adalah Penegak hukum. DIA-lah Pembuat hukum dan yang menghukum. Sedangkan ANAK, YESHUA ha MASHIA adalah saluran kasih YAHWEH.

Ibr. 10:18Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.

Kalau YAHWEH itu Mahapengampun, buat apa bangsa Israel diajari mempersembahkan korban?

Anda mempunyai dosa? Pasti akan dihukum! Mau mendapatkan pengampunan? Ada cara-caranya yang harus anda penuhi. Anda sakit dan mau berobat ke dokter? Ya, bayarlah tarip dokternya. Mau mendapatkan gratisan? Ada cara-caranya yang harus anda penuhi. Pergilah ke kantor BPJS Kesehatan, mendaftar dan mintalah kartunya. Apakah karena BPJS sehingga dokter menggratiskan jasanya? Nggak ada dokter gratisan. BPJS Kesehatanlah yang membayar ongkos dokter itu.

Demikian halnya dengan YAHWEH dan YESHUA. YAHWEH tak pernah menggratiskan dosa. Darah YESHUA ha MASHIA itulah yang membayar dosa kepada YAHWEH, sehingga kita menerima pengampunan, seperti halnya anda makan di warung ada teman yang mentraktir sehingga anda mendapatkan gratisan.

Kalau begitu jahatkah YAHWEH? Bukan! Itu adalah sikap tegas dalam rangka menegakkan hukum. Jika YAHWEH jahat tidak mungkin YAHWEH memberikan ANAKNYA. Tapi oleh karena YAHWEH mengasihi kita, sehingga IA mengijinkan ANAKNYA turun ke dunia menjadi JURUSELAMAT kita;

Yohanes 3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Saya adalah Rudyanto. Tapi ketika saya menyatakan diri adalah suami, memberitahukan bahwa saya ini mempunyai istri, sebab suami itu pasangannya adalah istri. Demikian halnya YAHWEH adalah kasih memberitahukan bahwa YAHWEH itu memiliki kebencian. Nah, apa saja kebencian YAHWEH?

>> Musuh bebuyutan YAHWEH adalah setan.

>> YAHWEH itu membenci dosa.

>> Setiap orang yang tidak berada di dalam ANAK, adalah musuh YAHWEH.

Yohanes 3:18Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

YAHWEH dinyatakan sebagai kasih adalah sehubungan dengan adanya penegakan hukum. Tanpa adanya hukum atau peraturan tidak diperlukan kasih.

Ketika anda mengendarai motor dan kena tilang polisi, kenapa anda merengek-rengek memelas memohon belas kasihan polisi? Sebab polisi itu sedang menegakkan hukum dan anda mengharapkan belas kasihannya. Tapi kalau polisi itu mahapengampun, anda tak perlu mengharapkan belas kasihannya, karena pengampunan merupakan hak anda, sedangkan bagi polisi merupakan kewajibannya, sehingga seolah-olah hukum atau undang-undang itu berbunyi: "Jika ada pelanggaran hukum supaya polisi jangan mengambil tindakan apa-apa." Itulah sebabnya merupakan kewajiban polisi itu melepaskan anda, sebab kebebasan itu merupakan hak anda. Tapi jika demikian, buat apa dibuatkan undang-undang?

Di sini kita melihat kegagalan keagamaan Islam, bukan?! - Hua..ha..ha........ Kacau!

Nah, setelah anda menerima pengampunan dosa dari YAHWEH oleh sebab darah YESHUA, maka bagaimana anda harus berbuat terhadap orang-orang yang bersalah pada anda? Perumpamaan di atas menyatakan bahwa jika anda menerima pengampunan, maka anda juga harus mengampuni kesalahan orang. Jika anda tidak mengampuni kesalahan orang, maka YAHWEH akan mencabut kembali pengampunanNYA.

Tapi seperti apakah anda memberikan pengampunan? Apakah seperti Esau yang menaruh dendam kepada Yakub, yang untuk sementara waktu selagi ayahnya masih hidup seakan-akan tak ada masalah, tapi dalam hatinya menaruh dendam?

Kej. 27:41Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh."

Ketika ada masalah dengan seseorang, lalu dipaksa atau didesak oleh pihak keamanan untuk menandatangani perjanjian damai, padahal sesungguhnya anda masih belum mau berdamai? Atau ketika di jalanan terjadi tabrakan, anda marah-marah lalu karena dipisahkan masyarakat sehingga anda terpaksa seolah-olah masalah sudah selesai, padahal dalam hati masih menyimpan amarah?! Apakah seperti itu anda mengampuni? Itu namanya hanya lahiriahnya saja, bukan berdasarkan kasih, sebagaimana YAHWEH mengampuni kita karena kasih.

Tapi bagaimana kita bisa mengampuni orang yang berbuat jahat ke kita? Bisa! Jika kita bisa melihat orang itu seperti diri kita sendiri. Kita harus mengambil permisalan seandainya kita yang berada di posisinya.

Mat. 22:39Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Saudara kita dibunuh oleh teroris Muslim. Bagaimana kita bisa mengampuninya? Bisa! Jika kita bisa mengambil permisalan seandainya kita dilahirkan dari keluarga Muslim dan memiliki liku-liku hidup yang sama seperti teroris itu.

Hasil gambar untuk gambar orang berjabat tangan

Tidak ada komentar: