Rabu, 22 Juni 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 12

Matius
21:28"Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.
21:29Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
21:30Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.
21:31Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?"* Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: /"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
21:32Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

Untuk mengetahui siapakah anak pertama yang dimaksud oleh ELOHIM YESHUA dalam perumpamaan tersebut, bisa dilihat dari siapakah anak kedua yang diterangkan di ayat 31. Jika anak kedua adalah orang-orang berdosa yang bertobat, maka anak pertamanya tidak lain menunjuk pada orang-orang "yang tidak berdosa", yakni kelompok orang-orang yang mengaku beragama.

Saya bertanya: pernahkah ada cerita orang-orang pemabuk yang mengusik orang-orang beragama? Pernahkah pemabuk berkata: "Kamu jangan beragama", "Kamu jangan mendirikan gereja di sini", "Kamu jangan menjadi orang baik", "Kamu jangan percaya TUHAN", lalu melempari batu dan mengebom gereja-gereja? Tapi apakah yang telah dilakukan oleh orang-orang beragama terhadap para pemabuk? Pemerintah membuatkan undang-undang larangan minuman beralkohol. Gereja-gereja mengucilkan para pemabuk. Polisi merazia penjual minuman keras dan menangkapi para pemabuk.

Lalu, kelompok manakah yang mengebomi gereja-gereja dan membuat pengumuman: "Kami Ormas Islam sangat keberatan dengan rencana berdirinya gereja di sini."

Kita semua benci dan marah pada maling, copet dan perampok. Tapi kita harus objektif melihatnya dari kacamata TUHAN; apakah mereka maling, mencopet dan merampok orang-orang Kristen saja? Apakah mereka maling, mencopet dan merampok karena kita orang beragama? Karena uang atau karena agama? Mereka suka merampok bank, apakah mereka suka merampok gereja atau mesjid? Apakah mereka mengusik keagamaan?

Kalau kita ukur dengan kacamata duniawi yang melihat lahiriahnya saja, maka maling, copet dan perampok ini adalah orang-orang yang sadis dan kejam sekali. Tangan mereka memegang golok dan tak segan-segan membunuh kita. Tapi menurut TUHAN, mereka ini hanya membunuh tubuh kita saja. Mereka bukan membinasakan jiwa kita. Bandingkan dengan para pendeta yang tidak membawa golok, melainkan membawa Alkitab, atau kiai yang tidak membawa pedang, melainkan membawa Al Qur'an. Wajah mereka murah senyum, tidak sangar menakutkan seperti perampok. Kata-kata mereka halus dan lemah-lembut, tidak kasar dan membentak-bentak, namun mereka menyesatkan iman kita sehingga jiwa kita terancam neraka. Manakah yang lebih membahayakan?

Matius 10:28Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Jika perampok membawa kita ke rumahsakit atau kuburan, para penyesat membawa kita ke neraka. Manakah yang lebih baik?

Luk. 17:2Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.

Kita semua benci pelacuran. Tapi siapakah yang mendatangi para pelacur itu? Kalau di mesjid para kiai menajiskan pelacuran. Tapi kalau malam justru merekalah yang meniduri para pelacur. Kalau di mimbar gereja para pendeta menentang pelacuran. Tapi berapa banyak para pendeta yang terjebak pada kehidupan perselingkuhan. Mana yang lebih menghancurkan antara pelacuran dengan perselingkuhan? Kalau meniduri pelacur tak ada pihak yang dirugikan. Tapi kalau selingkuh, bukankah itu istri orang? Tidak jarang itu istri jemaatnya sendiri. Betul, nggak?!

Apakah TUHAN lebih menyukai orang-orang berdosa? Tidak! Kesemuanya TUHAN benci. Tapi orang-orang beragama itu dalam kejahatannya sangat merugikan nama baik TUHAN. Orang-orang beragama itu terdidik keagamaan dan memegang kitab suci. Mereka tidak memegang botol minuman keras, juga tidak memegang golok. Tapi segala pikiran dan perkataan mereka menjungkirbalikkan perkataan TUHAN.

Ketika saya menulis: "DOA-DOA YESHUA YANG TIDAK DIKABULKAN", seorang Kristen yang soleh menegur saya: "Kamu jangan membuat statement sembarangan." Jelas, seolah-olah statement saya tersebut sembarangan atau salah, menurut si Kristen soleh tersebut. Tapi saya akan membuktikan bahwa orang tersebut adalah Petrus, dan Petrus adalah Iblis, dan Iblis adalah Muslim.

Dalam tulisan tersebut saya menuliskan bahwa doa-doa YESHUA yang tidak dikabulkan YAHWEH adalah ketika YESHUA ingin dihindarkan dari salib, ketika YESHUA memohonkan pengampunan orang-orang yang menyalibkanNYA, dan ketika YESHUA ingin diselamatkan dari maut. Nah, jika statement saya tersebut salah, maka yang benar menjadi:

>> YESHUA tidak disalibkan.

>> Orang berdosa diampuni.

>> YESHUA tidak mengalami kematian.

Ketika YESHUA memberitakan penderitaan yang akan dialamiNYA kepada ke-12 murid, Petrus secara spontan menarik tangan YESHUA dan menegor YESHUA: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." Tapi apa respon YESHUA?

Matius
16:21Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

YESHUA menyebut Petrus sebagai kerasukan iblis. Dan penolakan terhadap kasih karunia YAHWEH itulah yang kini merupakan konsepnya Islam, bahwa nabi ISA itu tidak disalibkan tetapi ada orang yang diserupakan, ALLAH itu Mahapemurah dan Mahapengampun sehingga tidak perlu JURUSELAMAT, serta nabi ISA itu tidak mengalami kematian.

Jadi, dalam kelemah-lembutannya si Kristen yang berkata: "Kamu jangan membuat statement sembarangan" dia sedang membidikkan konsep-konsep yang menyesatkan sekali, seperti ada tertulis;

Ams. 14:12Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Sebab tentang salib dan kematian YESHUA itu Alkitab menyebutkan sebagai kasih karunia YAHWEH. Dan justru kalau tidak ada penyaliban dan kematian YESHUA, maka tak ada pengampunan dosa dan keselamatan.

1Ptr. 2:24Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.



Tidak ada komentar: