Jumat, 24 Juni 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 14

Matius 22:2"Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.

ELOHIM YESHUA menjelaskan tentang hajat keselamatan itu seperti seorang raja yang mengawinkan anaknya. Rajanya adalah YAHWEH, Mempelai laki-lakinya adalah YESHUA, sedangkan mempelai perempuannya adalah umatNYA. Jadi, perkawinan kita adalah dengan YESHUA bukan dengan YAHWEH, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Wahyu juga;

Wahyu
19:5Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: "Pujilah Allah kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!"
19:6Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Umat Kristen adalah umatnya YESHUA, bukan umatnya YAHWEH. Karena itu segala urusan kita adalah dengan YESHUA, bukan dengan YAHWEH, sebagaimana yang dibayangkan oleh kaum Muslim bahwa mereka bisa menghadap ALLAH tanpa melalui YESHUA.

Yohanes 14:6Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


Matius
22:3Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
22:4Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
22:5Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
22:6dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
22:7Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
22:8Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.

Orang-orang yang diundang itu adalah bangsa Yahudi, dan mereka menolak undangan tersebut, maka YAHWEH-pun murka dan menolak mereka juga. Sekarang apakah langkah YAHWEH?

Matius
22:9Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
22:10Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

Akhirnya YAHWEH mengundang sembarangan orang, bangsa-bangsa kafir, penyembah berhala yang disebut bukan umat YAHWEH, yakni bangsa-bangsa non Yahudi, kini dijadikan umat YAHWEH;

Hos. 1:10Tetapi kelak, jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."

Luar biasa sekali! Jika bangsa Israel diperlakukan sebagai "umat", yang artinya pengikut, kita, orang-orang Kristen diperlakukan sebagai "anak-anak" YAHWEH. Sebab Musa hanyalah hamba YAHWEH, tapi YESHUA adalah ANAK YAHWEH.

Yoh. 15:15Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Apa beda hamba dengan anak? Hamba bekerjanya berdasarkan perintah, tapi anak bekerjanya berdasarkan kesadaran. Hamba menyapu rumah karena diperintah, karena diupah, tapi anak menyapu rumahnya bukan karena upah. Hamba tidak memiliki kasih pada tuannya, tapi anak bekerja berdasarkan kasih pada orangtuanya.

Ketika bapak pulang dari kantor ada 2 yang menyambutnya, yakni anak-anak dan pelayannya. Bapak itu memanggil keduanya, tapi anak-anak dipanggil untuk diajak makan bersama, sedangkan pelayannya dipanggil supaya mempersiapkan meja makan. Setelah sang pelayan melakukan semua perintah bapak itu, adakah bapak itu mengucapkan terimakasih pada pelayannya karena telah dilayaninya?

Nah, jika pelayan itu adalah kaum Muslim yang maunya hanya sebagai hamba-hamba ALLAH, setelah diperintahkan ALLAH untuk sholat 5 waktu, puasa 30 hari dan lain-lainnya, apakah ALLAH akan mengucapkan terimakasih pada kaum Muslim? Bukannya menerima ucapan terimakasih, malah disuruh lagi mengepel lantai, mencuci pakaian, seterika, dan lain-lainnya. Para pelayan baru bisa tidur setelah sang majikan dan anak-anaknya tidur.

QS. 19:71-72     Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.

Tapi kita sebagai anak-anak YAHWEH diperingatkan oleh ELOHIM YESHUA supaya tidak menjadi takabur;

Lukas 17:10Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

Jangan kita menjadi kurangajar dan tidak tahu diri. Biarlah YAHWEH saja yang memperlakukan kita sebagai anak-anakNYA, tapi kita harus merendahkan diri sebagai hamba-hamba.
Kembali ke perumpamaan;

22:11Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
22:12Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
22:13Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
22:14Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Dipanggil pesta tapi tidak mengenakan pakaian pesta, itu artinya tidak menghargai orang yang mengundangnya. Pergi ke pesta ya jangan mengenakan pakaian sehari-hari. Apa pakaian pesta?

Why. 19:8Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

Pakaian pesta adalah perbuatan. Setelah kita menjadi Kristen, ya kita harus menanggalkan perbuatan-perbuatan berdosa kita. Jangan menghina YAHWEH dengan "pakaian" sehari-hari kita. Sebab undangan kita adalah undangan pertobatan;

Luk. 5:32Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

Jadi, kita semua yang Kristen adalah orang-orang yang dipanggil atau diundang ke pesta perkawinan ANAK DOMBA itu. Tapi YAHWEH akan memeriksa "pakaian" kita, yaitu perbuatan kita, sehingga jika ada yang tidak berpakaian pesta maka dia akan diusir dari ruang pesta itu;

Matius 7:23Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


Tidak ada komentar: