Senin, 27 Juni 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 17

Matius
24:45"Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?
24:46Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
24:47Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
24:48Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:
24:49Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,
24:50maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,
24:51dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Apa yang didapatkan polisi ketika merazia kendaraan bermotor? Ada motor yang berperlengkapan baik, tapi ada pula motor yang tidak ada kaca spion dan lampu-lampunya mati semua. Ada pengendara yang membawa surat-surat lengkap, tapi ada pula pengendara yang tidak membawa surat apapun. Ada yang mengenakan helm, tapi ada pula yang tidak mengenakan helm. Jadi, ada 2 kelompok orang; ada yang taat dan ada yang tidak taat.

Tahu peraturannya tapi tidak ditaatinya. Tahu ada rambu-rambu larangan parkir, tapi masih sengaja parkir di situ. Itu namanya penyimpangan atau penyesatan, jika harusnya begini tapi dilakukannya begitu. Dan itu bukan tentang kekhilafan, melainkan tentang kesengajaan, sebab dia tahu dan mengerti tentang yang seharusnya.

YAHWEH menuliskan;

Kej. 6:5Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Kemerosotan manusia sejak kejatuhan Adam dan Hawa telah membuat manusia selalu berkecenderungan melakukan apa-apa yang salah. Itulah sebabnya "anak" disebut dengan "keturunan", dari kata dasar: "turun", yang artinya merosot. Secara wajah, seorang anak sudah tidak persis lagi dengan bapaknya, bukan lagi photocopy. Wajah anak hanya mirip bapaknya, bukan persis[sekalipun oleh sebab adanya faktor pengaruh ibunya]. Wajah anak sudah "menyimpang" dari wajah bapaknya sehingga tidak bisa dijadikan sebagai photo bapaknya, sebagaimana kehendak YAHWEH pada mulanya;

Kejadian
1:27Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Harusnya itu sama persis, bukannya mirip. Tapi dosa telah membuat anak tidak bisa persis bapaknya lagi, seperti photo yang rusak. Dan itu bukanlah kesalahan anak, sebab Adam dan Hawa-lah yang berbuat dosa sehingga kita semua menjadi seperti ini, yaitu photo rusak.

Rm. 3:23Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Semua orang, bangsa apa saja, asal dia keturunan Adam dan Hawa adalah photo-photo yang rusak. Dan selama photo itu tidak bisa memperbaiki dirinya menjadi photo yang sempurna - tidak mungkin kita bisa menyempurnakan diri, maka nasibnya adalah tong sampah atau neraka. Jadi, semua manusia pasti masuk neraka, sebab YAHWEH tidak bisa memakai manusia yang cacat.

Jika sebagai anak tidak salah memiliki tabiat selalu salah, mengapa dimasukkan neraka? Adakah YAHWEH tidak adil? Tidak! YAHWEH adil. Tapi sifat selalu salah itu membuat kita semakin hari semakin jahat. Segala hal yang kita kerjakan selalu membuahkan dosa. YAHWEH adil karena melahirkan kita dari keadaan bayi, dari posisi netral tidak memiliki apa-apa yang baik maupun apa-apa yang jahat. Bayi itu suci. Karena itu bayi tidak mungkin dihukum. Tapi setelah dia menjadi besar, kenyataannya perbuatannya jahat. Inilah yang YAHWEH hukum. Sebab tidak mungkin YAHWEH hendak memelihara pencuri, pendusta, pezinah, pembunuh, dan lain-lainnya.

YAHWEH tahu bahwa orang Etiopia yang hitam tidak mungkin mengganti kulitnya ataupun macan tutul mengubah belangnya;

Yer. 13:23Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?

Itulah sebabnya YAHWEH turun tangan dengan memberikan ajaran-ajaran dan program keselamatan melalui YESHUA ha MASHIA, seperti mendirikan sebuah tangga dari bumi ke langit, supaya orang-orang di bumi ini bisa pulang ke langit. Atau seperti pemerintah mendirikan sebuah rumahsakit, supaya yang sakit bisa berobat ke sana. Tentu saja untuk siapa yang mau. Yang tidak mau menaiki tangga itu, ya dia tidak akan mencapai langit.

Jadi, YAHWEH telah mengulurkan tangan memberikan bantuan terhadap kita, anak-anak yang malang, atau photo-photo yang rusak ini. Supaya melalui ajaran-ajaran YAHWEH kita dilatih dari jahat menjadi baik, dan melalui YESHUA ha MASHIA dosa-dosa kita diampuni.

Dosa itu hasil dari perbuatan. Perbuatan yang terlatih akan mengurangi dosa, sehingga semakin baik kita semakin sedikit dosa kita, sedangkan semakin jahat kita semakin besar dosanya. Karena itu kita perlu memperhatikan ajaran-ajaran YAHWEH, sebab itulah yang akan mempengaruhi perbuatan kita. Seluruh ajaran YAHWEH sudah tertuang dan dituliskan dalam Alkitab dan akan dijadikan standart penghakiman kita.

Luk. 16:29Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

2Tim. 3:16Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Yes. 8:20"Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Alkitab harus kita jadikan sumber pengajaran dan kesaksian. Apakah apa yang kita lakukan merupakan ajaran Alkitab? Apakah ada kesaksian para nabinya? Misalnya hal peribadatan hari Minggu; apakah ada ajaran Alkitabnya? Apakah ada keteladanannya dari para rasul?

Jadi, dengan berpedoman dan ketaatan pada Alkitab kita tidak perlu takut dengan kedatangan MAJIKAN kita. Dengan berpedoman pada aturan berlalulintas, kita tidak perlu takut dengan adanya razia polisi. Justru kedatangan MAJIKAN atau razia polisi itu akan meneguhkan kebenaran kita.

Mat. 25:21Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

"Apa yang kamu lakukan telah cocok dengan apa yang telah AKU ajarkan." Kata TUHAN.

Itulah kesempurnaan, yakni jika kita mengikuti perkataan Alkitab, sehingga kita menjadi serupa dengan BAPA;

Mat. 5:48Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Dari 10 Hukum yang YAHWEH berikan ke kita, tak ada yang kita kesampingkan, jika kita mau berbalik dari hari Minggu ke hari Sabat; - hukum ke-4;

Ibrani
4:9Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.
4:10Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

Kita seperti ELOHIM YAHWEH yang menyucikan hari Sabat;

Kejadian
2:1Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:4Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --

Kembali ke hari Sabat sama seperti menutup tembok yang berlobang;

Yes. 58:12Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".

Hari Sabat adalah reruntuhan yang sudah berabad-abad, sejak tahun 325 Tarikh Masehi, diubah oleh kaisar Konstantin Agung ke hari Minggu. Hari Minggu adalah peribadatan yang diajarkan secara turun-temurun. Maka jika kamu kembali ke hari Sabat, itu sama seperti memperbaiki tembok yang berlobang, karena dari 10 hukum hanya 9 hukum saja yang dipraktekkan oleh gereja-gereja. Dan jika kamu menjadi sekumpulan orang yang menguduskan hari Sabat, maka membuat gerejamu layak dihuni;

Ibrani
4:9Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.

Inilah selengkapnya Yesaya 58;

58:12Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".
58:13Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.


Tidak ada komentar: