Minggu, 12 Juni 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 5

Matius 13:33Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

Ragi adalah bahan pemroses makanan, seperti ragi tape untuk membuat singkong menjadi tape[fermentasi]. Jika ragi tersebut dicampurkan ke tepung, akan membuat adonan tersebut mengembang atau mekar, seperti roti tawar yang berongga-rongga. Jadi, ragi adalah sesuatu yang bisa mengubah.

Hal ELOHIM diumpamakan seperti ragi yang dicampurkan ke tepung 3 sukat. Dan YESHUA menerangkan ragi itu adalah ajaran;

Matius 16:6Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
16:12Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.

Ragi Farisi, ajaran Farisi, ragi ELOHIM berarti ajaran YAHWEH. Bahwa ajaran YAHWEH akan mengubah pola hidup kita dari jahat menjadi baik, sebagaimana ajaran Farisi mengubah orang baik menjadi sesat. Bahwa pola hidup manusia itu sangat dipengaruhi oleh ajaran. Ajaran yang benar akan membawa seseorang berpola hidup yang benar, ajaran yang salah akan membawa seseorang berpola hidup yang salah.

Mengapa orang Hindu ibadahnya ke pohon-pohon keramat? Karena ajaran Hindu seperti itu. Mengapa orang Buddha menyembah patung-patung? Karena ajaran Buddha seperti itu. Mengapa orang Islam bersholat 5 waktu? Karena ajaran Islam seperti itu. Mengapa orang Kristen menyembah YESHUA? Sebab ajaran Kristen seperti itu. Seandainya ada orang Islam yang pindah ke Kristen, maka pola pikirnya juga akan berubah. Dia takkan lagi sholat 5 waktu, takkan lagi ibadah haji, takkan lagi berpuasa ramadhan, takkan lagi menganggap orang Kristen kafir, takkan lagi membakari gereja-gereja, malahan akan menyumbang gereja-gereja. Begitu pula sebaliknya, jika ada orang Kristen yang pindah ke Islam. Jika semula mencintai gereja-gereja, akan berubah menjadi teroris gereja-gereja.

Melalui perumpamaan itu YESHUA ingin menekankan perlunya memperhatikan ajaran; "waspadalah terhadap ragi ......................." Apakah tentang ajaran orang Farisi saja, jika nubuatan menyatakan akan adanya berbagai macam angin pengajaran?

Ef. 4:14sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Gereja Roma Katolik yang terpecah-pecah ke dalam 666 denominasi Kristen melalui ikrar pengakuan iman rasulinya telah menanamkan pemikiran bahwa dunia harus berada dalam satu tatanan, yakni dalam "gereja yang am" Roma Katolik;



"Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja katolik  yang kudus," Kata-kata: "Katolik" oleh kalangan Protestan diganti menjadi "am":


"Aku percaya kepada Roh Kudus, gereja yang kudus dan am."

Arti "Katolik" adalah semesta atau universal, sama dengan pengertian "am." Sehingga "am" merupakan nama lain dari "Katolik." Ini namanya filosofi atau perlambangan atau isyarat bahwa Protestan siap kembali ke pangkuan Roma Katolik lagi.

Untuk mewujudkan penyatuan gereja-gereja kembali ke Roma Katolik, Vatikan telah menempuh 2 jalur:

1. Gerakan Oikumene;

Vatikan mengobarkan semangat "oikumene" di antara seluruh denominasi Kristen. "Oikumene" artinya adalah penyatuan orang-orang Kristen dengan melupakan masa lalu Vatikan yang pernah menganiaya umat Kristen dan dengan mengabaikan perbedaan ajaran. ELOHIM YESHUA menyuruh kita memperhatikan ajaran, di sini justru disuruh mengabaikan ajaran.

Wujud dari semangat oikumene itu adalah adanya acara: Paskah bersama atau Natal bersama. Berikut ini cuplikan dari beberapa sumber yang selengkapnya saya letakkan dibawah tulisan saya;

Dari Wikipedia:
Dalam bahasa Yunani Koine di bawah Kekaisaran Romawi dan dalam Perjanjian Baru, kata ekumene secara harafiah berarti dunia, namun juga biasanya yang dimaksudkan adalah dunia di bawah kekuasaan roma.

Dari Sabda:
Ada sebagian orang melihat Gerakan Oikumene sebagai suatu usaha untuk menyatukan seluruh gereja, dengan mempunyai satu tata gereja, satu pengakuan iman, satu papan nama, satu kuasa administratif. Pendek kata, menjadikan satu semuanya (uniformitas).


2. Persekutuan Kharismatik Katolik;

Persekutuan Kharismatik Katolik adalah semacam gereja tidak resmi yang acaranya dihadiri oleh berbagai denominasi Kristen.

Jadi, "oikumene" untuk mengobarkan semangat kebersamaannya, Persekutuan Kharismatik Katolik merupakan wadahnya, semacam jembatan antara Kristen dengan Katolik.


Semangat "oikumene" tampaknya berhasil meracuni pemikiran orang-orang Kristen, sehingga mereka melupakan perbedaan ajaran gerejanya, bahkan marah kalau diusik masalah ajaran mereka. Lupakan ajaran, yang penting iman saja pada YESUS. Asal percaya YESUS, maka mereka adalah satu. Padahal kalau di gereja asalnya ada yang diajari joget-joget, ada yang diajari teriak-teriak histeris, ada yang diajari bahasa sewelewelewele, ada yang baptisnya percik. Yang Protestan mengatakan Pantekosta itu gila, sedangkan yang Pantekosta mengatakan Protestan itu zombie.

Ada perbedaan dibilang tidak ada, itu namanya bohong atau ilmu sihir. Ajaran yang dianggap penting oleh YESHUA yang menyatakan DiriNYA sebagai "KEBENARAN" oleh orang-orang Kristen dianggap tidak penting dibahas. Padahal Alkitab yang dituliskan sepanjang 1600 tahun itu isinya adalah nasehat-nasehat dan ajaran-ajaran ELOHIM, yang harus dituruti, yang jika tidak dituruti akan dihukum. Tapi oleh mereka dianggap tidak penting memperhatikan ajaran-ajaran itu.

Alkitab mengajarkan peribadatan hari Sabat, sedangkan gereja mengajarkan hari Minggu. Masakan ini diabaikan? Masakan ajaran yang tidak terdapat pada Alkitab bisa dibenarkan? Siapa yang membenarkan? TUHAN atau gereja?

Gereja-gereja Minggu mencap Saksi Jehovah sesat. Apanya yang mereka permasalahkan? Orangnya atau ajarannya yang mereka benci? Mengapa ajaran Saksi Jehovah dibenci? Jelas karena berbeda! Jika dengan Saksi Jehovah berbeda, apakah antara mereka tidak berbeda? Apakah antara Katolik dengan Protestan sama? Apakah Protestan dengan Pantekosta sama? Apakah Pantekosta dengan Bethel sama? Jika antara mereka terdapat perbedaan, mengapa sampai timbul persekongkolan untuk menyudutkan Saksi Jehovah? Apakah itu logis?! Jadi, nalar anda telah rusak, tak memiliki pendirian yang baik.

Harusnya Alkitab sebagai Firman TUHAN yang dijadikan pedoman untuk mengontrol ajaran gereja mana saja, termasuk jika ada malaikat yang menyampaikan pengajaran, bukannya gereja sebagai lembaga buatan manusia yang berbicara seperti TUHAN.

Jadi, mengapa anda menari-nari di gereja? Sebab gereja anda mengajarkannya demikian. Tapi apakah Alkitab mengajarkan yang seperti itu? Mengapa anda berdoanya lipat tangan tutup mata? Karena gereja anda mengajarkannya seperti itu. Tapi apakah Alkitab mengajarkan begitu?

1Yoh. 4:1Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Banyak orang berkata ajaran yang disampaikannya berdasarkan ilham ROH KUDUS. Termasuk nabi Muhammadpun mengakunya diilhami RUHUL QUDUS;

"Dalam Islam, Ruhul Qudus menandakan cara/nama lain untuk merujuk kepada Malaikat Jibril a.s., (yang sudah diketahui sebagai ketua kepada seluruh para Malaikat yang ditugaskan oleh Allah untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada semua Rasul dan Nabi. Ruhul Qudus juga merupakan Malaikat yang menyampaikan Pemberitahuan kepada Maryam (ibu Nabi Isa) dan juga menyampaikan Al-Quran kepada Nabi Muhammad dalam Gua Hira, Makkah."

Apakah anda percaya kalau ajaran Muhammad itu berasal dari ROH KUDUS? Atas dasar apa kita menguji ajaran Muhammad? Alkitab! Jadikan Alkitab sebagai alat penguji ajaran-ajaran dari mana saja.

Gal. 5:9Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

Dari 100 ajaran, jika ada 1 saja ajaran yang tidak benar, maka rusaklah seluruhnya;

Luk. 11:42Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Tidak ada manusia yang benar, memang benar. Tidak ada orang yang sempurna memang benar. Tapi jangan sampai menjadi orang yang menolak ajaran YAHWEH. Sebab lebih baik menjadi pelanggar hukum dari pada menjadi orang yang menolak hukum. Pengampunan diberikan YAHWEH untuk para pelanggar hukum. Tapi para pemberontak, penolak ajaran YAHWEH akan dibuang ke neraka;

Mat. 18:6"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

Kata YESHUA, lebih baik orang yang menyesatkan itu jangan hidup! Apa sebab? Sebab dia bisa membuat semua orang yang mengikutinya dibuang ke neraka.

Coba seandainya anda mengikuti petunjuk Alkitab, pasti anda akan menyucikan hari Sabat, bukannya berhari Minggu. Pasti anda akan berdoa dengan menadahkan tangan, bukannya melipat tangan menutup mata. Dan karena pola hidup anda sesuai dengan yang ada tertulis dalam Alkitab, maka itu disebut Alkitabiah, bukan ibadah karangan sendiri.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Ekumene - Wikipedia

Ekumene (bahasa Inggris: Ecumene, juga dieja œcumene atau oikoumene) berasal dari kata Yunani οἰκουμένη (oikouménē), yang berasal dari kata όικος yang berarti "rumah" dan μενήιν yang berarti "berdiam" atau "tinggal".

Zaman Yunani kuno

Pada masa Yunani di bawah Alexander Agung, kata "ekumene" merujuk kepada seluruh bagian bumi yang didiami oleh manusia. Seringkali kata ini digunakan untuk menyebut daerah-daerah yang didiami oleh orang-orang Yunani, sementara daerah yang didiami oleh bangsa-bangsa barbar tidak terhitung sebagai ekumene.
Dalam bahasa Yunani Koine di bawah Kekaisaran Romawi dan dalam Perjanjian Baru, kata ekumene secara harafiah berarti dunia, namun juga biasanya yang dimaksudkan adalah dunia di bawah kekuasaan roma.
Dlam Surat Ibrani 2:5 oikoumenen ten mellousan digunakan untuk merujuk kepada Kerajaan Kristus yang akan datang (dunia yang akan datang), sebagai: Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini.

Zaman Bizantin

Salah satu penggunaan kata ekumene yang paling menarik adalah oleh orang-orang Bizantium, untuk menggambarkan Kekaisaran Bizantium.
Konsep ini juga mendasari gelar Patriark Ekumenis (Οἰκουμενικὸν Πατριαρχεῖον) yang diberikan kepada Patriark Konstantinopel, dan proses ekumenisme.

Zaman modern

Pada abad ke-20, istilah "ekumene" dipakai dalam perujukan kepada Ekumenisme, yaitu upaya penyatuan atau kerjasama antara kelompok-kelompok yang berbeda di dalam Kekristenan. Dalam konteks ini, telah dianggap adanya (atau kelak akan terjadi) kesatuan umat yang percaya di antara golongan-golongan Kristen yang berbeda-beda. Definisi - atau presuposisi - ini tidaklah diterima oleh setiap kelompok Kristen. Pekerjaan ekumenisme berlangsung dalam bentuk negosiasi di antara komisi-komisi dari berbagai denominasi serta melalui pembicaraan sejumlah organisasi inter-denominasional seperti Dewan Gereja-gereja se-Dunia. Topik-topik relevan termasuk Baptisan, Ekaristi (Perjamuan Kudus) dan Pelayanan Kristiani.

ALKITAB SABDA:

Usaha-usaha oikumenis telah dijajaki oleh gereja-gereja anggota PGI untuk terwujudnya gereja Kristen yang esa di Indonesia. Dan nampaknya istilah Oikumene bukan lagi suatu hal yang asing, bahkan menjadi satu mode dalam suatu kegiatan di antara beberapa gereja. Jiwa Oikumenis sering diungkapkan dengan mengadakan suatu perayaan hari besar Kristen, seperti: Paskah dan Natal bersama, dsbnya; sehingga ada sebagian orang mengidentikkan kegiatan secara bersama-sama itulah Oikumene. Segala usaha berupa pertemuan, konsultasi, rapat dan mengadakan proyek secara bersama-sama itu sudah menyatakan kesadaran Oikumenis. Di sini jelas kesadaran Oikumenis hanya dilihat secara lahiriah berupa kegiatan-kegiatan.

Ada sebagian orang melihat Gerakan Oikumene sebagai suatu usaha untuk menyatukan seluruh gereja, dengan mempunyai satu tata gereja, satu pengakuan iman, satu papan nama, satu kuasa administratif. Pendek kata, menjadikan satu semuanya (uniformitas). Hal ini berarti seluruh gereja, dengan berbagai latar belakang, berlainan suku, bahasa, kebudayaan dan tradisi dileburkan menjadi satu. Akibatnya satu pihak, orang kecewa karena sampai begitu jauh dan lama tidak ada tanda-tanda peleburan jadi satu gereja Kristen yang esa di Indonesia. Pada pihak lain, ada orang yang kuatir dan menjadi takut jika seluruh gereja harus meleburkan diri menjadi satu gereja. Hal ini akan berarti setiap gereja akan kehilangan identitasnya. Maka ada, sebagian gereja mengambil jarak dalam mengikuti gerakan Oikumene. Selama keputusan bersama menguntungkan, maka akan ditaati. Jika tidak sesuai dengan selera dan pendapat, maka akan saling berjalan sendiri-sendiri.

Sebenarnya gerakan Oikumene bukanlah soal menguntungkan atau merugikan; bukan pula suatu target tertentu, di mana gereja-gereja hanya bersikap memenuhi porsi kewajiban masing-masing untuk memenuhi target itu. Tetapi Oikumene adalah suatu sikap iman yang mendorong gereja-gereja untuk berjalan bersama-sama pada satu jalan dan arah yang sama.9 Pada hakekatnya gereja itu sudah satu dalam Kristus yang adalah kepala gereja. Dengan kesadaran ini mendorong gereja-gereja berjalan bersama-sama pada satu jalan, menampakkan kesatuan gereja Yesus Kristus di dunia ini. Pemahaman ini masih bersifat umum, untuk itu selanjutnya perlu penelahan lebih khusus dari perspektif Alkitab.

Tidak ada komentar: