Selasa, 14 Juni 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 7

Matius
13:45Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
13:46Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

Kalau di Indonesia, jika anda hendak berdagang mutiara, pergilah ke pulau Lombok, sebelah timur pulau Bali. Di sana ada banyak budidaya mutiara. Dulu saya pernah mendagangkan mutiara dari Lombok saya bawa ke Surabaya.

Mutiara itu sama seperti batu akik, yang jika ada keunikannya bisa berharga mahal sekali. Nah, dalam perumpamaan YESHUA diceritakan tentang seorang pedagang mutiara yang berkeliling mencari mutiara. Suatu kali dia bertemu dengan seorang yang memiliki mutiara yang sangat bagus, yang dijualnya dengan harga mahal. Karena pedagang itu kekurangan modal, maka dia terpaksa harus menjual seluruh harta bendanya supaya bisa membeli mutiara tersebut. Sebab pedagang tersebut yakin bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi sehingga dia akan mendapatkan keuntungan yang fantastik.

Karena kwalitas mutiara itu macam-macam, maka diperlukan profesionlisme. Pedagang dalam perumpamaan itu jelas pedagang yang sangat profesional, sebab dia berani menjual seluruh hartanya untuk ditukarkan dengan mutiara itu.

Rupanya, mutiara dalam perumpamaan YESHUA itu maksudnya adalah agama. Bahwa di dunia ini ada banyak macam agama sehingga diperlukan kejelian untuk memilih mana agama yang bisa menyelamatkan kita. Ada banyak sekali "allah" sehingga kita harus tahu secara persis mana ELOHIM yang benar-benar ELOHIM.

Saya prihatin sekali jika mendengar ada pengusaha yang berkata: "Saya ini pedagang yang ngertinya dagangan. Kalau soal Alkitab sebaiknya tanyakan ke pak pendeta." Jelas sekali orang ini bukanlah pedagang mutiara yang profesional, sehingga tidaklah salah kalau dia begitu gampang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa ajaran. Dia tidak tahu mana agama yang benar, sehingga kalaupun dia berada di agama yang benar hanyalah suatu kebetulan saja. Yang sesungguhnya dia itu tak mengerti apa-apa. Dan orang demikian jelas merupakan penghinaan terhadap YAHWEH. Sebab mana ada orang yang tak mengenali sanak keluarga istrinya? Setiap orang pasti tahu seluk-beluk kekasihnya, siapa namanya, dari mana asalnya, bersaudara berapa, dia anak ke berapa, siapa nama bapak-ibunya, bahkan sampai ke sepupu-sepupunya pasti dikenalinya satu-persatu dengan baik. Tapi tentang seluk-beluk YAHWEH, yang YAHWEH menyatakan Diri sebagai BAPA kita, masakan kita tidak mau mengenaliNYA lebih dalam?! Tidakkah YAHWEH tersinggung?

Matius
10:32Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
10:33Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

Alkitab yang merupakan perkataan YAHWEH tak pernah dibacanya. Jikapun dibacanya tak pernah mau dipelajarinya. Anak macam apakah yang tidak memperhatikan perkataan ayahnya? Segala waktu dihabiskan untuk urusan dagangan, urusan kesenangan, urusan keluarga, sehingga waktu untuk YAHWEH nyaris tak ada. Anak macam apakah yang tidak memperhatikan keberadaan ayahnya?

Biasanya nasehat-nasehat yang pernah kita dengar dari ayah-ibu kita, kita teruskan ke anak-cucu kita, sehingga kata-kata nasehat itu terlestarikan dari generasi ke generasi. Sebagai contoh lagu anak-anak: "Nina bobo" adalah lagu ibu saya ketika hendak menidurkan saya. Ketika saya punya anak, lagu itu pula yang saya nyanyikan untuk menidurkan anak saya. Tapi orang macam apakah orang Kristen yang tidak menyalurkan nasehat Alkitab, melainkan seluruh nasehatnya hanyalah masalah-masalah duniawi saja. "Kamu harus pinter, jadi dokter", "kamu harus jadi orang terkenal", "kamu harus sukses mencapai cita-citamu", dan seterusnya.

Dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal sebagai pengusaha dari pada sebagai orang Kristen, dan sialnya dikenal sebagai orang kaya yang pelit. Dia hanya nampak Kristen selama 3 jam perminggu, yaitu ketika berjas dan berdasi ke gereja. Selewat itu adalah seorang pengusaha, sehingga ketika anda mati orang-orang akan menandai anda sebagai seorang pengusaha. "Siapa yang meninggal dunia itu?" - "Oh, itu pak Agus, pedagang mutiara." Tapi apakah kata anda jika saya yang meninggal dunia? Anda mengenal saya sebagai apa? - "Oh, orang itu biasanya memberitakan Injil di internet." Beda, 'kan?!

Karena pengenalan anda tentang mutiara hanya sedikit, tidak profesional, maka amda pasti takkan mau membeli mutiara dengan harga mahal. Anda pasti takkan mau berkorban banyak-banyak untuk TUHAN. Berbeda dengan pedagang mutiara profesional yang berani menjual rumahnya untuk mendapatkan mutiara yang sangat berharga, yang jika dijual kembali akan bisa membeli 2 buah rumah.

Jika anda hanya mempunyai sebuah motor, lalu pacar anda membutuhkan uang yang sebesar harga motor itu, apakah yang akan anda lakukan untuk pacar anda itu? Dari sinilah harga cinta anda dinilai apakah 100% atau 90% atau justru cuma 50%, dilihat dari seberapa besar kerelaan anda berkorban.

YAHWEH-pun menuntut dikasihi dengan 100% hatimu, 100% jiwamu dan 100% akal budimu;

Mat. 22:37Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Hati berbicara tentang tubuh, jiwa berbicara tentang nyawa, sedangkan akal budi berbicara tentang pikiran kita. Jadi, YAHWEH menuntut seluruh hidup kita;

Gal. 2:20namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Flp. 1:20Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.


Jadi, bagaimanakah cara sederhana membuktikan kebenaran YAHWEH? Dari namaNYA! YAHWEH itu artinya adalah ELOHIM bangsa Israel. Jika kita tahu arti namaNYA, maka kita bisa melihat dari sepak terjang bangsa Israel, yakni dari kehebatan-kehebatannya yang memantulkan kehebatan YAHWEH.

Itu adalah cara yang paling sederhana dari berbagai cara untuk membuktikan kebenaran YAHWEH.

CARA SEDERHANA MEMBUKTIKAN YAHWEH

Bapak saya sudah meninggal. Anda pasti takkan tahu tentang keberadaannya, bukan?! Tapi dengan melihat saya, percayakah anda bahwa bapak saya itu ada?

Percayakah anda saya punya kakek? Atas dasar apa anda mempercayai keberadaan kakek saya? Apakah berdasarkan pertemuan dengan kakek saya?

Percayakah anda jika saya berkata bapak saya itu mirip saya? Kalau nggak mirip jangan-jangan saya ini anaknya tetangga, ya nggak?! Percayakah anda jika saya berkata anak saya itu mirip saya?

Jadi, kita mempercayai sesuatu yang tidak kita lihat berdasarkan akal sehat/nalar/logika, bukan ngawur yang tanpa dasar. Contohnya: Orang Arab bilang punya ALLAH. Tapi bisakah anda melihat kehebatan orang Arab yang mirip ALLAH? Orang Islam bilang punya ALLAH. Tapi bisakah anda melihat kehebatan orang Islam yang mirip ALLAH? Bandingkan dengan bangsa Israel yang katanya punya YAHWEH. Bisakah anda melihat kebesaran dan kekuasaan YAHWEH dari bangsa Israel? Tidakkah membuktikan Israel anak YAHWEH itu semudah kita membalikkan telapak tangan?!

Ibrani 11:1     Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan 
                  bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Kalau anda mencari di google tentang Israel, hanya ada 2 hal saja yang akan anda jumpai, yaitu kejahatan Israel dan kehebatan Israel. Tapi perlukah kita membahas kejahatan Israel jika kita bukan TUHAN? Bukankah yang kita cari adalah bukti-bukti Israel itu anak YAHWEH? Nah, anda takkan mendapatkan berita yang menyangkali kehebatan Israel, seperti: Israel itu bodoh, Israel itu lemah, Israel itu kalah. Nggak ada berita itu di mesin google. Baik kawan maupun lawan Israel sama-sama mengakui kehebatannya. Termasuk Indonesia yang membenci Israel, tapi nyatanya banyak sekali persenjataan Israel yang dibeli.

Dengan Arab Saudi? Arab Saudi adalah sasaran eksport kita. Tapi apakah yang kita import dari Arab Saudi selain dari air Zam-zam dan kurma?

Bagi tukang makan-minum, nggak ada Israel nggak apa-apa asal ada Arab Saudi. Tapi bagi tukang perang, nggak ada Arab Saudi nggak apa-apa asal ada Israel. - Hua..ha..ha..... Bagi negara Indonesia, manakah yang penting? Kurma atau senjata?

F A K T A.

Hasil gambar untuk gambar mutiara

Tidak ada komentar: