Kamis, 16 Juni 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 8

Matius
13:47"Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
13:48Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
13:49Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
13:50lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Pukat adalah semacam jaring yang besar dan panjang untuk menangkap ikan. "Laut" dalam bahasa Alkitab adalah kumpulan orang banyak, sedangkan penginjil diistilahkan sebagai penjala manusia;

Why. 17:15Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

Mat. 4:19Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Jadi, hal ELOHIM YAHWEH itu adalah menjaring sebanyak-banyaknya orang, seberapa saja yang bisa dijangkau oleh pekerjaan penginjilan kita. YAHWEH tidak memilih-milih orang, tidak memandang bulu. Artinya, tidak akan menghakimi orang yang masuk Kristen sebelum waktunya, yaitu di hari kiamat. Karena itu kita sebagai "gereja" - kumpulan umat TUHAN, jangan saling menghakimi dengan cara membeda-bedakan orang berdasarkan kelas ekonominya.

Mengapakah ke gereja harus mengenakan jas dan dasi, sehingga orang-orang yang miskin menjadi kelihatan dibedakan karena tidak mampu membeli jas dan dasi? Mengapakah harus mengenakan pakaian yang terbaik, sehingga orang-orang miskin harus diributkan masalah pakaian? Mengapakah harus mengenakan sepatu, sehingga menambah-nambah jenis sepatu yang harus dimiliki seseorang; sepatu ke sekolah, sepatu olahraga, sepatu ke gereja, dan lain-lainnya?

Yang dimaksud Alkitab dengan "jangan menghakimi" adalah menghakimi kepribadian orang, misalnya: menggosipkan rumahtangga orang, membicarakan sesuatu yang tak jelas tentang perilaku seseorang. Sebab kalau perilaku seseorang terbukti tidak benar, misalnya ada bukti seorang jemaat melakukan selingkuh, majelis gereja wajib menegur hingga mengambil tindakan tegas, seperti mengeluarkannya dari keanggotaan. Tapi kalau tidak berbukti jangan membicarakannya sehingga itu termasuk fitnah.

Suatu misal ada seorang perempuan yang diketahui suaminya bekerja di luar kota, lalu ada jemaat yang melihat seorang laki-laki yang bukan suaminya masuk ke rumah itu, dan itu terjadi berkali-kali, maka majelis gereja harus memanggil perempuan itu untuk dimintai keterangan hal laki-laki itu. Ini namanya usaha pencegahan yang wajib dilakukan gereja. Gereja harus memastikan bahwa perempuan itu baik-baik. Kejadian itu untuk ditangani, bukan untuk dijadikan bahan pergunjingan. Peristiwa kejatuhan seseorang harus dijadikan perenungan atau pelajaran masing-masing orang, bukan untuk olok-olokan. Sebab siapa tahu dalam hal yang lain anda juga belum tentu benar, misalnya, bukan berzinah tapi suka korupsi?!

Itu cara memperlakukan "orang baik-baik", bahwa orang yang baik-baik harus terjaga kebaikannya. Tapi gereja juga wajib menjangkau atau menerima pelacur, preman, pengamen, pemabuk, pengguna narkoba dan pelaku dosa lainnya, supaya mereka banyak-banyak mendengarkan Firman TUHAN, supaya kehidupan mereka ada perubahannya menuju kebaikan. Jangan memaksa mereka bertobat sebelum waktunya sendiri. Sebab pertobatan yang benar itu yang muncul dari dalam pikirannya sendiri, bukan yang dikondisikan. Kalau buah-buahan, ada yang masak hasil karbitan dan ada yang masak pohon. Buah yang karbitan pasti rasanya hambar, sebab masaknya secara paksaan, bukan secara alamiahnya.

Jangan lupa bahwa di antara pendeta dan penginjil-penginjil yang ada sekarang ini bukan semuanya berlatar belakang orang baik-baik. Saya yakin banyak yang lahir dari kalangan orang-orang berdosa. Tapi sayang, pertobatan mereka bukan dilahirkan dari gereja, melainkan dari luar gereja. Mereka bertobat dengan sendirinya, bukan dipertobatkan oleh gereja. Sebab gereja-gereja sekarang ini disibukkan mencari uang, bukan mencari jiwa-jiwa. Para pendetanya sibuk memberitakan Injil ke orang-orang kaya saja, sementara jemaatnya tidak terdidik untuk menerima golongan "orang-orang berdosa."

Dan yang harus menjadi kritikan saya tentang gereja, adalah mengapa gereja-gereja itu seperti bisnis waralaba yang bercabang-cabang? Misalnya induknya GKI, ada GKI pusat ada GKI Bandung ada GKI Surabaya, dan seterusnya, sehingga pendetanya menjadi pendeta upahan?! Mengapa setiap kumpulan tidak dimerdekakan untuk mandiri? Misalnya GKI di jalan Kwitang, mengapa tidak merdeka sebagai jemaat Kwitang, melainkan dimonitor terus oleh induknya, yakni "sinode GKI?"

Saya tidak membahas soal system penggajiannya, tapi system doktrinnya. Bahwa GKI kwitang harus sejalan dengan doktrin GKI pusat, sehingga misalnya sang pendeta mengajarkan joget-joget ke jemaatnya, dianggap sesat, lalu dipecatlah pendeta itu. Mengapa GKI merasa benar sendiri? Mengapa Pantekosta merasa benar sendiri? Mengapa HKBP merasa benar sendiri? Mengapa GPdI merasa benar sendiri? Mengapa Bethany merasa benar sendiri? Mengapa GBI merasa benar sendiri? Padahal hanya ada satu Alkitab, mengapa bisa terjadi banyak macam pengajaran, seolah-olah dalam Alkitab terdapat kontradiksi?!

Mengapa gereja berpikir bahwa perbedaan-perbedaan doktrin itu seperti anggota tubuh yang terdiri dari kepala, leher, perut, tangan dan kaki? Padahal satu tubuh itu diikat oleh satu golongan darah, sehingga semuanya itu milik satu orang, bukan kepalanya kepala Adi, lehernya Budi, perutnya Charles, tangannya Didik dan kakinya Edi, sehingga membentuk pertentangan antara gereja yang satu dengan gereja yang lainnya.

Rasul Paulus ketika membicarakan anggota-anggota tubuh itu membicarakan tentang perbedaan karunia di antara jemaat yang satu golongan, bukan tentang gereja yang berbeda-beda doktrinnya. Jadi, misalnya di GKI Kwitang itu dalam satu ajaran namun masing-masing jemaatnya memiliki karunia yang berbeda-beda, bukan tentang gereja yang doktrinnya berbeda-beda yang disatukan dalam nama YESHUA.

1Korintus
12:20Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.
12:21Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau."
12:25supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
12:27Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
12:28Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

Ingat, semua gereja di zaman rasul Paulus adalah dia yang mendirikannya sehingga semua gereja berada dalam satu pola atau satu ajaran. Berbeda dengan gereja-gereja di zaman sekarang yang berbeda-beda orang yang mendirikannya. Karena itu perbedaan-perbedaan gereja sekarang ini bukanlah tentang satu tubuh YESHUA, melainkan merupakan banyak YESHUA, sebagaimana dinubuatkan tentang banyaknya mesias-mesias palsu yang memakai nama YESHUA;

Mat. 24:5Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

Ada YESHUA GKI, ada YESHUA GPdI, ada YESHUA Pantekosta, ada YESHUA GBI, ada YESHUA HKBP, ada YESHUA Bethany, ada YESHUA Katolik, ada YESHUA Ortodox, ada YESHUA GPIB, dan lain-lainnya. Masing-masing gereja memberikan nuansa tentang YESHUA yang berbeda. Ada yang bilang baptis percik tak apa-apa, ada yang bilang berbahasa sewelewelewele itu waras, ada yang bilang ke gereja itu harus mengantuk, ada yang bilang harus berjoget-joget, ada yang bilang harus berteriak-teriak histeris, dan lain-lainnya.

Nama gereja "Kristen" itu artinya pengikut KRISTUS. KRISTUS itu dari bahasa Yunaninya CRISTOS, yang bahasa Ibraninya: MASHIA. MASHIA diindonesiakan menjadi mesias. Dan YESHUA berkata tentang "mesias-mesias" palsu, bukan tentang YESUS-YESUS palsu. Karena itu nubuatan YESHUA itu tepat sekali untuk menunjuk pada gereja-gereja Kristen;

Mat. 24:24Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Okey, ini nasi sudah menjadi bubur tak ada gunanya untuk saya olok-olok. Karena itu saya akan menyelesaikan permasalahan ini dengan mengajak terjadinya kebangkitan gereja-gereja. Gereja dari segala penjuru, utara, selatan, timur, barat, tenggara, barat daya dan mana saja, marilah berjalan ke titik pusat, yakni kebenaran Alkitab. Baiklah masing-masing gereja dikasih kemerdekaan oleh sinode atau induk atau organisasi pusatnya untuk mengambil jalan masing-masing. Baiklah masing-masing pendeta merendahkan dirinya di hadapan TUHAN untuk bersama-sama jemaatnya mengadakan penyelidikan Alkitab dan mempunyai temuan sendiri-sendiri. Biarlah GKI Kwitang mempunyai temuan A, GKI Kebayoran Baru menemukan B, GKI Kelapa Cengkir menemukan C, dan seterusnya, entah makin benar atau makin sesat biarlah berdasarkan temuan masing-masing jemaatnya.

Hukum Taurat memperkenalkan "tahun Yobel" yakni tahun kemerdekaan bagi budak-budak. Seorang budak setelah dipekerjakan selama 6 tahun, tahun ke-7 harus ada kebebasan selama setahun. Lalu "sabat-sabat tahunan" itu dihitung sampai 7 kali sabat yang berarti 49 tahun, maka pada tahun yang ke-50 harus dibebaskan selama-lamanya tidak boleh dijadikan budak lagi.

Nah, saya mau supaya para pendeta di masing-masing jemaat atau gereja dikasih "tahun Yobel" yakni kemerdekaan menentukan nasibnya sendiri-sendiri. Biarlah para pendeta memulai langkahnya bersama-sama jemaatnya mengadakan penyelidikan Alkitab secara seksama, sebagaimana jemaat di kota Berea yang menerima Injil dari para rasul;

Kisah
17:10Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi.
17:11Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.
17:12Banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antara perempuan-perempuan terkemuka dan laki-laki Yunani.

"Setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian."

Jadi, induk-induk gereja atau sinode-sinode sudah waktunya dibubarkan! Biarlah GKI tidak lagi seperti GKI, biarlah GPdI tidak lagi seperti GPdI, biarlah HKBP tidak lagi seperti HKBP, dan lain-lainnya. Saya ingin terjadi pertobatan besar-besaran dari gereja-gereja sekarang juga. Jangan ada lagi "pendeta hamba" atau "pendeta upahan."

Yoh. 10:16Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Domba-domba dari berbagai kandang dipanggil untuk dijadikan satu kandang dengan satu gembala saja. Bila perlu saya bersedia memimpin pergerakan untuk menuntut pembubaran ikatan-ikatan doktrin yang mengikat jemaat ke api neraka. Biarlah pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api TUHAN;

1Korintus
3:10Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
3:11Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
3:12Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
3:13sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
3:14Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.



Tidak ada komentar: