Selasa, 07 Juni 2016

PILIHAN ORANG CERDAS

Suatu kali terjadilah pertengkaran perebutan lahan rumput antara gembala-gembala Abraham dengan gembala-gembala Lot, keponakannya. Abraham memberikan jalan keluar untuk sebaiknya mereka harus hidup terpisah. Dan supaya tidak disangka dirinya membenci Lot, maka Abraham memberikan kesempatan pertama pada Lot untuk memilih lokasi tempat tinggalnya. Jika Lot ke barat, maka Abraham akan ke timur. Abraham menunjukkan kebesaran jiwanya untuk tidak pilih-pilih lokasi. Dan Lot tergiur oleh gemerlapnya kota Sodom Gomora, sehingga dia memilih tinggal di kota tersebut.

Jakarta? Siapa yang tidak tergiur untuk hidup di Jakarta? Harusnya itu dijadikan perebutan, bukannya dilepaskan begitu saja oleh Abraham. Harta, kedudukan dan segala kesenangan itu logisnya menjadi dambaan semua orang, sehingga tak mungkin akan diserahkan ke orang lain. Tapi Abraham membiarkan kota gemerlap yang menawarkan seribu janji itu dijadikan pilihan Lot.

Logika matematika kita harus jalan, bahwa jika Sodom Gomora itu menjadi pilihan pertama Lot, maka lokasi Abraham pastilah berkwalitas kedua atau kebalikan dari Sodom Gomora, yakni lokasi yang sepi dan gersang. Kalau melihat peta, lokasi Sodom Gomora itu di luar negeri Palestina, tepat sebagaimana Firman TUHAN kepada Abraham setelah kepergian Lot;

Kejadian
13:14Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
13:15sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
13:16Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga.
13:17Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."
 
Ternyata lokasi Abraham yang menurut Lot berkwalitas nomor 2 itu diberkati oleh YAHWEH. Fakta membuktikan lokasi Lot, Sodom dan Gomora hilang musnah dari peta, sedangkan lokasi Abraham abadi hingga sekarang ini yang menjadi negara Israel.

Benarlah kata Mochtar Riady, pendiri Lippo Bank: "Gunung itu tidak perlu tinggi. Yang penting ada dewanya." Maksudnya: cita-cita itu tidak perlu muluk-muluk yang tidak ada isinya. Sebab walaupun sederhana jika ada "kuasa"-nya, itu akan menjadi luar biasa.

Dalam hidup kita juga dibentangkan pilihan Lot dan Abraham; antara kesenangan dengan kesusahan. Jika orang-orang dunia memilih kesenangan seperti Lot, baiknya orang-orang Kristen mengambil yang sisanya, yaitu lokasi Abraham, sebagaimana yang menjadi pilihan orang-orang kudus;

2Kor. 12:9Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Rasul Paulus lebih suka berada dalam kelemahan, dalam segala kekurangan, dalam segala penderitaan asalkan itu bersama YESHUA, bukan penderitaan kosong yang tanpa TUHAN. Sebab menderita yang tanpa TUHAN menjadi penderitaan yang sia-sia, yang masih lebih baik yang tidak menderita. Lebih baik memilih kesenangan jika di dalam penderitaan tidak ada TUHAN. Lebih baik kaya dari pada miskin tanpa YESHUA.

Mengapa menderita bersama TUHAN itu sesuatu yang menyenangkan? Sebab jiwa kita ditenteramkan oleh tujuan-tujuan TUHAN, sebagaimana kata-kata TUHAN kepada Abraham: "sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya." Kita menderita penyakit kanker ganas yang mengancam nyawa kitapun, kita tak takut, sebab kita tahu ke mana tujuan kematian kita ini, kita tahu kepada siapa kita percaya. Tapi kalau kita tidak mengenal TUHAN, kita pasti akan kebingungan dan ketakutan. Kita pasti takut mati sehingga kita digelisahkan oleh penderitaan kita.

Orang tak mengenal TUHAN mengidap penyakit yang sama dengan orang yang mengenal TUHAN pasti ada perbedaannya. Orang yang tak mengenal TUHAN pasti tak bisa tersenyum, tapi orang yang mengenal TUHAN pasti masih bisa murah senyum. Dalam penderitaan yang sama orang-orang yang mengenal TUHAN pasti lebih kuat.

2Kor. 12:10Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

"Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." Maksudnya, kuat menanggung kelemahan atau beban itu.

Jadi, orang Kristen janganlah takut menghadapi maut, justru bersukacitalah jika maut itu menjemput kita, sebab itu artinya kita diistirahatkan. Dari pada hidup panjang menumpuk dosa, lebih baik hidup singkat jika itu menyelamatkan.

Dan sebagai orang-orang yang menghiburkan orang yang menderita, maksudnya jika ada sanak keluarga kita yang sakit, harusnya yang pertama-tama kita sodorkan adalah pengenalan akan TUHAN, bukannya mencarikan dokter yang terbaik. Mengapa anda bingung mencari dokter tapi tidak bingung orang yang kita kasihi itu diselamatkan TUHAN? Konsep kita yang salah ini harus kita ubah, bahwa TUHAN harus kita pertama-tamakan, bukannya dokter. Tak ada gunanya sama sekali diselamatkan dokter jika tidak diselamatkan TUHAN.

Matius
7:13Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
7:14karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Tidak ada komentar: