Sabtu, 04 Juni 2016

YANG SAYA MERASA MALU

Jika saya Muslim, yang saya merasa malu adalah memberikan peringatan: "Jika bepergian selama bulan suci ramadhan, berhati-hatilah dengan dompet dan tas anda karena di bulan suci ini akan banyak copet dan jambretnya. Berhati-hatilah meninggalkan rumah untuk mudik lebaran karena akan banyak maling. Dan kalau mengendarai motor berhati-hatilah sebab korban kecelakaan di bulan suci ini lebih besar dari korban bencana alam selama setahun."

Pos-pos polisi didirikan untuk mengamankan bulan suci ramadhan. Apakah tidak keliru? Bukankah harusnya di bulan suci itu semakin aman dan para polisi bisa libur dan tidur nyenyak? Mengapa sampai bulan suci seperti bulannya pesta setan?! Di mana kesanggupan ALLAH mengamankan bulan sucinya?

Di kota Mekkah saja bukan ALLAH yang mengamankan tapi tentara Amerika Serikat. Di sini juga bukan ALLAH tapi polisi dan TNI. Di mana  ALLAH dan Jibril selama bulan suci ramadhan? Apakah sibuk membikin ketupat?

Coba bandingkan dengan bulan Natal dan tahun baru, pos-pos polisi memang didirikan. Gereja-gereja memang dijaga ketat, tapi kelompok mana yang diawasi? Apakah kelompok Kristen yang diawasi di hari Natal dan tahun baru? Bukan! Lalu, siapa yang diawasi?

Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang ..............

Saudara-saudara, kata-kata saya memang tajam dan menikam perasaan. Tugas saya menegakkan kebenaran memang harus menindas segala macam bentuk kesalahan, baik di Kristen maupun di Islam. Dan itu sudah setimpal ketika kesalahan-kesalahan itu ditegakkan juga menindas dan menganiaya kebenaran. Ratusan juta orang benar dianiaya dan dibunuh dengan kejam selama ribuan tahun ketika kesalahan demi kesalahan itu diberdirikan.

Ibrani
11:36Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.
11:37Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.
11:38Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

Orang-orang benar juga sakit lahir dan bathin ketika disingkirkan oleh kesalahan. Karena itu sudah berimbangan jika saat ini anda yang kesakitan ketika kebenaran ditegakkan.

Kita harus merindukan pekabaran malaikat yang kedua yang merobohkan Babel, yaitu agama-agama yang kacau-balau. Babel artinya kacau-balau;

Wahyu
14:6Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum,
14:7dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."
14:8Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya."
14:9Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: "Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya,
14:10maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.
14:11Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya."
14:12Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

Tidak ada komentar: