Sabtu, 30 Juli 2016

MODEL PERJEMAATAN TUHAN

Seperti apakah model perjemaatan yang dikehendaki TUHAN?

Saya adalah penginjil. Saya berkeliling dari desa ke desa dan dari kota ke kota;

Luk. 8:1Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

Saya bertamu ke rumah pak Umar untuk memberitakan Injil;

Mat. 10:11Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.

Pak Umar mengundang para tetangga dan sanak familinya untuk mendengarkan pekabaran saya;

Kisah
10:23Ia mempersilakan mereka untuk bermalam di situ. Keesokan harinya ia bangun dan berangkat bersama-sama dengan mereka, dan beberapa saudara dari Yope menyertai dia.
10:24Dan pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul.
10:25Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus.

Puluhan orang yang mendengar pemberitaan saya itu percaya dan memberi diri dibaptis. Mereka saya persatukan sebagai satu jemaat, kemudian saya memilih pak Umar untuk menjadi penatuanya;

Tit. 1:5Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu,

Setelah jemaat di kota itu terbentuk, saya berpamitan pada pak Umar untuk melanjutkan perjalanan saya menginjil di kota-kota lainnya;

Kis. 21:1Sesudah perpisahan yang berat itu bertolaklah kami dan langsung berlayar menuju Kos. Keesokan harinya sampailah kami di Rodos dan dari situ kami ke Patara.

Begitulah pada setiap kota saya membentuk satu jemaat yang diketuai oleh seorang penatua. Jemaat itu bukan lagi milik saya tapi milik ELOHIM YESHUA, dan saya mempercayakannya pada tua-tua di sana. Ada jemaat Jakarta, ada jemaat Bandung, ada jemaat Bogor, ada jemaat Tangerang, dan lain-lainnya. Masing-masing berdiri di hadapan ELOHIM YESHUA. Saya tak berhak merangkaikan mereka ke dalam suatu sinode. Sebagai penginjil pekerjaan saya hanyalah memberitakan Injil atau menanam saja. Jika ada rasul yang lainnya, mereka akan bertugas untuk menyirami. Tapi soal pertumbuhan adalah bagiannya ELOHIM YAHWEH;

1Kor. 3:6Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.

Sebagai rohaniawan saya pasti menginginkan semua orang seia-sekata, tidak ada perpecahan;

1Kor. 1:10Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

Tapi perpecahan menyatakan bahwa jemaat itu hidup, bukan zombie atau robot yang diprogram oleh sinode;

1Kor. 11:19Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.

Matius 10:34"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Masing-masing orang harus berdiri di atas pendapatnya sendiri, supaya jangan seperti burung beo yang dikendalikan orang lain. Sebab betapa beratnya tanggungjawab sebuah sinode, seperti lokomotif yang menggandeng puluhan gerbong; ada gerbong HKBP Medan, HKBP Jakarta, HKBP Bandung, dan lain-lainnya. Jika seandainya tiap gerbong terisi 50 orang, sedangkan jumlah gerbongnya ada 1.000, bukankah sebuah sinode itu bertanggungjawab atas nyawa 50.000 orang? Tapi seandainya sinode itu dibubarkan, bukankah tanggungjawab seorang penatua hanya 50 jiwa saja?

Betapa beratnya PT. Alfa Mart itu menghidupi ratusan ribu karyawannya yang tersebar di seluruh Indonesia? Tapi sebuah toko yang mandiri paling hanya memelihara 2-3 orang karyawan. Saya mendirikan 10 jemaat. Jika semuanya saya jadikan satu, bukankah menjadi berat tanggungjawab saya? Tapi jika semuanya saya serahkan kepada TUHAN, apakah tanggungjawab saya jika ada jemaat yang sesat? Nggak ada! Tanggungjawab saya hanya sebatas memberitakan Injil saja, sedangkan soal pertumbuhan bukan saya lagi yang mengurusinya.

TUHAN ingin setiap kumpulan jemaat berdiri sendiri, tiap-tiap jiwa berdiri sendiri, tiap-tiap orang menjadi raja, tidak ada seorang yang menguasai orang lainnya;

1Yoh. 2:27Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Apa gunanya anda dibaptis dalam nama ROH KUDUS, jika pikiran anda dikuasai oleh pendeta? Menjadi penghinaan bagi ROH KUDUS jika namaNYA hanya digunakan sebagai lipstik saja, sedangkan kuasa atau otoritasNYA dimatikan. ROH KUDUS bukan membuat anda menjadi pinter, tapi membuat anda bisa mengerti dan memahami. Ketika seseorang berbicara pada anda, anda bisa mengerti salah atau benarnya perkataan orang itu. Tapi jika ROH KUDUS anda padamkan, maka perkataan orang akan anda cocokkan dengan doktrin gereja. Jika perkataan orang itu bertentangan dengan ajaran gereja, maka akan anda tolak sekalipun itu Firman TUHAN. Tapi jika ROH KUDUS ada di dalam jiwa anda, maka ketika anda mendengar kabar kebenaran yang berasal dari TUHAN, jiwa anda akan melonjak-lonjak kegirangan menyambut kebenaran itu seperti segelas es teh manis di saat anda kehausan;

Kisah 17:11Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

Perkataan orang dicocokkan dengan Alkitab, bukan dengan doktrin gereja.

Jika jemaat dipimpin oleh penatua, maka kedudukan semua orang tetap sejajar, sebab penatua diambil dari kalangan jemaat itu sendiri dengan tugas sebagai koordinator, bukan sebagai guru rohani. Dengan demikian penatua lebih terbuka terhadap pengetahuan-pengetahuan yang baru. Itulah sebabnya ELOHIM YESHUA bisa bebas berbicara di hadapan jemaat, sekalipun DIA bukan jemaat di situ, melainkan hanya sebagai jemaat tamu;

Lukas
4:16Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
4:17Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:

Begitu pula rasul Paulus;

Kisah
13:14Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.
13:15Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi, pejabat-pejabat rumah ibadat menyuruh bertanya kepada mereka: "Saudara-saudara, jikalau saudara-saudara ada pesan untuk membangun dan menghibur umat ini, silakanlah!"
13:16Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata: "Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah!

Tapi keberadaan pendeta-pendeta itu menjadi "parasit", yaitu tanaman yang memakan tanaman yang ditumpanginya, seperti lintah yang menghisap darah. Dia menguasai jemaat sedemikian rupa dan menjadikan dirinya sebagai pokok kebenaran. Karena dia bersekolah sehingga didaulat sebagai ahlinya, sehingga lawan-lawannya selalu dikalahkannya. Kebenaran adalah "apa kata pak pendeta." Sedangkan dia sendiri dikendalikan oleh sinode, sebagai induknya. Akibatnya, apabila ada ajaran-ajaran yang berbeda dari doktrin gerejanya akan dianggap sesat, dicap: bidaah.

Pendeta menjadi pintu masuk ke jemaat. Tidak seorangpun bisa berbicara kepada jemaat kalau tidak mendapatkan rekomendasinya. Jemaat seperti orang yang terkunci dalam sebuah ruangan, tidak bisa ke mana-mana. Otaknya menjadi tumpul karena wawasannya dikekang sedemikian rupa. Untungnya di zaman ELOHIM YESHUA masih belum ada konsep kependetaan, sehingga ELOHIM YESHUA dan para rasul bisa keluar-masuk dengan leluasa ke jemaat. Berkali-kali kebobolan itulah yang membuat orang-orang Farisi, Saduki dan ahli-ahli Taurat geram sekali;

Kis. 5:28katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."

Saya sendiri tidak mungkin bisa masuk ke gereja Advent, sebab kena "cekal" - cegah dan tangkal. Saya seperti nabi Elia, dianggap pengacau;

1Raja-raja
18:17Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: "Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?"
18:18Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal.


Dulu, jika anda mencari di google tentang gereja Advent, ada banyak website-website Advent. Tapi semenjak saya bergentayangan di internet dan menyerang ajaran-ajaran mereka yang menyesatkan, maka mereka mulai menutup diri, sehingga tentang gereja ini hanya ada di wikipedia saja. Tak mungkin anda bisa mengakses informasi-informasi aktual tentang mereka. Gara-gara saya mereka menjadi kuburan!

Jadi, keberadaan sinode-sinode itu telah menghalangi ELOHIM YAHWEH untuk menjangkau jiwa-jiwa dari antara mereka. Semua orang telah dirampok menjadi miliknya HKBP. Coba seandainya sinode HKBP itu dibubarkan, sehingga masing-masing jemaat berdiri sendiri-sendiri, bukankah peluang ELOHIM YAHWEH untuk menyelamatkan lebih besar?

Mat. 23:13Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.

Sinode-sinode itu merintangi orang-orang yang merindukan kebenaran!

Tapi ELOHIM YAHWEH tidak kekurangan akal untuk membobol sinode, yaitu melalui internet ini. Jika saya di dunia nyata tidak mungkin berbicara pada anggota-anggota gereja, melalui internet ini saya bisa bertemu dengan orang dari berbagai agama dan gereja. Jika saya di dunia nyata tidak mungkin mengetuk rumah orang, melalui internet saya bisa masuk melalui atap rumah anda;

Matius
10:26Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
10:27Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.

Apa yang tertutup, yakni system sinode, bisa ELOHIM YAHWEH buka melalui internet ini. Inilah penginjilan dari atas atap rumah, seperti maling, yang tidak perlu mengetuk pintu rumah anda.

Kalau di dunia internet, yang menjadi "sinode-sinode celaka" itu adalah para moderator grup. Mereka-mereka itulah yang memblokir akun-akun saya, sehingga saya tidak bisa mempostingkan tulisan-tulisan saya ke grup mereka. Itulah sebabnya saya mengundang orang supaya masuk ke grup saya.

Yes. 49:9untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah! Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundulpun tersedia rumput bagi mereka.

Keluarlah dari kurungan dan kegelapan, sebab TUHAN sudah menyediakan rumput-rumput yang segar!

Kamu menyesatkan seorang anak kecil saja dosamu tak bisa diampuni, lebih-lebih kamu menyembunyikan kebenaran terhadap ratusan atau ribuan orang. Kamu tak memiliki hak sama sekali untuk menguasai seorangpun. Jangan karena pendapatmu mengatakan saya salah, lalu orang lain kamu halangi untuk mendengarkan perkataan saya.

Lihatlah di zaman para rasul sebelum adanya system sinode, di mana-mana terjadi pertentangan, tidak sunyi seperti sekarang ini. Sekarang ini gereja berada dalam kedamaian oleh keberadaan sinode-sinode dan pendeta-pendeta sebagai SATPAM-nya. Tapi di zaman para rasul ada banyak gejolak di jemaat-jemaat, menyatakan adanya riak kehidupan. Antara jemaat di Roma permasalahannya berbeda dengan jemaat yang di Korintus. Permasalahan jemaat yang di Korintus berbeda dengan yang di Galatia, dan seterusnya.

Di zaman itu iblis tidak bisa tidur nyenyak. Tapi adanya pendeta dan sinode membuat iblis bisa tidur nyenyak, sebab semua rancangannya sudah tersystem dengan baik. Tanpa banyak perdebatan berjuta-juta orang sudah bisa dikirimkan ke neraka.


Tidak ada komentar: