Jumat, 01 Juli 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 20

Matius 25:31-46;





Perumpamaan itu menceritakan tentang TUHAN YESHUA yang mengelompokkan manusia ke dalam 2 kelompok; orang benar digambarkan dengan domba, orang jahat digambarkan dengan kambing. Orang benar itu menerima pujian dari YESHUA ha MASHIA disertai alasan mengapa ia dibenarkan;

Matius
25:34Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
25:35Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
25:36ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

Tapi orang benar itu merasa heran karena tidak merasa pernah ketemu TUHAN;

Matius
25:37Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
25:38Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
25:39Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

Maka TUHAN YESHUA menjelaskan;

Matius 25:40Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Sekarang bandingkan dengan orang-orang yang dianggap jahat oleh TUHAN;

Matius
25:41Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
25:42Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
25:43ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
25:44Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
25:45Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
25:46Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."


Rupanya orang benar itu melakukan kebajikan tanpa memandang muka. Dia menolong dan menghormati orang bukan berdasarkan "siapa" orang yang dia tolong dan hormati, tapi berdasarkan pada konsep kebenaran, yaitu: menolong siapa saja yang memerlukan pertolongannya dan menghormati siapa saja yang patutnya dihormati. Bukan oleh sebab saya pernah ditolong oleh seseorang, sehingga saya membalas menolongnya ketika ia kesusahan, tapi musuhpun wajib saya tolong jika ia berada dalam kesusahan. Bukan oleh sebab Jokowi seorang presiden sehingga saya harus menghormatinya, tapi sekalipun rakyat biasa saya tetap menghormatinya.

Suatu adat istiadat buruk yang melekat pada pegawai negeri adalah melihat orang pada pakaiannya. Kalau pakaian rakyat akan diperasnya habis-habisan, sedangkan kalau pakaian seragam dengan petunjuk kepangkatannya yang tinggi, maka dia akan membungkuk-bungkukkan badannya ketakutan. Nah, seorang menteri di zaman orde baru, Sudomo, pernah melakukan penyamaran menjadi sopir truk yang bermuatan melebihi tonase, lalu ketika masuk ke jembatan penimbangan bisa lolos karena menyogok. Karena melihat pakaiannya pakaian sopir truk, para petugas di jembatan timbang itu tidak menyangka bahwa itu adalah seorang menteri. Tentu saja nasib mereka menjadi sial karena menteri Sudomo langsung memberikan sanksi atas pelanggaran mereka melakukan pungutan liar.

Orang-orang Farisi, Saduki dan ahli-ahli Taurat juga gagal melihat ELOHIM YESHUA sebagai ANAK YAHWEH, oleh sebab DIA dikenal sebagai anak Yusuf, tukang kayu;

Mat. 13:55Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?

Karena hanya anak tukang kayu, maka mereka tidak takut menganiaya dan menyalibkanNYA. Bagaimana dengan kesombongan Tomas, salah seorang murid ELOHIM YESHUA, yang tidak mempercayai kebangkitan ELOHIM YESHUA?

Yohanes 20:25Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."

Jadi, Tomas berprinsip jika telapak tangan dan lambungnya tidak berlobang, maka DIA bukanlah ELOHIM YESHUA. Padahal jika TUHAN mau menghilangkan bekas lobang paku di tubuhNYA, apakah DIA tidak bisa? Apa kata TUHAN tentang Tomas?

Yohanes
20:27Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Percaya tanpa melihat atau percaya tanpa membuktikan itulah iman. Dan itulah yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin diselamatkan oleh ELOHIM YESHUA;

Rm. 1:17Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Orang benar itu hidupnya berlandaskan pada imannya. Percaya pada kebenaran hari Sabat sebagai amanah TUHAN yang dituliskan dalam Alkitab, dan tidak goyah oleh adanya berbagai alasan orang yang mengubah ke hari Minggu sebagai hari kebangkitan TUHAN. Iman itu tujuannya kepada ELOHIM, bukan kepada manusia. Bahwa kita mempercayai perkataan ELOHIM, bukan mempercayai perkataan manusia seolah-olah perkataan TUHAN. Mempercayai perkataan manusia sebagai perkataan TUHAN, itu model iman yang ngawur, model imannya copet yang menganggap dompet orang sebagai dompetnya sendiri, atau konsepnya pezinah yang menganggap istri orang sebagai istrinya sendiri.

Tapi iman yang benar adalah mempercayai Alkitab sebagai perkataan TUHAN, yang tidak boleh diotak-atik, ditambah maupun dikurangi. Di luar Alkitab bukanlah Firman TUHAN! Sangat riskan sekali mempercayai yang diluar Alkitab.

Seorang abdi ELOHIM dari Yehuda dipesan oleh YAHWEH supaya setelah melaksanakan tugasnya tidak berbalik ke jalan yang telah ia lewati. Namun ketika ada sesama nabinya yang mengajaknya makan di rumahnya, abdi yang dari Yehuda itu menurutinya sehingga ia melanggar titah YAHWEH. Apa yang terjadi? YAHWEH murka dan memangsakan nabi itu ke singa;

1Raja-raja
13:20Sedang mereka duduk menghadapi meja, datanglah firman TUHAN kepada nabi yang telah membawa dia pulang.
13:21Ia berseru kepada abdi Allah yang telah datang dari Yehuda: "Beginilah firman TUHAN: Karena engkau telah memberontak terhadap titah TUHAN dan tidak berpegang pada segala perintah yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu,
13:22tetapi kembali dan makan roti dan minum air di tempat ini walaupun Ia telah berfirman kepadamu: Jangan makan roti atau minum air, --maka mayatmu tidak akan masuk ke dalam kubur nenek moyangmu."

Abdi ELOHIM yang dari Yehuda itu menyangka, karena sesama nabinya, maka ia mempercayainya. Tapi kita diperingatkan oleh rasul Paulus untuk tidak mempercayai siapapun, termasuk jika ada malaikat yang menyampaikan Injil yang lain;

Galatia
1:6Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1:8Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

Sifat Firman TUHAN selalu remang-remang, kabur, misterius dan serba rahasia. TUHAN lebih suka menyampaikan FirmanNYA dalam bentuk kiasan atau perumpamaan-perumpamaan yang sulit ditafsirkan. Alkitab tidak seperti buku-buku ilmiah yang terang-terangan, tapi sengaja dibuat penuh liku-liku. Apa sebab? Sebab TUHAN menuntut iman. Sebab kalau nyata tak memerlukan iman.

Ams. 25:2Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.

YAHWEH memberi tugas kepada kita untuk menyingkapkan rahasia Alkitab dengan bimbingan ROH KUDUS. Sama seperti tugas polisi adalah mengungkapkan kejadian-kejadian yang misterius; siapa pencurinya, siapa pembunuhnya, kapan terjadinya, bagaimana modus operandinya, dan lain-lainnya. Dan kemampuan menyingkapkan rahasia-rahasia itulah yang akan mempengaruhi kenaikan pangkat mereka.

Yesaya 53:1Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?

Itulah perbuatan TUHAN, yaitu membuat hal-hal yang sulit dipercayai, supaya kaum Muslim mengerutkan keningnya: "TUHAN koq beranak?", "TUHAN koq disalib?", "TUHAN koq makan dan minum?", "TUHAN koq mati?" Supaya kaum Muslim tidak mempercayainya, supaya kepercayaan itu hanya dimiliki oleh orang-orang Kristen saja.

Kaum Muslim menggunakan akal pikirannya. Dan akal pikiran itu dimiliki oleh semua orang, sehingga jika TUHAN itu seperti yang mereka pikirkan, tidakkah semua orang akan menjadi percaya, sehingga kepercayaan menjadi barang murahan?! Coba seandainya TUHAN itu seperti "Superman" atau "Batman" atau seperti "Ksatria Baja Hitam", siapa yang tidak menggigil ketakutan? Coba seandainya menteri Sudomo itu mengenakan pakaian menterinya, bukan menyamar sebagai sopir truk, siapa yang berani menerima suapnya?!

Tapi YESHUA yang lemah lembut, anak tukang kayu, miskin, buruk wajahNYA, lapar dan haus, ditampar dan diludahi, disalibkan dan mati. Siapa yang menyangka kalau itu ANAK ELOHIM YAHWEH?!

Apakah harus TUHAN YESHUA yang meminta tolong, baru kamu akan menolong, sedangkan kalau orang biasa tidak perlu kamu tolong?!


Tidak ada komentar: