Rabu, 06 Juli 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 25

Matius 15:12

Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
15:13Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

Di zaman ELOHIM YESHUA, sekalipun bangsa Israel berada dalam penjajahan bangsa Romawi, namun kehidupan masyarakat secara umumnya adalah tenang. Mungkin setenang kondisi di Indonesia ini, sebab semuanya sudah tersystem dengan baik. Struktur kepemimpinan sudah tersusun mulai dari yang atas hingga ke level bawah; ada pemimpin seribu orang, ada pemimpin seratus orang ada pemimpin sepuluh orang; ada presiden, ada gubernur, ada bupati, ada camat, lurah, hingga RT/RW. Sedangkan di bidang keamanannya ada Mabes TNI, ada KODAM, ada KODIM hingga KORAMIL, sehingga setiap ada gejolak sosial bisa dimanage dengan baik.

Pemerintah Romawi merekrut orang-orang Yahudi sebagai pemungut pajak[pemungut cukai]. Masing-masing pemungut cukai diberi wilayah sendiri dan dikenakan target yang harus disetorkan ke pemerintah. Dan mungkin karena beratnya target setoran itulah sehingga para pemungut cukai itu terpaksa harus memeras dan menekan masyarakat, sekaligus sebagai kesempatan untuk memperkaya diri, sehingga secara umum para pemungut cukai itu kaya-kaya. Itulah sebabnya masyarakat Yahudi sangat membenci pemungut cukai dan digolongkan sebagai orang berdosa, sebab mereka memang termasuk preman atau tukang palak.

Di bidang keagamaan, agama Yahudi tampaknya terpecah ke dalam 3 golongan besar, yaitu: golongan Farisi, Saduki dan Ahli Taurat, seperti kalau di Islam: Muhammadiyah dengan NU. Lalu mereka membentuk mahkamah keagamaan yang disebut Sanhedrin yang terdiri atas 71 anggota. Pemerintah Romawi memberikan kewenangan kepada mereka untuk mengurusi kebangsaan Yahudi sehubungan dengan keagamaan mereka.

Dan sebagai bangsa jajahan, bangsa Yahudi termasuk warga kelas dua yang harus menghormati bangsa Romawi sebagai yang diistimewakan.

Kehadiran golongan Farisi, Saduki dan Ahli Taurat itu tampaknya telah menumbangkan suku Lewi yang berdasarkan perintah YAHWEH, seharusnya merekalah yang mengurusi keagamaan. Itulah sebabnya ELOHIM YESHUA menyebut mereka telah menduduki kursi Musa;

Mat. 23:2"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.

Di tangan golongan-golongan itu bangsa Yahudi semakin jauh dari kebenaran, semakin gelap dan semakin kelam, sehingga menuntut YAHWEH untuk turun tangan dengan mengutus ANAKNYA ke dalam dunia supaya menjadi Terang dunia;

Yesaya  9:2

(9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.

9:6(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
9:7(9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Tugas ELOHIM YESHUA turun ke dunia sudah jelas, yakni sebagai Pendekar Kebenaran. DIA tak mungkin sama seperti para nabi. Sebab kalau nabi permulaannya adalah orang biasa yang berdosa, yang dari dalam darah dan dagingnya sudah tercemar dosa, sehingga ketika dipertengahan umurnya dijadikan nabi ELOHIM, dia masih ada kecenderungan bertoleransi atau berkompromi. Tapi ELOHIM YESHUA sudah dipersiapkan di saat masih di sorga, sebelum dilahirkan sebagai Bayi Manusia, DIA sudah masak dengan misiNYA. Dan ketika dilahirkan sebagai Bayi, DIA dibungkus dengan kuasa ROH KUDUS, yang membentengiNYA dari pencemaran dosa.

Sekalipun Maria, ibuNYA, memperlakukanNYA sebagai Anak biasa, namun ELOHIM YAHWEH tidak demikian. ANAK itu diperlakukan secara istimewa oleh tangan-tangan yang tak kelihatan, sebab DIA-lah yang dijagokan ELOHIM untuk dipertarungkan dengan iblis. Karena itu ANAK itu harus kuat rohaniNYA, supaya DIA bisa mengalahkan dunia.

Lukas 2:52Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

YAHWEH tidak membuat YESHUA tidak bisa dikalahkan, tapi membuatNYA kuat. Kalau dibuat tidak bisa dikalahkan itu namanya robot atau mesin, yang tak diberikan kebebasan memilih. Tapi YESHUA masih tetap mulia sebagai Manusia yang berkepribadian sendiri. DIA masih bisa menggunakan pikiran-pikiranNYA sendiri, masih bebas memilih untuk taat pada YAHWEH atau menjadi pemberontak. Hanya saja jiwaNYA steril dari pencemaran dosa sehingga tidak memiliki kecenderungan berdosa. Itulah bedanya dengan kita.

Dan ROH KUDUS bekerja mengingatkan tentang masa laluNYA sebagai ANAK YAHWEH di sorga, yang diturunkan ke dunia untuk maksud-maksud tertentu, yakni sebagai Penebus dosa manusia. ROH KUDUS juga memberikan penerangan atas nubuat-nubuatan para nabi yang berbicara tentang DiriNYA, sebagaimana tertulis dalam Perjanjian Lama, sehingga ada kecocokan antara apa yang dibisikkan ROH KUDUS dengan apa yang tertulis di kitab suci. Dari situlah iman YESHUA terbentuk.

Itulah cara menemukan kebenaran, yakni mencocokkan dari apa yang kita dengar dengan apa yang ada tertulis. Jika perkataan orang tidak cocok dengan Alkitab, maka itu masuknya sebagai dongeng yang harus kita abaikan.

Nah, ditengah-tengah suasana yang tenang itulah tiba-tiba muncul ELOHIM YESHUA yang mencela ajaran-ajaran Farisi, Saduki dan Ahli Taurat, sehingga menimbulkan kegaduhan di Israel;

Luk. 2:34Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan.

Kalau tidak menimbulkan perbantahan jangan menyebut diri Kristen, sebab TUHAN-nya Kristen sendiri adalah pencipta perbantahan. 

Karena misiNYA untuk menyatakan kebenaran ELOHIM, maka DIA sangat tegas sekali, setegas komputer yang tidak mengenal kompromi. Komputer hanya mengenal: "Yes" atau "No" saja, tak ada kompromi buat pertengahannya. Ada atau tidak? Jika ada katakan ada, jika tidak katakan tidak. YESHUA tidak mengenal basa-basi, tidak mengenal kata-kata pemanis, seperti: "maaf" atau "permisi."

Saya sendiri sebagai hamba ELOHIM tak pernah merendahkan diri dengan kata-kata: "Maaf, kata-kata saya mungkin kasar" atau "Maaf, saya hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan." Sebab dengan terang ROH KUDUS jika saya harus menyikapi sesuatu secara keras dan ketus, maka saya akan keras dan ketus, dan saya tidak perlu meminta maaf. Sebab dengan membaca sebuah kalimat saya sudah bisa menggeledah hati orang, sehingga saya langsung to the point menyikapinya. Saya hanya mencek; berdosakah saya? Jika kedapatan berdosa barulah saya perlu meminta maaf. Sebab apa yang menurut anda salah, belum tentu menurut YAHWEH juga salah.

Dan jika sebagai penginjil yang juga termasuk seorang guru masih manusia biasa dan tidak luput dari kesalahan, ya jangan menjadi penginjil atau guru. Sebab seorang penginjil itu harus manusia yang luar biasa yang bisa meluputkan diri dari kesalahan. Apa jadinya jika guru itu selevel murid dan ajarannya selalu salah? Guru sesat namanya. Karena itu perhatikanlah persyaratan yang Alkitab tunjukkan untuk seorang guru;

Roma 2:17

Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah,
2:18dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak,
2:19dan yakin, bahwa engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan,
2:20pendidik orang bodoh, dan pengajar orang yang belum dewasa, karena dalam hukum Taurat engkau memiliki kegenapan segala kepandaian dan kebenaran.
2:21Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri," mengapa engkau sendiri mencuri?
2:22Engkau yang berkata: "Jangan berzinah," mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala?
2:23Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu?

Saya juga tak pernah merendahkan pekerjaan ELOHIM YESHUA yang mengampuni dosa-dosa saya dan menyebut saya "orang kudus" dengan kata-kata basa-basi: "Saya seorang yang masih berdosa ......" Lha, kalau masih berdosa berarti belum Kristen, belum punya ELOHIM YESHUA, dan belum bertobat. Kalau masih belum bertobat dan masih berdosa, ya jangan sekali-sekali masuk ke ruang guru atau penginjil. Lebih-lebih hendak mengkritik pekerjaan saya.

Dan kesalah-kaprahan yang lainnya adalah mengakunya orang awam, orang yang masih belajar Alkitab, masih jemaat biasa, tapi hendak mengajari saya. Padahal saya selalu menyatakan diri sebagai penginjil. Harusnya kalau mau berdiskusi dengan saya, ya yang selevel, seperti sama-sama penginjilnya atau pendeta. Itu baru lawan yang seimbang.

Apa yang dipikirkan dan menjadi strategi seorang guru, mana mungkin dijangkau oleh murid-muridnya? Masakan anak tahu seluk-beluk pikiran orangtuanya, sehingga rasul Petrus hendak menegur ELOHIM YESHUA: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"

ELOHIM YESHUA mana peduli apakah perkataanNYA menyinggung perasaan orang-orang Farisi atau tidak, yang penting apakah ajaran mereka itu berasal dari ELOHIM YAHWEH atau tidak? Jika bukan ajaran YAHWEH, ya harus dimusnahkan dari bangsa Israel. Jika bukan ajaran Alkitab, ya harus dimusnahkan dari Kekristenan. Siapa saja yang bicaranya sesuai Alkitab, maka dialah yang berhak atas Alkitab. Orang-orang yang bertentangan dari Alkitab tak mempunyai hak untuk disebut orang Kristen.

Siapa yang memegang BPKB - Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor, dialah yang berhak atas motor itu. Siapa yang memegang sertifikat tanah, dialah yang berhak atas tanah itu. Begitulah bunyi hukumnya. Saya berani dihadapkan ke pengadilan manapun untuk diteguhkan siapakah yang pantas disebut kristen; anda atau saya yang berhak disebut Kristen.

Setelah fakta-fakta kebenaran dibuktikan, jika masih ada orang yang mempercayai ketidakbenaran, maka ELOHIM YESHUA katakan: "Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

Jangan katakan anda tidak bersalah, sebab jika anda menumpang bus dan bus itu masuk jurang, maka sekalipun anda tidak merasa bersalah, tetap saja anda celaka bersama bus itu. Sebab antara kepala dengan ekor itu satu tubuh. Jika kepalanya macan maka ekornya tak mungkin ekor kuda.


Tidak ada komentar: