Kamis, 07 Juli 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 26

Markus
4:26Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
4:27lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
4:28Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
4:29Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

Petani menanam benih. Setelah itu ditinggalkannya menonton televisi dan tidur. Esok harinya benih itu mulai bertunas, dan petani itu menyiraminya. Setelah itu ditinggalkannya menonton televisi dan tidur. Esok harinya semakin tinggilah tunas itu, dan petani itu kembali menyiraminya. Setelah itu ditinggalkannya menonton televisi dan tidur. Esok harinya sudah menjadi batang pohon, dan petani itu menyiraminya lagi. Setelah itu ditinggalkannya menonton televisi dan tidur. Esok harinya pohon itu mulai berbulir, dan petani itu menyiraminya sebagaimana biasa. Setelah itu ditinggalkannya menonton televisi dan tidur. Esok harinya bulir-bulir itu mulai berisi, dan petani itu menyiraminya sebagaimana biasa. Setelah itu ditinggalkannya menonton televisi dan tidur. Esok harinya petani itu sudah bisa memanen padinya.

Di malam hari ketika petani itu sedang menonton televisi dan tidur, benih yang ditanam itu berproses terus-menerus tanpa sepengetahuannya.

Joko adalah seorang pemuda yang tinggal di sebuah kampung, yang dikenal sebagai pengangguran dan pemabuk. Semua orang di kampung itu mengenalnya begitu. Tapi tanpa sepengetahuan orang-orang di kampung itu, suatu kali bertemulah ia dengan seorang penginjil; pak Hakekat. Dari beberapa kali pertemuan akhirnya si Joko bertobat. Dia sudah tidak lagi mabuk-mabukan dan semakin rajin ke gereja.

Setiap hari Sabtu Joko ke gereja, tapi warga kampung mengiranya pergi minum. Warga kampung yang mencap Joko pengangguran dan pemabuk tentunya merasa mereka adalah orang yang lebih baik. Mereka yang merasa diri lebih baik itu tenang-tenang dan merasa aman dirinya, sehingga tak melakukan perubahan apapun. Dari hari ke hari ketika si Joko berproses menjadi orang yang lebih baik dan semakin baik, warga di kampung itu aktifitasnya ya itu-itu saja, tanpa perubahan. Sampai suatu waktu ketika ELOHIM YESHUA datang keduakalinya dan mengangkat Joko ke langit, barulah seluruh warga di kampung itu terkaget-kaget: "Bagaimana bisa, seorang pemabuk diselamatkan tapi kita, orang yang baik-baik ini tidak diselamatkan?"

Itulah yang ELOHIM YESHUA katakan; "sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah." - Matius 21:31.

Jangan sombong oleh sebab anda bermobil sehingga merasa bisa lebih cepat ke tujuan. Sebab ketika mobil anda terjebak kemacetan, maka seorang pejalan kaki bisa mendahului mobil anda. Jangan merasa aman oleh sebab anda bukan copet, bukan maling, bukan pezinah, dan bukan pembunuh, sehingga merasa tidak perlu mencari TUHAN dan kebenaranNYA. Sebab para copet, para maling, para pezinah dan para pembunuh digelisahkan oleh kejahatannya, sehingga mereka menggeliat mencari TUHAN dan kebenaranNYA.

"ORANG BAIK DAN ORANG BERDOSA"

Melalui sebuah perumpamaan YESHUA membentangkan tentang siapa orang baik dan siapa orang berdosa;

Lukas
18:10"Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
18:11Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
18:12aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
18:13Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Orang Farisi mewakili orang-orang gereja, yakni: pendeta, majelis gereja atau pejabat-pejabat gereja, serta orang-orang yang rajin ke gereja. Mereka ini adalah orang baik-baik karena bukan termasuk copet, bukan penjudi, bukan maling, bukan penipu dan bukan pelacur. Kalau maling tak mungkin menjadi pendeta atau majelis gereja, bukan?! Bahkan mereka ini paling lantang kalau mengusir setan-setan, paling nyaring kalau menyanyikan lagu "Selalu HU gembalaku", paling besar kalau memberikan persembahan, dan paling rajin membezuk orang-orang sakit di rumahsakit;

Matius 7:22Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Ayat 23 menceritakan kalau ELOHIM YESHUA mengusir dan menyebut mereka sebagai pembuat kejahatan. Tentu saja mereka protes: "Bukankah saya ini pendeta? Bukankah saya ini majelis gereja? Bukankah persembahan saya paling besar untuk gereja? Mengapa kami diusir? TUHAN tidak adil!"

Maka TUHAN menunjukkan dosa-dosa tersembunyi atau yang mereka sembunyi-sembunyikan;

Lukas
20:46"Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,
20:47yang menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."

Kalau sekarang mereka itu memakai jas dan dasi, bukan jubah panjang. Asal memakai jas dan dasi maka mereka termasuk orang baik-baik, sekalipun sombong, angkuh, tukang selingkuh, koruptor, penipu kelas kakap, pedagang yang tidak jujur, suka menggerutu, suka memaki-maki anak buahnya, tukang fitnah, tukang adu domba, hidup glamour, tidak peduli dengan fakir-miskin, utang tidak bayar, suka menahan gaji karyawannya, kikir, belum lagi masalah ibadahnya hari Minggu, cara berdoanya lipat tangan tutup mata, dan lain-lainnya. Namun mereka tidak merasakan itu semua sebagai dosa, malahan masih sempat menuding para copet, maling ayam dan pelacur sebagai orang-orang jahat.

Apa pendeta melarang copet, maling dan pelacur masuk gereja? Saya yakin, tidak! Saya yakin masih belum pernah ada gereja yang menolak copet, maling dan pelacur masuk gereja. Namun yang saya yakin, mereka pasti akan dikucilkan, tidak mendapatkan perhatian atau malahan dicibir, dihina dan dijadikan sindiran-sindiran yang menyakitkan hati. Gereja pasti memberikan perlakuan yang berbeda jika bajingan-bajingan itu mengendarai mobil Lamborghini, mengenakan jas dan dasi serta sepatunya mengkilat. Semakin mengkilat sepatunya, semakin cepat dia diangkat menjadi majelis gereja dan duduk di tempat kehormatan. Lalu jika dia berbicara, maka pendeta, majelis gereja dan semua jemaat akan meng-amin-kannya sebagai "pasti benar"-nya. Orang berjas dan berdasi tak mungkin jahat dan tak mungkin bersalah.

Sayang, sekalipun orang-orang berjas dasi dan copet itu sama-sama berdosanya, namun YESHUA tidak bersama dengan orang-orang berjas dasi itu, melainkan lebih suka bersahabat dengan copet, maling dan pelacur. Kenapa? Sebab orang-orang berjas dasi itu tidak membutuhkan YESHUA. Mereka sudah memiliki cara untuk menutupi dosa-dosanya, yakni dengan jas dan dasi serta sepatu mengkilat. Tapi para copet, maling dan pelacur itu belum mempunyai cara menutupi dosa-dosanya. Mereka selalu jujur memposisikan dirinya sebagai bajingan. "Maaf, saya tidak berani menduduki jabatan majelis gereja sebab saya ini orang yang masih banyak dosanya." Berbeda dengan orang-orang yang berjas dasi, yang berambisi sekali dengan jabatan-jabatan kudus seperti: pendeta dan majelis gereja. Bahkan untuk mendapatkan posisi itu mereka tidak segan-segan main sogok/suap, mendepak teman dan sikut-menyikut. Mereka memperebutkan jabatan itu sekalipun sesungguhnya tidak layak.

Orang muda yang baru lulus SMA-pun sudah memimpi-mimpikan menjadi pendeta. Pikirnya: dari pada menjadi sarjana pengangguran, lebih baik menjadi pendeta. Menjadi pendeta itu enak; dihormati orang, gajinya besar, sering mendapatkan angpau, dan rata-rata setahun sudah bisa beli rumah dan mobil. Segala hasrat keduniawiannya bisa disembunyikan dibalik kata-kata: "saya ini hamba TUHAN", "saya ini melayani jemaat", dan lain-lainnya.

Tapi dari antara orang-orang berdosa YESHUA banyak mendapatkan mutiara-mutiara yang berharga;

>> Seorang perwira Romawi, orang kafir yang dinajiskan oleh bangsa Yahudi, YESHUA menemukan iman yang besar;

Matius 8:10Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.

>> Seorang perwira Romawi yang lainnya; Kornelius adalah seorang yang berjiwa dermawan;

Kisah
10:1Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
10:2Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

>> Seorang perempuan Samaria, musuh bangsa Yahudi yang dihina YESHUA sebagai anjing menyatakan imannya yang mengagumkan;

Matius
15:28Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

>> Seorang perempuan yang kedapatan berzinah; Maria Magdalena, adalah perempuan yang meminyaki YESHUA dengan minyak narwastu yang mahal.

Mat. 26:13Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."


>> Zakheus, pemungut cukai; siap miskin menjadi pengikut YESHUA;

Lukas
19:8Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
19:9Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

>> Pencuri yang disalibkan di sebelah kanan YESHUA adalah penerima janji keselamatan yang pertama-tama setelah YESHUA sempurna menjadi JURUSELAMAT melalui kematianNYA;

Luk. 23:43Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Bukan Petrus, sebab Petrus masih berdosa karena menyangkali YESHUA sampai 3 kali. Juga bukan Paulus, tapi pencuri itulah yang pertama-tama dijanjikan keselamatan dan dari mulut YESHUA secara langsung. Sekalipun bukan berarti sudah diangkat ke sorga.

Tidak ada komentar: