Minggu, 10 Juli 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 29

Lukas
12:13Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
12:14Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
12:15Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:16Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."


Konsep penting yang harus kita resapi adalah jika mobil digerakkan oleh mesin, jika binatang digerakkan oleh nalurinya, maka dengan apakah manusia digerakkan? Manusia yang dilengkapi dengan akal pikiran, dengan itulah manusia hidup atau bergerak. Oleh akal pikiran itulah manusia menimbang mana yang baik dengan mana yang tidak baik, mana yang menguntungkan dengan mana yang merugikan. Dan setelah didapatkan pengetahuan mana yang baik dengan mana yang tidak baik, yang kemudian diputuskan untuk mengerjakan yang baik, harusnya kita tidak goyah oleh cobaan-cobaan yang datang, sebab kita sudah menegakkan suatu prinsip. Nah, jika ternyata prinsip ini goyang atau goncang-gancing, itu tandanya lemah, seperti rumah yang roboh oleh angin oleh sebab tidak berpondasi.

Dalam hal ini untuk umatNYA, ELOHIM YAHWEH telah menyediakan penerangan ROH KUDUS untuk setiap orang yang percaya pada ELOHIM YESHUA ha MASHIA. Bahwa sekalipun dunia ketika malam gelap karena tidak ada matahari, namun umat-umat ELOHIM YAHWEH disediakan lampu, sehingga ketika berjalan tak sampai tersandung batu, seperti orang-orang yang tak berpenerangan. Dengan lampu ROH KUDUS, kita bisa membedakan benda-benda sebagaimana ketika siang hari, sehingga takkan sampai kesalahan mengambil benda. Kita takkan kesalahan dalam membedakan mana yang benar dengan mana yang salah.

Jika ELOHIM YESHUA tugasnya mengampuni dosa-dosa kita, ROH KUDUS tugasnya meminimalisirkan dosa. Dengan demikianlah kita ini disebut orang-orang kudus. Jadi, sebutan orang-orang kudus itu bukan nama doank atau label kosong, tapi benar-benar kudus. Dosa lama diampuni ELOHIM YESHUA, berikutnya kita dibimbing oleh ROH KUDUS untuk hidup benar. Karena itu jika anda tidak benar-benar kudus, maka anda bukanlah termasuk dalam rombongan ini, sekalipun ber-KTP Kristen.

Kalau ada sepiring nasi dan sepiring kotoran, mungkinkah kita akan salah ambil jika ada lampu yang meneranginya? Tidak mungkin, bukan?! Kecuali tak ada lampu kita bisa keliru.

Naaman setelah disembuhkan dari penyakit kustanya, membawa 10 talenta perak, 6.000 syikal emas dan 10 potong pakaian untuk diberikan ke nabi Elisa yang telah menyembuhkan penyakitnya. Berapakah itu?

Berapakah 10 talenta perak? - 1 talenta = 34 kilogram = 34.000 gram.

>> 10 x 34.000 x Rp. 11.000,-/gram = Rp.  3.740.000.000,-

Berapakah 6.000 syikal emas? 1 talenta = 3.000 syikal.

>> Itu artinya 2 talenta emas = 2 x 34.000 x Rp. 600.000,-/gram =  Rp. 40.800.000.000,-

Total sekitar Rp. 45 milyar. Jika ada orang yang memiliki harta sebesar itu termasuk kaya atau enggak? Tapi apa kata nabi Elisa?

2Raja-raja 
5:15Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!"
5:16Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa." Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak.

Sekarang coba anda lihat ke daftar hasil KPK menangkap pejabat yang korupsi. Berapa ratus orang yang sudah ditangkap dan dijebloskan ke penjara? Berapa banyak yang belum ditangkap? Berapa yang ditangani jaksa agung, berapa yang ditangani polisi? Demi mendapatkan harta kekayaan mereka sampai korupsi atau mencuri  yang berarti dosa. Tapi Rp. 45 milyar yang diberikan ke nabi Elisa itu uang halal. Itu pemberian yang tulus, bukan suap bukan nepotisme. Mengapa nabi Elisa menolaknya? Apakah nabi Elisa gila, jika para pengusaha dan para pedagang sampai melakukan tipu dan kecurangan demi kekayaan?

Semua orang, seluruh dunia mencari itu. Tapi mengapa nabi Elisa menolaknya? Dan bukan hanya nabi Elisa saja, melainkan semua nabi dan para rasul juga tak ada yang hidupnya bermewah-mewah. Semua hamba-hamba TUHAN hidupnya sederhana sekali. Mengapa berlawanan dengan orang-orang dunia yang tidak memiliki ELOHIM YAHWEH? Mengapa berbeda dengan hamba-hamba TUHAN di zaman sekarang, yang kaya-kaya dan mewah-mewah?

Rasul Petrus pernah menanyakan upahnya mengikut ELOHIM YESHUA. Oleh ELOHIM YESHUA dijanjikan 100 kali UMR, berarti sekitar Rp. 250 juta perbulan, gaji seorang rasul. Tapi setelah itu kenapa rasul Petrus tak pernah menagih lagi, bahkan sampai memberi pengemispun tak bisa? Mengapa rasul Petrus sampai begitu miskin, sedangkan dijanjikan TUHAN bergaji Rp. 250 juta perbulan?

Kis. 3:6Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Mengapa rasul Petrus menukarkan gajinya dengan "nama YESHUA ha MASHIA?" Kalau gaji tak ada, yang dia miliki hanya nama ELOHIM YESHUA saja.

Lebih konyol lagi adalah ELOHIM YESHUA. Sebagai TUHAN, ANAK YAHWEH, mengapa mau dilahirkan di keluarga miskin Yusuf dan Maria, yang hanya tukang kayu? Mengapa tidak pilih dilahirkan di keluarga Tommy Soeharto yang kaya raya? Mengapa TUHAN kalah kaya dari pendeta Gilbert Lumoindong atau pendeta Abraham Alex Tanusaputra? Mengapa TUHAN memilih berjalan kaki, bukannya naik pesawat terbang?

Saya sendiri berambisi sekali menjadi pengusaha sukses. Mengapa cita-cita itu tidak saya lanjutkan dan lebih memilih menjadi orang miskin dengan penghasilan tidak menentu? Bahkan sekarang ini membayangkan kekayaan sebagai sesuatu yang menakutkan dan mengerikan sekali. Justru saya sangat-sangat bersyukur telah dirampas oleh TUHAN dari kehidupan duniawi saya. Saya merasa seperti puntung yang ditarik dari api. Saya adalah puntung-puntung rokok yang dimatikan di dalam asbak, yang seandainya tidak dimatikan pasti akan terbakar habis menjadi abu. Puji ELOHIM!

Saya membayangkan, jika ada orang memberi saya uang sebesar Rp. 45 milyar, paling akan saya ambil Rp. 100.000,- saja untuk makan hari ini. Selebihnya saya tak tertarik sama sekali. Sebab ada tertulis;

Mat. 6:11Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Lebih dari itu adalah iblis yang mengerikan! Sebab makan hari ini secukupnya adalah ajaran atau kehendak TUHAN, sehingga selebihnya bukan dari TUHAN. Sama hal dengan ketika kita menyisihkan 10% penghasilan kita untuk TUHAN, maka 10% itulah milik TUHAN, sedangkan selebihnya bukan milik TUHAN. Sama juga dengan hari Sabat adalah milik TUHAN, sedangkan 6 hari lainnya bukanlah milik TUHAN.

Apakah ada logikanya kita menolak kekayaan? Ada! Sebab kekayaan itu kebohongan, sedangkan TUHAN itu kebenaran.

>> Orang hidup itu perlu kekayaan; bohong! Orang hidup itu memerlukan TUHAN!

>> Kekayaan itu mencukupi; bohong! Buktinya orang kaya masih merasa kekurangan.

>> Kekayaan itu membahagiakan; bohong! Kekayaan itu memusingkan dan merepotkan. Uang harus disimpan di bank, rumah harus dipagar, hidup diintai penjahat. Kalau orang kaya bisa bahagia mereka takkan mencari agama untuk menenangkan bathinnya.

>> Kekayaan bisa membeli semuanya; bohong! Kekayaan bisa membeli makanan yang enak, tapi tak bisa membeli keenakan makan. Kekayaan bisa membeli kasur springbed, tapi tak bisa membeli tidur yang nyenyak. Kekayaan bisa membeli AC, tapi tak bisa membeli kesejukan jiwa. Kekayaan bisa membeli obat, tapi tak bisa membeli kesehatan. Kekayaan bisa membeli perempuan, tapi tak bisa membeli cinta.

>> Hartaku milikku; bohong! Ketika mati tak membawa apa-apa.


Jika kita tahu kekayaan itu kebohongan belaka, namun kita masih di situ, artinya kita hidup dalam kebohongan. Kita hidup dalam dunia mimpi, dunia khayal.

Di zaman Perjanjian Lama kekayaan adalah tanda berkat ELOHIM YAHWEH, sebab berkat yang sesungguhnya, yakni ELOHIM YESHUA masih belum datang. Tapi setelah ELOHIM YESHUA datang, DIA itulah harta kekayaan ELOHIM YAHWEH. ELOHIM YESHUA itulah harta benda sorgawi, yang benar-benar bisa memberikan keselamatan.

Orang muda kaya yang datang kepada ELOHIM YESHUA, disuruh menjual seluruh hartanya untuk dibagikan ke fakir miskin, baru setelah itu bisa menjadi murid ELOHIM YESHUA;

Matius 19:21Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Itulah nilai kurs ELOHIM YESHUA. Jika Rp. 13.000,- adalah kurs untuk 1 dolar Amerika, maka seluruh harta anda adalah kurs untuk ELOHIM YESHUA. Mau mendapatkan ELOHIM YESHUA? Juallah seluruh harta benda anda!

Mat. 6:24Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."


Tidak ada komentar: