Kamis, 14 Juli 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 33

Lukas 15:11-32;





Perumpamaan ini bercerita tentang seorang yang mempunyai 2 anak. Suatu kali si bungsu meminta haknya pada bapaknya lalu dihabiskan untuk berfoya-foya. Timbullah bencana kelaparan di negeri itu sedangkan uangnya sudah habis. Bahkan ketika dia meminta ampas sisa makanan babipun tak ada orang yang mau memberikannya. Di saat itulah dia menjadi teringat pada rumah bapaknya yang kaya raya, lalu pulanglah dia.

Kepulangannya mendapatkan sambutan bapaknya secara luar biasa. Bapaknya mengadakan pesta, membuat anaknya yang sulung iri hati. Mengapa dia yang setiap hari melayani bapaknya tak pernah dipestakan, tapi si bungsu yang sukanya berfoya-foya kepulangannya dipestakan?

Sebelum kita masuk ke cerita perumpamaan itu ada baiknya kita mengenali konsep kerja keadilan ELOHIM YAHWEH. Bahwa sekalipun ELOHIM YAHWEH itu menciptakan aturan-aturan, hukum-hukum, ketentuan-ketentuan, serta dalil-dalil atau system, namun itu semua bukanlah hal yang mutlak. Memang yang diutamakan adalah yang sesuai dengan aturannya. Namun jika yang sesuai aturan itu kehilangan hakekatnya, maka yang tidak sesuai aturan yang akan diberlakukan. Tidak ada yang mustahil bagi ELOHIM YAHWEH.

Kalau kita membeli mangga di toko buah, pasti kita akan memilih mangga yang berukuran besar. Itu yang wajar. Namun jika mangga-mangga yang besar itu busuk, tidakkah kita terpaksa akan memilih mangga yang kecil yang kondisinya lebih baik?! Dari sini terbentuk keadilan bagi mangga-mangga itu. Mangga yang besar tidak mutlak menjadi pilihan, sedangkan mangga yang kecil tidak menutup kemungkinan untuk dipilih.

Dalam pelajaran hukum Taurat, ELOHIM YAHWEH menetapkan hak-hak istimewa untuk anak sulung, yaitu anak yang lahir pertama. Anak sulung akan menerima warisan yang terbesar dan bisa bertindak mewakili bapaknya. Namun dalam kenyataannya di Alkitab banyak cerita anak sulung yang tidak benar-benar anak sulung. ELOHIM YAHWEH sering kali menjungkirbalikkan; yang sulung dibuang, yang bungsu dijadikan anak sulung. Yang umatNYA dibuang, yang bukan umatNYA dijadikan umatNYA.

Ismael dibuang, Ishak dijadikan anak sulung. Esau dibuang, Yakub dijadikan anak sulung. Bangsa Israel dibuang, orang-orang Kristen dijadikan anak sulung. Hukum Taurat dikesampingkan, ajaran Kristen dimuliakan. Anak sulung Israel diganti dengan suku Lewi, suku Lewi dilangkahi oleh suku Yehuda.

Harusnya setiap anak sulung keluarga Israel diambil oleh TUHAN untuk melayaniNYA. Namun TUHAN akhirnya mengambil suku Lewi sebagai pengganti anak sulung Israel. Harusnya ELOHIM YESHUA dilahirkan dari suku Lewi, namun ELOHIM YESHUA dilahirkan dari suku Yehuda. Dari sini seolah-olah ELOHIM YAHWEH itu menginjak-injak hukumNYA sendiri, padahal tidak. Justru dengan cara itulah ELOHIM YAHWEH menegakkan hukumNYA. Sebab YAHWEH melihat dari "apa"-nya, bukan dari "siapa"-nya.

Kalau berdasarkan "siapa"-nya, Ruben adalah anak sulung Yakub. Namun apakah pantas anak sulung itu menyetujui penyingkiran adiknya? Ketika adik-adiknya berencana menjual Yusuf ke orang Mesir, Ruben tidak berusaha melindungi Yusuf, yang juga termasuk adiknya sendiri. Dan apakah pantas anak sulung itu meniduri gundik ayahnya? Itulah sebabnya ELOHIM YAHWEH tidak memilih Ruben menjadi pelayanNYA, tapi memilih Lewi.

Demikian halnya dengan Kekristenan. Memang berdasarkan hukumnya setiap orang Kristen pasti diselamatkan. Dan tidak ada perubahan pada hukum itu. Namun jika anda tidak layak disebut Kristen, apakah ELOHIM YAHWEH masih tetap harus menyelamatkan anda?

Dalam perumpamaan di atas diceritakan anak sulung yang tidak meminta hak warisannya, sedangkan yang bungsu yang meminta hak warisannya. Anak sulung itu adalah bangsa Israel yang kehilangan kebebasannya. Mereka diwajibkan untuk beribadah dan bersama ELOHIM YAHWEH. Tapi kita adalah orang-orang yang tidak mau diikat untuk beribadah kepada ELOHIM YAHWEH. Kita adalah orang-orang kafir yang hidup semau-maunya sendiri sebagaimana diceritakan tentang si bungsu yang sukanya berfoya-foya.

Semakin hari kita semakin jauh dari ELOHIM YAHWEH, semakin jauh dari kebenaran, bahkan sampai melarat tidak memiliki kebenaran sama sekali. Dan saking laparnya hingga ampas makanan babipun kita makan. Kita menjadi buta dan gelap mata, hingga apa-apa yang jahatpun kita anggap baik, sampai kita diingatkan pada ELOHIM YAHWEH dan melangkah masuk pada kebenaranNYA.

Nah, pertobatan kita inilah yang menyukakan hati ELOHIM YAHWEH;

Luk. 15:7Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

Kita yang bukan umatNYA telah dijadikan umatNYA, sedangkan bangsa Israel yang disebut umatNYA, ditolakNYA. Mengapa bangsa Israel yang selalu bersama ELOHIM YAHWEH tidak diindahkanNYA, tetapi kita yang selalu jauh dari ELOHIM YAHWEH lebih diindahkanNYA? Sebab bangsa Israel telah kehilangan hakekatnya. Peribadatan mereka adalah peribadatan palsu. Di bibir saja mereka itu memuliakan ELOHIM YAHWEH, tapi tabiatnya tidak memantulkan sebagai umat ELOHIM YAHWEH.

Setiap hari Sabat memang ke gereja. Tapi setiap hari kerjanya adalah menipu orang, mencuri, korupsi, selingkuh, berkata-kata kasar, pelit, tidak suka menolong orang, dan lain-lainnya. Tak ada perubahan pada tabiatnya. Bandingkan dengan pertobatan pemabuk, pencuri, pelacur, koruptor, dan lain-lainnya. Semula tak pernah mengenal ELOHIM YAHWEH, kini mendekati ELOHIM YAHWEH dan mereka menanggalkan semua perbuatan jahatnya. Ketika datang kepada ELOHIM YAHWEH, mereka sudah tidak lagi mencuri, sudah tidak lagi berzinah, sudah tidak lagi menipu orang, sudah tidak lagi mabuk-mabukan, dan lain-lainnya. Mereka datang ke ELOHIM YAHWEH dengan menanggalkan kasutnya, sebab tempat di mana mereka berdiri itu adalah kudus! Gereja itu adalah tempat yang kudus, bukan sarang penyamun!

Kel. 3:5Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

Anda pendeta; apakah anda menguduskan nama ELOHIM YAHWEH atau malah mencemarkan namaNYA? Anda majelis gereja; apakah anda menguduskan nama ELOHIM YAHWEH atau malah mencemarkan namaNYA? Anda umat Kristen; apakah anda menguduskan nama ELOHIM YAHWEH atau malah mencemarkan namaNYA?

Hari ketujuh memang penting; tapi apakah yang 6 hari tidak penting untuk tetap menguduskan nama ELOHIM YAHWEH?

Kepulangan si bungsu memang disambut dengan pesta besar. Tapi jangan lupa bahwa si bapak mengenakan
jubah yang terbaik, cincin dan sepatu padanya;

Lukas
15:22Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

Jubah yang sudah kumal diganti dengan jubah yang terbaik. Perbuatan yang buruk harus digantikan dengan perbuatan yang paling mulia. Umat Kristen harus menjadi umat yang mengharumkan nama ELOHIM YAHWEH, bukan umat yang menhancurkan namaNYA.

Ketika si sulung marah pada bapaknya karena iri hati terhadap adiknya, apa kata bapaknya?

Lukas 15:31Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

Si sulung tidak menyadari bahwa dia telah diberi harta yang terbesar; bahwa segala kepunyaan bapaknya adalah kepunyaannya juga. Jadi, buat apa mesti meminta sesuatu jika segala sesuatu adalah miliknya sendiri?
Sadarkah anda bahwa segala milik ELOHIM YAHWEH itu milik anda juga? Apa milik ELOHIM YAHWEH? Itulah Alkitab! Di situlah jiwa ELOHIM YAHWEH, di situlah ELOHIM YAHWEH. Bahwa segala perintah ELOHIM YAHWEH yang tertulis dalam Alkitab harus anda laksanakan! Jangan seperti si sulung yang tidak menyadari bahwa segala kepunyaan bapaknya adalah kepunyaannya juga. Janganlah Alkitab anda jadikan hiasan belaka, yang tidak anda praktekkan sama sekali. Tapi anda harus segambar dengan Alkitab. Anda adalah photonya Alkitab. Karena itu wajah anda harus sama dengan wajah Alkitab.

Jadi, mengapa anda beribadah hari Minggu? Mengapa anda berdoanya lipat tangan dan menutup mata? Mengapa anda merayakan Natal 25 Desember? Mengapa anda menari-nari? Mengapa musik anda membisingkan telinga? Mengapa anda berbahasa yang tak karu-karuan seperti orang gila? Mengapa anda berteriak-teriak histeris seperti orang kesurupan? Mengapa baptisan anda dipercik? Mengapa YESUS KRISTUS anda biarkan berambut gondrong? Mengapa tak sama dengan Alkitab?


Tidak ada komentar: