Sabtu, 16 Juli 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 35

Lukas 16:19-31;





Perumpamaan ini bercerita tentang orang kaya dan orang miskin. Ketika keduanya mati, si kaya masuk neraka, sedangkan si miskin duduk di pangkuan Abraham. Si kaya yang menderita di neraka, meminta seteguk air kepada Abraham untuk menyejukkan lidahnya yang kehausan, tapi Abraham tidak bisa melayaninya karena terbentang jurang yang tak terseberangi antara sorga dengan neraka.

Karena tak tertolong lagi maka akhirnya si kaya meminta tolong supaya Abraham memberitahukan keluarga si kaya yang masih hidup supaya mereka bertobat, sebab di neraka itu sengsara sekali. Tapi Abraham berkata: "Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Perumpamaan ini tidak sedang menyatakan bahwa orang kaya pasti masuk neraka atau orang miskin pasti masuk sorga, orang-orang di sorga dengan orang-orang di neraka bisa berkomunikasi, orang-orang mati langsung masuk sorga atau masuk neraka, tapi tentang perlunya mempercayai Alkitab, sebagaimana diterangkan di ayat-ayat terakhirnya: "Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Sebab ketentuan tentang orang yang diselamatkan adalah mengenal ELOHIM YAHWEH, mentaati hukum-hukumNYA, dan beriman pada ELOHIM YESHUA ha MASHIA;

Yohanes 17:3Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Tanda anda mengenal ELOHIM adalah jika anda tahu kedudukan ELOHIM YESHUA ha MASHIA itu sebagai RASUL ELOHIM YAHWEH. Sedangkan yang mengatakan ELOHIM YESHUA adalah ELOHIM YAHWEH, itu adalah orang-orang yang tidak mengenal ELOHIM. Itulah tanda yang diberikan oleh Alkitab sebagai Firman TUHAN untuk mengenali mana yang domba dengan mana yang kambing. Setuju? Amien?!

Wahyu 14:12Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

Orang yang diselamatkan adalah yang menuruti perintah ELOHIM YAHWEH, sedangkan orang yang diusir oleh ELOHIM YESHUA adalah yang tidak menuruti 10 perintah ELOHIM;

Matius
7:21Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Setuju? Amien?! Hati-hati dunia zaman ini banyak bergentayangan nabi-nabi palsu yang selalu menjungkirbalikkan Firman ELOHIM YAHWEH.

Jadi, baik orang kaya maupun orang miskin bisa masuk sorga asalkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Sedangkan tentang sorga dan neraka, Alkitab menerangkan;

1. Jika ELOHIM YESHUA datang untuk mengakhiri dunia, orang-orang yang diselamatkan akan hidup bersama-sama ELOHIM YESHUA selama seribu tahun, memerintah sebagai raja. Kita akan diajak berkeliling ke dunia-dunia yang lain untuk memberikan kesaksian keselamatan kita.

Menurut perhitungan para pakar perbintangan, di alam semesta ini ada sekitar 200 milyar bintang, dan setiap bintang adalah matahari. Itu artinya ada 200 milyar planet bumi yang masing-masingnya dihuni oleh Adam dan Hawa-Adam dan Hawa. Orang-orang yang masih suci yang belum pernah berbuat dosa. Itulah target ELOHIM YAHWEH untuk membuat keturunan Abraham sebanyak itu; itulah jumlah orang-orang yang diselamatkan sepanjang 6.000 tahun usia dunia ini.

Kej. 22:17maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Why. 20:6Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Dan selama seribu tahun itu orang-orang berdosa dimatikan, masih belum dihakimi, karena seribu tahun itu merupakan hari perhentian. Seribu tahun sabat. Jadi, orang yang selamat masih belum dimasukkan ke kota Yerusalem yang baru, begitu pula dengan orang-orang yang berdosa masih belum dihukum.

Why. 20:5Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.


2. Setelah berakhir masa seribu tahun, orang-orang yang selamat akan dimasukkan ke kota Yerusalem yang baru, sedangkan orang-orang berdosa yang di bumi dibangkitkan. Kepada mereka diperlihatkan kota Yerusalem yang baru tersebut berikut dengan orang-orang yang di dalamnya. Maka timbullah keinginan mereka itu untuk menyerang kota Yerusalem yang baru itu. Bersekongkollah iblis dengan para panglima perang dan raja-raja di bumi untuk mengatur strategi penyerangan dengan rudal nuklir mereka;

Wahyu
20:7Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya,
20:8dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.
20:9Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka,

3. Sebelum sempat mereka meledakkan senjata nuklirnya, turunlah api dari sorga yang menghanguskan mereka. Itulah yang disebut neraka.

Wahyu 20:14Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.

Kematian pertama adalah kematian sebagaimana anda mati, sedangkan kematian kedua adalah neraka. Di sini berlaku seperti pembakaran sampah. Kertas yang tipis akan lebih cepat habisnya dibandingkan dengan kertas yang tebal. Orang yang dosanya sedikit akan lebih cepat musnahnya, tapi orang yang besar dosanya akan lebih lama matinya.

4. Oleh api dari sorga itu lenyaplah langit dan bumi yang lama, lalu digantikan dengan yang baru, kemudian diturunkanlah kota Yerusalem yang baru itu ditempatkan di bumi yang baru;

Wahyu 20:11Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.

Wahyu
21:1Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.
21:2Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

Jadi, perumpamaan itu memberikan tekanan supaya kita ini mempercayai Alkitab. Dan orang bebal takkan mempercayai apapun selain dari mempercayai pikirannya sendiri. Contoh-contoh kebebalan;

>> Malaikat-malaikat kudus yang kini menjadi iblis; melihat ELOHIM namun masih juga memberontak.

>> Adam dan Hawa? Manusia pertama bisa begitu. 

>> Firaun dan bangsa Mesir; sekalipun mereka menyaksikan perbuatan ajaib dan kuasa ELOHIM YAHWEH, mereka juga tidak takut.

>> Bangsa Israel di padang gurun juga begitu. Menyaksikan sendiri keajaiban-keajaiban ELOHIM YAHWEH, namun juga tak membuat mereka bertobat.

>> Bangsa Israel adalah pemilik Alkitab. Sebab orang-orang merekalah yang menjadi para nabi, para rasul dan yang menuliskan Alkitab. Namun faktanya mereka tidak hidup sesuai dengan Alkitab.

>> Orang-orang di zaman ELOHIM YESHUA; menyaksikan sendiri sosok ELOHIM YESHUA, namun juga tidak percaya.

>> Ke-12 rasul ketika penyaliban ELOHIM YESHUA, semuanya meninggalkan ELOHIM YESHUA. Tak ada yang setia.

>> Yudas Iskariot malah berani mengkhianati ELOHIM YESHUA.

Apakah aneh jika anda tidak mempercayai Alkitab sekalipun setiap hari anda membacanya? Apakah aneh jika ada orang Advent yang melanggar kekudusan hari Sabat? Apakah aneh jika gereja Advent kini telah menyimpang jauh dari Alkitab? Apakah aneh jika anda menolak hari Sabat dan mempercayai hari Minggu? Apakah aneh jika anda mengadakan hari raya Natal yang tidak ada di Alkitab? Apakah aneh jika cara berdoa anda lipat tangan dan menutup mata? Apakah aneh jika anda membuat acara menari-nari di hadapan TUHAN? Apa anehnya dengan kesesatan anda? Tak ada yang aneh!

Karena terjadinya kesalahan dan kesesatan itu merupakan sesuatu yang wajar di kalangan manusia, maka anda jangan merasa benar jika kedapatan kehidupan anda yang tidak sesuai Alkitab. Jangan begitu percaya diri dengan kenyataan penyimpangan dari Alkitab. Sebab Alkitab harus menjadi pedoman sama seperti kompas yang menunjukkan arah utara. ELOHIM YESHUA sendiri menyatakan bahwa Alkitab adalah pedoman untuk menyatakan kesalahan, pedoman pengajaran dan pendidik pada kebenaran;

2Tim. 3:16Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Alkitab telah cukup, tidak bisa ditambah dan tidak boleh dikurangi;

Wahyu
22:18Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
22:19Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

Jangan main tafsir secara sembarangan. Setiap tafsiran harus ada dasarannya, bukan ditafsirkan "menurut pendapat saya";

2Ptr. 1:20Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,

Biarlah Alkitab itu menerangkan dirinya sendiri. Suatu ayat harus berdiri di atas ayat yang lainnya. Jangan sampai ada ayat yang tidak mendapatkan dukungan dari ayat yang lainnya. Tapi harus susun-menyusun sehingga kelihatan kekuatan dan keluarbiasaan Firman TUHAN itu.

Ingatlah bahwa melihat kuman di seberang lautan itu lebih mudah daripada melihat gajah yang di pelupuk mata. Begitu mudah anda melihat suatu kesalahan kecil saya daripada melihat kesalahan sendiri yang segede gajah. Tapi saya tidak menggunakan mata saya untuk melihat kesalahan anda, melainkan menggunakan mata Alkitab, mata TUHAN. TUHAN-lah yang menyatakan kesalahan anda melalui saya.


Tidak ada komentar: