Senin, 18 Juli 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 37

Lukas
18:9Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
18:10"Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
18:11Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
18:12aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
18:13Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
18:14Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Perumpamaan ini berkisah tentang orang Farisi yang merasa benar dan memandang rendah orang lain sebagaimana dijelaskan di ayat 9: "Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini."

Orang yang merasa benar adalah orang yang sukanya main tafsir terhadap perkataan Alkitab. Ayat-ayat Alkitab dipakai untuk mendukung pendapatnya seperti yang dilakukan oleh orang Farisi dalam perumpamaan tersebut. Karena Alkitab memang melarang orang merampok, melarang orang lalim, melarang berzinah, melarang menjadi pemungut cukai, dan memerintahkan puasa serta membayar persepuluhan, sehingga jika itu dilakukan dia pikir dirinya sudah benar. Orang itu lupa bahwa Alkitab selain melarang-melarang orang juga menyediakan pengampunan bagi orang-orang yang melanggar hukum, seperti pemungut cukai dalam cerita itu yang menyadari kesalahannya. Bahwa dosa sebesar apapun bisa diampunkan sehingga dia menjadi suci seolah-olah tidak pernah berbuat kesalahan.

Itulah keajaiban ELOHIM YAHWEH, bisa menyulap orang yang melanggar hukum berdiri sejajar dengan orang yang tidak melanggar hukum. Manusia berdosa bisa dibuatnya sama seperti malaikat yang kudus. Sama seperti bengkel yang hebat bisa menyulap mobil rusak menjadi seperti mobil baru. Itulah pengalaman pemerintah DKI Jakarta ketika membeli ribuan bus Transjakarta dari negeri China. Ternyata bus-bus itu bus yang sudah karatan.

Jika orang Farisi itu "merasa benar" oleh sebab mencomot ayat-ayat Alkitab menurut seleranya, sebaliknya pemungut cukai yang menyadari dosa-dosanya itu memperoleh "pembenaran" dari Alkitab. Kesadaran pemungut cukai itu dibenarkan oleh Alkitab;

Mzm. 32:1Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!

Daud tidak mengucapkan: "berbahagialah orang yang tidak berdosa", tapi "berbahagialah orang yang berdosa ......." Dari sini saja orang Farisi itu sudah nyata salah karena dia merasa tidak berdosa, sedangkan pemungut cukai itu bisa masuk sebagai orang yang menerima ucapan: "berbahagialah."

Sebab jika anda melihat sebuah rumahsakit berdiri di kota anda, itu tandanya ada orang yang sakit. Berdirinya rumahsakit itu adalah sebuah kebenaran sebagai antisipasi dini menghadapi orang-orang yang sakit. Demikian halnya dengan kehadiran ELOHIM YAHWEH di tengah-tengah dunia adalah dalam rangka memberitahukan bahwa: "kamu sakit, kamu membutuhkan kehadiranKU." Dan jika Firman itu benar, maka sesungguhnya seluruh umat manusia itu berada dalam kondisi sakit.

Nah, Alkitab memuat lengkap semua daftar penyakit; mulai flu, pilek, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, jantung, asam lambung, kencing manis, asam urat, dan lain-lainnya. Yang mana penyakit anda? Jadikan Alkitab sebagai cermin untuk memeriksa kesalahan-kesalahan anda. Sebab penyakit itu bukan cuma 10 Hukum saja. Jika dosa manusia hanya 10 macam saja, itu cukup dengan 2 loh batu yang ditulis oleh jari ELOHIM YAHWEH sendiri. Tak perlu Alkitab sampai setebal sekarang ini.

Jika untuk mengatur orang Indonesia itu cukup dengan Pancasila dan UUD 1945 saja, maka anggota DPR bisa tidur nyenyak, nggak perlu setiap hari ke kantor. Tapi faktanya perkembangan hukum itu sampai mengatur orang memakai helm, memakai sabuk pengaman, larangan parkir sembarangan, larangan merokok di tempat umum, larangan membuang sampah sembarangan, larangan berjualan di atas trotoar, larangan membuka warung di bulan ramadhan, hingga larangan mengemis.

Maka apa gunanya anda berperikemanusiaan yang adil dan beradab jika anda kedapatan membuang sampah sembarangan? Anda tetap akan kena denda Rp. 5 juta, sekalipun anda orang yang suka menolong orang. Tetap saja akan disebut pelanggar hukum, jika orang Farisi itu menghakimi pemungut cukai, sekalipun orang Farisi itu bukan perampok, bukan orang lalim dan rajin berpuasa.

Dan jika Hukum Taurat saja sudah cukup, maka ELOHIM YESHUA tidak perlu datang untuk menjadi JURUSELAMAT, sebagaimana yang dikehendaki oleh kaum Muslim, yaitu risalah saja cukup. Kaum Muslim berpendapat bahwa nabi ISA itu hanya menyampaikan risalah atau ajaran saja, bukan menyelamatkan manusia dengan DiriNYA. Nabi ISA itu hanya menyampaikan apa yang hak dan apa yang dilarang, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Tapi itu kehendak kaum Muslim. Apakah kaum Muslim itu TUHAN? Bukan! Karena itu bagaimana bisa sama jalan pikiran kaum Muslim dengan jalan pikiran TUHAN?

Yesaya
55:8Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
55:9Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Kalau yang sukanya melarang-melarang saja itu raja atau pemerintah. Pemerintah hanya bisanya menyuruh orang memakai helm. Tapi apakah pemerintah mau membelikan orang sepedamotor dan helm? Itu pekerjaan bapak kita. Ciri khas pekerjaan bapak kita adalah melibatkan dirinya dalam setiap kegiatan kita. Ketika kita kanak-kanak, bapak kita mau menemani kita main kelereng. Ketika kita belajar, bapak kita mau menemani kita belajar. Ketika kita membutuhkan sesuatu, bapak kita mengusahakannya. Ketika kita nakal, bapak bukan cuma bisanya marah-marah, seperti pemerintah yang bisanya main penjara saja, tapi bapak kita mau memberikan kasih sayang juga.

Bapak adalah tukang memberi; memberi kita makan, memberi kasih sayang, memberi pendidikan, memberi perlindungan, bahkan tak segan-segan mengorbankan nyawanya untuk kita.

Bukankah seperti itu yang BAPA YAHWEH lakukan? Tidak cukup DIA hanya memerintahkan bangsa Israel untuk menyembelih domba sebagai penebus dosa-dosa mereka, tapi DIA memberikan ANAKNYA supaya menjadi Penebus dosa kita.

Supaya kita sadar bahwa akibat dosa-dosa kita itu bukan hanya mengenai seekor domba saja, tapi mengenai ANAK ELOHIM YAHWEH. Sebab kalau hanya soal seekor domba saja untuk sebuah perzinahan, seorang yang kaya raya sanggup berzinah berkali-kali. Setelah berzinah dibelilah seekor domba seharga Rp. 2 juta. Setelah membunuh orang dibelilah seekor domba seharga Rp. 2 juta. Ketika kena razia, tidak membawa surat-surat kendaraan bisa menyuap polisi sebesar Rp. 100.000,- Betapa murahnya bagi orang kaya?

Lebih-lebih bagi pemikiran kaum Muslim, bahwa suatu dosa itu bisa diselesaikan secara gratisan dengan doa: "Ya, Allah, ampunilah dosa-dosa saya, mohon maaf lahir dan bathin, minal aidin wal faizin." Betapa remehnya arti dosa bagi kaum Muslim?

Tapi tahukah anda bahwa akibat dari perbuatan anda itu nama orangtua tercoreng? Orangtua ikut dipermalukan jika anaknya melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Nah, jika anda seorang anak yang berbhakti pada orangtua, sampai berapa kalikah anda akan melakukan perbuatan yang mencemarkan mereka? Anak yang berbhakti pasti akan segera bertobat. Hanya anak durhaka saja yang bertambah-tambah kejahatannya.

Nah, jika ELOHIM YAHWEH mengumumkan bahwa ELOHIM YESHUA itu PENEBUS dosa-dosa kita, bahwa DIA mati untuk kejahatan kita, maka berapa kali lagikah kita ini akan berbuat dosa? Apakah bisa disebut mengasihi ELOHIM YAHWEH jika kita berbuat dosa dan tidak bertobat?

ELOHIM YESHUA mati adalah supaya kita tidak berbuat dosa lagi. ELOHIM YESHUA mati supaya kita bertobat. Apakah kebajikan ELOHIM YAHWEH yang sebesar ini tidak patut anda hargai, wahai kaum Muslim? Harusnya anda bertekuk lutut dan sangat bersyukur oleh perbuatan luar biasa ELOHIM YAHWEH itu. ELOHIM YAHWEH yang memberikan "sesuatu" tidak anda hargai, sedangkan ALLAH yang tidak memberikan apa-apa anda sembah 5 kali sehari. Apakah itu logis?

Apakah anda pikir ELOHIM YAHWEH tidak merasa malu mempunyai umat yang jahat? Merasa sangat malu! Itulah sebabnya DIA memberikan ANAKNYA sebagai penutup rasa maluNYA. Masak umat ELOHIM YAHWEH itu perampok, pembunuh, pelacur dan pemungut cukai? Sebagai tanda bahwa ELOHIM YAHWEH itu tidak memelihara orang-orang berdosa, maka orang berdosa itu harus mengorbankan seekor domba. Seekor domba yang dikorbankan itulah sebagai tanda dia umat ELOHIM YAHWEH. Sebab umat Islam, Hindu, Buddha dan lain-lainnya tak mempunyai tanda antara berdosa dan tidak berdosanya. Setelah berzinah, biasa-biasa saja. Tapi orang Israel setelah berzinah menyembelih seekor domba. Ada tanda bahwa dia melakukan kesalahan, ada tanda bahwa ELOHIM YAHWEH itu tak suka orang jahat.

Yesaya
25:8Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.
25:9Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!"

Orang Kristen adalah orang yang mengakui kematian ELOHIM YESHUA sebagai tanda mereka membenci dosa. Segala dosa mereka akhiri dengan percaya pada ELOHIM YESHUA. Mereka tidak lagi hidup di alam yang gelap, alam "ihdinas siratal mustaqim" - tunjukilah kami jalan yang lurus, tapi hidup di alam yang terang benderang. Mereka sudah memasuki "siratal mustaqim." - Jalan yang lurus.

1Ptr. 2:9Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Kebenaran ELOHIM YAHWEH adalah ELOHIM YAHWEH itu tidak mempunyai kesalahan. Tapi kebenaran manusia adalah memperbaiki kesalahan. Manusia tidak harus benar, tapi harus tahu bagaimana membenarkan kesalahannya. Sehat itu bukan hanya tidak sakit saja, tapi orang yang telah sembuh dari sakitnya. Karena itu pemungut cukai dalam perumpamaan di atas menjadi orang benar, sebab dia sadar akan penyakitnya.

Penyakit jantung adalah salah satu dari penyakit yang tersembunyi, atau disebut: "silent killer disease." Orang yang tidak menyadari mengidap penyakit ini membuat dia tidak mengusahakan pengobatan. Itulah orang Farisi yang merasa diri sehat, itulah kaum Muslim yang merasa bisa menyelamatkan dirinya hanya dengan sholat 5 waktu. Tapi pemungut cukai yang sedang sakit flu pasti akan mengusahakan obat flunya. Sebab penyakit flu itu nyata, tidak tersembunyi seperti penyakit jantung.

Dan kata ELOHIM YESHUA tentang pemungut cukai itu; "Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."



Tidak ada komentar: