Sabtu, 23 Juli 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 42

Yohanes
10:11Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
10:12sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
10:13Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
10:14Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
10:15sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
10:16Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
10:17Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
10:18Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."

Orang zaman dulu jika hendak bekerja pada orang tak berani menanyakan gajiannya. Sebab seorang majikan pasti akan mempertanyakan: "Memangnya kamu bisa apa?" Karena itu mereka tak berani menanyakan gajiannya di depan. Mereka menyerahkan pada kebijaksanaan sang majikan. Bahkan seolah ada ketentuan tak tertulis tentang masa percobaan 3 bulan yang gajiannya kecil sekali, sehingga belum bisa dijadikan sebagai standart upah yang sebenarnya. Biar memiliki kepandaian apapun gaji selama masa percobaan bukanlah ukurannya. Jadi, orang harus menunggu 3 bulan kerja baru bisa mengetahui gaji yang sebenarnya. Di saat itulah bisa dilakukan tawar-menawar gaji.

Seperti itulah ke-12 rasul ketika diajak ELOHIM YESHUA bekerja padaNYA. Mereka yang rata-rata bekerja sebagai nelayan, meninggalkan pekerjaannya, meninggalkan keluarga dan rumahnya, lalu mengikut ELOHIM YESHUA berkeliling dari desa ke desa dan dari kota ke kota.

Sebelum ELOHIM YESHUA mulai mengajar dan berkhotbah, para rasul itu diajak menghadiri pesta perkawinan di desa Kana, di mana ELOHIM YESHUA membuat mukjizat pertamanya yaitu air menjadi anggur. Di peristiwa itulah para murid terkejut dengan keajaiban ELOHIM YESHUA, sehingga mereka percaya padaNYA;

Yoh. 2:11Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Tapi setelah sekian lama mereka mengikut ELOHIM YESHUA dan tak menerima gaji sepeserpun, maka rasul Petrus memberanikan diri bertanya;

Mat. 19:27Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"

Apa yang ELOHIM YESHUA janjikan tentang gaji mereka?

Markus
10:29Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
10:30orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Di dunia ini juga akan menerima 100 kali UMR - Upah Minimum Regional, 100 buah rumah, 100 saudara laki-laki, 100 saudara perempuan, 100 ibu, 100 anak dan 100 ladang. Wouh, ELOHIM YESHUA menjanjikan menjadi milyuner dan gajian setidaknya Rp. 250 juta sebulan.

Tapi mungkinkah orang miskin, ANAK tukang kayu itu bisa memenuhi ucapanNYA? Para murid dalam hatinya pasti mempunyai keragu-raguan seperti itu, sampai suatu kali ELOHIM YESHUA ditagih pemungut bea Bait Suci;

Matius 17:24Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?"

Apa jawab ELOHIM YESHUA?

Matius 17:27Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

Di kantong ELOHIM YESHUA tak ada uang sepeserpun, namun rupanya ELOHIM YESHUA memiliki ATM - Anjungan Tunai Mandiri, melalui mulut ikan bisa didapatkan uang 4 dirham atau senilai 16 gram perak = Rp. 176.000,-

Dengan sulapan seperti itu, masak para murid masih tak percaya pada kemampuan ELOHIM YESHUA untuk menggaji mereka Rp. 250 juta sebulan? Air menjadi anggur, melipatgandakan roti, meneduhkan angin ribut, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, hingga membangkitkan orang matipun bisa. Masak memberi mereka kekayaan 100 kali lipat tak bisa? Tapi merekapun juga merenungkan tentang khotbah-khotbahNYA;

Lukas
6:20Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
6:21Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
6:24Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
6:25Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.

Mat. 16:26Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Matius 19:21Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Matius 19:24Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Maka semakin hari semakin mengertilah mereka, bahwa uang banyak itu sangat membahayakan nyawa mereka. ELOHIM YESHUA yang ANAK ELOHIM YAHWEH saja pola hidupnya sederhana sekali;

Mat. 8:20Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

ELOHIM YESHUA tak pernah tidur di rumahNYA. Kalau siang di lapangan mengajar orang banyak, kalau malam tidurnya di atas bukit Zaitun;

Luk. 21:37Pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun.

Padahal tentang DIA, ELOHIM YAHWEH berkata:

Luk. 9:35Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."

Jika DIA ANAK ELOHIM SEMESTA ALAM, masakan DIA tak bisa hidup bermewah-mewah, menginap di hotel JW Marriott, membeli mobil Lamborghini, membangun gereja Mawar Sharon, dan memiliki stasiun televisi untuk pemberitaan Injil, bukannya di Warnet? Masakan kalah dengan pendeta Gilbert Lumoindong? Masakan kalah dengan pendeta Abraham Alex?

Dan ketika pencobaan di padang gurun, iblis menawarkan seluruh dunia kepadaNYA jika DIA mau menyembah iblis, apa jawaban ELOHIM YESHUA?

Matius
4:10Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Jadi, menurut pemikiran ELOHIM YESHUA, menyembah ELOHIM YAHWEH itu lebih penting dari kekayaan seluruh dunia.

Yohanes
10:11Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Namanya gembala urusannya ya dengan domba, sebab mengurus domba-domba itulah pekerjaannya. Yang mengurusi pajak, ya tukang pajak, bukan gembala. Yang mengurusi kebun,  ya tukang kebun. Yang mengurusi anak, ya ayah atau ibu namanya.Yang mengurusi kayu-kayu, ya tukang kayu. Yang mengurusi pabrik, ya pengusaha. Yang mengurusi dagangan, ya pedagang. Yang mengurusi jabatan, ya pejabat.

Tapi "gembala-gembala" zaman sekarang ini yang diurusi bukan domba-dombanya, melainkan gajiannya, kenaikan gajinya, fasilitasnya, mau beli mobil merk apa, mau beli rumah seperti apa, rebutan jabatan, menambah-nambah depositonya, semir sepatunya, merk jas dan dasinya, dan lain-lainnya.

Mereka sama sekali tak memikirkan apakah domba-dombanya bisa makan kenyang dari rumput yang segar? Apakah domba-dombanya mendapatkan pengajaran yang sesuai Alkitab atau tidak? Ajaran yang benar atau ajaran yang menyesatkan? Sebab kalau dilihat dari ilmunya, mereka itu sarjana theologia, mahir berbahasa Indonesia, berbahasa Inggris, bahkan tak jarang yang mahir berbahasa Ibrani. Di rumah juga lengkap kamus-kamus, segala versi Alkitab, buku-buku sejarah gereja, bahkan internet. Namun semua fasilitas itu hampir-hampir tak ada gunanya, sebab mereka mengikatkan dirinya ke organisasi gereja atau sinodenya. Dari sanalah mereka mendapatkan upah dan hidup mapan. Asal tidak menentang ajaran sinodenya, maka kedudukannya sebagai pendeta aman dan bahkan bisa ditingkatkan.

Melawan atasan merugikan sekali. Yang menguntungkan adalah membungkuk-bungkuk dan manggut-manggut, mengiyakan apa saja perkataan pimpinan. Sebab kalau mengkritisi ajaran organisasi akan dianggap vokal dan akan disingkirkan. Mau makan apa? Mau hidup seperti apa?

Karena itu Alkitab mereka petakan, mana ajaran yang aman untuk diajarkan dan mana ajaran yang sensitif. Alkitab mereka perlakukan seperti kuda yang dikasih kacamata kuda, sehingga tidak bisa memandang ke kanan dan ke kiri. Pandangan lurus ke depan, lalu dipacu kencang-kencang. Ajaran-ajaran yang paling aman adalah ajaran-ajaran yang berkaitan dengan kehidupan kemanusiaan sehari-hari, seperti kasih, tolong-menolong, dan bantu-membantu. Ajaran itu pasti bisa diterima oleh semua agama dan semua orang, tidak sampai menyinggung perasaan orang. Semua orang pasti akan terkena perasaannya dan akan mengaminkannya. Maka dibesar-besarkanlah ajaran yang ringan-ringan itu, seperti balon yang digelembungkan dengan udara.

Tapi tentang ucapan-ucapan kasar ELOHIM YESHUA yang mengutuk perbuatan orang-orang Farisi, Saduki dan ahli-ahli Taurat, tak pernah dikemukakan. Sebab itu pasti akan menampar diri mereka sendiri.

Mau mengucapkan: "Celakalah orang-orang kaya", orang-orang kaya sangat dibutuhkan untuk pembangunan gedung gereja. Mau mengucapkan: "gereja Protestan itu suam-suam kuku", nanti orang-orang Batak Karo ngamuk semuanya. Mau mengucapkan: "baptis percik itu salah", nanti gereja Katolik tersinggung. Mau mengucapkan: "bahasa sewelewelewele itu bahasanya orang sinting", nanti orang-orang GPDI sakit hati. Mau mengucapkan: "Muhammad itu nabi palsu", nantinya FPI akan demo anarkis.

Yang paling aman memang memberi makan domba. Sebab domba berbeda dari anjing. Kalau anjing dikasih makanan, masih pilih-pilih dengan penciumannya. Makanan yang hendak dimakannya diseleksi, apakah batu ataukah daging segar? Tapi domba tidak menggunakan penciumannya untuk menyeleksi rerumputan. Asal melihat rumput dimakannya. Asal ayat Alkitab, langsung ditelannya mentah-mentahan. Padahal iblis juga sering menggunakan ayat-ayat Alkitab;

Mat. 4:6lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

Semua pendeta pasti memuliakan ELOHIM YESHUA, para nabi dan para rasul, sebagai yang teratas. Padahal mereka yang di atas itu tak ada yang memburu keduniawian, menandakan keduniawian itu tak perlu. Tapi mengapa para pendeta yang merupakan murid mereka justru menganggap penting keduniawian? Mengapa sang guru mengajarkan: "A", si murid melakukan: "B?" Pasti ada yang salah. Pasti si murid ini bukan berguru pada mereka, tapi berguru ke orang lain, yakni setan-setan.

Jika dari pasar ibu membawa buah-buahan, dari toko apakah ibu mendapatkannya? Dari toko beras atau dari toko buah? Mungkinkah toko beras menjual buah-buahan?

Matius
7:16Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.


Berikut ini ada artikel menarik sekali;

Diusulkan, Supaya Dibahas dalam Sinoge Godang HKBP Tahun ini
Di Riau, Gaji Pendeta HKBP dan Tunjangannya Tiga Kali Lipat
http://www.riaubangkit.com/beritaku1020-Di-Riau,-Gaji-Pendeta-HKBP-dan-Tunjangannya-Tiga-Kali-Lipat.html


Pekanbaru, Riaubangkit.com - Ini sebuah fakta. Gaji seorang pendeta dan Pangula Nagok di HKBP di Distrik XXII Riau sebesar tiga kali lipat dari gaji yang ditetapkan oleh pusat sesuai yang tertulis dalam surat keputusan Ephorus HKBP. Tidak hanya itu, tunjangan lainnya juga tiga kali lipat diantaranya tunjangan suami/istri, tunjangan anak, tunjangan fungsional, tunjangan kesehatan, tunjangan beras dan tunjangan pension.
Disamping itu, uang cuti dan uang hari Natal dibayarkan satu kali gaji penuh. Seorang pendeta di Riau setiap tahunnya menerima gaji 14 bulan. Menurut sumber yang layak dipercaya, hal ini diputuskan oleh sinode distrik di Dumai beberapa tahun lalu, kala itu yang menjabat praeses HKBP Distrik XXII Riau adalah Pdt Silitonga (alm). Lalu bagaimana dengan gereja yang tidak mampu? Apakah ini dipaksakan untuk diberlakukan?
Masalahnya, yang menggaji pendeta bukanlah pusat, melainkan huria HKBP itu sendiri. Bahkan, huria menyetor setiap bulan ke Resort dan resort menyetor ke Distrik dan distrik menyetor ke pusat. Pusat HKBP sebelum mengeluarkan SK, sudah pasti, melihat kemampuan gereja tersebut dalam hal keuangan. Sehingga gaji yang disebutkan dalam SK pusat diyakini sudah layak untuk gaji pendeta. Lalu, kenapa musti dikali tiga setelah sampai di Riau? Rumus apa yang diterapkan oleh para pendeta di Riau ketika menetapkan gaji tersebut dikali tiga? Apakah gaji pendeta di daerah lain tetap dikali tiga?
Senang atau tidak senang, itu harus diberlakukan dan harus diterima oleh semua jemaat. Lalu, apa sanksi terhadap gereja yang tidak mau melaksanakan gaji pendeta berikut tunjangannya dikali tiga? Tidak ada sanksi. Sebagai contoh, gereja HKBP Tangkerang Resort Sukajadi tidak memberlakukan hal tersebut. Dan pendeta yang bertugas disana menerima apa adanya. Padahal HKBP Resort Sukajadi memberlakukan keputusan gaji dikali tiga.
Kini, gereja HKBP Exaudi Resort Sukajadi tidak memiliki pendeta, karena Pdt Ruth Simanjuntak telah ditarik ke Resort Sukajadi. Dengan alasan, Resort Sukajadi tidak lagi memberi subsidi kepada HKBP Exaudi. Sebab, gaji Pdt Ruth Simanjuntak yang diperbantukan ke Exaudi dikali tiga. Kemudian HKBP Exaudi mengusulkan ke Resort Sukajadi supaya mengirimkan seorang pendeta dengan catatan bahwa gajinya hanya Rp 4 juta setiap bulan, sesuai kemapuan HKBP Exaudi.
Sinode godang HKBP akan berlangsung bulan September 2016 mendatang. Ada satu usul untuk dibahas di Sinode Godang yaitu supaya ditinjau kembali keputusan sinode distrik HKBP XXII Riau di Dumai yang menyatakan gaji pendeta dikali tiga. Ini tidak benar dan harus ditinjau ulang. Apakah ini sepengetahuan pak Ephorus? (Pantas Sitompul/rbc)


Tidak ada komentar: