Kamis, 07 Juli 2016

RAMADHAN LHA KOQ TAMBAH EDAN?

Betapa beratnya kuk/beban yang harus dipikul oleh kaum Muslim, hamba-hamba Allah ini selama bulan ramadhan 2016 ini;

1. Di saat orang membutuhkan lapangan kerja dan di saat orang membutuhkan duit banyak untuk merayakan lebaran, tiba-tiba Satpol PP kota Serang membuat kejutan dengan meringkusi dagangan warung-warung yang buka siang hari di bulan ramadhan. Maka menangislah para pedagang miskin itu karena modal kerjanya dirampoki seperti itu. Dan tak cukup dengan warung-warung saja, melainkan pedagang-pedagang kaki lima dan pedagang-pedagang asongan juga mereka sikat habis dagangannya.

Kasihan sekali, fakir miskin menjadi semakin miskin, rakyat terlantar menjadi semakin terlantar. Mengapa kejahatan demikian justru terjadi di bulan suci ramadhan? Islam yang konon agama damai dan pemaaf, mengapa justru seperti ini?


2. Di hari-hari biasa tukang-tukang ojek dan sopir-sopir Angkot sudah mengeluhkan sepinya penumpang karena semakin banyaknya orang yang memiliki kendaraan kredit. Di bulan-bulan ramadhan tahun-tahun yang lalu sudah biasa kalau bulan ramadhan lebih sepi penumpang dari pada hari-hari biasa. Tapi ramadhan tahun ini sungguh-sungguh luar biasa sekali sepinya. Mereka menuding pada keberadaan taksi-taksi dan ojekan-ojekan online, seperti Go-Jek, yang tahun ini merekrut driver besar-besaran.

Padahal mereka juga punya istri dan punya anak yang di hari raya Idul Fitri membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Rupanya kehadiran Go-Jek tak beda jauh dengan kehadiran toko-toko modern yang menjadi pembunuh usaha-usaha tradisional.


3. Banjir dan longsor Jawa Tengah ikut mewarnai kesusahan ramadhan tahun ini; 16 daerah di Jawa Tengah terkena bencana banjir dan longsor, ribuan rumah hancur, ribuan orang diungsikan, 24 orang tewas dan 26 orang dinyatakan hilang.

Di Subang, banjir menewaskan 6 orang. Di Padang juga kebanjiran, ratusan orang diungsikan. Di Bandung ribuan orang diungsikan. Dan rupanya di seluruh dunia dilanda banjir; Paris, Eropa Utara menewaskan 9 orang, dan Australia menewaskan 4 orang.

4. Bom solo dan Arab Saudi.


5. Tawuran takbiran keliling:  Ckckckckck...........!


6. Setelah berpuasa 30 hari, kaum Muslim yang mudik ke kampung halamannya disusahkan dengan "bencana" macet yang melebihi tahun-tahun yang lalu. Bayangkan macet selama belasan jam di satu jalanan saja. Belum lagi di kota-kota lainnya. Pompa-pompa bensin kehabisan stok sehingga terpaksa harus membeli bensin eceran yang harganya mencekik leher, yakni Rp. 50.000,- seliter. Tercatat 17 orang tewas akibat macet di Brebes. Yang sakit karena kelaparan, kehausan dan kepanasan, berapa?!

Setiba di kampung halaman jelas sudah loyo semuanya. Hilanglah kegembiraan yang dibayang-bayangkan semulanya. Dan belum habis capeknya, mereka harus buru-buru balik ke Jakarta lagi karena harus kerja. Dalam kondisi loyo mereka harus menghadapi kemacetan yang serupa, maka bisa dihitung berapa lagikah jumlah korban tewasnya? Minimal menurut catatan malaikat Jibril ada 17 x 2 = 34 orang yang akan dicabut nyawanya di kemacetan.

Menggelitik pertanyaan: bagaimana mereka kalau hendak kencing atau BAB? Bagaimana dengan yang berpenyakit yang tidak boleh kecapekan? Bagaimana dengan yang usianya sudah lanjut? Uuuh! betapa menyiksanya ramadhan ini. Koq masih lebih baik hari-hari biasa, ya?!

7. Korban kecelakaan mudik lebaran melebihi korban bencana alam dalam setahun?


8. Bagaimana dengan tingkat kejahatan di bulan ramadhan?


9. Penemuan vaksin palsu?

Ramadhan oh ramadhan, koq tambah edan?




Banjir dan longsor di 16 daerah Jateng, 24 tewas dan 26 hilang

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160619_indonesia_banjir_jateng_update

banjir jawa tengah


Setidaknya 24 orang meninggal dunia, akibat longsor dan banjir di Jawa Tengaha, sementara 26 orang hilang dan masih dalam pencarian.
Ribuan rumah juga hancur disapu banjir atau tertimbun longsor yang melanda 16 kabupaten kota akibat hujan lebat yang turun sejak Sabtu (18/6/) siang hingga malam hari di Purworejo, Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, Karanganyar, dan Kota Solo.
Di Solo, banjir yang diakibatkan hujan deras selama lebih dari lima menyebabkan sekitar 1.000 jiwa dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Selain daerah bantaran Sungai Bengawan Solo, sejumlah jalan di pusat kota juga sempat terendam banjir hingga setinggi betis.
Kondisi di kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo lebih parah. Bahkan hingga Minggu siang di daerah bantaran Kampungsewu ketinggian air terlihat belum surut dan masih merendam sejumlah rumah penduduk, demikian wartawan yang bekerja di Solo, Fajar Sodiq, melaporkan untuk BBC Indonesia.

Salah seorang warga bantaran yang mengungsi di Posko Pengungsian Kelurahan Gandekan, Wuryani mengatakan ketinggian banjir pada Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB, sudah mencapai dada orang dewasa.
"Air naik dengan cepat sehingga saya tidak bisa mengamankan barang-barang di rumah. Saya memilih untuk mengungsi di Kelurahan Gandekan," kata dia, Minggu (19/6).

Sementara itu, Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto menyebutkan titik-titik yang terendam banjir terjadi merata di kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo yang meliputi Pucangsawit, Kampungsewu, Semanggi, Sangkrah dan Joyontakan.
"Di Pucangsawit, banjir juga meredam rumah pribadi Walikota Solo. Ketinggian air mencapai sepinggang," ucapnya.
Sumartono menyebut, di kawasan bantaran Kampungsewu, Semanggi, dan Sangkrah, ketinggian air mencapai 2,5 meter, hingga rumah-rumah milik warga hanya terlihat atapnya.
Dalam taksiran PMI Solo, setidaknya seribu warga harus diungsikan.
"Jumlah pastinya kita sulut menghitung tetapi diatas seribu. Patokannya kita menyiapkan nasi bungkus lebih dari seribu dan habis. Nasi itu untuk warga yang sahur dan tidak puasa," tuturnya.

Selain mengungsi di Posko pengungsian, sejumlah warga juga terlihat menunggui rumahnya yang terendam di sekitar lokasi banjir untuk menjaga harta benda miliknya yang belum sempat diselamatkan.
Hari Minggu (19/6), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turun langsung ke beberapa lokasi banjir.
"Tadi saya sudah dari Karanganyar untuk memantau banjir disana. Terus ini ke Solo mengunjungi Kampungsewu untuk meninjau warga yang menjadi korban banjir. Setelah ini ke Sukoharjo," kata dia.

banjir jawa tengah

Menurut Ganjar, curah hujan yang tinggi ini memang sudah diprediksikan oleh BMKG dengan keluarnya surat waspada potensi hujan lebat diberbagai wilayah di Indonesia, salah satunya di Jawa Tengah.
"Prediksi BMKG terjadi hujan lebat antara tanggal 17 Juni hingga 20 Juni besok. Kami meminta warga untuk waspada," himbaunya.
Ganjar menyebut, ia sudah berkoordinasi dengan sejumlah kepala daerah yang daerahnya dilanda bencana alam. Ia juga telah meminta kepada semua BPBD serta TNI dan Polri untuk bergerak membantu evakuasi kepada warga yang rumahnya terendam banjir.

Sementara itu, Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban jiwa terbanyak terjadi di Kabupaten Purworejo, yang mencatat 11 orang meninggal dunia dan 26 orang hilang. Di Purworejo, banjir dan longsor terjadi di 30 desa 16 kecamatan.
Di Desa Karangrejo Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, lima orang tertimbun longsor dan sembilan orang tewas akibat banjir.

Banjir bandang di Subang, enam orang tewas

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160524_indonesia_banjir_subang

Sedikitnya enam orang tewas, dan tujuh orang terluka akibat banjir bandang di Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu seperti disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB.
BNPB mengatakan banjir bandang menerjang Kampung Sukamukti, Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, juga menyebabkan 388 jiwa mengungsi.
"Dalam sepekan pertama sampai 29 Mei mendatang, penanganan banjir akan dilakukan untuk menyelamatkan korban, pemenuhan kebutuhan pengungsi dan perbaikan darurat jalur yang terkena dampak banjir," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya.
BNPB juga meminta masyarakat mewaspadai hujan ekstrem yang dapat menyebabkan banjir serta longsor.
"Apalagi tahun diperkirakan La Nina menguat sehingga kemarau basah, padahal selama musim kemarau pun masih banyak hujan," jelas Sutopo.
Sebelumnya banjir bandang juga terjadi di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah menyebabkan sembilan rumah rusak berat dan 218 warga mengungsi.

Rumah Pelaku Bom Solo Digeledah, Ini yang Ditemukan Polisi

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/794060-rumah-pelaku-bom-solo-digeledah-ini-yang-ditemukan-polisi

Bom Solo



VIVA.co.id – Detasemen Khusus 88 Antiteror bergerak cepat untuk menangani kasus teror bom bunuh diri di Polresta Surakarta. Mereka juga telah menggeledah rumah pria yang diduga kuat sebagai pelaku bom Solo, Nur Rohman.
“Rumahnya sudah digeledah kemarin sore,” kata Lurah Sangkrah Singgih Bagjono, Rabu 6 Juli 2016. Dia mengaku ikut diminta oleh polisi untuk menyaksikan proses penggeledahan.
Menurut Singgih, polisi membawa sejumlah barang dari rumah warganya itu. “Ada buku-buku dan pakaian,” katanya. Dia memastikan tidak ada bahan kimia maupun bom yang ditemukan di rumah tersebut.
Sayangnya, Singgih mengaku tidak hafal judul buku-buku yang disita. “Ada beberapa buku tentang jihad dan syiah,” katanya.
Nur Rohman menjadi buron polisi dalam kasus terorisme selama enam bulan terakhir. Dia lolos dalam penggerebekan kelompok Abu Mushab di Bekasi, Desember tahun kemarin.
Saat melarikan diri, Nur diduga membawa lari tiga bom. “Ada bom lempar dan bom ransel,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar.
Sedangkan polisi belum bisa memastikan jumlah bom yang meledak dalam aksi bunuh diri tersebut. “Bisa satu atau bisa juga tiga-tiganya” kata Boy.



Raja Arab Saudi berjanji balas serangan di dekat Masjid Nabawi

http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160705_dunia_medinah_raja

Raja Salman dari Arab Saudi berjanji akan melakukan tindakan sebagai tanggapan atas serangkaian serangan bom bunuh diri.
Merujuk pada kelompok ekstrimis Islam, Raja Salman mengatakan negaranya akan melancarkan serangan dengan "tangan besi" terhadap mereka yang mempengaruhi pemikiran anak-anak muda.
Raja menyampaikan pesan itu sehari setelah empat aparat keamanan tewas dalam serangan di dekat Masjid Nabawi di Medinah pada Senin (04/07), salah satu tempat suci bagi umat Islam.

Pada malam Idul Fitri, Selasa (05/07) waktu setempat, suasana di Medinah tampak normal dan aktivitas pada malam Lebaran berjalan biasa di masjid itu.
"Saat ini kondisi di Masjid Nabawi sendiri berjalan normal. Memang pasca kejadian pun aktivitas warga yang akan menubaikan salat Tarawih di Masjid Nabawi juga berjalan normal. Tidak terganggu dengan kejadian tersebut karena TKP (tempat kejadian perkara) berada di belakang Masjid Nabawi yang berjarak kurang lebih 500 meter," kata Fungsi Konsuler KJRI Jeddah, Ahmad Fadhly dalam wawancara dengan wartawan BBC, Rohmatin Bonasir.

Aparat di Jeddah

Ditambahkan oleh Ahmad Fadhly, banyak kalangan di Arab Saudi menyayangkan aksi tersebut apalagi di bulan suci Ramadan dan di dekat salah satu tempat paling suci bagi umat Islam.
Badan keagamaan tertinggi Arab Saudi, Dewan Ulama, mengutuk tiga serangan bunuh diri yang terjadi dalam satu hari, termasuk serangan di dekat Masjid Nabawi. Dewan Ulama menyatakan para pelaku telah "melanggar semua hal yang dipandang suci".
Selain serangan di dekat Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi juga diguncang dua serangan bom di Qatif dan Jeddah pada hari yang sama.
Sejauh ini tidak satu kelompok pun mengaku berada di belakang serangkaian serangan, tetapi muncul kecurigaan pelakunya adalah kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

39 pelaku tawuran saat takbir keliling diamankan

http://regional.kontan.co.id/news/39-pelaku-tawuran-saat-takbir-keliling-diamankan

39 pelaku tawuran saat takbir keliling diamankan


JAKARTA. Tawuran warga saat malam takbiran terjadi di persimpangan Asemka, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (5/7) sekitar pukul 23.30 WIB. Jajaran Polsek Tamansari bertindak cepat dan mengamankan para pelakunya.
Dikutip dari blog Polsek Tamansari, kejadian tersebut diawali saling ejek antarkelompok pawai malam takbir yang menggunakan dua angkutan bus. Kedua angkutan bus tersebut saling beriringan tadinya kemudian keluar kata-kata ejekan. Setelah saling ejek dilanjutkan aksi saling lempar dan pengerusakan terhadap bus PPD Mercedes Benz Nomor Polisi B 7051 BX.

Aksi tersebut diketahui petugas kepolisian Satuan Reskrim Polsek Tamansari Polres Metro Jakarta Barat. Dipimpin Kompol Guruh Chandra selaku Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat, polisi pun mengamankan sejumlah orang.
Kapolsek Metro Tamansari AKBP Nasriadi mengatakan tim Buser Reskrim Polsek Metro Tamansari bersama unit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 39 orang yang berada di dalam Bus kopaja 88 Nomor Polisi B 7732 DG.
"Mereka yang melakukan pengerusakan terhadap barang, selain itu ditemukan barang bukti dua buah sajam yaitu gergaji potong es balok, satu besi klewang dan satu stik golf," kata Nasriadi, Rabu (6/7).
Atas Kejadian tersebut para pelaku tawuran dan barang bukti dibawa ke Polsek Tamansari guna pengusutan lebih lanjut. "Para pelaku tindak tawuran bisa dikenakan pasal 170 KUHP terhadap barang," imbuh Nasriadi.
Dalam kejadian ini tidak ada korban luka atau meninggal dunia. Akibat kejadian tersebut hanya menimbulkan kerugian materil berupa Bus PPD Mercedes benz kaca depan hancur.
"Sopir bus PPD tersebut masih dicari keberadaannya, karena Sopir merasa takut dan sopir tersebut belum mengetahui bahwa para pelaku penyerangan sudah berhasil diamankan di Polsektro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat," katanya. (Adi Suhendi)

Kemenkes benarkan 17 pemudik tewas akibat terjebak macet di Brebes

http://www.merdeka.com/peristiwa/kemenkes-benarkan-17-pemudik-tewas-akibat-terjebak-macet-di-brebes.html


Merdeka.com - Kementerian Kesehatan menyatakan penyebab meninggalnya 17 pemudik dalam perjalanan pulang ke kampung halaman melalui jalur Brebes, Jawa Tengah, bukan disebabkan kemacetan. Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan Daerah, meninggalnya pemudik tersebut terjadi dalam tiga hari sejak 3 hingga 5 Juli 2016, di berbagai tempat dan dengan berbagai faktor risiko.

"Bukan akibat macet dalam satu hari dan satu tempat yang sama seperti diberitakan sejumlah media," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi dalam siaran tertulis di Jakarta, Rabu (6/7).

Sementara itu, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab korban meninggal antara lain kelelahan dan kekurangan cairan. Kondisi tersebut dapat berakibat fatal terlebih bagi kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, dan pemudik dengan penyakit kronis (hipertensi, diabetes, jantung).

"Ditambah lagi kondisi kabin kendaraan yang relatif sempit serta tertutup dengan pemakaian AC terus menerus akan menurunkan oksigen serta naiknya CO2," kata Yuri.

Untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang, Kemenkes mengingatkan masyarakat yang akan menjalani perjalanan jauh selama arus mudik dan balik Lebaran, agar selalu menjaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan.

Saat ini Kemenkes telah menyiagakan 3.583 sarana kesehatan yang terdiri dari 870 posko kesehatan, 2.000 puskesmas, 371 rumah sakit, dan 207 kantor kesehatan pelabuhan (KKP).

"Bila lelah, mengantuk, atau merasa kurang prima, para sopir atau pemudik bisa manfaatkan fasilitas ini. Setelah segar, perjalanan dapat dilanjutkan," kata Oscar.

Kemenkes juga telah menyiapkan layanan darurat medik 119 yang dapat digunakan masyarakat untuk mendapat pertolongan kesehatan. "Kalaupun ambulans belum tiba, operator akan memandu tindakan emergensi apa yang dapat dilakukan keluarga, kerabat atau pemudik yang sakit. Dengan demikian kejadian yang tidak diharapkan dapat diminimalisasi," tambah Oscar.

Sebelumnya, dikabarkan sebanyak 17 pemudik meninggal dunia selama terjebak kemacetan di sepanjang ruas Tol Pejagan-Brebes pada Senin (4/7). Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memprediksi kematian belasan pemudik selama kemacetan tersebut disebabkan oleh kondisi kesehatan pemudik yang kurang baik, selain itu juga mobil ambulans sulit menjangkau lokasi.

Penyebab meninggal beragam. Tidak hanya karena kecelakaan lalu lintas, tapi juga karena terlalu banyak menghirup apnoe causa CO2 toksic dari pendingin udara kendaraan.


Total kecelakaan mudik melebihi korban bencana setahun

http://ramadhan.antaranews.com/berita/570783/total-kecelakaan-mudik-melebihi-korban-bencana-setahun


Jakarta (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengungkapkan jumlah korban kecelakaan selama mudik Lebaran melebihi korban bencana dalam satu tahun.

"Total korban jiwa akibat kecelakaan mudik lebaran tahun 2014 sebanyak 714 jiwa, tahun 2015 sebanyak 657 jiwa. Kalau dibandingkan dengan korban bencana dalam setahun, korban kecelakaan mudik Lebaran lebih besar," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Kamis.

Korban jiwa akibat bencana alam sendiri pada 2014 ada 622 jiwa dan pada 2015 sebanyak 276 jiwa.

Dari keseluruhan kecelakaan, lanjut dia, paling banyak didominasi kendaraan roda dua. Sementara angkutan lebaran kereta api, udara, laut, dan penyeberangan tidak pernah terjadi kecelakaan pada dua tahun terakhir.

Sutopo menyebutkan total kecelakaan mudik Lebaran mulai H-7 hingga H+7 sejak 2011 hingga 2015 mencapai 3.631 jiwa meninggal dunia, 6.759 orang luka berat, dan 20.569 orang luka ringan.

Dia menjelaskan ancaman bencana saat mudik kali ini tetap tinggi, khususnya bencana banjir, longsor, dan puting beliung akibat anomali cuaca.

"Hujan berintensitas ringan, sedang, lebat berpotensi terjadi selama masa mudik lebaran. Ancaman gempa bumi dan tsunami tidak dapat diprediksikan secara pasti dan dapat terjadi setiap saat," ujar Sutopo.

Peta sebaran potensi banjir cukup merata di Pulau Jawa, terutama di jalur Pantura, Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah bagian utara dan selatan, serta beberapa lokasi yang tersebar merata di Jawa Timur.

Sedangkan wilayah-wilayah yang masuk zona merah longsor adalah Bogor, Sukabumi, Cianjur, Majalengka, Bandung untuk wilayah Jawa Barat. Zona merah longsor daerah Jawa Tengah di Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, Purworejo, Purwokerto, dan Karanganyar. Di Jawa Timur terutama di sisi selatan di Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, dan Malang.

BNPB mengimbau pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati terhadap kondisi saat mudik yang diprediksi dengan intensitas hujan tinggi dan potensi banjir dan longsor.


Tips Menghindari Tindak Kejahatan Dan Kriminalitas Saat Ramadhan

http://ramadhan.pojoksatu.id/2016/06/10/tips-menghindari-tindak-kejahatan-dan-kriminalitas-saat-ramadhan/

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya kejahatan dan tindak kriminalitas yang terjadi di berbagai tempat di belahan bumi Indonesia semakin menjadi-jadi. Kejahatan dan tindak kriminalitas yang terjadi seolah tak mengenal waktu dan sasaran target.
Meskipun bulan Ramadhan adalah bulan yang Allah SWT janjikan sebagai bulan yang aman dan tentram, namun ada baiknya jika sebagi bentuk ikhtiar, seseorang lebih waspada dan berhati-hati. Pasalnya di bulan Ramadhan tindak kejahatan semakin merajalela.
Dari kasus Pencurian, Penjambretan, Bahkan perampokan Bersenjata api, semua kian meresahkan masyarakat ketika memasuki bulan ramadhan, di duga motif tindak kriminal terjadi karena kebutuhan akan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Sebuah akun facebook Divisi Humas Polri (lembaga pemerintah) memberikan beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk dapat menghindari tindak kriminal :
1. Selalu mengunci rumah saat di tinggal pergi, pastikan semua pintu dan jendela tertutup rapat.
2. Menempatkan barang-barang berharga ditempat yang aman.
3. Memberitahu tetangga terdekat apabila ada orang tidak dikenal yang mencurigakan berkeliaran disekitar rumah.
4. Mempersiapkan nomer / kontak pihak yang berwajib agar langsung bisa melaporkan apabila terjadi tindak kejahatan.
5. Meminta pengawalan aparat apabila ingin mengambil uang dalam jumlah yang besar.
6. Usahakan ada yang menemani ketika bepergian.
7. Hindarilah bepergian dengan melewati jalan sepi, terlebih sendirian. Jika memang rute harus melewati jalan sepi, ubahlah arah yang dapat memberikan semacam penerangan. Pilihlah jalan yang dihuni atau permukiman. Biasanya jalanan sepi memang rawan tindak kejahatan.
8. Berhati-hatilah dengan orang yang sok akrab yang mengajak kita bicara.
9. Bersikaplah tenang jika berhadapan dengan orang-orang yang mencegat dan atau bertemu di jalan. Sikap tenang akan memberikan inspirasi tindakan paling tepat. Jangan tampakkan wajah takut dengan gertakan penjahat . Hadapilah gertakan itu seraya memandangnya dengan pandangan teduh dan bersahabat.
10. Apabila penjahat sudah mulai bertindak segeralah anda berlari sambil berteriak minta tolong sehingga memancing perhatian warga, dengan begitu penjahat akan panik dan takut.
11. Apabila penjahat berhasil kabur, ingat-ingatlah wajah dan ciri ciri fisik pelaku, hafal nomer kendaraan apabila membawa kendaraan agar memudahkan pihak yang berwajib dalam mencari tersangka.
Yang paling penting adalah jangan menunjukan sikap panik menghadapi situasi terdesak, usahakan Anda tenang sehingga tau apa yang kemudian harus Anda lakukan.

Kasus Vaksin Palsu, Rekening Tersangka Berisi Ratusan Juta

https://m.tempo.co/read/news/2016/07/06/063785945/kasus-vaksin-palsu-rekening-tersangka-berisi-ratusan-juta


TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Brigadir Jenderal Agung Setya mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memblokir sejumlah rekening yang berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil pengedaran vaksin palsu. Terutama, rekening pasangan suami istri, P dan S, yang membuat vaksin palsu.

"Saya lupa jumlah pastinya berapa, tapi ada di bank pemerintah dan swasta," ujar Agung saat dicegat awak media di tengah acara halal bihalal Mabes Polri, Rabu, 6 Juli 2016.

Agung melanjutkan bahwa nilai transaksi di rekening-rekening tersebut tergolong fantastis. Pada salah satu rekening, nilai transaksinya bisa mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta sekali proses. Namun, kata dia, belum pasti betul itu berkaitan dengan pengedaran vaksin palsu.

Kasus vaksin palsu bermula dari adanya keluhan masyarakat yang mengaku anak mereka tetap sakit setelah divaksin. Kepolisian kemudian menindaklanjuti laporan itu yang berujung pada temuan sejumlah lokasi penjual vaksin palsu.

 


Salah satu lokasi pertama yang terungkap menyediakan vaksin palsu adalah Apotek AM di Bekasi, Jawa Barat, pada 16 Mei lalu. Contoh lainnya, Apotek IS di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada 21 Juni 2016.

Sejauh ini, sudah ada 18 anggota komplotan vaksin palsu yang ditetapkan sebagai tersangka. Dua di antaranya adalah pasangan suami istri yang menjadi pembuat vaksin palsu, P dan S.

Untuk memastikan keterkaitan transaksi itu dengan pengedaran vaksin palsu, Agung berkata sejumlah langkah pendalaman akan diambil. Beberapa di antaranya adalah audit hingga meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Ditanyai apakah pemblokiran rekening itu akan dilanjutkan dengan penyitaan aset, Agung mengiyakan. Agung mengatakan, saat ini pihaknya baru menyita aset berupa mobil saja. "Salah satunya mobil Pajero. Ada aset lain (yang diduga berkaitan dengan TPPU), tapi kami belum temukan sertifikatnya. Mungkin belum lunas," ujarnya mengakhiri.

ISTMAN MP

Tidak ada komentar: