Kamis, 28 Juli 2016

TUHAN ADALAH GEMBALA

Menurut Alkitab, TUHAN YAHWEH adalah GEMBALA, bukan pendeta;

Mazmur 23:1Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Menurut Alkitab, TUHAN YESHUA adalah GEMBALA yang baik, bukan pendeta yang baik;

Yohanes 10:11Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Menurut Alkitab, nabi Musa adalah gembala kambing-domba, bukan pendeta;

Kel. 3:1Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Menurut Alkitab, raja Daud adalah gembala kambing-domba, bukan pendeta;

1Samuel
17:34Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,
17:35maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

Menurut Alkitab, yang diberitahu malaikat tentang kelahiran ELOHIM YESHUA adalah gembala-gembala domba, bukan pendeta;

Lukas
2:8Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
2:9Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
2:10Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
2:11Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Menurut Alkitab, rasul Petrus disuruh menggembalakan umat ELOHIM YESHUA, bukan disuruh menjadi pendeta;

Yoh. 21:17Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"* Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: /"Apakah engkau mengasihi Aku?"* Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: /"Gembalakanlah domba-domba-Ku.


Pada mulanya adalah kumpulan beberapa keluarga Kristen. Lalu semakin lama semakin banyak orang yang bergabung ke kumpulan itu. Beberapa orang dari luar kota tertarik untuk mengembangkan ajaran kumpulan itu, maka dibukalah cabang-cabang gereja di berbagai kota. Setelah memiliki banyak cabang, maka untuk melestarikan ajarannya supaya di semua kota mengajarkan ajaran yang sama, dibentuklah organisasi gereja atau istilahnya: sinode. Sinode inilah yang mengontrol ajaran-ajaran, menyusun program-program gereja dan administrasi gereja.

Kemudian untuk mencetak pendeta-pendeta, maka sinode itu mendirikan sekolah theologia, sehingga setiap lulusan sekolah tersebut disebut pendeta. Jika tidak harus bergelar sarjana theologia, minimalnya sekolahannya berupa seminari, yang memberikan pelajaran-pelajaran secara ringkas kepada calon-calon pendeta, sehingga dalam waktu beberapa bulan sudah bisa dijadikan pendeta.

Di dunia ini bisa terdapat 666 denominasi gereja adalah karena masing-masing gereja mempunyai tafsiran sendiri-sendiri terhadap Alkitab. Dan gereja-gereja Kristen yang kelahirannya dibidani oleh bapak reformasi gereja: Martin Luther, yang asalnya adalah gereja Roma Katolik, maka tepatlah perkataan ELOHIM YESHUA, bahwa mereka ini "orang buta yang menuntun orang buta." Dari induk sesat lahirlah anak-anak yang sesat. Dari pohon mangga lahirlah buah-buah mangga. Tidak mungkin pohon mangga berbuah durian, bukan?!

Dari gereja akal pikiran lahirlah gereja-gereja akal pikiran, yakni menggunakan akal pikirannya, bukan menggunakan ROH KUDUS. Seorang murid calon pendeta dikasih ajaran-ajaran, lalu diuji secara teori yang dinilai dengan angka-angka pada raportnya. Jika nilai raportnya bagus, maka jadilah dia pendeta, sekalipun moralnya tak bagus. Yang penting untuk menjadi pendeta adalah membayar uang sekolahnya lancar, dan nilai raportnya bagus.

Karena angka pengangguran di Indonesia ini banyak, sementara gaji pendeta besar, maka menjadi pendeta adalah pilihan yang terbaik. Banyak orangtua zaman sekarang yang tak keberatan anak-anaknya menjadi pendeta, sebab nyatanya pendeta adalah jabatan yang terhormat. Maka berduyun-duyunlah anak muda usia bau kencur, 18 tahunan yang baru lulus SMA, mendaftar ke sekolah theologia. Tiga tahun kemudian lahirlah anak-anak muda, usia 21 tahunan yang disebut pendeta-pendeta, yang otaknya berisi hafalan ayat-ayat Alkitab.

Berkatalah seorang pendeta: "Doktrin gereja kita adalah ..........." Doktrin gereja yang dijadikannya dasar, bukan lagi Alkitab. Buku-buku doktrin gereja yang dibukanya, bukan Alkitab. Dan jika ada orang yang bertentangan pendapatnya dari doktrin gereja itu, maka dikatakanlah: "Saudara sudah tidak sejalan dengan gereja ini. Karena itu silahkan saudara ke gereja lainnya."

Sekalipun Alkitab menyatakan kebenaran, para pendeta yang menerima upah dari sinodenya tak mungkin berani menyatakan kebenaran, melainkan akan mempertahankan doktrin gerejanya secara mati-matian. Dia yang memiliki kedudukan yang menguasai puluhan atau ratusan jiwa tidak berpihak pada kebenaran, melainkan membiarkan seluruh jemaatnya keracunan doktrin gereja, maka seperti sebuah bus yang kecelakaan, seluruh penumpangnya celaka. "Orang buta menuntun orang buta, maka keduanya akan jatuh ke dalam lobang."

Itulah pendeta, dia menjadi pendeta atas keinginannya sendiri, atas angan-angan dan cita-citanya sendiri. Dialah yang mendatangi "tuhan", yakni sekolahan theologianya. Tapi seorang "gembala" tanpa mimpi didatangi oleh TUHAN dan diberi tugas menggembalakan umat TUHAN. Jadi, kalau pendeta mendatangi "tuhan", kalau gembala didatangi oleh TUHAN.

Abraham didatangi TUHAN, Musa didatangi TUHAN, Daud didatangi TUHAN, para nabi didatangi TUHAN, gembala-gembala di padang yang menyambut kelahiran ELOHIM YESHUA didatangi TUHAN, demikian juga dengan para nelayan yang kemudian menjadi rasul didatangi TUHAN, termasuk Paulus didatangi TUHAN. Mereka menjadi gembala bukan atas kehendaknya sendiri, melainkan atas kehendak dan perintah TUHAN.

Itulah sebabnya mereka disebut: "orang pilihan", sebab dipilih oleh TUHAN sendiri;

Yoh. 15:16Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Kalau pendeta merekalah yang memilih "tuhan", memilih sekolah theologia yang mana, tapi para rasul dipilih oleh TUHAN. Dan jika mereka mau dijadikan rasul, itu tandanya mereka takut akan TUHAN. Dalam jiwa mereka telah tertanam rasa takut pada TUHAN, sehingga mereka tidak merasa takut pada manusia. Berbeda dengan para pendeta yang jiwanya tidak tertanam rasa takut pada TUHAN, sehingga mereka suka mengorbankan kepentingan TUHAN dan mengutamakan kepentingan gerejanya.

Kis. 5:29Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

Karena para pendeta itu milik sinode, maka yang mendisiplin mereka adalah sinode, bukan TUHAN. TUHAN tak pernah menghukum para pendeta, apapun kesalahan mereka, sebab mereka bukan milik TUHAN. Itulah sebabnya para pendeta itu selalu aman dalam rupa-rupa kejahatan mereka. Tapi para rasul yang berasal dari TUHAN, didisiplin oleh TUHAN. Jika mereka melakukan kesalahan, maka TUHAN akan langsung menindak mereka dengan hukuman-hukuman yang sangat keras.

Wahyu 3:19Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Jadi, pendeta dari sekolahan, sedangkan gembala dari Alkitab. Ini nyata dalam diri saya sebagai penginjil yang tak pernah sekolah kependetaan. Siapakah saya? Bagaimana saya menjawabnya; pendeta atau gembala? Mau bilang pendeta tak punya ijasah, tak punya bukti-bukti bahwa saya ini pendeta. Tapi jika saya mengaku sebagai gembala, ada di Alkitab.

Jika saya mengaku pendeta, saya bisa dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pendeta palsu atau pendeta gadungan. Benar, nggak?! Tapi sebagai penginjil dan gembala, saya mempunyai kekuatan dari Alkitab, Firman TUHAN. Saya adalah gembala, sama seperti TUHAN adalah GEMBALA.

Konon pendeta itu sama dengan pastur sama dengan gembala. Tapi puji TUHAN, bahwa Alkitab mengenakan istilah gembala, bukan pastur atau pendeta, sekalipun di dunia nyata kita mengenal pastur dan pendeta. Dan nyatanya baik pastur maupun pendeta merupakan produk sekolahan.

>> Pastor, dari bahasa Latin[Romawi], artinya gembala.

>> Pendeta, dari bahasa Sansekerta: pandita, artinya guru agama Hindu/Buddha.

>> Ra'ah adalah bahasa Ibrani untuk gembala.

Ketika bahasa sudah memasuki kaidah/aturan, maka kita harus mengabaikan asal-usulnya. Kita ikuti kaidahnya bahwa pastur dan pendeta sudah dibedakan dari gembala, sama seperti kata-kata esa dan satu itu sebenarnya memiliki pengertian jamak. Tapi kaidah bahasa telah membuat pemisahan, esa untuk tunggal, sedangkan satu untuk jamak.

Perbedaan pendeta dengan gembala nyatanya juga mempengaruhi terhadap pola hidup. Karena gembala bukan orang yang terpelajar, maka penampilannya sederhana dan tidak memiliki modal untuk menyombongkan diri. Tapi pendeta merasa perlu menjaga penampilannya dan sering kali terseret pada gengsi. Di Alkitab, itulah orang-orang Farisi, Saduki dan ahli-ahli Taurat.

Luk. 20:46"Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,
Alkitab menempatkan posisi penginjil sebagai yang terhormat, tapi para pendeta menempatkan para penginjil sebagai hamba-hambanya. Pendeta boleh berkhotbah, boleh memimpin jemaat, boleh membaptis, boleh menumpangkan tangan dan boleh memimpin perjamuan kudus, sedangkan penginjil tidak diperbolehkan. Dan jika para penginjil bisa naik pangkat menjadi pendeta, tapi pendeta tidak mungkin menjadi penginjil.

Pendeta adalah jabatan yang direstui oleh pemerintah, tapi penginjil dikenakan larangan. Pendeta berhak makan dari persembahan jemaatnya, sedangkan penginjil dikasih honorarium oleh pendeta. Tapi apa kata Alkitab?

Matius 10:10Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

1Korintus 9:7Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu?
9:11Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah, kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu?
9:14Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.


Tidak ada komentar: