Kamis, 11 Agustus 2016

AJARAN-AJARAN YESHUA - 10

Mat. 5:7Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Memberi itu baik. Jika memberi orang menurut kelaziman atau umumnya, itu pas-pasan namanya. Umumnya memberi pengemis itu Rp. 1.000,- lalu anda memberi Rp. 1.000,- itu pas-pasan namanya. Tapi jika pemberian anda itu tidak sebagaimana lazimnya, melainkan berlebih-lebihan, maka itulah yang dinamakan murah hati. Suatu harga yang murah, yang tidak umum.

Lukas menerangkan;

Lukas 6:38Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Kalau kita membeli beras secara literan di toko, toko tidak mungkin mengisi literan itu secara padat melainkan asal penuh saja. Sebab dia memang mencari keuntungan. Tapi ELOHIM YESHUA mengajarkan kemurahan hati itu dengan takaran yang dipadatkan, yang digoncang tidak menyusut dan hingga meruah atau menggunung. Maksudnya, jika niat memberi atau menolong orang, jangan tanggung-tanggung, jangan lagi menggunakan perhitungan.

Kira-kira setahun yang lalu, saya melihat pasangan suami-istri yang sudah berumur sekitar 60 tahunan, turun dari Angkot di Ciputat, dimarah-marahi oleh sopirnya karena tidak membayar ongkos. Saya bayar ongkosnya, lalu mereka saya ajak makan di warung. Rupanya mereka barusan diusir dari kos-kosan mereka karena tak bisa membayar kos 3 bulan lebih. Mereka asalnya Ambon dan ketika saya bujuk supaya mereka kembali ke Ambon, mereka bersedia.

Saya berunding sama pemilik warung agar mereka dikasih makan 3 kali sehari dengan anggaran Rp. 10.000,- sekali makan, berarti Rp. 60.000 sehari, menjadi tanggungan saya. Bagi saya, baru sekali inilah saya berutang pada orang sejak saya menjadi penginjil. Kalau malam mereka saya tidurkan di pasar Ciputat. Lalu saya mengetuk hati beberapa teman untuk membelikan tiket kapal Jakarta - Ambon untuk 2 orang. Tiket saya dapatkan. Kini saya berpikir untuk memberi mereka uang sangu, supaya setiba di Ambon mereka memegang uang. Saya hubungi teman yang lain dan bersedia memberikan uang sangu. Puji TUHAN, saya malah dikasih sangu juga yang lumayan bisa untuk membayar uang makan mereka selama sekitar 2 minggu. Sehingga pada akhirnya saya tak keluar uang sepeserpun karena sumbangan teman-teman.

Apa yang saya lakukan bukankah sudah masuk ke perumpamaan ELOHIM YESHUA tentang orang Samaria yang murah hati, yang ketika melihat orang terkapar di tengah jalan ditolongnya hingga tuntas?

Lukas
10:33Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

Saya sama seperti rasul Petrus yang tak punya uang untuk memberi pengemis:

Kis. 3:6Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Namun apa yang bisa saya lakukan, saya lakukan, yaitu mengkoordinir teman-teman. Suatu pekerjaan besar saya selesaikan tanpa uang sepeserpun. Jadi, jangan berpikir harus mempunyai uang yang banyak baru bisa menolong orang.

Seorang teman di Bandung ada yang menderita penyakit ginjal. ROH KUDUS menyatakan kepada saya jika orang itu mau dibaptis di gereja Advent dan mengakui hari Sabat Alkitab, dia akan sembuh. Berkali-kali telah saya yakinkan hal itu, namun dia berkeras kepala untuk tetap di gereja Minggunya. Maklum, dia anak yang paling dikasihi almarhum papa-mamanya, dan papanya adalah penatua di gereja tersebut. Jiwanya sudah terlanjur mengakar di sana, sulit dicabut.

Secara spontan juga telah saya tawarkan ginjal saya secara gratis. Sayangnya mereka tak ada dana untuk biaya transplantasinya. Begitu pula di Facebook ini ada seorang ibu yang sakit ginjal dan telah saya tawarkan ginjal saya, namun karena akun saya terblokir sehingga komunikasinya terputus hingga sekarang ini.

Menjadi orang yang murah hati seperti sekarang ini, sungguh tak pernah saya membayangkannya. Sebab saya ini berjiwa pedagang dan bercita-cita untuk sukses duniawi. Karena itu kalau dulu tak mungkin saya akan bermurah hati pada orang. Malah prinsip saya adalah memakan apa yang bisa saya makan. Kalau kepala anda bisa saya makan, akan saya makan. Sebab hukum duniawi menyatakan; kalau kita tidak makan orang, kita yang akan dimakan orang. Dunia ini kejam! Jangankan orang lain, temanpun dimakan. Jangankan teman, saudara sendiripun dimakan. Jangankan saudara, orangtuapun dimakan. Demi uang kita bisa kejam.

Tapi setelah keduniawian itu saya lepaskan, saya seperti orang yang dilepaskan dari penjara. Semua hal yang tadinya saya anggap berarti menjadi tidak ada artinya sama sekali. Tubuh saya hanya saya hargai seperti kapas, ginjal hanya saya hargai seperti angin, bahkan nyawapun tak berharga sama sekali. Apa sebab? Sebab sudah tidak mengikat, sudah tidak diikat di situ lagi. Sama seperti ketika saya beristri, saya diikat oleh istri. Saya tidak bisa melirik cewek yang lain lagi, bukan?! Tapi ketika saya tak mempunyai istri, bukankah saya bebas melirik cewek sana-sini?! Begitu pula ketika kita masih diikat oleh dunia, maka segala sesuatu ada harganya. Tapi ketika kita lepaskan ikatan itu, bukankah sudah tidak berharga lagi?

Flp. 1:21Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Kalau keuntungan anda adalah uang, maka keuntungan saya adalah kematian saya. Sebab jiwa yang sudah dikuduskan ini teraniaya oleh melihat ketidakadilan, berbagai macam kejahatan dan kenajisan yang terjadi di depan mata saya. Dunia ini sudah bukan habitat saya lagi sehingga saya tak betah berlama-lama di sini. Karena itu hidup ini bagi saya adalah memberitakan Kerajaan Sorga. Kepentingan saya sekarang ini adalah memberitakan Injil, supaya setiap jiwa mendengar pekabaran saya.

Menjadi orang yang murah hati itu hampir mustahil bagi orang duniawi, tapi begitu mudah bagi orang yang sudah melepaskan keduniawiannya. Sebab orang duniawi tidak memikirkan kegunaan dirinya, tapi orang rohani memikirkan kegunaan dirinya. Saya harus berguna bagi anda, harus memberi manfaat, bukannya merusak. Setiap pikiran, perkataan dan perbuatan harus memberi nilai positif kepada dunia. Harus menjadi garam dan terang dunia.

Carang yang menempel di pokok anggur akan menghasilkan buah anggur, carang yang menempel di pohon mangga akan menghasilkan buah mangga. Murid ELOHIM YESHUA akan menyalurkan kepribadian ELOHIM YESHUA, murid dunia akan menyalurkan kepribadian dunia.


Tidak ada komentar: