Kamis, 18 Agustus 2016

AJARAN-AJARAN YESHUA - 16

Matius
16:13Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
16:15Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Siapakah ELOHIM YESHUA? Kata Muslim, nabi ISA adalah manusia biasa. Kata orang agama lainnya Yesus adalah nabinya umat Kristen. Kata Mahatma Gandhi: "Saya tidak pernah menolak Kristus. Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda." Bagaimana dengan kata anda? Yesus Kristus adalah Allah dan Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Tapi apa kata rasul Petrus? "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Mengapa berbeda antara pendapat anda dengan pendapat rasul Petrus? Kalau orang bingung bertanya: "manakah yang benar?" Dan kalau orang bodoh bertanya: "mungkinkah semuanya benar?" Mungkinkah Bapa itu Anak dan Anak itu Bapa? Rumput bergoyang menyatakan: "Nggak mungkin!" Jadi, pasti ada yang salah dan ada yang benar.

Kata ELOHIM YESHUA tentang pendapat rasul Petrus: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga."

Pendapat rasul Petrus adalah pendapat BAPA di sorga, bukan pendapat orang jalanan yang tidak tercantum di dalam Alkitab. Dan berdasarkan pendapat rasul Petrus itulah ELOHIM YESHUA mendirikan jemaatNYA:  "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya."

Karena itu kalau ada gereja yang menyatakan Yesus adalah Allah Trinitas, "Allah Trinitas" itu tidak ada di Alkitab. Di Alkitab ada "ALLAH BAPA" tapi tidak ada: "Bapa Allah." Di Alkitab ada "ANAK ALLAH" tapi tidak ada: "Allah Anak." Di Alkitab ada "ROH KUDUS ALLAH" tapi tidak ada: "Allah Roh Kudus."

Di Alkitab tidak ada: "Allah Trinitas", "Allah Bapa", "Allah Anak" dan "Allah Roh Kudus." Dan Alkitab sudah ditutup sebatas kitab Wahyu. Tidak boleh ada istilah-istilah tambahan lagi. Sebab ELOHIM YAHWEH adalah ELOHIM yang SUPERPINTER, yang sudah menuliskan segala sesuatunya secara sempurna dan lengkap.

Bukankah ELOHIM YESHUA menyatakan DiriNYA satu dengan BAPA?

Yoh. 10:30Aku dan Bapa adalah satu."

ELOHIM YESHUA juga menyatakan DiriNYA satu dengan kita;

Yoh. 17:22Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Tentang keesaan, rasul Paulus menerangkan;

1Tim. 2:5Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

ELOHIM YAHWEH itu esa, ELOHIM YESHUA juga esa. Rasul Petrus itu esa, rasul Yohanes itu esa, rasul Paulus itu esa, saya itu esa, dan tiap-tiap pribadi itu diciptakan esa. Tidak ada pribadi ganda sekalipun orang kembar.

Tentang kekepalaan, rasul Paulus menerangkan:

1Kor. 11:3Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

Sekarang tentang KEANAKALLAHAN ELOHIM YESHUA menurut para tokoh dalam Alkitab;

>> Menurut ELOHIM YAHWEH;

Mat. 3:17lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

>> Menurut malaikat Gabriel;

Luk. 1:32Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

>> Menurut para murid;

Yoh. 1:49Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"

>> Menurut iblis;

Lukas 8:28Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku."

>> Menurut orang-orang di dalam perahu;

Mat. 14:33Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

>> Ejekan orang-orang Yahudi;

Matius 27:43Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah."

>> Menurut tentara Romawi;

27:54Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."

>> Menurut nabi Daniel;

Daniel 7:13Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.

>> Menurut raja Daud;

Mzm. 2:7Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.

>> Menurut nabi Yesaya;

Yesaya 9:6(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

>> Menurut ELOHIM YESHUA sendiri;

Yoh. 10:36masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

>> Menurut Wikipedia;

Tritunggal atau Trinitas adalah doktrin Iman Kristen yang mengakui Satu Allah Yang Esa, namun hadir dalam Tiga Pribadi: Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus, di mana ketiganya adalah sama esensinya, sama kedudukannnya, sama kuasanya, dan sama kemuliaannya. Istilah Tritunggal (Inggris: trinity, Latin: trinitas) mengandung arti tiga Pribadi dalam satu kesatuan esensi Allah. Istilah "pribadi" dalam bahasa Yunani adalah hupostasis, diterjemahkan ke Latin sebagai persona (Inggris: Person).
Sejak awal abad ketiga[1] doktrin Tritunggal telah dinyatakan sebagai "Satu keberadaan (Yunani: ousia, Inggris: beeing) Allah di dalam tiga Pribadi dan satu substansi (natur), Bapa, Anak, dan Roh Kudus." Doktrin ini diresmikan melalui sebuah perundingan di Kekaisaran Romawi yang menghasilkan Doa Syahadat Nicea.
Kamus Oxford Gereja Kristen (The Oxford Dictionary of the Christian Church) menjelaskan Trinitas sebagai "dogma sentral dari teologi Kristen".[2] Doktrin ini diterima oleh mayoritas aliran-aliran Kristen, seperti: Katolik, Protestan, dan Ortodoks.

Munculnya ajaran Trinitas: "sejak awal abad ketiga." Itulah konsili Nicea I tahun 325 Tarikh Masehi. Sebelum itu tak pernah ada orang Kristen yang memiliki gagasan Allah Trinitas. Berikut kutipannya:

"Sekitar satu abad kemudian, pada tahun 325, Konsili Nicea menetapkan doktrin Trinitas sebagai ortodoksi dan mengadopsi Pengakuan Iman Nicea, yang menggambarkan Kristus sebagai "Allah dari allah, Terang dari terang, maha Allah dari maha Allah, diperanakkan, bukan dibuat, satu substansi (homoousios) dengan Bapa".

Tentang kaisar Konstantin Agung;

Pertemuan Nicea diadakan ketika Kaisar Romawi Konstantin memanggil semua uskup ke Nicea, yang saat itu jumlahnya sekitar 1800 uskup. Dari jumlah ini sekitar 1000 orang dari timur dan 800 orang dari barat. Namun, jumlah yang hadir lebih sedikit dan tidak diketahui pasti berapa. Eusebius dari Kaisaria menghitung 250, Athanasius dari Alexandria menghitung 318, dan Eustatius dari Antiokhia mencatat 270 orang. Mereka bertiga hadir pada konsili ini. Belakangan Socrates Scholasticus mencatat lebih dari 300 orang dan Evagrius, Hilarius, Hieronimus dan Rufinus mencatat 318 orang.
Konstantin asalnya bukan seorang Kristen. Ia menjadikan Kristen sebagai agama resmi, karena percaya kemenangannya adalah berkat dari Yesus Kristus. Ada dugaan, ia baru dibaptis pada waktu sedang terbaring sekarat. Mengenai dirinya, Henry Chadwick mengatakan dalam The Early Church: “Konstantin, seperti bapanya, menyembah Matahari Yang Tidak Tertaklukkan;... pertobatannya hendaknya tidak ditafsirkan sebagai pengalaman kerelaan yang datang dari batin... Ini adalah masalah militer. Pengertiannya mengenai doktrin Kristen tidak pernah jelas sekali, tetapi ia yakin bahwa kemenangan dalam pertempuran bergantung pada karunia dari Allah orang-orang Kristen.”
“Konstantin pada dasarnya tidak mengerti apa-apa tentang pertanyaan pertanyaan yang diajukan dalam teologi Yunani,” kata A Short History of Christian Doctrine. Yang ia tahu adalah bahwa perpecahan agama merupakan ancaman bagi kekaisarannya, dan ia ingin memperkuat wilayah kekuasaannya.

Apakah salah satu syarat keselamatan?

Yohanes 17:3Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Kis. 3:20agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.

Rm. 8:3Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,

Jadi, gereja dan Kristen yang benar adalah yang menyatakan ELOHIM YESHUA itu MESIAS, ANAK ELOHIM YAHWEH yang hidup.

1Kor. 4:6Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.

"JANGAN MELAMPAUI YANG ADA TERTULIS."


Tidak ada komentar: