Kamis, 04 Agustus 2016

AJARAN-AJARAN YESHUA - 6

Melalui ucapan: "berbahagialah" dan "celakalah", ELOHIM YESHUA menyatakan seperti apa orang yang diberkati ELOHIM YAHWEH dan orang seperti apa yang dikutuk oleh ELOHIM YAHWEH.

Mat. 5:3"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Lukas 6:24Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.

"Di hadapan ELOHIM YAHWEH" menyatakan bahwa ELOHIM YESHUA sedang membicarakan tentang orang Kristen. Bahwa berbahagialah orang Kristen yang miskin, tetapi celakalah orang Kristen yang kaya. Yang dimaksud dengan orang miskin adalah orang yang bisa menikmati kemiskinannya, bukan orang miskin yang memberontak ingin menjadi orang kaya. Atau orang kaya yang tidak menganggap kekayaannya sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan menganggap kekayaannya sebagai titipan TUHAN, orang demikian termasuk orang yang miskin juga.

Sedangkan yang termasuk orang kaya yang celaka adalah orang-orang miskin yang berambisi kaya dan orang-orang kaya yang tidak suka berbagi, yang menganggap hartanya sebagai haknya. Jadi, orang miskin dan orang kaya itu dinilai dari jiwa orangnya, bukan dari jumlah hartanya.

Namun demikian yang paling aman adalah orang yang miskin secara harafiah, yaitu yang hartanya memang serba pas-pasan. Sebab sangat sukar sekali bagi orang kaya untuk seolah-olah miskin;

Matius 19:24Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

ELOHIM YESHUA sendiri memposisikan DiriNYA sebagai Orang yang miskin harafiah, bukan sebagai Orang kaya yang seolah-olah miskin, seperti Ayub atau Zakheus. Ayub dan Zakheus adalah orang-orang kaya yang tidak menganggap kekayaannya sebagai milik yang harus dipertahankan. Ketika harta Ayub dihabisi oleh iblis, Ayub berkata;

Ayub
1:21katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
1:22Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Dan ketika Zakheus menjadi pengikut ELOHIM YESHUA, Zakheus berkata;

Luk. 19:8Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Di Perjanjian Lama, ELOHIM YAHWEH menaruh perhatian yang besar terhadap orang-orang yang miskin. DIA memerintahkan orang-orang kaya supaya berbagi dengan orang-orang yang miskin. Di Perjanjian Baru, ELOHIM YESHUA justru mempersamakan DiriNYA dengan orang miskin;

Matius 25:40Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Matius 10:42Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Di Indonesia, para pendiri bangsa ini menitipkan pesan khusus kepada pemerintah untuk menaruh perhatian terhadap fakir-miskin dan rakyat terlantar. Sama sekali tak ada pesan supaya pemerintah membangun sarana dan prasarana bagi kebutuhan orang-orang kaya. Tak ada pesan supaya membangun jalan-jalan toll, fly over-fly over, membangun gedung-gedung megah, menggusur orang-orang miskin dan membuang mereka ke rumah susun. Apakah ada amanah itu? Tapi tentang fakir-miskin dan rakyat terlantar termaktub dalam UUD 1945 pasal 34;



(1)     Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

(2)     Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

(3)     Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.


Pemerintah jangan merasa sudah bagus karena telah menerbitkan kartu sehat dan kartu pintar. Sebab masalah orang sakit dan menyekolahkan anak itu di luar standart hidup, bukan standart hidup dikurangi biaya sakit dan biaya sekolah. Setiap keluarga harus hidup dalam standart yang manusiawi, yang tidak cukup jika hanya dikasih bantuan tunai Rp. 100.000,- perbulan. Baru setelah itu ditambahkan kartu sehat dan kartu pintarnya. Sebab setiap orang perlu hidup dan tidak mesti sakit atau sekolah. Banyak keluarga yang tidak memerlukan kartu sehat atau tak mempunyai anak yang masih sekolah.

Penanganan fakir-miskin dan rakyat terlantar itu memerlukan dana yang sangat besar. Tapi pemerintah lebih memanjakan pegawai-pegawai negeri, TNI dan Polri. Mereka yang sudah mapan lebih dimapankan, sehingga semakin timpang. Padahal salah satu penyebab kemiskinan adalah kebijaksanaan pemerintah sendiri yang menaikkan harga BBM, menindas perpajakan, ketidakmampuan menurunkan harga daging sapi, dan lain-lainnya. Setelah orang dimiskinkan sehingga tinggalnya di perkampungan kumuh, mereka dipersalahkan oleh gubernur Ahok, sehingga merasa benar untuk digusur. Lalu dibangunlah bangunan-bangunan yang megah di lokasi penggusuran itu, maka semakin kayalah orang-orang yang sudah kaya itu, dan semakin miskinlah orang-orang yang dipindahkan ke rusun - rumah susun.

Kembali ke topik;

Antara ELOHIM dengan dunia, bisa dilihat dari orang miskin dan orang kaya. ELOHIM YAHWEH bisa dilihat dari kehidupan orang-orang miskin, sedangkan dunia bisa dilihat dari kehidupan orang-orang kaya. Sebab orang-orang miskin itu hidup dalam keadaan yang serba kekurangan atau minus. Mereka hidup secara ajaib yang ditopang penuh oleh tangan ELOHIM YAHWEH yang tak tampak. Mereka hidup di luar logika kita, seperti kehidupan bangsa Israel di padang gurun. Di padang gurun 2 juta orang Israel bisa hidup selama 40 tahun? Sungguh luar biasa sekali itu!

Bayangkan! Dengan gaji yang jelas-jelas kekurangan, mereka bisa lolos dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun. Dengan penghasilan harian yang tak jelas, mereka bisa lolos dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, dan dari tahun ke tahun. Dengan makanan yang tak terjamin gizi dan kesehatannya, mereka bisa hidup sehat. Mereka bisa melahirkan anak-anak, menyekolahkan anak-anak, dan anak-anak mereka bisa mengubah nasib. Dari fakir miskin banyak dilahirkan orang-orang kaya, pejabat dan orang-orang pintar. Padahal harusnya, menurut logikanya tidak mungkin mereka bisa keluar dari kemiskinan. Sebaliknya, tak terhitung orang-orang kaya yang logisnya tak mungkin miskin, nyatanya bisa bangkrut.

Melalui kemiskinan ELOHIM YAHWEH mencegah mereka menjadi sombong, kikir, korupsi, arogan, suap-menyuap, mengonsumsi narkoba, dan lain-lainnya. Sebaliknya, mereka dikenal sebagai orang yang rendah hati, jujur, lugu, cekatan menolong orang, melayani orang lain, sabar, dan lain-lainnya. Segi-segi yang positif ada pada orang miskin, sedangkan segi-segi yang negatif ada pada orang kaya.

ELOHIM YAHWEH sudah menempatkan orang-orang miskin di lokasi yang positif, yang minim dosa. Karena itu asal mereka tidak memberontak, tidak ingin ke luar dari lokasinya, melainkan mengucapkan syukur atas kemiskinannya, mereka ini lebih siap untuk diselamatkan. Para nabi, para rasul dan ELOHIM YESHUA sendiri berada di lokasi ini.

Dan kebenaran menyatakan manusia itu adalah miskin. Lahir tak membawa apa-apa, matipun tak membawa apa-apa. Dari sini terlihatlah bahwa kekayaan itu hanya untuk melahirkan dosa. Setelah membuat dosa, mati. Hidupnya hanya untuk membuat dosa saja. Tapi orang miskin hidupnya dihindarkan dari dosa, sehingga ketika lahir tak membawa apa-apa, ketika hidup tak mempunyai apa-apa, dan ketika mati tak membawa apa-apa. Orang miskin nihil dosa.

Nah, setelah anda tahu Jakarta seperti itu, desa seperti itu, kaya seperti itu miskin seperti itu, masihkah anda yang miskin ingin kaya, dan anda yang kaya masih ingin tambah kaya?

ELOHIM YESHUA mempunyai nasehat untuk orang-orang kaya;

Matius 19:21Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Kesempurnaan adalah jika kamu miskin!

Apa pendapat anda jika ada gereja yang mengajarkan: "anak ALLAH harus kaya?!"


Tidak ada komentar: