Sabtu, 06 Agustus 2016

MENJAWAB KOMENTAR-KOMENTAR

I. TENTANG YHWH:

Dengan alasan karena tak ada orang Yahudi yang bisa membaca "YHWH" dan dibaca: "ADONAI" yang artinya: TUAN/TUHAN, maka LAI - Lembaga Alkitab Indonesia menggantikan "YHWH" dengan "TUHAN." Padahal "YHWH" itu nama, sedangkan "TUHAN" itu gelar.

Jokowi adalah nama, sedangkan presiden adalah jabatannya. Apakah kita akan memanggilnya: "presiden" saja dengan menghilangkan namanya? Padahal yang menjadi presiden itu banyak: ada Soekarno, ada Soeharto, ada BJ. Habibie, ada Gus Dur, ada Megawati, dan ada SBY. Demikian halnya dengan "tuhan" itu banyak; ada tuhannya Islam, ada tuhannya Hindu, tuhannya Buddha, tuhannya Khong Hu Chu, dan lain-lainnya.

Itulah sebabnya dalam hukum pertama, ELOHIM YAHWEH menegaskan: "Jangan ada padamu ELOHIM yang lain."

Ulangan 6:4-5    

Dengarkanlah, hai Israel, YAHWEH, Elohim kita, YAHWEH itu esa. Kasihilah YAHWEH, Elohimmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.”


Sekalipun peraturannya: ditulis: "YHWH" dan harus dibaca: "TUHAN", tak masalah, kita ikuti saja peraturan itu. Tugas LAI sebagai lembaga penterjemah, ya menterjemahkan saja menurut teks aslinya, jangan diubah-ubah. Untuk menerangkan bagaimana harus membacanya biarlah itu merupakan tugas ROH KUDUS. Jika dipandang oleh ROH KUDUS perlu diungkapkan pembacaannya, ROH KUDUS pasti akan mengungkapkannya. Tapi kita jangan sekali-sekali melangkahi ROH KUDUS.

Yoh. 16:13Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Kol. 1:26yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.

Seluruh kebenaran yang merupakan rahasia berabad-abad akan diajarkan oleh ROH KUDUS.

Jadi, LAI telah memalsukan "YHWH" dengan "TUHAN." Dan ketika saya menuntut supaya itu dikembalikan ke aslinya, banyak orang Kristen yang gusar, menuduh saya sebagai penyesat. Itu artinya mereka menolak kebenaran, lebih menyukai yang palsu.

Yer. 5:31Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?

Kalau anda tidak menyukai yang palsu, maka anda bukan umat ELOHIM YAHWEH. Kalau tidak suka rumput bukan kambing namanya. Jadi, anda adalah umat ELOHIM YAHWEH yang sejati dengan tandanya menyukai hal-hal yang palsu. Tapi tentang keselamatan, ELOHIM YAHWEH mempunyai konsep yang tentunya sangat mengejutkan anda;

Hos. 4:6Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Hos. 11:7Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.

Yang disebut: "umatKU" akan binasa karena tidak mengenal ELOHIM YAHWEH.

Hos. 1:10Tetapi kelak, jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."

ELOHIM YAHWEH akan menyelamatkan: "yang bukan umat-NYA", yakni orang-orang yang mengenal namaNYA.

Yoh. 17:26dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."

Tidak mengerti arti atau bacaannya bukan alasan untuk mengubah-ubah Firman TUHAN!

Tapi benarkah tak ada orang Yahudi yang tahu bacaannya, jika di zaman ELOHIM YESHUA beberapa kali  ELOHIM YESHUA menyebut nama itu? Masakan ELOHIM YESHUA juga tak bisa membaca atau tak berani membaca nama itu dan ikut-ikutan mengganti dengan: "ADONAI?" Tentunya sangat-sangat tak masuk akal!

Matius 22:37  

Dan YESUS berkata kepadanya, “Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.


Markus 12:29  

Dan YESUS menjawab kepadanya, “Yang terutama dari semua perintah adalah: Dengarlah hai Israel, YAHWEHlah Elohim kita, YAHWEH itu Esa.



2. NAMA YESUS;

Semua orang Kristen sependapat bahwa arti nama YESUS adalah: "YHWH yang menyelamatkan." Itu artinya "YHWH" itu ada, bukan dongeng.

Cuma masalahnya itu YESUS atau YESHUA? Sebab "YHWH" itu nama ELOHIM bangsa Yahudi, selain bangsa Yahudi tak ada yang mengenal nama "YHWH" itu. Padahal "YESUS" itu nama Yunani-NYA, sedangkan nama aslinya adalah YESHUA, dalam bahasa Yahudi.

Di Perjanjian Lama tak ada orang yang bernama YESUS, tapi yang searti dengan YESHUA banyak, seperti: Hosea, Yesaya - "Ysya'yahu", Yosua - "Yehoshua." Dan YESHUA identik dengan YEHOSHUA atau YOSUA, sehingga jika YESHUA itu dinamakan: YOSUA/YEHOSHUA lebih benar daripada dinamakan: YESUS, yang tak ada artinya sama sekali. Jadi, ada 3 nabi yang menguatkan nama YESHUA, yaitu: Hosea, Yesaya dan Yosua.



Mengartikan YESUS sebagai "YHWH yang menyelamatkan" itu adalah manipulasi atau penyesatan. "YHWH yang menyelamatkan" itu milik YESHUA, bukan milik YESUS.




3. JIKA KAYA BISA MENYUMBANG;


Supaya bisa menolong orang harus punya uang. Betul sekali itu! Orang kaya menyumbang orang miskin, sedangkan orang miskin menerima sumbangan. Betul sekali itu! Konsep ELOHIM YAHWEH memang seperti itu dari sejak zaman dahulu kala. Orang dunia harus menyumbang anak-anak ELOHIM YAHWEH. Orang dunia kaya, anak-anak ELOHIM YAHWEH miskin.


Bangsa Israel ketika hendak meninggalkan Mesir disumbang oleh bangsa Mesir;


Kel. 3:22tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu."

Kel. 12:36Dan TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka. Demikianlah mereka merampasi orang Mesir itu.

Kornelius, perwira Romawi, suka bersedekah untuk orang-orang Yahudi;

Kisah
10:1Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
10:2Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

Ketika orang masuk Kristen, dia menjual seluruh hartanya untuk makan bersama orang-orang Kristen. Orang-orang Kristen di zaman para rasul sudah tidak bekerja lagi. Kerja mereka adalah memberitakan Injil. Sedangkan makanan mereka didapatkan dari orang-orang yang baru dibaptiskan;

Kisah
2:44Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
2:45dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
2:46Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
2:47sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Baca juga pasal 4.

Jadi, ELOHIM YESHUA sudah mengatur kehidupan orang Kristen itu seperti itu. Makanan disumbang oleh orang-orang duniawi yang bertobat menjadi Kristen. Orang kaya menyumbang orang miskin, orang dunia menyumbang orang Kristen.


4. JIKA KAYA BISA MENYUMBANG;

Benarkah jika anda kaya akan suka menyumbang? Syukurlah jika anda tidak menjadi lupa daratan dan pelit. Saya bersedia menerima sumbangan anda. Saya pingin tahu berapa sih anda hendak menyumbang saya? Apakah seimbang dengan jumlah kekayaan anda atau sekedar bersedekah saja? Kalau sekedar bersedekah saja tak usahlah!


5. ORANG MISKIN TAK BERDOSA;

Sebenarnya saya tak mengatakan orang miskin tak berdosa, tapi tercegah dari banyak dosa. Misalnya, tak mampu membeli sepedamotor. Di sini terkandung banyak jerat dosanya, seperti mencuci sepedamotornya lebih bersih dari mencuci hatinya, kalau kecelakaan di jalan marah-marah dan memaki-maki orang, kalau kena tangkap polisi menyogok, dan kalau sial bisa menabrak orang hingga mati.

Ingin ke pelacuran tak punya uang. Lumayan tercegah dari penyakit HIV dan lolos dari razia Satpol PP. Makan saja susah, masakan hendak beli narkoba? Masakan hendak beli minuman keras? Hendak buka kantoran tak ada modal. Lumayan tidak pening menggaji karyawan, tidak pening membayar pajak, tidak uring-uringan pada karyawan, dan lain-lainnya.

Tapi orang kaya betapa gampangnya pesta-pora, beli ini beli itu yang tiada manfaatnya, foya-foya, menghamburkan uang untuk kesenangan melebihi kewajibannya terhadap fakir-miskin, gampang emosi, gampang sombong, gampang keras kepala, gampang gengsi, gampang melupakan TUHAN, dan lain-lainnya.

Firman TUHAN yang tak bisa keliru mengucapkan: "Berbahagialah orang yang miskin" bukan "yang kaya." - "Celakalah orang yang kaya" bukan "yang miskin." - "Sukarnya orang kaya masuk sorga" bukan "yang miskin."

Dan syarat masuk Kristen selain dibaptis adalah:

Mat. 19:21Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Demikianlah perkataan-perkataan TUHAN, bukan perkataan saya.


Tidak ada komentar: