Selasa, 09 Agustus 2016

PERJANJIAN BARU - IBRANI ATAU YUNANI?

Dunia ini benar-benar panggung sandiwara, sebagaimana syair lagunya Achmad Albar. Bagaimana bukan sandiwara jika isinya manusia-manusia konyol, mengakunya pintar padahal sesungguhnya bodoh? Apa yang benar dikatakan salah, sedangkan apa yang salah dianggap benar?! Berapa banyak orang yang mengakunya pintar namun mempercayai teori evolusinya Darwin? Berapa banyak orang yang mempercayai teori gravitasi atau heliosentris atau bigbang? Berapa banyak orang Kristen yang mempercayai hari Minggu, Trinitas, Natal, dan lain-lainnya, yang sebenarnya tidak benar menurut Alkitab?

Roma 1:21. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
22. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

1Timotius 6:4. ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga,

Setiap orang yang tidak mempunyai rasa takut pada ELOHIM YAHWEH, takkan pernah menjadi orang berhikmat, karena permulaan hikmat adalah takut akan ELOHIM YAHWEH;

Amsal 9:10. Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Orang-orang Kristen banyak yang mempercayai bahwa kitab Perjanjian Baru yang asli itu berbahasa Yunani, bukan berbahasa Ibrani. Padahal dasar keyakinan mereka itu hanya pada temuan manuskrip yang tertua bertahun 100 - 150 Tarikh Masehi. Itu adalah bukti arkeologis tertua yang berhasil ditemukan. Bagaimana jika seandainya suatu waktu kelak diketemukan manuskrip yang lebih tua lagi? Sebab zaman ELOHIM YESHUA yang terakhir adalah tahun 31 Tarikh Masehi. Itulah ketika ELOHIM YESHUA terangkat ke sorga. Sedangkan para rasul yang mula-mula mati di tahun 70 Tarikh Masehi, kecuali Yohanes yang masih hidup hingga tahun 95 Tarikh Masehi.

Jadi, jika masa hidup para rasul itu di tahun 70-an, bagaimana mereka bisa menulis di tahun 100 - 150 Tarikh Masehi? Hantukah yang menulis Injil? Karena itu jangan sekali-sekali menyebutkan temuan itu sebagai yang asli, tapi sebagai temuan yang tertua. Artinya, masih sangat mungkin ditemukan manuskrip yang aslinya yang bertahun 31 - 70-an, di zaman mereka masih hidup, masih bisa menulis.

>> Manuskrip artinya adalah tulisan tangan.

Jadi, manuskrip yang berhasil diketemukan itu jelas bukan tulisan para rasul yang sudah mati di tahun 70-an, melainkan sudah salinan yang kesekian kalinya.

Sebagai contoh: semua orang Kristen mengakui kalau para penulis kitab tidak pernah mencantumkan namanya, sedangkan nama-nama yang sudah terlanjur diberikan, seperti: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes itu hanyalah merupakan dugaan, bukan kepastian. "Bapa-bapa gereja" yang hidup di tahun 130-an yang menduga, yang dugaannya sesungguhnya sangat meragukan sekali. Sebab bagaimana mungkin Matius menuliskan dirinya sendiri ke dalam kitabnya sebagai seolah-olah orang lain?

Mat. 9:9Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.

Mat. 9:10Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Mat. 10:3Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,

Begitu pula dengan Yohanes yang menuliskan dirinya sendiri sebagai orang lain;

Yoh. 1:40Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

Jadi, meragukan sekali jika Injil Matius ditulis oleh Matius, Injil Markus ditulis oleh Markus yang bukan merupakan murid ELOHIM YESHUA secara langsung, melainkan muridnya rasul Paulus. Begitu pula dengan Injil Lukas yang merupakan muridnya rasul Paulus. Ini kacau sekali. Harusnya ke-4 Injil itu ditulis oleh murid-murid ELOHIM YESHUA yang asli, seperti: Simon, Andreas, Yakobus, Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alpaeus, Yudas anak Yakobus, Simon Kanaan dan Yudas Iskariot.

Tapi saya tak masalahkan itu, sebab bukan hal yang penting. Yang penting adalah isinya.

Para rasul yang kebanyakan orang-orang sederhana, nelayan, rasanya tak mungkin bisa berbahasa Yunani. Sebab itu adalah bahasanya kaum elite seperti bahasa Inggris di Indonesia. Sedangkan orang Jawa yang di pedesaan saja tak ada yang bisa berbahasa Indonesia. Bahasa sehari-hari mereka di desa ya bahasa Jawa, sekalipun mereka berbicara dengan pejabat. Kecuali berbicara dengan pejabat dari pusat barulah mereka memakai bahasa Indonesia. Itupun terbata-bata, tidak fasih, sebab bukan kebiasaan.

Para arkeolog umumnya menggunakan bahan kimia Carbon -14 Dating untuk menguji usia temuannya. Padahal Carbon 14 Dating itu tidak akurat, seringkali salah. Karena itu temuan manuskrip yang diperkirakan bertahun 100 - 150 itu belum tentu benar, bisa jadi lebih muda atau lebih tua.

Yoh. 5:2Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya

Nama kolam Betesda itu bahasa Ibrani, bukan Yunani. Kolam saja memakai nama Ibrani, mengapa orang Yahudi memakai nama Yunani? Aneh! Kita harus curiga ini.

Yoh. 19:13Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata.

Kursi pengadilan saja bernama Ibrani: Gabata.

Yoh. 19:17Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.

Bukit Tengkorak saja berbahasa Ibrani: Golgota. Masak Kefas bernama Petrus, dan YESHUA bernama Yesus?

Yoh. 19:20Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.

Ayat itu memposisikan bahasa Ibrani sebagai yang pertama, lalu Latin dan yang ke-3 Yunani.

Yoh. 20:16Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.

Maria berbahasa Ibrani dengan ELOHIM YESHUA.

Kis. 21:40Sesudah Paulus diperbolehkan oleh kepala pasukan, pergilah ia berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada rakyat itu; ketika suasana sudah tenang, mulailah ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani, katanya:

Rasul Paulus berbicara di hadapan orang Yahudi dengan bahasa Ibrani.

Kis. 22:2Ketika orang banyak itu mendengar ia berbicara dalam bahasa Ibrani, makin tenanglah mereka. Ia berkata:

Orang Yahudi merasa tenang mendengar rasul Paulus berbahasa Ibrani. Itu artinya mereka sangat memuja bahasa mereka sendiri. Mereka bangga dengan bahasanya sendiri. Mana ada bangsa Yahudi yang bangga dengan bangsa lain yang dianggapnya kafir;

Kis. 10:28Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.

Kis. 26:14Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.

ELOHIM YESHUA dari sorga berbicara dalam bahasa Ibrani kepada rasul Paulus. Nama asli Paulus dalam bahasa Ibrani adalah Saulus, seperti raja Israel pertama: Saul.

Why. 9:11Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

Yang dipertamakan bahasa Ibrani, baru Yunani.

Why. 16:16Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.

Harmagedon itu bahasa Ibrani.

Kis. 21:28sambil berteriak: "Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! Dan sekarang ia membawa orang-orang Yunani pula ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat suci ini!"

Bagi orang Yahudi, orang Yunani itu najis. Bagaimana bahasanya tidak najis juga?

Perjanjian Baru bukan ditulis dalam bahasa Yunani

http://www.alfa-omega.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=50&Itemid=60

PERJANJIAN BARU DITULIS BUKAN MUTLAK BAHASA YUNANI
Jika kita berjumpa dengan orang2 Theologia mereka selalu berkata bahwa Perjanjian baru itu ditulis dalam bahasa Yunani secara mutlak, benarkah demikian? kasus ini sebenarnya seperti kasus teorinya Charles Darwin yang berkata kalau manusia itu berasal dari kera jika kondisinya seperti sekarang ini itu karena terjadi evolusi katanya. Sangat disayangan....teori yang tidak masuk akal ini bisa diterima oleh orang2 yang katanya pandai..... secara logika saja sangat mudah untuk diterangkan, kalau manusia berasal dari kera, maka secara logika sekarang tidak akan ada kera karena semua kera sudah mengalami evolusi sehingga menjadi menusia semua. mari kita lihat alasan2 mengapa tulisan dalam perjanjian baru itu sebenarnya bukan ditulis dalam bahasa Yunani, namun demikian saya perlu meluruskan dulu istilah Perjanjian baru dan Perjanjian lama yang sebenarnya istilah ini tidak ada.
Kalau orang2 Kristen berkata Perjanjian lama, itu sebenarnya seharusnya kita menyebutnya dengan Tanakh, karena Tanakh itu singkatan dari Torah, Nevi'im dan Ketuvim, Torah itu 5 kitab Moshe (Musa), Nevi'im itu kitab nabi2, dan Ketuvim itu kitab syair, peribahasa dll. sedangkan ruang lingkup Torah itu ada yang namanya:
TALMUD� =� Koleksi hukum dan tradisi
MISNAH�� = Interpestasi lisan - penerapan
GEMARA = Komentar + suplimen
HALAKAH �Torah lisan = TALMUD
Sedangkan yang orang2 katakan Perjanjian Baru itu seharusnya kita menyebutnya dengan Brit Hadasah yang terdiri dari 2 kelompok yang disebut dengan Besorah atau Injil (Kabar baik) dan Schlihim (Kitab utusan), Adanya dua istilah ini membuat Torah ditolak padahal pendeta berbicara dan khotbah juga dari kitab Tanakh, ini khan tidak fair namanya. Dengan adanya PL dan PB seolah antara Tanakh dan Brit Hadasa terputus sama sekali. Sekarang kita akan kembali membahas alasan2 mengapa Brit Hadasa naskah aslinya bukan ditulis dengan bahasa Yunani adalah:
1. Kefa/ Petrus dan semua penulis Brit Hadasha itu semuanya orang2 Ibrani dan orang Ibrani itu bangga dengan ke Yahudian nya. bahasanya, budayanya, kepercayaannya. Sedang Yunani/ Romawi itu bagi orang Yahudi adalah penjajah.
Bandingkan:
a. Zakhay/ Zakeus yang oleh orang2 Yahudi di anggap sebagai antek2 penjajah
b. Orang Samaria yang dibenci oleh orang2 Yahudi
Siapakah Zakhay dan orang2 Samaria itu? mereka adalah orang Ibrani2 juga, Zakhay dianggap antek2nya penjajah, sedang orang2 Samaria itu orang2 yang Yahudi yang sudah terjadi kawin campur, itupun orang Yahudi sangat tidak suka, mana mungkin Kefa menulis suratnya memakai bahasa Yunani. MUSTAHIL.
2. Kefa/ Petrus bukanlah orang yang berpendidikan tinggi yang mahir bahasa Yunani. Jadi MUSTAHIL Brit Hadasa ditulis dlm bahasa Yunani.
3. Jika benar Brit Hadasa ditulis total dg bahasa Yunani, logikanya Yeshua akan teriak2 dikayu salib dg bahasa Yunani. THEOS MOU...THEOS MOU.... faktanya adalah Eloi..Eloi lama sabakhtani (Bahasa Ibrani)
4. Rabi Shaul itu berbicara dg bahasa Ibrani (Maaseh Schlihim/ Kisah Rasul 21:37- 40 bandingkan Pasal 22:1-3 (Walau memang Rabi Shaul itu juga pandai berbahasa Yunani) bukan berarti menulis naskahnya dalam bahasa Yunani.
5. Yeshua sendiri ketika menjumpai Rabi Saul (Rasul Paulus), sehingga membuat ia bertobat dari menganiaya orang2 Kristen di Damsyik, Yeshua berbicara dlm bahasa Ibrani (Maaseh Schlihim/ Kisah rasul 26:14)
6. Yeshua sendiri ketika membangkitkan perempuan yang ditutupi talit (Jubah doa) juga memakai bahasa Ibrani Markus 5:41, 7:34; Maaseh Schlihim/ Kisah Rasul 1:19Jadi jelaslah bahwa Brit Hadasa bukan ditulis dengan bahasa Yunani tetapi Ibrani.
Catatan tambahan sebagai rujukan:
Dr. Moshe Bar-Asher, yang dikenal sebagai peneliti bahasa Aram terbaik di Universitas Ibrani setelah Professor Yehezkiel Kutscher mengatakan dirinya percaya bahwa Kitab Injil yang diterjemahkan kedalam bahasa Yunani berasal dari kitab bahsa Ibrani dan bukan bahasa Aram.
Direktur Sekolah Penerjemah Universitas Bar-Ilan di TelAviv, Dr. Pinhas Lapide, menulis sebuah artikel berjudul "Kitab Injil bahasa Ibrani yang hilang" (Lapide, 1974). Dalam tulisannya itu, ia membicarakan tentang kitab asli yang ditulis dalam bahasa Ibrani. Dr. Lapide yang mengerti lebih dari 12 bahasa, mengatakan: "Tidak sedikit bukti-bukti yang ditemukan di Muraba'at, Nahal Heber dan Masada menceritakan tentang kehidupan dan kegiatan beragama orang Kristen pada abad pertama dan selanjutnya, dan semuanya itu ditulis dalam bahasa Ibrani" (Lapide 1974:169)
Selanjutnya Dr. Lapide menyimpulkan:
"Abad lalu telah menjadi saksi atas penemuan tak terduga kitab-kitab-kitab berbahasa Ibrani di cairo Geniza dan Goa-goa Qumran dan Murabba. Tetapi, bisa saja dokumen-dokumen berharga yang telah ditemukan tersebut belum seluruhnya merupakan kitab Injil "Orang yahudi" (Lapide 1974:170)
William Sanford LaSor, seorang professor honorer di sekolah Tinggi Theologia Fuller di Pasadena, California, dalam kuliahnya di Yerusalem tanggal 24 April 1982 mengatakan: "Dengan ditemukannya Gulungan Kitab berbahasa Ibrani disekitar Laut Mati, jelas menunjukkan abhwa Yeshua berbicara dalam bahasa Ibrani dan bukan bahasa Aram, yang tentunya Injil juga ditulis dalam bahasa Ibrani.


Tidak ada komentar: