Sabtu, 06 Agustus 2016

SEBUAH DOSA YANG MENGERIKAN SEKALI

Alkitab LAI menuliskan: "NAMAKU" sebanyak 124 kali,  "NAMAMU" sebanyak 111 kali, sedangkan "NAMANYA" sebanyak 90 kali, total = 325 kali, menyatakan bahwa TUHAN itu mempunyai nama. Tapi siapakah nama TUHAN? Alkitab LAI sama sekali tak memuat nama TUHAN. Padahal semua orang yang dituliskan di Alkitab bernama. Padahal semua pengurus LAI bernama, bahkan anak-cucu merekapun mempunyai nama. Padahal kalau mereka memelihara anjing atau kucing pasti diberi nama. Padahal mainan boneka anak-cucu mereka diberi nama, hingga film kartunpun diberi nama: Pokemon, dan terkenal di seluruh dunia. Padahal tokoh hari Natal yang tidak tertulis dalam Alkitab, bernama: Sinterklas, terkenal di seluruh jagat. Hanya tikus dan kecoa saja yang tak diberi nama. Masakan TUHAN itu seperti tikus dan kecoa?

Tetragrammaton

https://id.wikipedia.org/wiki/Tetragrammaton

Tetragrammaton (Bahasa Yunani: τετραγράμματον kata dengan empat huruf) nama dalam bahasa Ibrani untuk Tuhan Allah, yang dieja (dalam huruf Ibrani); י (yod) ה (heh) ו (vav) ה (heh) atau יהוה (YHWH), tetragramaton adalah nama pribadi dari Tuhan Allah orang Israel.
Dari semua nama Tuhan Allah di Perjanjian Lama, Tetragrammaton muncul paling sering, sebanyak 6.500 kali menurut Jewish Encyclopedia, namun menurut Biblica Hebraica dan Biblica Hebraica Stuttgartensia, teks asli dari Tulisan Ibrani yang ditulis dalam bahasa Ibrani dan bahasa Aram, berisi tulisan Tetragrammaton sebanyak 6.828 kali. Banyaknya penulisan Tetragramaton di dalam tulisan tulisan tersebut mengindikasikan rujukan yang lebih pribadi terhadap jatidiri Sang Penguasa. (Berlawanan dengan gelar yang tidak pribadi seperti "Tuhan" saja atau "Bapa"). Banyak pengkaji Alkitab melihat ini sebagai bukti bahwa penulis Alkitab (dan orang orang Ibrani dan Israel kuno) melihat nama yang direpresentasikan dengan Tetragrammaton sangat penting dan sering digunakan dalam perkataan dan doa-doa sehari-hari. Dan untuk yang percaya bahwa Alkitab diinspirasikan oleh Tuhan, hal ini menunjukkan bagaimana perasaan-Nya terhadap nama pribadi-Nya
Dalam agama Yahudi, Tetragrammaton tidak diucapkan pada pembacaan tulisan suci dan doa, dan diganti dengan Adonai ("Tuanku"). Bentuk tertulis lain seperti ד׳ atau ה׳ dibaca Hashem (Sang Nama).


Tetragrammaton dalam hiasan kaca di gereja Episkopal tahun 1868 di in Iowa


Menurut kamus Brown-Driver-Briggs Lexicon, ada dua versi penulisan YHWH; yang pertama: יְהֹוָה (Qr אֲדֹנָי) muncul 6,518 kali, dan kedua: יֱהֹוִה (Qr אֱלֹהִים) muncul 305 kali dalam Teks Masoret.
Di Alkitab Ibrani muncul 6,823 times menurut Jewish Encyclopedia, dan 6,828 kali masing-masing di dalam Biblia Hebraica maupun Biblia Hebraica Stuttgartensia, yaitu teks kuno Alkitab Ibrani. Jumlah ini cukup menakjubkan jika dibandingkan dengan gelar Allah yang lain: Allah (2,605), Mahakuasa (48), Tuan (40), Pencipta (25), Khalik (7), Bapa (7), (Allah yang) Dari dulu kala (3) and Pembina Agung (2)

Hilangnya Tetragrammaton dalam Septuaginta

Studi Septuaginta menunjukkan bahwa Nama Kudus ini ada dalam teks Ibrani yang mereka pakai sebagai dasar penterjemahan. Dr. Sidney Jellicoe menyimpulkan bahwa "Paul E. Kahle dengan tepat berpendapat bahwa teks LXX [= Septuaginta] ditulis oleh orang Yahudi untuk orang Yahudi, mempertahakan Nama Kudus dari bahasa Ibrani kuno (palaeo-Hebrew atau Aramaik) atau dalam salinan langsung huruf Yunani ΠΙΠΙ. Penggantian dengan Κύριος (Kyrios atau "Tuan") merupakan inovasi orang Kristen."[6] Jellicoe menyusun bukti dari sejumlah pakar lain (B. J. Roberts, Baudissin, Kahle and C.H. Roberts) dan berbagai bagian Septuaginta untuk menarik kesimpulan bahwa: a) tidak adanya pemakaian "Adonai" dalam teks menunjukkan istilah "Kyrios" baru dipakai kemudian, b) dalam Septuaginta "Kyrios", atau bahasa Inggris "Lord" (sama-sama berarti "Tuan"), digunakan untuk mengganti Nama YHWH, dan c) Tulisan Tetragrammaton muncul dalam naskah asli, tetapi penyalin Kristen tidak menyalinnya. Hal ini menyebabkan Tetragrammaton lambat laun hilang dari terjemahan-terjemahan Alkitab.
Pakar dan penterjemah Alkitab pada abad-abad permulaan seperti Eusebius dan Hieronimus (=Jerome; penterjemah Alkitab Latin Vulgata) menggunakan Hexapla. Keduanya menyatakan pentingnya Nama Kudus dan bahwa naskah-naskah yang paling terpercaya mengandung Tetragrammaton dalam huruf-huruf Ibrani.
Terjemahan ke dalam bahasa Eropa dari Septuaginta cenderung mengikuti kebiasaan Yunani dan menggunakan terjemahan kata "Tuan", misalnya: Latin "Dominus", Jerman "der Herr", Polandia "Pan", Inggris "the Lord", Perancis "le Seigneur", dan seterusnya.
Empat huruf ini biasanya ditransliterasi dari bahasa Ibrani sebagai IHVH dalam bahasa Latin, JHWH in bahasa Jerman, bahasa Perancis dan bahasa Belanda, serta JHVH/YHWH dalam bahasa Inggris. Sering juga ditulis sebagai "Yahweh" atau "Jehovah", berdasarkan bentuk Latin,[7] meksipun teks Ibrani tidak mencantumkan huruf-huruf hidup.
Dalam terjemahan Inggris, kata "LORD", untuk YHWH, ditulis dengan small cap yaitu huruf kecilnya dicetak sebagai huruf besar dengan ukuran lebih kecil, mengikuti tradisi Yahudi yang mengucapkan pembacaan tulisan YHWH dengan kata "Adonai" ("Tuan") yang tidak berani menyebut langsung tulisan YHWH dan sebagai pelaksanaan Sepuluh Perintah Allah untuk tidak menyebut nama "Allah" dengan sia-sia. Kata "haŠem", (atau Ha-Shem, artinya "Nama itu") juga sering dipakai dalam tradisi Yahudi. Di tradisi Samaria diganti dengan istilah "Šemå" (atau "Shema").


Prasasti Mesha Stele dari Moab (840 SM) mengandung Nama Allah Ibrani – YHWH. Dianggap kutipan tertua di luar naskah Ibrani



BERTOBATLAH! Mari kita masuk pada kebenaran sebagaimana yang dinyatakan. Mari kita ganti ALLAH dengan YAHWEH, YESUS dengan YESHUA, supaya tidak salah alamat.

Tidak ada komentar: