Kamis, 08 September 2016

AJARAN-AJARAN YESHUA - 24

Mat. 23:15Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.

Adanya perintah memberitakan Injil ke seluruh dunia, membuka peluang bagi orang-orang yang bermental dagang untuk membuat proposal pencarian dana ke orang-orang kaya dengan alasan religius: menjalankan perintah TUHAN. Disusunlah rancangan anggarannya; biaya transportasi, akomodasi, gaji penginjil, dan lain-lainnya. Dibuatlah angka yang besar kemudian disunat untuk dirinya sedangkan yang diberikan ke penginjil hanya ampasnya. Katanya kepada para penginjil: "Kita bekerja untuk TUHAN. Karena itu jangan mengeluhkan gaji kecil. Kita harus siap menderita seperti Kristus." Nah, ketika para penginjilnya berangkat ke kota-kota dengan makan ikan asin, para perekrutnya membangun rumah, membeli mobil baru dan makan ayam goreng.

Menjadi pertanyaan adalah; jika "kita" harus menderita seperti Kristus, mengapa saya yang menderita, kamu yang pesta? Jika "kita" harus rela bergaji kecil, kenapa gajimu besar sedangkan gaji saya kecil? Apakah karena kedudukan kita berbeda? Jika demikian mengapakah kamu sebut: "kita?" Siapakah "kita?" Jika "kita" harus memberitakan Injil, mengapakah kamu duduk ongkang-ongkang di kantor, sementara saya menginjil? Padahal di zaman ELOHIM YESHUA semuanya bekerja memberitakan Injil. Baik guru maupun murid bergerak bersama-sama, tak ada yang menjadi direktur dan duduk-duduk di kantor ber-AC. Apakah zaman telah mengubah tatalaksana itu, ataukah hanya akal-akalan kamu saja?

Tahun 1534 gereja Katolik Portugis mengutus Gonzalo Veloso memberitakan Injil ke Maluku Utara dan berhasil meng-katolikkan Kolano, kepala kampung di Mamuya beserta dengan orang-orang sekampungnya. Maka merekapun dibaptiskan percik sebagaimana baptisan model Katolik, diajari ke gereja hari Minggu, diajari membeli patung-patung, tanda salib, tasbih, pohon natal, lampu natal kelap-kelip, berdoa "salam novena 3 bunda Maria", menghiasi rumahnya dengan gambar-gambar seorang preman berambut panjang awut-awutan yang bernama: Yesus Kristus, diajari menyebut Allah Tritunggal dan berdoanya lipat tangan tutup mata.

Semua ajarannya tak ada yang mirip dengan yang tertulis dalam Alkitab. Semuanya bertolakbelakang, namun agamanya disebut Kristen. Saya menjadi teringat ketika dulu memalsukan isinya ballpoint merk: "PILOT." Saya membikin sendiri tapi kemasannya saya beri merk "PILOT" yang persis dengan aslinya. Bikinan Surabaya tapi saya tulis: Made in Japan. Kalau yang bikinan Jepang bisa dipakai nulis lancar sampai tinta terakhir, yang bikinan Surabaya suka macet dan membuat jengkel pemakainya. Nah, apakah refill ballpoint bikinan saya itu asli oleh sebab saya membuatnya mirip yang asli? - Yang punya otak biarlah mikir baik-baik, yang kerbau biarlah memaki-maki dan mencemooh.

Apakah dengan "iman" yang palsu bisa menjadi asli? Bisa! Tapi itu mukjizat, seperti nabi Musa membuat tongkat menjadi ular. Dan mukjizat bukanlah tiket untuk masuk ke sorga. Sebab mukjizat itu untuk membangkitkan iman, sedangkan iman itulah yang menyelamatkan. Jadi, "mengimani" Yesus Kristus, mesias palsu sebagai YESHUA ha MASHIA, MESIAS yang sejati adalah "iman" yang ngawur. Itu bukan termasuk iman. Sebab iman itu untuk mempercayai keberadaan ELOHIM yang tidak kelihatan berdasarkan bukti-bukti. Bukti-bukti membuktikan bahwa ELOHIM YAHWEH itu ada sekalipun tidak kelihatan. Itulah iman!

Ibr. 11:1Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Bukan iman anda sebut iman, bukan YESHUA anda sebut YESHUA, tak ada di Alkitab anda khayalkan Alkitabiah. Apakah bukan ngawur membabibuta seperti orang mabuk?

Tahun 1546 - 1547, datanglah imam Katolik lainnya, yaitu: santo Fransiskus Xaverius, ke Ambon, Saparua dan Ternate. Sejarah mencatat ada ribuan orang dibaptiskan percik dan diagamakan Katolik. Pertanyaan saya: apakah ribuan orang itu Kristen? Halo Kristen Protestan, apakah ribuan orang itu Kristen? Halo Kristen Pantekosta, apakah ribuan orang itu Kristen? Halo HKBP, apakah ribuan orang itu Kristen? Halo GKI, apakah ribuan orang itu Kristen? Halo GPdI, apakah ribuan orang itu Kristen? Apakah nama-nama mereka terdaftar di buku kehidupan? Apakah ELOHIM YESHUA mengenal mereka?

Apakah mereka itu Kristen, baiklah kita uji melalui sejarah berikutnya:

Tahun 1619 - 1799 pedagang Belanda yang tergabung dalam VOC datang dan menguasai Indonesia. Mereka ini dari golongan Protestan, sahabat karibnya HKBP dan GKI. Apa yang mereka lakukan terhadap orang-orang Katolik itu? Imam-imam Katolik itu mereka usir dan mereka gantikan dengan pendeta-pendeta Protestan dari Belanda. Orang-orang Katolik terpinggirkan ke Flores dan Timor. Kristen Protestan mulai menjelajah seantero nusantara.

Itu artinya Katolik bukanlah Kristen! Jika dulu Katolik ditendang oleh Protestan, tapi kenapa sekarang Katolik dengan Kristen bisa hidup rukun damai sebagai sama-sama agamanya, sehingga menjadi sejajar? Mana yang benar? Sejajar atau tidak sejajar? Harus diusir atau harus damai? Konsep VOC atau konsep anda? Nggak jelas! Nggak ada kejelasan maupun penjelasannya, sehingga kalangan umatpun berpikirnya: "Akh, semuanya sama saja, macam soto dengan bakso."

Kalau kita kembali ke sejarah VOC, maka Katolik bukanlah Kristen Protestan. Tapi di mana letak perbedaannya jika baptisnya sama, hari Minggunya sama, Natalnya sama, dan lain-lainnya sama semuanya? Apakah nama doank letak perbedaannya? Sana Katolik, sini Kristen? Coba, siapa yang bisa menjelaskannya supaya saya tidak bertanya pada rumput yang bergoyang? Pusing, ya?!

Pada tahun 1840, seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman, Franz Wilhelm Junghuhn melakukan perjalanan ke daerah Batak dan kemudian menerbitkan karangan tentang suku Batak. Dalam buku tersebut Junghuhn menasihatkan pemerintah kolonial untuk membuka zending Kristen guna membendung pengaruh Islam di bagian utara Pulau Sumatera.[7] Karangan tersebut sampai ke tangan tokoh-tokoh Lembaga Alkitab Nederlandsche Bijbelgenootschap di Belanda, hingga mereka mengirim seorang ahli bahasa bernama H. Neubronner van der Tuuk untuk meneliti bahasa Batak dan untuk menerjemahkan Alkitab. Van der Tuuk adalah orang Barat pertama yang melakukan penelitian ilmiah tentang bahasa Batak, Lampung, Kawi, Bali.[4] Ia juga orang Eropa pertama yang menatap Danau Toba dan bertemu dengan Si Singamangaraja. Ia merasa senang berkomunikasi dan menyambut orang Batak di rumahnya.[4] Van der Tuuk memberi saran supaya lembaga zending mengutus para penginjil ke Tapanuli, langsung ke daerah pedalamannya.[4] Tahun 1857, pekabar Injil G. Van Asselt, utusan dari jemaat kecil di Ermelo, Belanda, melakukan pelayanan di Tapanuli Selatan.[4] Ia menembus beberapa pemuda dan memberi mereka pengajaran Kristiani. Pada 31 Maret 1861, dua orang Batak pertama dibaptis, yaitu: Jakobus Tampubolon dan Simon Siregar.[4] Pada tahun yang sama—tepatnya pada 7 Oktober 1861—diadakan rapat empat pendeta di Sipirok, yang diikuti oleh dua pendeta Jerman, yaitu: Pdt. Heine dan Pdt. Klemmer serta oleh dua pendeta Belanda, yaitu: Pdt. Betz dan Pdt. Asselt. Mereka melakukan rapat untuk menyerahkan misi penginjilan kepada Rheinische Missionsgesellschaft.[4] Hari tersebut dianggap menjadi hari berdirinya Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).[4] Kemudian Ludwig Ingwer Nommensen (1834—1918) tiba di Padang pada tahun 1862.[4] Ia menetap di Barus beberapa saat untuk mempelajari bahasa dan adat Batak dan Melayu.[4] Ia tiba melalui badan Misi Rheinische Missionsgesellschaft.[4] Kemudian, pada tahun 1864, ia masuk ke dearah Silindung, mula-mula di Huta Dame, kemudian di Pearaja (kini menjadi kantor pusat HKBP).[4]
Dalam menyampaikan Injil, Nommensen dibantu oleh Raja Pontas Lumban Tobing (Raja Batak Pertama yang dibaptis) untuk mengantarnya dari Barus ke Silindung dengan catatan tertulis bahwa ia tidak bertanggung jawab atas keselamatannya.[4] Pada awalnya Nommensen tidak diterima baik oleh penduduk, karena mereka takut kena bala karena menerima orang lain yang tidak memelihara adat.[4] Pada satu saat, diadakan pesta nenek moyang Siatas Barita, biasanya disembelih korban.[4] Saat itu, sesudah kerasukan roh, Sibaso (pengantara orang-orang halus) menyuruh orang banyak untuk membunuh Nommensen sebagai korban, yang pada saat itu hadir di situ. Dalam keadaan seperti ini, Nommensen hadir ke permukaan dan berkata kepada orang banyak:
Menghadapi keadaan yang menekan, Nommensen tetap ramah dan lemah lembut, hingga lama-kelamaan membuat orang merasa enggan dan malu berbuat tidak baik padanya.[4] Pada satu malam ketika para raja berada di rumahnya hingga larut malam dan tertidur lelap, Nommensen mengambil selimut dan menutupi badan mereka, hingga pagi hari mereka terbangun dan merasa malu, melihat perbuatan baik Nommensen. Sikap penolakan raja Batak ini disebabkan kekhwatiran bahwa Nommensen adalah perintisan dari pihak Belanda.[4]

7 Oktober 1861 adalah hari kelahiran gereja HKBP. Kini gereja ini merupakan sebuah gereja yang terbesar dengan penganut yang terbanyak di tanah air dengan jumlah anggotanya 4,5 juta jiwa. Apakah semuanya Kristen? Iya, sebagaimana tertulis di KTP-nya. Tapi apakah semuanya menurut Alkitab? Bagaimana nasib mereka kelak?

Kita bisa tahu nasib mereka atau hanya TUHAN saja yang tahu? Kita bisa menghakimi atau tidak boleh menghakimi? Mari kita uji!

Sebenarnya untuk apakah Injil diberitakan ke seluruh dunia itu? Supaya orang beragama Kristen atau supaya orang mengikuti JALAN TUHAN atau aturan-aturan TUHAN?

Matius
28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

"Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah KUperintahkan kepadamu." Kita disuruh mengajari mereka melakukan perintah-perintah ELOHIM. Yang diperintahkan itulah yang harus kita ajarkan. Yang tidak diperintahkan? Disuruh ibu membeli beras kita belikan gula, apakah ibu tidak marah-marah? Apakah TUHAN tidak marah jika kita mengajarkan yang tidak diperintahkanNYA?

Yoh. 14:15"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Bukankah ada ayat yang mengatakan yang penting dibaptis saja?

1Ptr. 3:21Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Benar! Kita diselamatkan oleh baptisan. Percaya, dibaptis, diselamatkan. Sama seperti syarat penerimaan karyawan, yaitu hanya dengan ijasah saja maka kita sudah bisa diterima kerja. Anda menyerahkan ijasah, maka pada saat itu juga anda adalah karyawan. Tapi apakah setelah diterima sebagai karyawan kita akan tidur-tidur di rumah, tidak masuk kerja? Apakah setelah dibaptis tidak perlu ke gereja setiap minggu? Jika cukup dibaptis saja, mengapa anda membangun gedung gereja megah-megah, bukannya membangun kolam baptisan saja?

Ibr. 10:25Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Setelah dibaptis harus rajin ke pertemuan-pertemuan ibadah, bukannya menghilang! Jadi, cukup nggak dibaptis saja? Jawablah!

Setelah diterima menjadi karyawan, apakah boleh bekerja seenaknya sendiri, atau harus menuruti sebagaimana tugasnya? Jika cukup dibaptis saja, mengapa para pendeta setiap minggu menyajikan cerita khotbah? Apakah khotbah itu cuma dongeng saja atau merupakan ajaran yang harus dilakukan umat? Jawablah!

Yoh. 15:12Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Jika perintah ini tidak dilakukan, selamat nggak?! Jika karyawan bekerja seenaknya sendiri, dipecat nggak?!

Setelah menerima gajian, karyawan itu harus membayar pajak penghasilan atau nggak?! Setelah dibaptis perlu memberi persembahan dan persepuluhan atau enggak?! Jika yang penting baptis saja, mengapa gereja membuat kantong kolekte banyak-banyak? Pak pendetanya makan apa kalau tak ada yang memberi persembahan?

2Kor. 9:7Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Kalau para penginjil tidak menerima persembahan-persembahan jemaat, bagaimana para penginjil membiayai operasionalnya? Jadi, cukup nggak dibaptis saja? Jawab, donk!

Sekarang, boleh atau tidak kita menghakimi? Kalau ada karyawan yang tak pernah masuk kerja, lalu kita berkata: "Karyawan itu pasti akan dipecat", apakah salah perkataan kita itu? Jika ada orang Kristen yang hidupnya tidak selaras dengan Alkitab, lalu kita berkata: "Kamu pasti takkan selamat dengan cara hidupmu yang seperti itu", apakah salah perkataan kita itu? Dari mana kita tahu karyawan yang suka bolos pasti akan dipecat? Dari peraturan perusahaan! Dari mana kita tahu orang yang murtad dari Alkitab pasti takkan selamat? Dari Alkitab!

Jadi, jika yang membuat ketentuan itu Alkitab, bukan kita, maka yang menghakimi adalah Alkitab. Tapi kalau kita membuat sangkaan sendiri, maka itulah yang namanya menghakimi sendiri yang tidak dibenarkan oleh TUHAN;

Rm. 14:13Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!

Contohnya, orang-orang Yahudi menuntut bangsa-bangsa lain yang masuk Kristen supaya disunat seperti mereka, kalau tidak takkan selamat. Itu namanya menghakimi sendiri, sebab Alkitab tidak mengajarkan begitu. Jadi, kacamata sendiri yang digunakan untuk mengukur orang lain, itu tidak diperbolehkan. Tapi kalau kita menghakimi menurut Alkitab, itu namanya memberikan peringatan atau mengingatkan. "Kamu kalau berhari Minggu takkan selamat", itu Alkitab yang menghakimi, bukan karangan saya sendiri.

Memberitakan Injil mengarungi lautan untuk membuat orang masuk gereja HKBP atau GKI atau GPdI atau Bethel, tidakkah anda menjadikan mereka orang neraka? Kata ELOHIM YESHUA mereka ini akan lebih jahat 2 kali lipat, sebagaimana peribahasa: guru kencing berdiri, murid kencing berlari?

Jika yang dijadikan dasar kesalahan, maka buahnya adalah kesalahan. Jika yang ditanam mangga, maka buah lebatnya adalah mangga. Sejarah Kekristenan memberikan bukti, dari sedikit demi sedikit, dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi, gereja semakin hari semakin jauh dari kebenaran. Berita terakhir yang kita terima adalah beberapa gereja telah bisa memberkati perkawinan sesama jenis. Ini suatu kemajuan yang sangat berarti bagi iblis untuk membuka jendelanya. Gereja bukannya semakin memperbaiki diri, malah menjadi semakin rusak!
Hasil gambar untuk gambar guru kencing berdiri murid kencing berlari

Tidak ada komentar: