Selasa, 13 September 2016

AJARAN-AJARAN YESHUA - 28

Luk. 6:26Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."

Semua makhluk memang mengharapkan dipuji. Anjingpun kalau kita elus-elus kepalanya akan kesenangan, tapi kalau kita sakiti pasti akan menggigit. ELOHIM YAHWEH-pun menciptakan kita supaya kita memuji dan menyembahNYA. Dan jika kita tidak mau menyembahNYA, maka kita akan dihukum ke neraka.

Karena itu tidaklah salah jika kita semua ini menginginkan dipuji-puji. Ada yang ingin dipuji melalui kepintarannya, sehingga memotivasinya untuk belajar yang giat. Ada yang ingin dipuji melalui kecantikannya, sehingga memotivasinya untuk rajin merias diri. Ada yang ingin dipuji melalui keseksian tubuhnya, sehingga memotivasinya untuk rajin diet. Ada yang ingin dipuji melalui kekuatan ototnya, sehingga memotivasinya untuk rajin berlatih di fitness center. Ada yang ingin dipuji melalui kekayaannya, sehingga memotivasinya untuk rajin bekerja. Ada yang ingin dipuji melalui jabatannya, sehingga memotivasinya untuk berebut kedudukan. Ada yang ingin dipuji melalui keberaniannya, sehingga memotivasinya untuk mengendarai motornya secara ugal-ugalan. Ada yang ingin dipuji melalui kenakalannya, sehingga memotivasinya untuk mentato tubuhnya sedemikian rupa, menindik telinga, hidung dan lidahnya. Ada yang ingin dipuji melalui keperkasaannya, sehingga memotivasinya untuk menjelajahi wanita-wanita. Ada yang ingin dipuji melalui kesetiaannya, sehingga memotivasinya untuk menjadi kader PDIP yang fanatik atau penggemar bola Bonek. Ada yang ingin dipuji melalui kebaikan hatinya, sehingga memotivasinya untuk memamerkan bagi-bagi duit seperti Gatot Brajamusti. Ada yang ingin dipuji melalui ketegasannya, sehingga memotivasinya untuk main gusur sana gusur sini. Ada yang ingin dipuji melalui kesalehannya, sehingga memotivasinya menjadi pendeta atau kiai. Ada yang ingin dipuji melalui kebijaksanaannya, sehingga memotivasinya untuk rajin menenggelamkan kapal-kapal asing dan membunuhi bandar narkoba. Ada yang ingin dipuji melalui Kekristenannya, sehingga memotivasinya untuk membela mati-matian dalil sinting Allah Trinitas.

Sayapun manusia. Karena itu saya juga ingin dipuji. Sekalipun bodoh ingin dipuji pintar, sekalipun jelek ingin dipuji ganteng, sekalipun lemah ingin dipuji kuat. Dan rasanya sakit sekali jika saya diolok-olok, dihina dan dijelek-jelekkan. Tapi sebagai penginjil yang harus menegakkan kebenaran Alkitab, haruskah saya menutup mata mengorbankan kebenaran demi supaya orang tidak memusuhi saya? Haruskah saya memilih ayat-ayat yang menyenangkan, yang tidak menegur, yang tidak menyinggung perasaan orang, demi supaya orang me-"like" dan mengaminkan?

Terus terang saja saya iri sekali melihat orang memuat ayat: "Kasihilah sesamamu" saja, tapi yang me-"like" dan yang mengaminkannya ribuan orang. Betapa enteng dan gampangnya untuk mendapatkan kesenangan orang? Tanpa jerih-lelah, tanpa mikir, hanya memodel tulisannya sedemikian rupa lalu dikasih gambar cewek cantik sedang berdoa lipat tangan tutup mata, sudah cukup mendapatkan simpati banyak orang. Tetapi saya yang menulis panjang-panjang, tak laku. Banyak orang yang malas membacanya dan sedikit yang mengaminkannya. Padahal saya memasuki sekitar 100 grup dengan asumsi 100.000 orang membernya. Tapi yang berkomentar sebagai tanda membacanya hanya segelintir orang saja. Coba bayangkan betapa sakitnya rasa kemanusiaan saya.

Orang lain berinternet dengan biaya murah, sebab kayaraya, sedangkan saya mengorbankan 50% penghasilan saya untuk sewa warnet. Tapi sekalipun saya merasa telah berkorban besar untuk penginjilan ini, hasil yang harus saya nikmati adalah kepahitan. Hanya olok-olokan dan maki-makian yang kebanyakan saya terima. Bahkan tantangan yang terberat adalah di tahun 2012-2013, menghadapi kaum Muslim yang menghendaki nyawa saya. Korban waktu dan uang sedemikian rupa kayaknya masih dianggap kurang, sehingga harus ditambah dengan nyawa.

Seorang Muslim yang murka sekali berkata: "Saya menghunus pedang untuk Rudyanto!" Dia menantang duel. Tapi beberapa hari kemudian perkataannya berubah 180 derajat: "Jika pak Rudyanto membutuhkan bantuan, saya ingin menjadi orang pertama yang membantunya." Dan beberapa bulan kemudian disambung lagi: "Jika pak Rudyanto masuk Islam, saya ingin menjadi sahabat terdekatnya." Aneh, tapi nyata!

Pemuda Muhammadiyah menunggu kepulangan saya dari Sumatera. Jika saya masuk Jakarta akan dihabisi. Tapi sekalipun saya tetap memasuki Jakarta, nyatanya nyawa saya masih utuh. Ketika diskusi di markasnya FPI, mereka berkata: "Selama anda di dalam mesjid ini, kami jamin keselamatan anda. Tapi sekeluarnya, kami tak bertanggungjawab, sebab banyak Ormas Islam yang menghendaki nyawa anda." Acara diskusi selesai sekitar jam 1 malam. Ada mobil teman dari Bekasi yang saya mintai menumpang untuk ke jalan raya, keberatan, sehingga terpaksa saya berjalan kaki ke jalan raya. Nyatanya tak ada seorangpun yang menghadang maupun mengganggu saya.

Seorang yang lainnya lagi menantang saya meminum Baygon, sebab bilangnya orang Kristen untuk minum racun tak apa-apa. Saya tak mungkin mengelak, maka saya sanggupi dengan syarat mereka menyiapkan 10 orang Muslim yang meminum masing-masing segelas air putih. Mereka minum air putih, saya meminum Baygon, mari kita lihat siapa yang mati. Eeh, justru mereka yang tak berani. Aneh, tapi nyata.

Wouh, betapa beratnya tantangan untuk menyatakan kebenaran ini. Inginnya dipuji, malah dapatnya Halelu anjing!

Sungguh tak sebanding antara saya dengan artis-artis. Saya mengajak pertemanan saja ada yang marah-marah. Tapi para artis yang kehidupannya amburadul, ratusan ribu penggemarnya. Setiap langkah kaki mereka diikuti, setiap gerak goyangan mereka ditirukan, setiap pakaian yang mereka kenakan dijadikan tren mode, setiap perkataan mereka diperhatikan, setiap permasalahan mereka selalu mengundang simpati.

Tapi nabi Elia dicap sebagai pencelaka Israel;

1Raj. 18:17Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: "Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?"

Alkitab menyebutnya nabi, tapi raja Ahab menyebutnya pencelaka Israel. Padahal raja Ahab-lah yang membuat seluruh bangsa Israel menjadi penyembah berhala. Tapi raja itu bisa bilang begitu. Seorang raja penyesat bisa mengatai seorang nabi kebenaran sebagai pencelaka. Aneh, tapi nyata.

Tapi nabi Mikha dibilang raja Israel sebagai orang yang tak pernah berkata-kata yang menyenangkan;

1Raja-raja
22:7Tetapi Yosafat bertanya: "Tidak adakah lagi di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita dapat meminta petunjuk?"
22:8Jawab raja Israel kepada Yosafat: "Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla." Kata Yosafat: "Janganlah raja berkata demikian."

Rupanya raja Israel itu lebih menyukai kata-kata yang menghibur, sekalipun palsu. Lebih menyukai dosa-dosa dan kesalahannya tak disebut-sebut, tak dipermasalahkan, daripada ditegur supaya diperbaiki.

Tapi rasul Paulus dan Silas dibilang mengacaukan seluruh dunia, sekalipun Alkitab mencatatnya sebagai penginjil besar;

Kisah 17:6Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, katanya: "Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari,

Tapi ELOHIM YESHUA dibilang menghujat ELOHIM YAHWEH, sekalipun Alkitab mencatatnya sebagai ANAK ELOHIM YAHWEH;

Yoh. 10:36masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Tapi ELOHIM YAHWEH dibilang "Siapakah TUHAN?" sekalipun Alkitab mencatatnya sebagai ELOHIM semesta alam;

Kel. 5:2Tetapi Firaun berkata: "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi."

Yah, Alkitab mencatat semua nabi, rasul dan orang-orang benar, bahkan ELOHIM YAHWEH-pun tak pernah dianggap benar, tak pernah dianggap baik dan tak pernah menikmati puji-pujian yang sebagaimana mestinya. Justru nasib mereka buruk sekali di dunia ini. Sebaliknya, tak ada seorang duniawipun yang mencela pekerjaan setan.

Kalau ada orang sakit, ELOHIM YAHWEH yang dipertanyakan: "mengapa saya sakit?" Kalau ada orang sengsara, ELOHIM YAHWEH yang dipersalahkan: "mengapa saya susah hidupnya?" Ketika sehat dan baik-baik tak pernah memuji TUHAN, tapi ketika buruk keadaannya, TUHAN yang disasar. Mengapa bukan setan-setan yang dicurigainya?

Maka, akhirnya saya menyadari bahwa tak perlulah saya mencari-cari dan mengharap-harapkan pujian dari dunia ini. Jika hal-hal yang mengecewakan, hal-hal yang menyakitkan, dan hal-hal yang menyusahkan yang harus saya telan sebagai pil pahit yang menyembuhkan, mengapakah saya tidak mau sembuh?

Bukankah ELOHIM YESHUA sendiri ditinggalkan semua muridNYA, bahkan dikhianati?

Matius 10:25Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.

Hasil gambar untuk gambar konser musik

Tidak ada komentar: