Rabu, 21 September 2016

GAGASAN MENGHENTIKAN PEMILU YANG BOROS

Konsep-konsep kenegaraan di seluruh dunia semuanya adalah gagasan atau hasil pemikiran manusia. Karena itu gagasan-gagasan itu bukan sesuatu yang harus disakralkan untuk diabadikan, melainkan harus selalu dibongkar-pasang atau diotak-atik, diperbaiki, bahkan bila perlu diganti dengan konsep yang lebih baik, supaya tercapai kesempurnaan dalam rangka memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Sebagai rakyat, pemilik negeri ini, kita harus prihatin dengan rusak dan bejatnya para pemimpin bangsa ini yang menggunakan jabatannya bukan untuk menyejahterakan kita, melainkan untuk kepentingan-kepentingan mereka saja. Nama rakyat diangkat tinggi-tinggi bukan untuk dimuliakan, tapi untuk dibanting, sehingga rakyat semakin hari semakin jauh dari sejahtera.

Setiap kali diselenggarakannya pemilihan, entah pemilihan ketua RT, ketua RW, lurah, walikota, gubernur, hingga presiden, semuanya memakan biaya yang sangat besar, menimbulkan kericuhan, menimbulkan perpecahan masyarakat, memakan waktu yang panjang, merepotkan rakyat, dan lain-lainnya yang kesemuanya bersifat negatif dan jahat sekali seperti setan. Semua ini terpaksa kita jalani karena belum adanya gagasan yang lebih baik. Tapi saya mempunyai gagasan yang berkebalikan dari ekses-ekses di atas yang patut dikaji dan dipertimbangkan baik-baik, yaitu sebuah pemilihan jabatan yang lebih fair/bersih, tanpa biaya sepeserpun, praktis untuk rakyat, takkan menimbulkan pertikaian, dan dalam waktu 7 hari sudah bisa memilih RT, RW, Lurah, Camat, Walikota, DPRD II, Gubernur, DPRD I, presiden dan DPR.

Dari biaya puluhan trilyun bisa diringkas menjadi Rp. 0,- dan masyarakat hanya repot sehari saja per 5 tahun. Seperti apakah itu?

HARI KE-1: Undian ketua RT;

Semua warga dikumpulkan, misalkan ada 100 jiwa di RT itu, kita tanya siapa yang siap menjadi ketua RT, kita daftar. Misalkan ada 10 orang yang siap menjadi ketua RT, kita undi 5 orang;

>> Undian pertama: 4 nama untuk calon RW.

>> Undian kedua: 1 nama untuk ketua RT.

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai ketua RT yang baru hasil undian.

HARI KE-2: Undian ketua RW;

Semua calon RW berkumpul di balai RW. Masing-masing RT menyetorkan 4 orang, sedangkan di RW itu ada 10 RT, maka terkumpullah: 4 x 10 = 40 orang. Kita undi 1 orang.

>> 1 orang adalah ketua RW, sisanya 39 orang untuk ke tingkat Lurah.

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai ketua RW yang baru hasil undian.

HARI KE-3: Undian Lurah;

Semua calon Lurah berkumpul di kantor kelurahan. Masing-masing RW menyetorkan 39 orang, sedangkan di Kelurahan itu ada 10 RW, maka terkumpullah: 39 x 10 = 390 orang. Kita undi 1 orang:


>> 1 orang adalah Lurah, sisanya 389 orang untuk ke tingkat Camat.

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai Lurah yang baru hasil undian.

HARI KE-4: Undian Camat;

Semua calon Camat berkumpul di kantor Kecamatan. Masing-masing Kelurahan menyetor 389 orang, sedangkan di Kecamatan itu ada 10 Kelurahan, maka terkumpullah: 389 x 10 = 3.890 orang. Kita undi 3 orang:


>> Undian pertama: 2 nama untuk Walikota.

>> Undian kedua: 1 nama untuk Camat.

>> Sisanya yang 3.887 orang untuk calon anggota DPRD II.

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai Camat yang baru hasil undian.

HARI KE-5: Undian Walikota dan DPRD II;

Jika di Kota itu ada 10 Kecamatan, sedangkan masing-masing Kecamatan menyetorkan 2 orang, maka terkumpullah: 2 x 10 = 20 orang. Kita undi 2 orang;

>> Undian pertama: 1 nama untuk Gubernur.

>> Undian kedua: 1 nama untuk Walikota.

Yang 3.887 orang berkumpul di kantor DPRD II. Jika kebutuhan DPRD II sebanyak 200 orang, maka kita undi sebanyak 200 orang, sedangkan sisanya yang 3.687 orang untuk calon anggota DPRD I.

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai Walikota dan anggota DPRD II.

HARI KE-6: Undian Gubernur dan DPRD I;

Jika di Propinsi itu ada 10 Kota, sedangkan masing-masing Kota menyetorkan 1 orang, maka terkumpullah: 1 x 10 = 10 orang. Kita undi 1 orang, itulah Gubernur yang terundi.

Yang 3.687 orang berkumpul di kantor DPRD I. Jika kebutuhan DPRD I sebanyak 500 orang, maka kita undi sebanyak 500 orang, sedangkan sisanya yang 3.187 orang untuk calon presiden, wakil presiden dan anggota DPR;

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai Gubernur dan anggota DPRD I.

HARI KE-7: Undian Presiden, Wakil Presiden dan DPR;

Ada 3.187 orang yang kita kumpulkan di kantor DPR. Jika kebutuhan DPR sebanyak 1.000 orang, maka kita undi sebanyak 1.000 orang, sedangkan sisanya yang 2.187 orang kita undi untuk Presiden dan Wakilnya.

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai Presiden, Wakil Presiden dan anggota DPR. Gimana, coba?!

Tidak ada komentar: