Sabtu, 17 September 2016

HUKUM TAURAT ITU MERANGSANG DOSA - ROMA 2

ROMA 1 - lanjutan

Ayat 24-31:
Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.

Inilah orang-orang kwalitas nomor dua yang kesukaannya hal-hal yang kotor, najis dan menjijikkan, seperti kerbau yang mandi di kubangan lumpur. Luputnya menyembah TUHAN, mereka menyembah setan-setan. Luputnya memuji TUHAN, mereka membanggakan simbol-simbol setan. Luputnya melakukan perintah TUHAN, mereka melakukan perintah setan-setan. Luputnya mengerjakan hal-hal yang baik, mereka mengerjakan hal-hal yang jahat. Luputnya berkata-kata yang baik, mereka berkata-kata yang kasar. Luputnya memakan makanan yang haram, mereka memakan makanan yang najis. Luputnya membangun, mereka merobohkan. Luputnya menyelamatkan, mereka menyukai hal-hal yang mencelakakan. Luputnya hidup normal, mereka hidup tidak normal.

Mereka itu adalah dukun-dukun, paranormal, pemuja setan, tukang sihir, tukang tenung, nabi-nabi palsu, pemuja dewa-dewa, pemercaya Alien, penjudi, pemabuk, perampok, pelacur, orang-orang yang tidak tahu aturan, tidak tahu sopan-santun, tidak menghargai norma-norma, hidup seenaknya sendiri, penghobby makanan-makanan haram, orang-orang yang kesukaannya merusak; merusak gadis orang, merusak rumahtangga orang, merusak moral orang dengan menyebarkan gambar-gambar porno, cabul, perkosaan, ugal-ugalan, gegabah, sombong, homoseks, lesbian dan banci-banci.

Tidak suka pengetahuan, tidak mau membuka wawasan, tidak mau berkembang, tidak menyukai perubahan, tidak menyukai peningkatan, tidak mau belajar, tidak mau dipersalahkan, tidak suka bergaul, menutup diri, merasa sudah top, sudah hebat, dan lain-lainnya.

Ajaran ELOHIM YAHWEH tak ada di sini. Semua ajaran yang lebih mulia, yang ILAHIAH tak ada di sini. Orang-orang kudus dan para malaikat tak ada di antara mereka.

Ayat 32:
Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Orang-orang yang melakukan maupun orang-orang yang mendiamkan saja semua kejahatan itu adalah sama saja. Melakukan maupun tidak melakukan dipersamakan. Di sinilah orang-orang Kristen dituntut untuk berbicara, menegur, mengingatkan dan menentang. Dan kita tidak memandang bulu; entah Kristen, Hindu, Buddha, Islam atau yang lainnya, tapi siapapun yang hidupnya tidak sesuai kebenaran Alkitab, harus diperingatkan. Siapa saja yang hidupnya membahayakan keselamatannya, harus diingatkan. Siapa saja yang belum tahu jalan yang benar harus diberitahu. Siapa saja yang belum mengenal TUHAN harus dikenalkan. Siapa saja yang belum tahu adanya keselamatan dari TUHAN, harus dikabarkan Injil. 

Orang-orang Kristen yang ibadahnya hari Minggu harus diberitahu bahwa itu tidak benar. Orang-orang yang merayakan hari Natal 25 Desember harus diberitahu bahwa itu keliru. Orang-orang yang berdoanya lipat tangan dan menutup mata harus diberitahu bahwa itu salah. Jika mereka membantah, harus ditanyakan dasaran mereka itu apa?

Yes. 8:20"Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

2Tim. 3:16Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Galatia
1:6Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1:8Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
1:9Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Wahyu
22:18Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
22:19Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

Jika meteran untuk mengukur kain, termometer untuk mengontrol suhu, timbangan untuk mengukur beras, hukum untuk mengontrol kelakuan, maka Alkitab adalah untuk mengukur kebenaran. Malaikatpun harus berbicara sesuai Alkitab. Roh-roh yang bergentayangan harus diuji dengan Alkitab.

1Yoh. 4:1Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

ROMA 2:

Ayat 1-3:
Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?

Yang disebut menghakimi orang adalah jika kita membuat standart sendiri. Tapi jika kita menghakimi orang berdasarkan Alkitab, itu Alkitab yang menghakimi, bukan pribadi kita. Misalnya, kita mengingatkan orang yang berzinah, itu adalah penghakiman Alkitab, sebab ada aturannya dalam Alkitab. Tapi jika ada pendeta yang berkata: "kamu tidak ada ROH KUDUS-nya jika kamu tidak menari-nari", maka itulah penghakiman model pribadi. Itu tidak boleh sebab tidak ada di Alkitab.

Demikian pula jika ada pencuri yang mempersalahkan pezinah, atau koruptor yang mempersalahkan perampok, itu juga termasuk main hakim sendiri. Sebab dalam hal yang lain dia juga bersalah atau sama-sama berdosanya. Karena itulah tanggungjawab menegur orang itu dibebankan kepada tua-tua jemaat, sebab seorang tua-tua jemaat itu harus tak bercacad. Sekalipun tidak ada manusia yang tidak berdosa, namun dia harus benar terhadap 10 Hukum ELOHIM YAHWEH. Itu adalah hukum dasar sebagai ketentuan minimal seorang masuk Kristen. Jika terhadap 10 Hukum itu saja tak sanggup benar, maka jangan harap bisa benar di hukum-hukum lainnya yang lebih tinggi.

Ayat 4-6:
Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,

Anda mencuri dan tidak ketahuan? Itu adalah kemurahan ELOHIM YAHWEH yang memberikan kesempatan kepada anda untuk bertobat. Tapi jika anda tidak mengerti maksud TUHAN itu, sehingga anda melakukannya secara terus-menerus, ingatlah pesan nenek-moyang kita melalui peribahasa: "sepandai-pandainya tupai melompat pasti jatuh juga."

Peribahasa itu bukan Firman TUHAN, bukan buatan TUHAN. Itu artinya peribahasa itu dibuat berdasarkan pengalaman nenek-moyang kita. Artinya secara umum itulah yang akan terjadi jika kita menjadikan biasa perbuatan yang buruk.

Ayat 7-8:
yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

"Tekun berbuat baik!" Jangan berhenti berbuat baik sekalipun pernah dikecewakan orang. Jangan seperti kain batik yang kena air warnanya menjadi luntur. Tapi apapun yang terjadi, tetaplah dalam kebaikan, kemuliaan, kehormatan dan keselamatan. Sebab menjadi orang baik dan benar itu memang tidak gampang. Banyak sekali tantangannya. Nah, anda harus tahan uji.

Ada orang baik yang berubah menjadi jahat karena pernah dikecewakan orang. Ada orang baik yang berubah menjadi jahat karena pengaruh teman. Dan ada pula yang karena tekanan ekonomi.

Jika kain berwarna lunturnya terkena air, jika perahu gonjang-ganjing karena ombak, jika rumah roboh karena gempa bumi, maka apa yang membuat anda berputus asa menjadi orang baik? Anda jelas rugi, sebab catatan terakhir tentang anda akan ditulis sebagai orang jahat. Padahal semula anda adalah orang yang baik. Mengapa harus diakhiri sebagai orang jahat?!

Panggilan keselamatan ELOHIM YAHWEH adalah memanggil orang berdosa menjadi orang yang baik, bertobat! Karena itu orang jahat yang berubah baik itulah yang beruntung. Tapi jika anda yang sudah memiliki kebaikan lalu berubah menjadi jahat, maka anda rugi sekali. Yang benar adalah pertahankan apa-apa yang sudah baik itu.

Ayat 9-10:
Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.

Orang Yahudi adalah prioritas ELOHIM YAHWEH. Jika baik, orang Yahudilah yang diprioritaskan untuk menerima pahala. Tapi jika orang Yahudi itu jahat, maka dialah yang dihukum paling berat. Dan di zaman ini, Yahudi rohani itu adalah Kristen. Karena itu berhati-hatilah kita sebagai orang Kristen. Jika kita baik, maka kita akan menerima pahala yang dilebihkan dari orang-orang lain. Tapi jika kita jahat, maka kita akan menerima hukuman yang paling berat.

Ayat 11:
Sebab Allah tidak memandang bulu.

Siapa saja yang salah akan dipersalahkan, siapa saja yang benar akan dibenarkan. Jadi, ELOHIM YAHWEH tak pernah mempunyai konsep untuk membenarkan apa yang salah. Misalnya, Yesus yang rambutnya gondrong itu bukan YESHUA, ya, selamanya tak pernah menjadi YESHUA. Jangan berharap iman anda bisa merubah Yesus menjadi YESHUA. Itu tak mungkin! Yang bisa ELOHIM YAHWEH lakukan adalah mengampuni kesalahan, bukan membenarkan kesalahan.

[Lanjut besok]

Hasil gambar untuk gambar orang kolot

Tidak ada komentar: