Selasa, 20 September 2016

HUKUM TAURAT ITU MERANGSANG DOSA - ROMA 5

ROMA 4:

Ayat 1-3:
Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."

Kalau kebenaran didasarkan pada perbuatan baik atau kesalehan atau usaha-usaha kita, maka banyak orang akan menjadi sombong. Sorga akan jorok seperti stadion sepakbola ketika ada pertandingan. Sebab penonton yang merasa membayar karcis dengan harga mahal, dia merasa menjadi tuan di bangkunya, sehingga botol minuman, bungkus makanan, kulit kacang dia buang sembarangan saja, maka joroklah sorga. Tak ada orang yang merasa sungkan dan segan pada TUAN RUMAH, ELOHIM YAHWEH. Mereka akan berjalan ke sana ke mari dengan menegakkan dadanya, seperti ketika mereka berjalan-jalan di Kebun Binatang Ragunan. Kaum Muslim akan duduk dengan menaikkan kakinya ke atas meja, kaum Hindu akan mengubah-ubah channel televisi sesuka-sukanya sendiri, kaum Buddha akan menyetel karaoke dengan suara keras-keras, kaum Khong Hu Chu akan ketawa ngakak di jam 01.00 seperti kebiasaannya di kamar kosnya.

Itu kalau orang berada di suatu tempat yang membayar. Berbeda dengan seorang karyawan yang bertamu ke rumah bossnya atau seorang keponakan yang bertamu ke rumah pamannya, seorang Batak asli. Belum masuk rumahnya, tubuh sudah gemetaran. Setelah di dalam rumah, mati kutu. Kepalanya ditundukkan melihat ke lantai, tangannya dilipat di atas pahanya, duduknya goyang sana goyang sini, gelisah. Sekalipun nggak bersalah apa-apa, melainkan hanya bertamu biasa saja, tapi rasa segan yang luar biasa itu ada! Disuruh minum teh yang dihidangkan, nggak diminum-minum sekalipun haus sekali. Ditawari makan siang, malu-malu kucing. Suasana kaku sekali, nggak bicara kalau nggak ditanyai oleh tulangnya.

Mari kita berpikir yang paling logis. Apakah ELOHIM YAHWEH mau sorgaNYA diisi oleh orang-orang kost? Apakah ELOHIM YAHWEH mau sorgaNYA diisi oleh "tuan-tuan?" Sebab orang mengelolah kost itu karena mencari duit, dan dia harus siap pusing. Mending rumah dijadikan gudang, diisi barang-barang grosiran, daripada rumah diisi manusia. Ribet!

Karena ELOHIM YAHWEH tidak berniat mengelolah rumah kost, maka ELOHIM YAHWEH menggunakan metode iman, bukan metode perbuatan. Sehingga suster Teresa tidak bisa masuk, Ahok yang jujur tidak bisa masuk, Kornelius yang dermawan tidak bisa masuk, Jokowi yang prorakyat tidak bisa masuk, Amrozi dan Imam Samudra yang rajin sholat 5 waktu tidak bisa masuk, Muhammad yang nabi tidak bisa masuk, Buddha Gotama yang gendut tidak bisa masuk, rasul Paulus yang ahli Taurat tidak bisa masuk, orang Yahudi yang mengesakan ELOHIM YAHWEH tidak bisa masuk, orang Kristen yang tidak menyembah patung tidak bisa masuk, orang Advent yang memelihara hari Sabat tidak bisa masuk, orang yang tidak berzinah tidak bisa masuk, orang yang tidak membunuh tidak bisa masuk, orang muda kaya yang sudah mentaati 10 Hukum ELOHIM YAHWEH dengan baik tidak bisa masuk, dan seterusnya. Pendek kata, baik perbuatan baik maupun kesalehan tidak bisa dijadikan tiket untuk masuk ke sorga.

Mau masuk sorga? Percayailah ELOHIM YESHUA. Setelah mempercayaiNYA, kembangkanlah semua kesalehan dan kebaikan anda, maka segala kebaikan itu menjadi ada harganya. Jadi, mempercayai ELOHIM YESHUA adalah dasar bagi segala perbuatan baik. Sebab di dalam Diri ELOHIM YESHUA bersumber segala kesempurnaan tabiat, bukan cuma sepotong-sepotong, sehingga orang yang percaya padaNYA akan diajarkan kesempurnaan yang diperkenan ELOHIM YAHWEH.

Kalau perbuatan itu berbeda dengan iman, sama seperti buah yang berbeda dari pohonnya. Buah bisa dipisahkan dari pohonnya. Tapi di dalam iman atau di dalam pohon pasti ada perbuatan atau buahnya. Sebab iman yang tidak disertai dengan perbuatan adalah iman yang mati. Dan ELOHIM YAHWEH maunya jelas iman yang benar, yaitu iman yang hidup.

ELOHIM YAHWEH sedih, donk, kalau orang masuk sorga berdasarkan perbuatan saja? Orang yang tak mempercayai ANAKNYA, orang yang membenci ANAKNYA, orang yang tak mengenal ANAKNYA, masakan bisa hidup harmonis dalam sebuah perkampungan? Bayangkan tentang sebuah rumah yang berkeluarga besar yang dihuni oleh sanak famili dan keponakan-keponakan yang tidak mau bergaul dengan anak tuan rumah, yang tidak suka dengan anak tuan rumah, seperti apa suasananya? Apakah suatu kali tidak akan pecah perang saudara jika bibit-bibit "saling anti" dibiarkan di rumah besar itu?

Jadi, ELOHIM YAHWEH menetapkan supaya semua orang mengenal dan menghormati ANAK;

Yoh. 5:23supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Ayat 4-5:
Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

Orang bekerja, mendapatkan upah, itu adalah haknya. Tapi kalau orang mendapatkan sesuatu tanpa bekerja itu namanya hadiah, yaitu pemberian cuma-cuma. Orang baik masuk sorga? Itu haknya! Tapi kalau ada orang jahat yang masuk sorga, itu hadiah atau kasih karunia ELOHIM YAHWEH. Kalau sebuah perusahaan mengumumkan penerimaan karyawan berdasarkan ijasah, itu kabar biasa! Tidak mengejutkan! Tapi kalau sebuah perusahaan bersedia menerima karyawan yang buta huruf, itu "kabar baik" namanya. Ada kejutan di situ! Dan "Injil" diambil dari bahasa Arab: "Ingil" yang artinya: Kabar Baik.

Ayat 6-8:
Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."

Sialnya, manusia itu hidupnya dimulai dari bayi, dari kecil, dan dari bodoh, sedangkan perbuatan baik itu dihasilkan dari kepintaran. Tanpa kecerdasan berpikir tak mungkin orang bisa berbuat baik. Lihat saja seperti apakah para pencemooh dan para pembunuh? Pasti tentang orang-orang yang daya jangkau pikirannya tidak panjang, suka korsleting - arus pendek! Tapi semakin luas wawasan orang akan membuatnya semakin lapang dadanya, semakin sabar.

Karena itu tak mungkin manusia tak berbuat salah dan dosa di masa-masa kebodohannya. Tapi setiap orang pasti mempunyai tumpukan dosa sebelum kesadaran berpikirnya benar-benar terbuka lebar. Nah, bagaimana menyingkirkan dosa-dosa yang setumpuk itu pada saat seseorang bertobat menjadi orang baik? Kaum Muslim berkata: "Allah itu mahamengampuni." Jika kita bertobat, maka Allah akan mengampuni semua dosanya. Pertanyaan yang pertama adalah: Apakah Allah itu ada? Apakah Allah itu bisa dibuktikan? Jika sosok Allah saja tak bisa dibuktikan, apa lagi membuktikan kebenaran bahwa dosa kita sudah diampuni?

Tapi ELOHIM YAHWEH mempunyai bukti bahwa DIA bisa mengampuni. ELOHIM YAHWEH tidak mau melakukan sulapan, dosa ada dibilang tidak ada. Dosa tetap ada, tetap utuh, itu dipindahkan ke Diri ELOHIM YESHUA, lalu oleh ELOHIM YESHUA dikuburkan. Sampah dari rumah-rumah, dinaikkan ke atas truk sampah, lalu dibuang ke TPA - Tempat Pembuangan Akhir. Tentu saja truk itu harus truk yang kosong. ELOHIM YESHUA, ANAK ELOHIM YAHWEH adalah jaminan bahwa DIA itu Mahasuci. Berbeda dengan nabi-nabi biasa yang di dalam dirinya sendiri sudah penuh dosa, sehingga tidak mungkin bisa menerima titipan dosa dari tetangganya.

Yesaya 53:3

Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
53:4Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
53:6Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Nas itulah yang dibaca oleh sida-sida dari Etiopia, yang sulit dimengertinya: Siapakah orang itu? Apakah nabi Yesaya atau orang lain?

Kisah 8:34

Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"
8:35Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.

Di jalanan, kalau terjadi tabrakan, perdamaiannya adalah dengan ganti rugi. Tanpa ganti rugi takkan ada perdamaian. Ditilang polisi, perdamaiannya adalah uang suap. Tanpa uang suap tak mungkin dibebaskan dari tilangan. Dan orang-orang yang masuk penjara, menganggap penjara sebagai penebusan dosanya. Jadi, setiap kesalahan itu ada harganya.

Di zaman Perjanjian Lama, setiap dosa adalah seekor kambing. Setiap dosa itu harus ditebus dengan harga 1 juta?

ELOHIM YAHWEH bisa mengampuni dosa-dosa kita karena DIA menyerahkan ANAKNYA sebagai tebusan dosa-dosa kita;

Mazmur 40:6

(40-7) Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
40:7(40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

ELOHIM YAHWEH mempunyai bukti "pembayaran" atas dosa-dosa kita, sehingga kita diyakinkan bahwa dosa kita benar-benar bisa dihapuskanNYA. Bukan omong doank.

Ayat 9-13:
Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran. Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya. Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka, dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat. Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

Berbicara tentang Abraham, dia adalah orang yang diluar Keyahudian dan Hukum Taurat. Karena itu jika di zaman Abraham sudah ada kebenaran, yakni berdasarkan iman, maka Keyahudian dan Hukum Taurat bukanlah apa-apa. Justru Keyahudian dan Hukum Taurat itu penyokong kebenaran oleh iman. Setelah Abraham dianggap benar, kebenaran itu ditandai dengan sunat, 12 suku Israel dan Hukum Taurat.

Jadi, iman itu mementahkan sunat, Keyahudian dan Hukum Taurat. Iman melintasi itu semua! Tapi kita harus berhati-hati di sini, sebab ini sifatnya uraian. Diuraikan dulu, baru setelah itu dibangun kembali, sama seperti mainan menyusun gambar yang terpotong-potong.

Ayat 14:
Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.

Jika Hukum Taurat bisa menyelamatkan, maka sia-sialah iman Abraham dan janji ELOHIM YAHWEH untuk memberkati seluruh bangsa.

Ayat 15:
Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.

Kalau tidak ada Hukum Taurat apakah makan babi salah? Apakah berhari Minggu salah? Kalau tidak ada aturan mengenakan helm, apakah salah kalau tidak mengenakan helm? Kalau tidak ada ELOHIM YAHWEH, maka manusia adalah manusia. Saling bunuh, saling menyakiti, seks liar, bicara kasar adalah hal yang biasa. ELOHIM YAHWEH masuk ke dunia manusia, sama seperti manusia masuk ke dunia anjing. Kita berpakaian, mereka tidak berpakaian. Kita makan pakai sendok, mereka tak pakai sendok. Kita membaca koran, mereka tak bisa membaca apa-apa.

Selama kita tidak menuntut anjing itu seperti kita, tak masalah. Tapi menjadi masalah karena ELOHIM YAHWEH menuntut manusia itu seperti ELOHIM YAHWEH. Jelas ELOHIM YAHWEH akan menghadapi kejengkelan, seperti mengajari anjing makan pakai sendok; apa mungkin?!

Yer. 13:23Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?

Rasul Petrus-pun mengakui terus-terang bahwa tak ada seorang Yahudipun yang bisa mentaati Hukum Taurat;

Kisah 15:10Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?

Ayat 16-17:
Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Arti nama Abraham adalah bapa banyak bangsa, jadi bukan hanya bapanya bangsa Israel saja.

Kej. 17:5Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

Ayat 18-25:
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

Konsep kebenaran oleh iman yang dinyatakan kepada Abraham, jelas ditujukan untuk kita juga, yaitu yang sekonsep dengan konsep iman Abraham.

ELOHIM YAHWEH yang sanggup memperbanyak keturunan Abraham dari keadaan yang tidak memungkinkan untuk melahirkan anak, masakan ELOHIM YAHWEH tidak sanggup membuat ELOHIM YESHUA menjadi JURUSELAMAT kita? Jika Abraham mempercayai itu dan dibenarkan, apa jadinya dengan kaum Muslim yang tidak mempercayai Firman ELOHIM YAHWEH?

Yesaya 53:1Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?

Yohanes 3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Hasil gambar untuk gambar duduk tidak sopan

Tidak ada komentar: