Rabu, 21 September 2016

HUKUM TAURAT ITU MERANGSANG DOSA - ROMA 6

ROMA 5:

Ayat 1:
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

Perdamaian itu adalah antara kita dengan ELOHIM YAHWEH, sedangkan peranan ELOHIM YESHUA adalah mengantarai atau menjembatani.

Manusia > ELOHIM YESHUA < ELOHIM YAHWEH

Karena itu tidak mungkin ELOHIM YESHUA itu ELOHIM YAHWEH, atau ELOHIM YAHWEH itu tidak mungkin ELOHIM YESHUA. Ajaran Trinitas benar-benar ajaran yang kacau-balau and ngawur sekali! Sama sekali tak mendapatkan dukungan Alkitab. Yang mendukung ajaran Trinitas hanyalah iblis!

Ayat 2:
Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Setelah berdamai, masuk ke kasih karunia, dan di dalam kasih karunia inilah kita mempunyai pengharapan kemuliaan ELOHIM YAHWEH. Di sini kita perlu me-reset pikiran kita yang telah rusak oleh ajaran setan-setan, sehingga kita menganggap begitu gampangnya masuk ke sorga. Padahal prosesnya panjang dan berlapis-lapis, yang mungkin mirip dengan proses penerimaan calon pegawai negeri sipil, yaitu amat sangat sulit!

Selama ini kita pasti berpikir bahwa ELOHIM YESHUA adalah karcis masuk ke sorga, sehingga jika kita sudah memiliki karcis maka kita pasti bisa masuk ke gedung pertunjukan. Itulah sebabnya kita sambil Kristen sambil terus melanjutkan kebiasaan dosa-dosa kita. Sambil Kristen sambil memburu harta dan kedudukan. Sambil Kristen sambil ke pelacuran. Sambil Kristen sambil selingkuhan. Sambil Kristen sambil membesarkan dagangannya. Sambil Kristen sambil korupsi atau sogok-menyogok. Sambil Kristen sambil pesta-pora. Sambil Kristen sambil keliling dunia. Sambil Kristen sambil main-main game online. Sambil Kristen sambil menipu orang. Sambil Kristen sambil asyik dengan hal-hal duniawi lainnya. Begitu santainya kita menjadi orang Kristen. Kita hanya berpikir yang penting setiap minggu ke gereja, bayar kolekte, kalau joget-joget yang semangat, kalau menyanyi yang nyaring, kalau berdoa yang panjang-panjang, baca Alkitab sambil mengantuk, cukup.

Masuk Kristen enjoy aja! Sudah ada Yesus yang mati disalib, ya sudah, saya main Pokemon aja. Nasib saya sudah aman oleh Yesus Kristus, begitulah kata pak pendeta. Tapi nyatanya Alkitab tidak berkata begitu;

2Petrus 3:10

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
3:11Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

Kata rasul Petrus: "Betapa suci dan salehnya kamu harus hidup."

ELOHIM YESHUA ternyata bukan tiket yang memastikan kita masuk ke sorga. ELOHIM YESHUA bukan secarik kertas yang bisa kita kuasai. Tapi ELOHIM YESHUA memiliki Jiwa yang hidup, yang memiliki kuasa untuk menentukan pilihanNYA atas kita. Bukan kita yang memilih DIA, tapi DIA-lah yang memilih kita. Kita masuk Kristen bukan berarti menguasai ELOHIM YESHUA, seperti kita membeli tiket, kita menguasai tiket itu. Kalau kita membeli tiket, maka tiket itu milik kita. Tapi kita masuk Kristen tidak berarti kita memiliki ELOHIM YESHUA. Di sini kita perlu me-reset pikiran kita, bahwa kita telah salah sangka.

Rasul Paulus menerangkan bahwa Kekristenan adalah jalan damai atau uluran tangan ELOHIM YAHWEH untuk menyelamatkan kita. Kekristenan adalah semacam kantor, sehingga kita masuk Kristen sama seperti kita sedang masuk ke dalam kantor untuk suatu urusan. Kita berada di dalam ruang kantor, masih belum melakukan urusan kita. Setelah di dalam kantor, barulah kita mengikuti program-program kasih karunia, yaitu mempraktekkan ajaran-ajaran Kristen. Di pelaksanaan program-program kasih karunia inilah kita berharap ELOHIM YAHWEH berkenan menyelamatkan kita.

Ayat 3-5:
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Kalau kita sudah masuk ke program-program kasih karunia, yaitu melakukan segala perintah ELOHIM YAHWEH, barulah kita boleh bernafas lega sebab kita sudah berjuang keras dan maksimal sebagai orang Kristen. Dalam perumpamaan ELOHIM YESHUA kita adalah hamba-hamba yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya ketika tuan itu datang. Itulah hamba yang benar yang layak berharap menerima keselamatan.

Hamba yang terlatih itu malah menunjukkan kekuatannya, yaitu menaklukkan kesengsaraan. Dia malah bermegah dalam kesengsaraannya, bukannya takut sengsara seperti Kristen-kristen masa kini yang maunya diberkati kekayaan melulu. Melakukan perintah TUHAN tidak mau, tapi maunya diberkati. Masuk Kristen maunya yang enak-enak saja, yang gampang-gampang saja. Susah sedikit, kabur, masuk Islam!

Za. 1:15tetapi sangat besar murka-Ku terhadap bangsa-bangsa yang merasa dirinya aman, yang, sementara Aku murka sedikit, telah membantu menimbulkan kejahatan.

Wouh, jauh panggang dari api, bro! Sorgamu hanya ada dalam mimpimu saja, bro! Tapi tak apa, bermimpi diperbolehkan, koq.

Mengapa orang Kristen sejati lebih suka hidup dalam penderitaan daripada dalam kesenangan? Sebab penderitaan itu seperti penjara yang memaksa kita menjadi orang baik. Pingin berzinah tidak bisa, pingin membunuh tidak bisa, pingin apa saja serba terbatas. Penjara menggiring kita menjadi "orang baik", penderitaan mengendalikan banyak dosa, penderitaan menimbulkan ketekunan.

Seperti apakah ketekunan itu? Ketekunan itu seperti latihan sehingga menjadikan kita terlatih atau terbiasa. Dari ketekunan menjadikan kita tahan uji. Artinya, tidak kaget! Menghadapi penderitaan tidak kaget, tidak perlu mengeluh! Nah, di tahan uji inilah keselamatan menjadi kepastian kita. Jika kita tahan uji tidak mungkin kita tidak diselamatkan!

Dan. 12:10Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

Orang fasik tak mungkin bisa memahami artinya penderitaan. Yang bisa mereka pahami hanyalah kesenangan-kesenangan saja.

Jangan dikira hanya orang-orang Kristen saja yang menyukai penderitaan. Orang-orang yang hobbynya memancing itu juga aneh: mengapa tidak beli ikan saja? Orang-orang zaman dulu, zaman kerajaan, untuk mendapatkan ilmu kesaktian, mereka rela puasa 40 hari 40 malam dan bermeditasi di gua-gua yang menyeramkan. Kaum Muslim senang sekali kalau berangkat haji ke Mekkah, kalau menjadi bom bunuh diri, kalau menjadi anggota FPI maupun ISIS. Jutaan orang Muslim antri dikirim ke Suriah, menjadi anggota ISIS.

Jadi, bukan hal yang aneh kalau para rasul itu terlebih suka menderita;

Ibr. 11:25karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

Renungkan baik-baik: apakah bukan pilihan yang cerdas itu?!

Ayat 5:
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

ROH KUDUS itu disebut juga sebagai ROH PENGHIBUR. DIA itulah yang menghibur dan menguatkan hati kita ketika kita berada dalam penderitaan. DIA-lah yang menyanggupkan kita bertahan dalam penderitaan macam apapun, sehingga apa yang kita harapkan dari keselamatan Kristen tidaklah mengecewakan. ROH KUDUS itulah yang membuat hal-hal yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Ayat 6:
Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.

ELOHIM YESHUA adalah teladan kita. DIA sudah menderita ketika kita masih mabuk-mabukan.

Ayat 7:
Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--.

Kalau teman kita dipukul orang, mungkin kita akan maju siap berkelahi dengan resiko apapun. Tapi jika ada orang yang tidak bersalah dijebloskan ke penjara, siapakah yang berani mengambil resiko membelanya?

Ayat 8-11:
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Rasul Paulus menyebut zaman Taurat sebagai zaman dosa, zaman perseteruan dengan ELOHIM YAHWEH yang dibayar dengan kematian ELOHIM YESHUA, sedangkan zaman Perjanjian Baru adalah zaman penyelamatan yang ditandai dengan kebangkitanNYA.

Suasana hubungan orangtua - anak, antara zaman ketika masih anak-anak dengan ketika anak itu telah dewasa, pasti jauh berbeda. Di masa kanak-kanak, semakin berpengetahuan papa dan mamanya, semakin banyak dibuat peraturan-peraturan untuk anak-anaknya. Anak dilarang main lumpur, dilarang pegang korek, dilarang menyeberang jalan, dilarang pegang pisau, dilarang makan ice cream, dilarang main dengan anak tetangga, siang harus tidur, malam harus belajar, dan seterusnya. Hampir setiap hari sang papa dan mama dibuat jengkel, dibuat marah-marah dan teriak-teriak, karena anak-anaknya melanggar Hukum Taurat. Rumah itu setiap hari berisik, membuat tidak nyaman tetangga-tetangganya oleh sebab anak-anak itu jatuh ke dalam dosa.

Tapi setelah anak-anak itu beranjak dewasa, suasananya pasti berubah drastis. Semua hukum-hukum Perjanjian Lama dicabut. Hubungan orangtua - anak menjadi mesra. Jika semula papa-mamanya kayak Elohim, di Perjanjian Baru ELOHIM YAHWEH itu menyatakan DiriNYA sebagai BAPA, bukan lagi sebagai ELOHIM yang keras. Suasana rumah yang tadinya berisik, kini sepi dan damai. Di rumah itu kini tak ada lagi pelanggaran Hukum Taurat.

Tak ada yang main-main lumpur. Atau, kalaupun ada anak yang mengaduk-aduk lumpur, itu mencari cacing untuk memancing ikan. Yang lainnya lagi lumpur digunakan untuk tanaman, bukan untuk mainan. Tak ada yang mainan korek api. Kalaupun ada yang memegang korek api, itu untuk menyalakan rokok, penyegar tenggorokan, bukan untuk mainan. Tak ada yang menyeberang jalan untuk main-main. Mereka menyeberang jalan karena hendak membeli rokok. Tak ada yang mainan pisau, kecuali di hari raya Idul Adha untuk menyembelih sapi.

Beda! Jika di masa kanak-kanak hal-hal itu untuk mainan yang sangat membahayakan, di Perjanjian Baru semuanya itu untuk membangun atau mencari keuntungan. Jika di Perjanjian Lama dilakukan tanpa pengertian, di Perjanjian Baru dilakukan dengan pemahaman yang baik.

Di Perjanjian Lama itulah masa kanak-kanak manusia, sebab baru di saat itulah ELOHIM YAHWEH memperkenalkan DiriNYA kepada manusia, yakni kepada bangsa Israel. Selama 2.000 tahun ELOHIM YAHWEH mendidik bangsa Israel dengan sangat keras supaya menjadi suatu pengetahuan yang mendewasakan umat manusia. Supaya kita yang hidup di Perjanjian Baru ini belajar dari pengalaman bangsa Israel. Sebab jika di zaman dulu bangsa Israel diharuskan menguduskan hari Sabat, maka di zaman inipun tuntutan ELOHIM YAHWEH masih tetap sama. ELOHIM YAHWEH itu tetap sama;

Yak. 1:17Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Jika di Perjanjian Lama yang penting adalah dilakukannya, di Perjanjian Baru yang penting adalah rohnya. Di Perjanjian Lama, suka atau tak suka, rela atau tak rela, mengerti maupun tak mengerti harus dilakukan. Tapi di Perjanjian Baru, jika tak suka jangan lakukan, jika tak rela jangan lakukan, jika tak mengerti jangan lakukan. Jika tak paham dengan hari Sabat, jangan menguduskan hari Sabat, malah tambah dosa. Tapi apakah berarti ELOHIM YAHWEH meniadakan hari Sabat? Tidak! Sama sekali tidak meniadakan hari Sabat! Malah semakin menguduskan hari Sabat itu. Sebab siapa saja dan dengan alasan apa saja, jika tidak menguduskan hari Sabat, maka dia dinyatakan bersalah terhadap hukum itu. Tuntutannya adalah lakukanlah itu dengan sempurna. Jika tidak sempurna = dosa!

Kamu sudah tahu 'kan, apa yang diperbolehkan dan apa yang dilarang dilakukan pada hari Sabat, dari Alkitab? Lakukanlah itu berdasarkan pengetahuanmu. Yang tahu, itulah umat ELOHIM YAHWEH. Yang tidak tahu, bukanlah umat ELOHIM YAHWEH.

Burung merpati itu berbeda dengan burung perkutut. Burung merpati dikasih kebebasan yang sebebas-bebasnya. Dia bisa terbang ke mana saja yang dia inginkan, karena dia tidak dikurung seperti burung perkutut. Tapi pemilik burung merpati tak merasa kuatir, sebab burung itu takkan kabur dari kandangnya. Burung itu bisa memahami kebebasannya, bahwa dia dibebaskan bukan supaya kabur dari Hukum Taurat. Tapi burung perkutut tidak demikian. Dia bertanya: "Bukankah ELOHIM YESHUA itu TUHAN atas hari Sabat?" Nah, karena ELOHIM YESHUA itu TUHAN atas hari Sabat, maka DIA bisa berbuat apa saja terhadap hari Sabat. Itulah sebabnya ketika ada kesempatan pintu sangkarnya terbuka, burung perkutut-burung perkutut itu kabur ke hari Minggu. Sebab mereka itu perkutut, bukan merpati!

Babi halal? Maka jadilah pelahap babi! Itulah akibatnya jika burung perkutut dikasih kebebasan, jadinya adalah kebablasan! Tapi ROH KUDUS dilambangkan dengan burung merpati, bukan burung perkutut.

Ayat 12:
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Jika JALAN TUHAN itu mengarah ke hidup, jalan dosa itu mengarah ke maut. Orang dibuat menyukai narkoba, menyukai mabuk-mabukan, menyukai hal-hal yang najis, yang buruk, yang merusak, yang jahat, yang menjijikkan, yang memusingkan, yang merugikan orang lain, yang menyakiti, dan lain-lainnya. Dosa membawa kemerosotan sehingga manusia menjadi seperti hewan.

Ayat 13-14:
Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.

Tanpa TUHAN semua manusia akan menuju kebinasaan. Tapi kedatangan ELOHIM YAHWEH yang mengutus nabi Musa telah membawa pencerahan bagi manusia;

Ul. 4:8Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?

Ayat 15-16:
Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.

Efek dosa Adam sungguh jahat, sebab semua orang tanpa kecuali, entah orang jahat atau orang baik, semuanya dijadikan orang hukuman. Entah suster Teresa, entah Ahok, entah Jokowi, semuanya dipandang orang-orang berdosa. Tapi keselamatan yang dikerjakan oleh ELOHIM YESHUA terjadi secara pribadi, tidak memberi efek ke orang lain. Jika seorang suami percaya ELOHIM YESHUA, maka dia akan diselamatkan. Tapi sekalipun istri atau anaknya namun tidak percaya, maka mereka takkan diselamatkan.

Ayat 17-20:
Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

"Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah." Semakin mahal harga sebuah mobil, semakin banyak uang yang harus dikeluarkan. Semakin besar dosa seseorang, semakin besar dia menerima pengampunan. Ini menyatakan betapa kaya rayanya ELOHIM YESHUA. Sebab dosa sebesar apapun bisa DIA ampuni.

Ayat 21:
supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

ELOHIM YESHUA adalah lawan-katanya Adam dan Hawa. ELOHIM YESHUA adalah obatnya dosa.

Hasil gambar untuk gambar burung merpati

Tidak ada komentar: