Rabu, 28 September 2016

ISLAM ATAU AL QUR'AN?

1. Islam itu menggantungkan kekuatannya pada as sunnah, yaitu hadist-hadist, sebagai pendamping Al Qur'an. Tapi Al Qur'an menyatakan:

QS. 6:115   

“Telah sempurnalah kalimat TUHANmu [Al Qur’an], sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimatNYA.”




"Sempurna" itu artinya selesai atau lengkap. Jika masih memerlukan tambahan, namanya masih belum sempurna, belum bisa mandiri. Mobil baru yang anda beli di showroom itu sebenarnya sudah sempurna. Tapi ada orang yang menganggap itu masih perlu ditambah dengan aksesoris-aksesoris. Padahal kesempurnaan mobil itu terletak pada bisa jalan, bisa direm, bisa dibelokkan kiri-kanan, ada lampu dan peralatan penting lainnya. Soal parfum, tissue, stiker, boneka-boneka, dan lain-lainnya itu bukan termasuk "penyempurna" mobil itu.

Harusnya, jika Al Qur'an itu disebut firman Allah, maka yang selain itu bukanlah firman Allah. Jika Al Qur'an itu disebut kitab suci, maka yang selain itu bukanlah kitab suci. Masakan yang bukan firman Allah dipersamakan dan disejajarkan kedudukannya dengan yang firman Allah? Masakan yang bukan kitab suci dipersamakan dengan kitab suci? Dan jika memang dipandang harus disandingkan dengan Al Qur'an, mengapa tidak dijilid menjadi satu, bukannya dipisah-pisahkan?!

Harusnya sebuah buku karangan Allah itu memiliki konsep yang sempurna yang bisa memberikan gambaran seutuhnya tentang segala maksud-maksudnya, seperti kitab UUD 1945 karangan para proklamator negara kita yang lengkap meliputi segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, yang kemudian dijadikan sebagai landasan bagi semua kebijaksanaan pemerintah. Tapi Al Qur'an sepertinya dibuat dan disusun secara asal-asalan, tidak systematis, dan tidak memuat lengkap hal-hal yang penting.

Islam dengan Al Qur'an itu sama seperti gereja dengan Alkitab. Jika Islam menambahkan hadist-hadist sebagai tambahan Alkitab, gereja menambahkan pemikiran bapa-bapa gereja dan konsili-konsili sebagai tambahan Alkitab.

2. Islam itu mewajibkan umatnya untuk disunat. Itu Islam, tapi Al Qur'an tidak memuat perintah sunat itu. Yang ada adalah kisah nabi Ibrahim disunat pada umur 80 tahun, di hadist, bukan di Al Qur'an;



"Nabi Ibrahim berkhitan setelah beliau berusia 80 tahun” [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (6298 – Fathul Bari), Muslim (2370), Al-Baihaqi (8/325), Ahmad (2/322-418)

Di Kristen, gereja-gereja menggantikan baptis selam dengan baptisan percik.


3. Islam itu mewajibkan umatnya bersholat 5 waktu. Itu Islam, tapi Al Qur'an tak memuat perintah sholat 5 waktu itu. Al Qur'an hanya mencatat peristiwa perjalanan Isra Mi'rat nabi Muhammad ke langit ke-7, sama sekali tak menceritakan adanya perintah sholat 5 waktunya.

Di Kristen, gereja-gereja mengarang acara ibadah dengan liturki; duduk-berdiri-duduk lagi-berdiri lagi, itulah model sholatnya orang Kristen.

4. Islam mewajibkan umatnya menghadap ke kiblat - Mekkah. Itu Islam, tapi Al Qur'an menyatakan:



QS. 2:115   “Dan kepunyaan ALLAHlah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah ALLAH. Sesungguhnya ALLAH Mahaluas [rahmatNYA] lagi Mahamengetahui.”

QS. 2:177   “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur atau barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan ialah beriman kepada ALLAH, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi.”


Al Qur'an meluaskan wilayah Allah, Islam menyempitkannya.

5. Islam itu menjadikan umatnya sebagai pengikut nabi Muhammad. Padahal nabi Muhammad itu pengikutnya nabi ISA;



Hadits Shahih Bukhari 503 "Janganlah kamu memuliakan saya berlebihan sebagaimana memuliakan Isa anak Maryam, saya ini hanyalah hamba Allah".




"Aku adalah orang yang paling dekat dan paling mencintai Isa bin Maryam di dunia maupun di akhirat. Para nabi itu adalah saudara seayah walau ibu mereka berlainan, dan agama mereka adalah satu.” (HR. Bukhari dalam Kitab Ahadits al-Anbiya’, lihat Fath al-Bari [6/550].


6. Islam bertanya: "ihdinas siratal mustaqim?" - tunjukilah kami jalan yang lurus, Al Qur'an menjawab: "ISA al MASIH itulah Siratal Mustaqim."



QS. 43:61   Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.


7. Islam berkata: "Lailahaillallah" - Tidak ada Tuhan selain Allah, Al Qur'an menerangkan ada Tuhan yang selain Allah;


QS. 70:40   Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.
 
>> Aku dengan Tuhan = KAMI

>> "Kami" itu sama-sama Mahakuasanya.

Jika Allah Islam itu hanya mempunyai Kaabah di Mekkah, Allah Al Qur'an itu mempunyai timur dan barat.

8. Menurut Islam, ISA itu bukan JURUSELAMAT, tapi menurut Al Qur'an ISA itu "al MASIH" - MESIAS/JURUSELAMAT.

9. Menurut Islam, ISA itu nabi biasa, tapi menurut Al Qur'an ISA itu Seorang yang terkemuka di dunia dan di akherat, Orang yang paling dekat dengan Allah;



QS. 3:45  namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),


10. Menurut Islam Muhammad itu mempunyai banyak mujizat, tapi menurut Al Qur'an tidak diberikan mujizat apapun;



QS. 10:20   Dan mereka berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mu'jizat) dari Tuhannya?" Maka katakanlah: "Sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu.


>> Mujizat adalah keterangan kenabian dari Tuhan. Jadi, Muhammad tidak mendapatkan tanda kenabian dari Allah.

11. Menurut Islam, Muhammad itu nabi terakhir. Tapi terakhir dari mana, jika sebelumnya tak pernah ada nabi yang beragama Islam maupun yang berbangsa Arab?

Jika Adam disebut nabi pertama, padahal keagamaan baru ada di zaman nabi Musa. Musa-lah nabi pertama bangsa Yahudi dan dalam agama Yahudi, sedangkan nabi terakhirnya adalah Yohanes Pembaptis. Adapun ELOHIM YESHUA adalah Nabi pertama Perjanjian Baru, yang sama seperti nabi Musa, sebagaimana Ulangan 18:15;

"Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan."
12. Menurut Islam, Muhammad itu nabi yang seperti nabi Musa. Benarkah itu?

>> Musa bangsa Yahudi, Muhammad bangsa Arab.

>> Musa mengajarkan hari Sabat, Muhammad mengajarkan hari Jum'at.

>> Musa tidak mengajarkan sholat 5 waktu.

>> Musa kiblatnya negeri Palestina, Muhammad kiblatnya Mekkah.

>> Musa tidak mengenal ritual haji.

>> Musa tidak mengenal Bait Suci. Yang dikenal Musa adalah Kemah Suci, yaitu berbentuk tenda kain, bukan bangunan permanen seperti Bait Suci bikinannya raja Salomo atau Kaabah di Mekkah. Karena itu tidaklah benar jika dikatakan nabi Ibrahim pernah ke Mekkah dan mendirikan Kaabah. Dari zaman nabi Ibrahim hingga ke zaman raja Salomo, selama 1.000 tahun, bangsa Yahudi tak mengenal bangunan Bait Suci permanen.

13. Islam merubah nama hari keenam: "Sittah" menjadi Jum'at;

>> Hari ke-1: Ahad - Minggu
>> Hari ke-2: Itsnain - Senin
>> Hari ke-3: Tsalatsah - Selasa
>> Hari ke-4: Arba'ah - Rabu
>> Hari ke-5: Khamsah - Kamis
>> Hari ke-6: Sittah
>> Hari ke-7: Sabtu

Jum'at itu artinya adalah jemaat/jamaah/kumpulan orang.

14. Islam meniadakan hari Sabat, Al Qur'an mempunyai 4 ayat tentang Sabat;



>> QS. 4:47      lalu KAMI putarkan ke belakang atau KAMI kutuk mereka sebagaimana KAMI telah mengutuk orang-orang [yang berbuat maksiat] pada hari Sabtu. Dan ketetapan ALLAH pasti berlaku.

>> QS. 4:154       dan KAMI perintahkan [pula] kepada mereka: Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu.

>> QS. 16:124     Sesungguhnya diwajibkan [menghormati] hari Sabtu atas orang-orang [Yahudi] yang berselisih padanya.

 * Keterangan no. 844; Menghormati hari Sabtu itu ialah dengan jalan memperbanyak ibadat dan amalan-amalan yang saleh serta meninggalkan pekerjaan sehari-hari.

>> QS. 2:65     Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu KAMI berfirman kepada mereka: Jadilah kamu kera yang hina.

>> QS. 2:66     Maka KAMI jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwah.

Orang-orang di masa itu adalah orang-orang Yahudi. Yang datang kemudian adalah orang-orang Kristen. Sedangkan yang suka menyebut dirinya bertaqwah adalah kaum Muslim.



15. Menurut Islam, Islam bisa menyelamatkan. Tapi Al Qur'an menyatakan tidak bisa menyelamatkan;



>> QS. 2:91   sedang Al Qur'an itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. 


>> QS. 16:44  Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka  dan supaya mereka memikirkan,

>> QS. 11:17  sebelum Al Qur'an itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat?

>> QS. 30:47    Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup),


>> QS. 5:68  Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, dan Injil,   

>> QS. 43:4   Dan sesungguhnya Al Qur'an itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.
 


Al Qur'an hanya mendukung Alkitab yang membawa kabar keselamatan. Al Qur'an itu anaknya Alkitab.



>> QS. 7:184  Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.






>> QS. 46:9   aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".


Kapasitas nabi Muhammad hanyalah memberikan peringatan dan penjelasan tentang Alkitab.



>> QS. 46:9   “dan aku TIDAK MENGETAHUI apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak [pula] terhadapmu.”




>>  HSB 1261:   “Dari Abu Hurairah ra, katanya: Rasulullah saw berdiri ketika TUHAN YANG MAHA MULIA dan MAHABESAR menurunkan ayat yang artinya: Dan berilah peringatan kepada kaum famili engkau terdekat. Lalu Beliau bersabda: Hai Quraisy [atau perkataan yang serupa itu]. TEBUSLAH DIRIMU! SAYA tiada dapat menolongmu barang sedikitpun dari siksa TUHAN.  Hai Bani Abdi Manaf! SAYA tiada bisa menolongmu sedikitpun. Hai Abbas anak Abdul  Muthalib! SAYA tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa TUHAN. Hai Safiah bibi Rasulullah! SAYA tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa TUHAN. Hai Fatimah binti Muhammad! Mintalah kepada  saya harta dan SAYA tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa TUHAN.”


Nabi Muhammad bukanlah JURUSELAMAT. Karena itu tidak bisa menyelamatkan siapapun. Dari gelarnya saja sudah ketahuan; Muhammad SAW - Shalallaahu 'Alayhi Wasallam, yang artinya mudah-mudahan bisa diselamatkan. Tapi nabi ISA diberi gelar: MASIH - MASIHULLAH - JURUSELAMAT dari ALLAH.

Nah, manakah yang anda pilih dan percayai? Islam atau Al Qur'an?

Menteri agama kita mengakui kalau Al Qur'an Terjemahan ada masalah, ada kesalahan terjemahan, dan kini sedang dalam proses revisi:





Lihat juga: 

BUKTI ALQURAN STANDAR SAAT INI TERNYATA PALSU



Hasil gambar untuk gambar bendera islam

Tidak ada komentar: