Jumat, 21 Oktober 2016

ANEH! - TUHAN MENYESAL?

Alkitab mencatat seringkali ELOHIM YAHWEH menyesal. Apakah ELOHIM YAHWEH mempunyai dosa atau kejahatan seperti manusia?

Kej. 6:6maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

Ketika ELOHIM YAHWEH melihat kelakuan manusia yang semakin hari semakin jahat dan berdosa, ELOHIM YAHWEH merasa menyesal telah menciptakan alam semesta ini. Menjadi pertanyaan adalah sebagai ELOHIM yang Mahatahu, masakan tidak tahu akan seperti itu jadinya?

Kita perlu membahas artinya Mahatahu dulu. Seperti apakah Mahatahu itu? Maha itu sangat. Jadi, Mahatahu artinya adalah sangat mengetahui. Apakah Mahatahu itu seperti melihat film? Apakah kehidupan itu seperti film yang diputar ulang oleh ELOHIM YAHWEH? Jika kehidupan ini seperti sebuah film yang diputar ulang, harusnya tidak ada dosa, tidak perlu nasehat, tidak perlu marah-marah dan tidak perlu menghukum orang. Jika ELOHIM YAHWEH tahu dengan pasti bahwa saya dalam hidup ini akan melakonkan diri sebagai bajingan seumur hidup, buat apa saya dilahirkan? Buat apa saya dikasih nasehat, buat apa Injil diberitakan ke saya, dan buat apa Alkitab dicetak banyak-banyak? Kejam sekali ELOHIM YAHWEH melahirkan saya, jika hidup saya untuk menjadi penghuni neraka.

Mengapa polisi lalulintas memberikan rambu-rambu di jalan raya? Sebab polisi tahu bahayanya jika kendaraan di jalan raya tidak dibantu dengan rambu-rambu. Mengapa pengendara motor diwajibkan memakai helm? Sebab polisi tahu bahayanya kalau tidak memakai helm. Mengapa sepedamotor kita harus dikunci ganda? Sebab kita tahu kalau lengah sedikit saja sepedamotor kita pasti hilang. Mengapa pintu rumah selalu kita kunci? Sebab kita tahu kalau tidak dikunci akan dimasuki maling.

Apakah pabrik sepedamotor tahu kalau sepedamotor bisa mencelakakan? Tahu! Itulah sebabnya pabrik melengkapi sepedamotor itu dengan rem, dengan lampu-lampu, dengan klakson, dan lain-lainnya. Kita tabrakan di jalan. Siapakah yang tidak tahu tentang resiko ini? Saya yakin semua orang PASTI TAHU bahwa resiko berkendaraan di jalan raya adalah tabrakan. Tapi kenapa kita masih tetap berkendaraan? Apakah kita memang niat mati di jalan? Bukan! Sebab pengetahuan kita itu bukan sebuah film.

Seperti apakah pengetahuan yang seperti film itu? Firasat! Firasat adalah tanda-tanda peringatan jika kita hendak menghadapi sesuatu hal, entah itu baik entah itu tidak baik. Entah itu hadiah mobil atau musibah. Biasanya, jika kita mendapatkan firasat yang tidak baik, kita pasti akan berusaha menghindarinya, misalkan dengan membatalkan acara-acara kita di hari itu. Orang-orang Jawa yang mempercayai hal-hal yang ghaib biasanya berpegang pada kitab Primbon atau 1001 tafsir mimpi, sehingga jika mendapatkan suatu mimpi dilihatkan ke buku tafsir mimpi untuk mengetahui perkiraan maknanya.

Dalam arti kata, bahwa di dalam setiap permasalahan sepelik apapun selalu tersedia jalan keluarnya. Keyakinan adanya jalan keluar inilah yang membuat kita berani melakukan sesuatu yang beresiko. ELOHIM YAHWEH juga begitu. Ketika menciptakan Adam dan Hawa, DIA tahu bahwa mereka akan melanggar aturanNYA. Itu sebabnya manusia dibuat rangkap dua; Adam dengan Hawa, supaya manusia bisa berkembangbiak, supaya jika Adam dan Hawa rusak, ada keturunannya yang bisa diharapkan. Itu juga sebabnya ancaman hukuman mati tidak segera dilaksanakan karena ELOHIM YAHWEH berharap pada keturunan mereka. Dan kelahiran Habel yang hidup benar di hadapan ELOHIM YAHWEH merupakan bukti benarnya perhitungan ELOHIM YAHWEH.

Keberhasilan Habel hidup benar membuat ELOHIM YAHWEH berani melanjutkan proyek manusia ini, sehingga Habel yang mati dibunuh Kain ditukari dengan kelahiran Set. Dari Set ke Enos, dari Enos ke Henokh, didapatilah Henokh yang sempurna sehingga layak diangkat ke sorga hidup-hidup. Begitu pula ketika didapati manusia yang semakin hari semakin jahat, ELOHIM YAHWEH menemukan keluarga Nuh yang "lumayan" benar sehingga proyek manusia ini masih tetap dilanjutkan sesuai dengan rencana semula. Namun ELOHIM YAHWEH menyesalkan orang-orang yang jahat itu. Mengapakah mereka tidak mau hidup seperti Habel atau seperti Set atau seperti Enos atau seperti keluarga Nuh? Sebab kalau Habel, Set, Enos, Henokh dan Nuh bisa, mengapakah mereka tidak bisa?

Yehezkiel 18:23Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?

Apakah ELOHIM YAHWEH suka melihat kebinasaan orang berdosa? Tidak! ELOHIM YAHWEH menciptakan kita semua adalah supaya kita hidup berbahagia, bukan supaya mati dan dihukum. Neraka bukanlah tujuan ELOHIM YAHWEH menciptakan kita. Semua orang yang dilahirkan ke dunia dikasihi tanpa memandang bulu. Itulah sebabnya Injil ini diwajibkan diberitakan ke segala makhluk, supaya orang menerima keselamatan berdasarkan imannya, bukan berdasarkan pada perbuatannya. Ini adalah bentuk-bentuk keringanan dan kelonggaran yang ELOHIM YAHWEH berikan supaya orang-orang yang berdosa mempunyai pengharapan keselamatan.

Ketika anak kita meminta sepedamotor, kita berkata: "Jangan sekarang karena kamu masih terlalu kecil. Nanti setelah kamu SMA, papa belikan." Tapi anak kita mendesak terus sehingga kita terpaksa menurutinya, lalu terjadilah anak itu kecelakaan yang menyebabkan kakinya patah. Seperti apa pikiran kita? Pasti kita menyesalkannya. Apa yang kita sesalkan? Mengapa kita tidak menuruti perkataan itu?! Tapi apakah kita sengaja mencelakakan anak kita itu? Tidak, bukan?! Kita langgar perkataan itu adalah karena kita mempunyai pengharapan apa yang kita katakan itu tidak benar. Demikianlah yang dipikirkan ELOHIM YAHWEH adalah bahwa manusia masih bisa menghindari dosa, seperti Habel, Set, Enos, Henokh dan Nuh. Itu adalah bukti bahwa manusia bisa menghindari dosa.

Kel. 32:14Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

Ketika bangsa Israel di padang gurun melakukan dosa, ELOHIM YAHWEH marah dan membinasakan banyak orang. Hal itu diprotes keras oleh nabi Musa;

Keluaran 32:11Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?

Kata-kata nabi Musa itu "menyadarkan" ELOHIM YAHWEH bahwa tindakanNYA itu tidak benar. Hukum: gigi ganti gigi, mata ganti mata dan nyawa ganti nyawa, jika benar-benar diterapkan secara ketat, maka habislah orang Israel. Jika bangsa Israel habis di padang gurun, buat apa mereka dibawa keluar dari Mesir? Nabi Musa melihat bahwa bangsa Israel membutuhkan kasih karunia ELOHIM YAHWEH. Bangsa Israel membutuhkan belas kasihan dan panjang sabar ELOHIM YAHWEH.

Itu adalah sebuah permintaan, sebuah usulan, sebuah permohonan nabi Musa. Bukankah setiap orang bisa mengajukan usulan atau permintaan atau doa kepada ELOHIM YAHWEH? Nah, usulan nabi Musa untuk mendapatkan kemurahan ELOHIM YAHWEH itu diterima, disetujui. Apakah berarti ELOHIM YAHWEH tak punya kasih karunia sebelumnya? Bukan! Tapi nabi Musa meminta tambahan kasih karunia, supaya diperbesar lagi.

Orang berdosa dihukum, itu hak ELOHIM YAHWEH. ELOHIM YAHWEH tidak bersalah membinasakan orang-orang Israel itu. Jadi, yang disesalkan oleh ELOHIM YAHWEH bukanlah tentang kesalahanNYA, seperti kita menyesalkan dosa-dosa kita, tapi kurangnya kemurahan hatiNYA itulah yang ELOHIM YAHWEH sesalkan. Dan ELOHIM YAHWEH bersegera memperbaiki kasih karuniaNYA. Itu harus menjadi suatu teladan bagi kita, bahwa ketika kita mengetahui suatu kesalahan, kita harus juga segera memperbaikinya.

Yer. 18:8Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.

Jika ada orang berdosa dan ELOHIM YAHWEH mengeluarkan ancaman untuk menghukum lalu orang berdosa itu bertobat, maka ELOHIM YAHWEH akan menyesalkan ancamanNYA itu. Apa yang ELOHIM YAHWEH sesalkan? AncamanNYA itu. Sebab ancaman itu cocoknya untuk orang bebal yang tidak mempan dinasehati. Tapi jika orang bisa dikasih nasehat baik-baik, buat apa harus main ancam?!

Apakah berarti ELOHIM YAHWEH tidak bisa menakar pikiran orang? Benar! Sebab hanya benda mati saja yang bisa ditakar. "Dalamnya laut bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tahu?" Karena ELOHIM YAHWEH menjadikan manusia itu makhluk yang hidup, yang bebas menggunakan pilihannya. ELOHIM YAHWEH bisa membaca pikiran orang, sama seperti kemampuan orang Indonesia membaca tulisan Ibrani atau Arab. Tapi ELOHIM YAHWEH tidak bisa mengetahui pergerakan pikiran orang. Jangankan ELOHIM YAHWEH, orang itupun tak tahu pergerakan pikirannya sendiri. Ada faktor "X" yang bisa membuat orang melakukan sesuatu yang diluar dugaan.

Kita bisa meramal hasil ujian sekolah anak-anak kita berdasarkan keseharian mereka. Anak "A" pasti akan lulus, sebab dia memang pandai. Tapi anak "B" kita yakini pasti takkan lulus sebab dia bodoh sekali. Dan secara umum ramalan tersebut pasti tepatnya. Tapi jangan lupa bahwa ramalan tersebut juga bisa meleset karena adanya kejutan-kejutan yang tak terduga. Di bidang pertandingan sepakbola kita juga bisa meramalkan sebuah pertandingan yang tidak seimbang; kesebelasan yang terkenal melawan kesebelasan yang tidak terkenal. Tapi ramalan itu juga bisa meleset karena adanya kejutan-kejutan. Itulah sebabnya kita dilarang menghakimi orang, bukan soal menyatakan kesalahannya tapi soal ketidakmungkinannya, seperti pemerintah yang mempunyai vonis hukuman mati. Itu yang tidak boleh dan tidak benar! Kita tidak boleh mencabut nyawa orang.

ELOHIM YAHWEH memang memberi kebebasan orang memilih. Tapi ELOHIM YAHWEH juga berhak mencabut kebebasan memilih itu, yaitu terhadap orang-orang yang dikutukNYA. Orang-orang yang memiliki kriteria terkutuk, kebebasan memilihnya dicabut, sehingga dia menjadi terbelenggu di satu tempat, tak mungkin bertobat!

Matius 10:14

Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
10:15Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

Yoh. 20:23Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Itulah orang-orang yang dicabut kebebasan memilihnya sehingga dia tak mungkin bertobat seumur hidupnya, seperti Yudas Iskariot. ELOHIM YAHWEH memberikan otoritas kepada seorang penginjil untuk mengutuk orang. Maka orang itu sudah mati selagi masih hidup. Dia menjadi zombie atau mayat hidup di hadapan ELOHIM YAHWEH.

1Tim. 5:6Tetapi seorang janda yang hidup mewah dan berlebih-lebihan, ia sudah mati selagi hidup.

Karena manusia dibuat menurut gambaran ELOHIM YAHWEH, maka tidaklah mengherankan jika ELOHIM YAHWEH itu memiliki persamaan-persamaan seperti manusia. Tapi kurang tepat bila kita katakan ELOHIM YAHWEH itu seperti kita. Yang benar adalah kita ini yang seperti ELOHIM YAHWEH. Jadi, segala perasaan yang kita miliki itu seperti yang dimiliki oleh ELOHIM YAHWEH. Sebab kita ini anakNYA, sebab DIA itu BAPA kita.

Jika kita bisa menangis, sebab ELOHIM YAHWEH juga bisa menangis. Sebab kita bisanya menangis adalah karena pemberianNYA. Dan DIA bisa memberi karena DIA memilikinya.

>> ALLAH koq berjalan? Memangnya punya kaki? Kalau nggak punya kaki, buntung namanya. Hanya Awloh yang tidak bisa berjalan.

>> ALLAH koq melihat? Memangnya punya mata? Kalau nggak punya mata, buta namanya. Hanya Awloh yang tidak bisa melihat.

>> ALLAH koq sedih? Apa punya perasaan? Kalau nggak punya perasaan, bebal namanya. Hanya Awloh yang tak mempunyai perasaan.

Hasil gambar untuk gambar orang menyesal

Tidak ada komentar: