Kamis, 27 Oktober 2016

BISMILLAH - LA ILAHA ILLALLAH - ALLAHU AKBAR

1. BISMILLAH:

"Bismillah" ternyata dari bahasa Ibrani: "BESYUM ELLAH", yang artinya dalam nama ELOHIM/TUHAN. Kata-kata itu termuat dalam Ezra 5:1 dan harus disertai dengan keterangan: Israel - "dalam nama ELOHIM Israel."

Ezra 5:1
Tetapi nabi Hagai dan Zakharia bin Ido, kedua nabi itu, bernubuat terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan di Yerusalem dalam nama Allah Israel, yang menyertai mereka.

Teks Ibraninya:
VEHITNABI KHAGAI NEVIYAH UZEKHARYAH VAR-IDO NEVIYAYA 'AL-YEHUDAYE DI VIHUD 'UVIRO'USYLEM BESYUM 'ELAH YISRA'EL 'ALEIHON

"BESYUM ELAH YISRAEL." Zaman nabi Ezra adalah 480-440 Sebelum Masehi, sedangkan zaman Muhammad 611 Tarikh Masehi. Jadi, ada jarak waktu seribu tahun untuk nyontek dan memotong kata-kata "Israel"-nya, diganti menjadi "Bismillahi Hirohman Nirohim." - dalam nama Awloh yang mahapengasih dan penyayang.

Keterangan tambahan:

"Sarapanpagi.com" berkata: Beberapa tahun belakangan ini Kekristenan di Indonesia cukup disibukkan dengan klaim dari beberapa aliran "Kelompok Pemuja Nama YAHWEH" yang mengharamkan nama Allah dengan alasan ‘Allah’ adalah nama "ilah" dari agama lain. Mereka juga mengklaim bahwa Allah sembahan orang Muslim adalah "ilah" atau "berhala" dan tidak sepantasnya kata "Allah" ini dipakai dalam menyebut Tuhannya umat Kristiani.

Suatu keanehan, mengapa hanya kata "Allah" yang dipermasalahkan, padahal ada kata lain dalam Alkitab bahasa asli yang dipakai sebagai nama Allah, yaitu "θεος - THEOS", Yunani. Kata "θεος - THEOS" ini disamping bermakna "Allah/ Elohim", kata ini juga digunakan untuk menyebut illah-illah (Kisah Para Rasul 14:11) bahkan setan dalam pengertian 'illah' (2 Korintus 4:4) ; namun hal tersebut dalam konteks "pemahaman" orang diluar Kristus.

Sanggahan saya:
"Sarapanpagi.com" ini dari denominasi Kristen Minggu: Gereja Keluarga Allah[GKA] yang merasa benar dengan hari Minggu, Natal, Trinitas, dan lain-lainnya sebagaimana Kristen-kristen umumnya, sekalipun dalam hal bahasa Ibraninya harus diakui kejagoannya. Namun yang lebih jago dari "sarapanpagi.com" yakni orang-orang Yahudi, nyatanya juga nggak ada yang bertobat ke Kristen. Begitu pula dengan yang lebih berhikmat dari orang-orang Yahudi adalah Lusifer, nyatanya juga murtad dari ELOHIM YAHWEH. Karena itu kita perlu berhati-hati dengan segala kepinteran orang. Sebab kalau tidak lihay tidak mungkin Dimas Kanjeng dan Gatot Brajamusti bisa meyakinkan banyak orang, seperti Lusifer yang menyesatkan manusia seluruh dunia.

Menghadapi dunia yang amburadul ini Alkitab menasehati supaya kita menguji setiap orang dan mengambil apa yang baiknya saja, seperti buah mangga; makan dagingnya buang kulit dan bijinya.

1Tes. 5:21Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Saya sangat membutuhkan sekali informasi dari "sarapanpagi.com" tapi saya ambil yang benarnya saja. Sebenarnya saya ingin sekali berkomunikasi dan berdiskusi dengannya, dengan LAI, dengan Sabdaweb. Tapi tak pernah ditanggapi. Mereka hanya mau menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari orang awam saja.

Kekacauan konsep dari "sarapanpagi.com" adalah menerima bulat-bulat seluruh nubuatan Daniel-Wahyu yang berasal dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, tapi tentang hari Sabat ditolaknya. Padahal pekabaran inti dari nubuatan Daniel-Wahyu itu adalah tentang masalah hari Sabat yang dilupakan orang;

Daniel 7:25Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Jadi, "sarapanpagi.com" dengan kepintarannya berbahasa Ibrani bukanlah kiblat kebenaran. Berhati-hati itu lebih baik!

Tentang YHWH yang dibaca YAHWEH, itu nama Sesembahan bangsa Israel, Sesembahan Abraham, Sesembahan Ishak dan Sesembahan Yakub. YAHWEH itu nama, sedangkan ELOHIM atau TUHAN atau ALLAH itu adalah gelar, kecuali ALLAH menurut agama Islam adalah nama. ALLAH-nya Islam itu mempunyai 99 nama, seperti mahapengasih, mahapenyayang, mahakuasa, itu mereka sebut nama TUHAN mereka.

Saya tidak keberatan memakai kata: "ALLAH", sebab itu gelar, bukan nama. Tapi karena "ALLAH" itu diklaim kaum Muslim sebagai nama, maka saya tak mau lagi menggunakan kata-kata itu, saya ganti dengan TUHAN atau ELOHIM. Sebenarnya ELOHIM itu identik dengan ALLAH, sedangkan TUHAN itu ADONAI.

>> ELOHIM[Ibrani] - THEOS[Yunani] - ALLAH[Arab] - menunjuk pada Sang Pencipta.

>> ADONAI[Ibrani] - KURIOS[Yunani] - RABB[Arab] - TUHAN - menunjuk pada Pemimpin.

Alkitab, Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani[Tanakh] memuat nama TUHAN: "YHWH." Tapi bangsa Yahudi yang tinggal 2 suku saja, suku Yehuda dan Benyamin, tak berani membaca "YHWH" itu, melainkan setiap kali ketemu kata-kata itu mereka baca: ADONAI atau TUHAN, bahasa Indonesianya. Sebab YAHWEH itu milik Israel 12 suku. Tapi kita yang bukan orang Israel, harusnya membaca nama itu: YAHWEH, sebagai pengakuan kita beribadah kepada ELOHIM 12 suku Israel. Tentu saja dengan catatan: jangan menyebut nama itu secara sembarang, sebab nama itu kudus.

Jadi, jika Israel 2 suku itu membaca YHWH dengan: ADONAI, itu sudah tepat. Tapi kita harus membacanya: YAHWEH. Jangan diganti dengan: TUHAN. Sebab ini menyangkut kesaksian iman kita, kepada siapa kita ini berbhakti. Kalau iman suku-suku Israel sudah jelas, sebab hingga hari ini mereka melestarikan ajaran nabi Musa, sehingga sekalipun mereka membacanya: ADONAI, tujuannya tak mungkin salah alamat, bahwa ADONAI itu pasti YAHWEH. Tapi kita yang lahir dari penyembahan-penyembahan berhala, mana boleh ikut-ikutan mereka?

Buktinya, orang sekaliber "sarapanpagi.com" begitu beraninya melecehkan nama YAHWEH, dan merasa bangga dengan TUHAN-nya LAI - Lembaga Alkitab Indonesia.

Sekali lagi, TUHAN itu gelar sebagaimana guru, bapak, penginjil, presiden, gubernur, dan seterusnya. Tapi guru atau penginjil 'kan punya nama? Seperti saya: penginjil Rudyanto. Masak nama saya: Rudyanto dihilangkan dan diganti penginjil saja? Masak boleh sama Jokowi menuliskan nama di KTP saya: Penginjil? Penginjil itu gelar, bukan nama.

Itulah sebabnya "TUHAN" diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, seperti: Latin = Domini, Inggris = Lord, Prancis = Seigneur, Jerman = Herr, Spanyol=Senor, Portugis = Senhor, Belanda = Heer, Jawa/ Sunda = Gusti, Bali = Hyang, Batak = Debata, India = Dewa. Sama seperti guru, bahasa Inggrisnya: teacher. Tapi nama guru: YAHWEH, masak diterjemahkan: TUHAN?

Itulah kekonyolan "sarapanpagi.com."

2. LA ILAHA ILLALLAH

Kata orang Islam: "LA ILAHA ILLALLAH" itu artinya "tidak ada Tuhan selain Awloh", nyontek dari Hukum Taurat, hukum ke-1: "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku." Tapi apakah benar terjemahan bahasa Arabnya seperti itu? Mari kita belajar bahasa Arab;

"TUHAN" dalam bahasa Arab itu: Rabb, bukan Ilah;

>> Rabb = Tuhanku

>> Rabbi = Tuhanmu

>> Rabbaka/Rabbana = Tuhan kita.

Sedangkan "ilah" itu adalah allah, huruf kecil, menunjuk pada berhala. "Allah" itu dari kata: Al dan Ilah; al artinya sesuatu, ilah artinya yang disembah. Jadi, al Ilah atau Allah itu adalah sesuatu yang kita sembah. Jika menggunakan huruf kecil menunjuk pada berhala, jika menggunakan huruf besar menunjuk pada Sang Pencipta. Karena itu jika dimaksudkan: "Tidak ada tuhan selain Awloh" harusnya kalimatnya: "La Rabb Illallah", sedangkan jika hendak tetap: "La ilaha Illallah" maka itu artinya adalah "Tidak ada berhala selain Awloh."

Kenapa harus "Tidak ada berhala selain Awloh?" Sebab "ada Tuhan selain Awloh" sebagaimana ayat ini:

QS. 40:70    Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

"AKU" tidak mungkin Muhammad, juga tidak mungkin Jibril, sebab digandengkan dengan kata-kata: "KAMI" dan "Mahakuasa." Muhammad dan Jibril tidak mungkin disejajarkan dengan Awloh dan sama-sama Mahakuasanya. Tapi TUHAN YESHUA sebagai ANAK ELOHIM YAHWEH, DIA termasuk dalam Dewan Musyawarah TUHAN;

Yer. 23:18Sebab siapakah yang hadir dalam dewan musyawarah TUHAN, sehingga ia memperhatikan dan mendengar firman-Nya? Siapakah yang memperhatikan firman-Nya dan mendengarnya?

Alkitab menyatakan:

Matius 28:18Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Al Qur'an menyatakan:

QS. 3:45   namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

Jadi, Islam itu mempunyai TUHAN selain Awloh, yaitu ISA al MASIH.

Tapi siapakah ISA al MASIH itu? Sebuah hadist sahih menyatakan bahwa ISA itu Yesus;



Buku Al Bukhari, Jilid 4, hal. 205: “Muhammed berkata: Dengan nama ALLAH, yang memelihara jiwaku, sesungguhnya YESUS anak Maryam akan segera datang sebagai hakim yang benar.”



Dan siapakah Yesus itu? Berita malaikat Gabriel kepada Maria, bahwa anak yang dikandungnya itu bernama: YESHUA ha MASHIA;

Matius 1:1, teks Ibrani: SEFER TOLDOT YESYUA HAMASYIAKH BEN DAVID BEN 'AVRAHAM - Inilah silsilah YESUS KRISTUS, anak Daud, anak Abraham.


Tapi kacaunya "Yesus" itu bahasa Indonesia, namun dibilang bahasa Yunani. Bahasa Yunaninya adalah Iesous, bukan Yesus. Masak Yesus memiliki KTP ganda, KTP Yunaninya: Iesous, KTP Indonesianya: Yesus. Masak akte kelahiran Yesus itu juga ganda, satunya Iesous, satunya: Yesus?

Menuliskan nama Rudyanto, itu ada berbagai macam, ada: Roedianto, Rudianto, Rudijanto, Rudyyanto, Rudi Anto, Rudy Anto, Rudy Yanto, dan itu menyangkut orang yang berbeda-beda. Bolehkah saya menuliskan di KTP dengan model yang bermacam-macam?! Tapi Yesus dalam berbagai versi: Iesukirisuto[Jepang], Mabsosa[Korea], Phra yesū khris̄t̒[Thailand], Yēsū jīdū[China], Yīśu masīha[India], Iisus Hristos[Rusia]. Coba, nama TUHAN yang harusnya dihormati keasliannya, dirubah-rubah seenak perut sendiri. Bandingkan dengan nama Muhammad, di mana-mana, di seluruh dunia tetap: Muhammad.

Tidakkah yang seperti itu namanya: menyebut nama TUHAN dengan serampangan? Apakah TUHAN setuju namaNYA yang kudus diperlakukan seperti itu?

Keluaran 20:7     Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

3. ALLAHU AKBAR

"ALLAHU AKBAR" itu dari kata: "ALLAH - HUA - AKBAR." - ELOHIM HUA MAHABESAR. "HUA" adalah singkatan dari YHWH - YEHUWA - YAHUWEH - YAHWEH. Nama ELOHIM Israel 12 suku.

Alkitab LAI Terjemahan Lama, menyebut "HUA" sebanyak 314 kali, contohnya:

Kel. 23:17Setahun tiga kali hendaklah segala orangmu laki-laki menghadap hadirat Tuhan Hua.

Kel. 34:5Maka Tuhanpun turunlah dalam sebuah awan, lalu berdiri hampir dengan dia sambil Ia menyebut nama Hua.

Kel. 34:6Maka Tuhanpun berjalan lalu dari pada matanya sambil Ia berseru: Hua, Hua, Allah, arrahmani arrahimi, yang panjang sabar lagi besar kemurahan-Nya dan kebenaran-Nya!

Ul. 6:4Dengarlah olehmu, hai Israel! sesungguhnya Hua, Allah kita, Hua itu esa adanya.

Mzm. 140:7(140-8) Ya Hua Tuhan! Engkaulah kuat selamatku; Engkau telah menudungi kepalaku tatkala aku berperang.

Kalau anda bertanya kepada orang-orang Katolik atau Protestan, mereka bisa tunjukkan syair lagu-lagu yang memakai nama: "HUA", seperti: "Selalu HU Gembalaku" atau "Firman HU berprintahlah sampai ujung dunia."

Jadi, .........................???? Islam itu sungguh-sungguh amat dekat dengan Kristen, ya?!

Hasil gambar untuk gambar bismillah

Tidak ada komentar: