Sabtu, 22 Oktober 2016

DUNIA-AKHERAT, LAHIR-BATIN

Islam suka mengajarkan kesejajaran dunia dan akherat serta lahir dan batin. Dua hal yang saling bertentangan, seperti anjing dengan kucing hendak disatu kandangkan. Apakah itu bisa, baiknya kita uji bersama supaya kita semakin mengenal agama Islam ini agama apa'an? Siapa tahu upaya ini bisa mengerem lajunya transmigrasi agama dari Kristen ke Islam. Sebab patut disayangkan jika sepatu ditukari dengan sandal butut, 'kan?!

"Selamat dunia-akherat", "bahagia dunia-akherat"; selamat di dunia juga selamat di akherat, bahagia di dunia juga bahagia di akherat. Apakah itu bisa dan masuk akal?

Keinginan kaum Muslim dan semua orang tentunya seperti itu, yaitu ingin enak selama-lamanya. Dalam hidup di dunia ini jangan sampai terjadi kesulitan dan kesusahan, jangan sampai ada airmata menetes. Berikutnya, kelak jika kehidupan berlanjut di akherat, jangan sampai ada siksaan api neraka. "Bagus", kata TUHAN. "AKU juga ingin melihat kamu seperti itu, yaitu hidup tanpa gangguan apapun. Jika lalat mengotori makananmu, akan KUsingkirkan itu darimu supaya kamu tidak sakit perut. Jika nyamuk mengganggu tidurmu, akan KUsingkirkan itu darimu supaya kamu bisa tidur nyenyak. Jika angin ribut merobohkan rumah-rumahmu, akan KUsingkirkan itu supaya rumahmu tidak roboh. Jika kebodohan membuatmu sulit mencari pekerjaan, AKU akan cerdaskan otakmu. Jika lowongan kerja sulit, AKU akan menciptakan lapangan kerja. Jika kamu miskin AKU akan menyuruh Dimas Kanjeng menggandakan uangmu. Jika kamu sakit AKU akan menyuruh babi menyembuhkan penyakitmu. Pendek kata AKU akan jamin hidupmu akan senang terus di dunia ini dan AKU akan selamatkan kamu dari siksa kubur maupun api neraka. Tapi, apakah kamu mau menuruti kata-kataKU? Apakah kamu mau beribadah kepadaKU?"

Kalau manusia bisa memelihara kesuciannya, manusia takkan diusir dari Taman Eden, dan TUHAN tak perlu nabi Musa untuk mengajarkan Hukum Taurat, tak perlu ELOHIM YESHUA untuk mengajarkan Injil, serta tak perlu Muhammad untuk mengajarkan Islam. ELOHIM YAHWEH tak perlu menawarkan kehidupan akherat atau sorga, tapi cukuplah manusia itu di bumi saja, di Taman Eden itu. Jadi, manusia tak harus mengenal 2 tempat atau 2 alam: dunia-akherat.

Tapi karena dosa maka manusia diusir ke luar dari Taman Eden, ke dunia yang keras dan penuh tantangan. Dunia yang penuh onak duri dan tetesan airmata seperti sekarang ini. Keras dan penuh tantangan ini memang sudah menjadi sifat dunia ini. Dan itu tak bisa disingkirkan. Itulah sebabnya walaupun kita punya Baygon tapi nyamuk masih tetap banyak. Walaupun kita punya racun tikus tapi tikus masih tetap banyak. Angin tetap bikin ribut, laut tetap bergelora, gunung tetap meletus, dan bumi tetap suka bergoyang. Di diri manusia sendiripun masih tetap bebal, masih tetap keras kepala, masih tetap jahat dan masih tetap menyukai dosa. Kulit macan yang sudah terlanjur bertotol-totol, atau kulit orang Etiopia yang sudah terlanjur hitam itu akan selamanya begitu.

Yer. 13:23Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?

Nggak mungkin! Manusia tidak mungkin bisa lepas dari dosa dan kesalahan. Sementara dari pihak ELOHIM YAHWEH juga tetap bersikeras tak mau menerima orang berdosa. Antara manusia dengan TUHAN, seperti orang yang tabrakan di tengah jalan yang keduanya tak ada yang mau mengakui kesalahannya, sehingga kedua pihak bersitegang. Yang motornya penyok menuntut ganti rugi, sementara yang dituntut tak mau mengganti rugi. Manusia tak mampu menanggalkan dosa-dosanya, ELOHIM YAHWEH bersikeras: gigi ganti gigi, mata ganti mata, dan nyawa ganti nyawa. ELOHIM YAHWEH ngotot menuntut manusia mempertanggungjawabkan dosa-dosanya: "Orang berdosa itu harus mati!" KataNYA.

Dituntut supaya tidak berbuat dosa, manusia tak sanggup. Jadi, bagaimana ini jalan keluarnya? Jelas, manusia membutuhkan belas kasihan ELOHIM YAHWEH. Manusia mengharapkan kemurahan hati ELOHIM YAHWEH. Tanpa kemurahan hati pihak ELOHIM YAHWEH, maka selamanya jalan buntu, masalah tak terpecahkan!

Keluaran 34:6

Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,
34:7yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."

ELOHIM YAHWEH datang menjumpai nabi Musa dan memberikan kabar baik, bahwa IA adalah ELOHIM yang penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNYA dan setiaNYA. DIA bersedia mengampuni dosa-dosa kita. Kasih karunia itu menawarkan dipindahkannya kita dari perkampungan kumuh Bukit Duri ke rumah susun Rawa Bebek, dari planet bumi ini ke planet sorgawi. TUHAN tidak menawarkan sorga yang diturunkan ke dunia, tapi dunia yang diangkat ke sorga. Karena itu cuma ada satu tempat yang bisa memberikan keselamatan dan kebahagiaan, yaitu sorga, sehingga orang yang mengharapkan kebahagiaan di dunia hanyalah mimpi, dan mimpi adalah bohong!

Jadi, jika Islam mengajarkan keselamatan atau kebahagiaan dunia dan akherat, maka jelas sekali bahwa itu tidak benar, bohong dan menyesatkan! Orang yang bermimpi Islam bisa menyelamatkan dan membahagiakan dunia dan akherat akan kecewa, akan frustrasi dan akan gila! Sebab nyatanya di Arab Saudi setiap musim haji selalu bermusibah, di Aceh, Serambi Mekkah, ditimpa tsunami dahsyat 2004, di Indonesia yang mayoritas Islam setiap hari dilanda bencana dan banjir, di Indonesia banyak Muslim yang hidup miskin, banyak Muslim yang hidup di perkampungan kumuh yang digusur ke rumah susun, banyak kaum Muslim yang kesulitan ekonomi, banyak kaum Muslim yang pengangguran, banyak yang pusing karena utangnya banyak, banyak yang sakit, dan menikmati penderitaan lainnya.

Semakin banyak mesjid dibangun, semakin banyak rumahsakit baru diberdirikan, dan semakin banyak kaum Muslim yang menjadi pasiennya. Maka saya bertanya: "Sampai kapan ajaran bodong begini ini diajarkan ke umat manusia?" Sampai kapan pisau tumpul dijual dan mesin rusak ditawarkan ke orang? Sampai kapan Islam akan memberikan kesempatan kepada Kristen untuk mempromosikan ajarannya?

"Lahir dan batin" juga merupakan 2 hal yang saling bertentangan yang tidak bisa dituntutkan secara bersamaan. Lahiriah adalah perbuatan kita sedangkan batiniah adalah jalan pikiran kita. Manusia hanya bisa menilai secara lahiriahnya saja, tapi batin adalah hak TUHAN. Ketika anda butuh duit dan mengharapkan dari saya, yang anda butuhkan adalah perbuatan saya, yaitu saya memberikan uang ke anda. Anda tak berhak mengetahui apa yang ada dalam benak saya, entah rela atau berpamrih pemberian itu.

Jika saya memberi maka anda akan sebut saya orang yang baik hati. Jika saya tidak memberi maka anda akan sebut saya orang yang kikir atau pelit. Tapi ELOHIM YAHWEH sudah bisa membukukan kebenaran saya ketika dalam pikiran saya ada niat atau keinginan menolong, sekalipun tak ada bukti dalam perbuatan saya oleh sebab saya tak punya uang. Jadi, ketika anda menyebut saya pelit, ELOHIM YAHWEH membenarkan saya.

Sebaliknya, ketika anda menyebut saya orang yang baik hati karena saya memberi anda uang, ELOHIM YAHWEH bisa jadi menyebut saya orang yang berhati jahat, sebab dalam pikiran saya terdapat pamrih. Dan cara penilaian ELOHIM YAHWEH-lah yang benar dan sempurna. Sebab jika dalam pikiran saya pola pikirnya benar, maka jika saya punya uang saya pasti akan memberikannya dengan rela. Pikiran yang benar pasti akan benar dalam perbuatannya.

Tapi anda yang kelaparan tidak mungkin bisa kenyang oleh pikiran saya yang benar saja. Hanya satu saja yang anda tahu, yaitu saya memberikan uang. Tuntutan manusia hanya satu, yaitu perbuatan saja. Tuntutan TUHAN juga satu saja, yaitu pikiran saja. Karena itu tidak benar ajaran Islam yang menuntut 2 hal secara bersamaan: lahir dengan batin. Dan jika Islam itu berdiri atas nama TUHAN, maka yang harus Islam ajarkan kepada umat adalah batiniahnya saja, sebagaimana Kristen mengajarkan umatnya untuk memiliki iman saja. Keselamatan dan kebenaran Kristen hanya berdasarkan iman saja, tanpa menuntut perbuatan. Sebab perbuatan itu tak perlu dituntut, tak boleh dipaksakan. Perbuatan akan terjadi secara otomatis oleh iman yang benar.

Jika jiwa saya suka menolong orang, maka asal saya ada uang pasti akan saya berikan. Tidak perlu dirayu, tidak perlu harus digendam atau ditipu atau dirampok, tidak perlu dianjurkan orang, tidak perlu dianjurkan agama, juga tidak perlu harus ditakut-takuti dengan neraka jahanam.

Demikian halnya dengan "mohon maaf lahir dan batin." Yang manusia butuhkan adalah dimaafkan secara lahiriah. Salah tidak dihukum, utang tidak ditagih, menabrak tidak dituntut ganti rugi. Maaf batiniahnya adalah hak TUHAN. TUHAN melihat isi hati orang itu. Dan TUHAN yang melihat hati, tidak lagi melihat pada prakteknya. Sebab bisa jadi kesalahanmu itu perlu dihukum supaya kamu dipertobatkan. Utang harus tetap kamu bayar supaya kamu belajar tanggungjawab dan tuntutan ganti rugi juga tetap supaya kamu berhati-hati mengendarai motor. Sebab kasih itu bukan hanya memanjakan saja, melainkan juga menghajar.

Jadi, untuk keduakalinya kita mendapati ajaran Islam ini tidak ada kebenarannya. Jika ajaran-ajaran tersebut berasal dari Awloh, maka perlu dipertanyakan kebenaran Awloh itu. Siapa sesungguhnya Awloh itu sehingga ajarannya seperti itu? Masakan Awloh bisa salah ajarannya? Bisa saja, mengapa tidak?!

Contohnya:

QS. 88:6    Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,

Firman itu mengatakan makanan orang-orang di neraka hanyalah pohon berduri. Bandingkan dengan firman yang ini:

QS. 69:36    Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.

Mana yang benar; hanya pohon berduri atau hanya darah dan nanah? Maka alasannya; tak ada gading yang tak retak, tak ada Awloh yang tak salah.
Hasil gambar untuk gambar dunia akhirat

Tidak ada komentar: