Sabtu, 01 Oktober 2016

HUKUM TAURAT ITU MERANGSANG DOSA - ROMA 13

ROMA 10:

Ayat 1:
Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.

Ketika saya dibaptiskan di Advent, seluruh anggota keluarga saya, ibu, istri dan 3 anak saya ikut dibaptiskan. Seumpama naik bus Surabaya-Jakarta, kami sekeluarga sudah berada di dalam bus yang benar, yaitu bus jurusan Jakarta. Hanya sayangnya mereka terjebak dalam kefanatikan ajaran gereja tersebut yang menyesatkan, yaitu soal makanan haram dan vegetarian yang diadopsi dari ajaran Buddha. Sudah begitu pola hidup mereka semakin menjauhi kebenaran. Tidakkah itu seperti penumpang yang turun di tengah jalan? Naik bus jurusan Jakarta tapi turun di Semarang. Mereka tidak mau melanjutkan perjalanan pada kebenaran yang hakiki. Sebab jika hendak turun di Semarang, mengapa naik bus jurusan Jakarta? Jika tidak mau hidup benar, mengapa masuk ke gereja Advent?

Saya yang melihatnya tentu saja sangat menyayangkannya, sebab sebagai laki-laki saya belum pernah menceraikan istri saya tersebut. Namun sebagai laki-laki juga saya tak mau sok menguasai mereka. Saya cukup tahu diri jika dia sudah tak mencintai saya, maka tak ada gunanya memaksa harus bersama saya. Anak-anak yang semula ikut saya semuanya, tak ada yang mau ikut mamanya, satu persatu dimintanya. Karena anak-anak semakin dewasa, saya tak mungkin mencegah kehendak mereka, selain menggigit bibir dan meneteskan airmata. Saya harus menguatkan dan mengokohkan diri saya sendiri, supaya bencana ini jangan sampai membinasakan saya, melainkan harus membangkitkan saya. Jikapun dalam urusan duniawi saya hanyut, biarlah, tapi saya harus survive di urusan rohani.

Untungnya saya sudah membaca Alkitab belasan kali, sehingga saya mempunyai cukup modal untuk menghadapi bencana keluarga itu. Saya cukup tegar karena Alkitab menghiburkan hati saya dan saya jadikan prinsip hidup saya. Maka sedikit demi sedikit gumpalan awan mendung itu terurai, langit menjadi cerah kembali, sehingga saya melihat kemuliaan ELOHIM YAHWEH yang menetapkan langkah-langkah saya. Saya melihat rencana ELOHIM YAHWEH dalam hidup saya, sehingga semua hal yang semula saya anggap besar itu kini saya melihatnya sebagai nol besar. Semua itu bukan apa-apa, hanya luka kecil saja. Saya justru bersyukur sekali.

Sama seperti rasul Paulus, saya berharap masih bisa bertemu mereka kembali, bukan di sini, tapi di sana, di kota Yerusalem baru.

Ayat 2:
Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.

Benar sekali. Mereka adalah orang-orang yang rajin sekali ke gereja. Dan karena seluruh pendeta Advent, baik yang di Jawa Timur maupun yang di Jakarta, maupun yang di General Conference Amerika Serikat, tahu dengan gerakan saya di internet yang menyerang habis ajaran gereja mereka, maka para pendeta itu menghasut istri dan anak-anak saya supaya menjauhi saya yang mereka cap sebagai bida'ah menyesatkan. Mereka menganggap saya beraliran Advent Davidian, yaitu sempalan Advent yang memperebutkan uang persepuluhan pendeta. Padahal Advent Davidian juga mengharamkan babi dan mengajarkan vegetarian yang saya tentang habis. Jadi, bagaimana saya ini anggota Advent Davidian?!

Mereka giat untuk TUHAN tapi tanpa pengertian yang benar.

Ayat 3:
Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

Gerejanya besar, gerejanya mendunia, gerejanya resmi diakui pemerintah, pendetanya pinter-pinter, mana mungkin gereja bisa salah?

Dalam Roma Katolik ada ajaran infabilitas kepausan atau infabilitas gereja, bahwa paus dan gereja Roma Katolik tidak mungkin melakukan kesalahan karena dipimpin oleh ROH KUDUS. Benarkah orang yang dipimpin ROH KUDUS tidak mungkin berbuat kesalahan? Bagaimana dengan nabi Musa? Harun? Raja Saul? Raja Daud? Raja Salomo? Rasul Petrus? Rasul Paulus? Rasul Yudas Iskariot?

ROH KUDUS memang tidak mungkin mengajarkan kesalahan. Tapi ROH KUDUS juga tidak mungkin memperlakukan manusia sebagai robot yang tidak mempunyai pilihan untuk memberontak. Karena itu selama orang mau menuruti perkataan atau nasehat ROH KUDUS tak mungkin dia melakukan kesalahan. Sebab sebelum orang berbuat sesuatu, ROH KUDUS pasti membentangkan mana yang salah dengan mana yang benar, sehingga orang itu tak mungkin berjalan di kegelapan, melainkan tahu mana yang hitam dengan mana yang putihnya.

Dan Alkitab menyatakan dirinya sebagai terang manusia, sebagai petunjuk manusia. Karena itu segala ajaran harus diadukan dengan Alkitab, sama seperti setiap peraturan pemerintah harus dicocokkan terhadap UUD 1945 dan Pancasila. Posisi ini jangan sampai dibalik, Alkitab diatasi oleh gereja atau UUD 1945 diatasi oleh peraturan pemerintah. Kacau jadinya, yakni jika gereja bekerjanya melampaui Alkitab. Rakyat Indonesia bisa marah dan melakukan pemberontakan jika pemerintah melangkahi UUD 1945.

Ayat 4:
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

Yang disayangkan rasul Paulus, orang-orang Yahudi yang masuk Kristen itu masih belum memahami Kekristenan, sehingga mereka masih berusaha memasukkan ajaran-ajaran Taurat ke dalam Kekristenan. Yang dibahas mulai Roma pasal 1 hingga sekarang adalah masalah sunat, bahwa mereka berusaha memaksa bangsa-bangsa lain yang masuk Kristen untuk disunat seperti mereka karena merupakan tuntutan Hukum Taurat.

Nah, rasul Paulus menjelaskan bahwa ELOHIM YESHUA itulah wujudnya Taurat. Jika bayangan dengan pohon, Hukum Taurat itu bayangannya sedangkan ELOHIM YESHUA adalah pohonnya. Di dalam Taurat ELOHIM YAHWEH membuat janji, di dalam ELOHIM YESHUA, janji itu digenapi. Karena itu untuk melihat Hukum Taurat, lihatlah pada ajaran ELOHIM YESHUA. Apakah ELOHIM YESHUA memerintahkan sunat?

Tentang hal ini ELOHIM YESHUA sendiri menggambarkan;

Mat. 9:17Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Jika anggur baru dimasukkan ke kantong tua, maka kantong itu akan terkoyak dan anggurnya akan tumpah. Jika ajaran baru ELOHIM YESHUA dimasukkan ke ajaran Taurat, maka ajaran Taurat itu akan rusak. Misalnya: Taurat mengajarkan: "Jangan membunuh", artinya memukul orang masih diperbolehkan. Tapi Kristen mengajarkan: "kasihilah musuhmu." Apa yang diperbolehkan dalam Hukum Taurat, tidak diperbolehkan dalam Hukum Kristen. Apakah orang tidak bingung?! Kedua-duanya menjadi rusak!

Jadi, apa saja ajaran Taurat harus disudahi, digantikan dengan ajaran ELOHIM YESHUA. Dan kalaupun dalam ajaran ELOHIM YESHUA itu masih ada bau Hukum Taurat, itu harus dibaca sebagai ajaran ELOHIM YESHUA, bukan lagi sebagai ajaran Taurat. Sama seperti ketika saya membeli sebuah rumah, lalu saya rombak tapi genteng-genteng yang lama masih tetap saya pakai. Genteng siapakah itu? Genteng pemilik lama atau genteng saya itu? Jelas genteng saya, sebab sudah saya beli semuanya.

Keselamatan Kristen menetapkan syarat: menuruti 10 Hukum ELOHIM YAHWEH dan beriman pada ELOHIM YESHUA. Jelas kita melihat bahwa 10 Hukum dalam Perjanjian Lama itu masih tetap dipergunakan oleh ELOHIM YESHUA. Malah wilayah pengertiannya semakin diperluas ke pengertian rohani. Firman: "Jangan membunuh" malah diperluas menjadi: "Jika orang menampar pipi kananmu, berikan juga pipi kirimu." Firman dalam Hukum Taurat itu menjadi semakin tinggi nilainya, semakin sempurna kwalitasnya.

Ayat 5-7:
Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya." Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun, atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.

Hukum Taurat menyatakan: "orang harus melakukan segala perintah Taurat." Tapi iman Kristen berbunyi: "Jika kita bertanya: dengan cara apakah Kristen diselamatkan? Apakah orang Kristen harus menuruti perintah Taurat juga? Jika kita bertanya seperti itu, sama halnya dengan menyuruh ELOHIM YESHUA turun ke dunia. Dan kenyataannya ELOHIM YESHUA telah turun ke dunia untuk memenuhi tuntutan Hukum Taurat yang tidak sanggup dituruti oleh semua orang Israel."

Jadi, jika Hukum Taurat menuntut untuk dituruti, kita orang Kristen sudah mempunyai ELOHIM YESHUA yang menuruti seluruh Hukum Taurat, sehingga kita tidak perlu lagi menuruti perintah Taurat.

Sebaliknya, Hukum Taurat menyatakan: "Terkutuklah orang yang melanggar Hukum Taurat." Dalam hal ini ELOHIM YESHUA telah turun ke dunia orang mati sebagai Orang yang terkutuk, dan telah keluar dari sana.

>> Hukum Taurat menuntut dipenuhi - ELOHIM YESHUA telah memenuhinya.

>> Hukum Taurat mengutuk para pelanggar - ELOHIM YESHUA telah dihukum mati.

Dengan demikian seluruh tuntutan Hukum Taurat telah dipenuhi di dalam diri ELOHIM YESHUA. Baik orang benar maupun orang bersalah menurut Hukum Taurat telah dilakonkan olehNYA.

Yoh. 4:34Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Mazmur 40:8(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."

Yesaya 53:9Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

53:11Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

Ayat 8:
Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Firman ELOHIM YAHWEH, yaitu segala perintah Hukum Taurat itu ada di dalam diri kita, ada di mulut dan di hati kita. ELOHIM YAHWEH menempatkan semua perintah Taurat ke dalam jiwa kita, ke dalam akal budi kita, yakni melalui pekerjaan ROH KUDUS.

Ayat 9:
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Iman kita harus berbunyi: YESHUA itu TUHAN atau ELOHIM, bukan YAHWEH. ELOHIM YESHUA itu berbeda dengan ELOHIM YAHWEH. Berikutnya kita menyatakan bahwa ELOHIM YAHWEH yang telah membangkitkan ELOHIM YESHUA, bukan bangkit sendiri sebagaimana ajaran para penganut Trinitas yang menyesatkan.

Yohanes 17:3Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Ayat 10:
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Iman kita ini harus kita nyatakan melalui kesaksian dan pemberitaan Injil. Jadi, tidak benar kata orang yang mengatakan: Injil itu perbuatan bukan kata-kata. Sebab yang benar adalah berbuat dan berkata-kata. Tidak ada penginjil yang bisu-bisuan. Semua penginjil ya berbicara dengan mulutnya. Tapi kalau mulut saja tanpa perbuatan yang nyata, itu namanya gombal! Sedangkan kalau perbuatan saja tanpa berkata-kata, apakah anda bisu?

Ayat 11:
Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."

Kalau kita mempercayai Yesus Kristus sebagai Allah, Yesus Kristus sebagai Roh Kudus, dan Allah sebagai Yesus, apakah itu iman yang benar? Apakah ajaran Trinitas itu bisa kita imani sebagai kebenaran yang menyelamatkan? Coba, jawablah!

Jika kita mempercayai Yesus Kristus bangkit sendiri dari kematiannya, apakah itu iman yang benar yang bisa menyelamatkan? Coba, jawablah juga!

Hasil gambar untuk gambar orang menyanyi di gereja

Tidak ada komentar: