Jumat, 07 Oktober 2016

HUKUM TAURAT ITU MERANGSANG DOSA - ROMA 18

ROMA 12:

Ayat 9:
Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

Kasih yang terbesar adalah menyelamatkan jiwa-jiwa. Jika anda mengenal ELOHIM yang benar, jika anda mengenal jalan yang benar, jika anda mengetahui kebenaran, maka bagi-bagikanlah pengetahuan itu kepada orangtua, mertua, pasangan anda, saudara-saudara, sanak famili, teman, dan tetangga. Berusahalah merampas mereka dari agama-agama yang menyesatkan, ajaran-ajaran yang tidak benar, cara hidup keduniawian, cara hidup yang tidak benar dan dari segala macam kejahatan.

Beranilah mengambil resiko terburuk, yakni dimusuhi oleh mereka. Jangan demi persahabatan, demi persaudaraan, demi persatuan, demi ketenangan, suara kebenaran yang dikorbankan. Sebab setiap jiwa yang ada di jangkauan anda adalah tanggungjawab anda di hadapan ELOHIM YAHWEH;

Yehezkiel 3:17

"Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.
3:18Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! --dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.
3:19Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.
3:20Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang, dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh karena engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan-perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.
3:21Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang yang benar itu supaya ia jangan berbuat dosa dan memang tidak berbuat dosa, ia akan tetap hidup, sebab ia mau menerima peringatan, dan engkau telah menyelamatkan nyawamu."

Padamkanlah segala permasalahan dan permusuhan yang berkaitan dengan diri anda. Entah anda benar atau anda bersalah, tuntaskanlah itu dalam sehari. Jika anda benar, jangan membesarkan kebenaran itu lalu menekan orang yang salah itu, tapi pergunakan kerendahan hati untuk melepaskan pengampunan padanya. Jika anda yang salah, jangan takut dalam menghadapi segala resiko kesalahan itu, selesaikanlah dan pertanggungjawabkanlah dengan jiwa besar.

Selesaikanlah segala masalah dengan membasuh kaki mereka sebagai tanda anda membersihkan diri dari kesalahan di hadapan ELOHIM YAHWEH;

Yohanes 13:13

Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
13:14Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
13:15sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Orang yang mengerti dan yang lebih tinggilah yang membasuh kaki orang-orang yang dibawahnya. Basuhlah kaki orangtua, mertua, dan saudara-saudara setidaknya setahun sekali, sedangkan istri dan anak-anak basuhlah sebulan sekali. Cuma laki-laki jangan membasuh kaki perempuan, selain istri dan anak-anaknya sendiri.

Mungkin kita mempunyai anak atau keponakan yang menyenangkan, yang menimbulkan rasa iba kita kepadanya, sehingga kita ingin menyenangkan hatinya dengan pemberian-pemberian atau kado-kado atau mengajaknya keliling dunia. Hentikanlah itu! Gantikanlah maksud-maksud pemberian yang bersifat keduniawian sekali itu dengan yang rohaniah. Jadikan ELOHIM YAHWEH, ELOHIM YESHUA dan Injil sebagai kado yang terbesarmu, sebagai tanda cinta atau kasihmu. Jangan memberikan harta duniawi selain kepada fakir-miskin untuk menunjang hidup mereka. Tapi terhadap orang-orang yang sudah berkecukupan jangan meracuni mereka dengan keduniawian.

Termasuk memberikan kado ulangtahun atau perkawinan. Kebiasaan-kebiasaan ini patut dipikirkan untuk dihentikan, sebab kita ini Kristen, bukan kafir!

Ayat 10:
Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

Jangan lupa bahwa menegur, memarahi dan menghajar juga termasuk bentuk kasih;

Wahyu 3:19Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Ayat 11:
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

TUHAN sering kali menampakkan diri dalam rupa api yang menyala-nyala, sebab api melambangkan semangat hidup.

Kel. 24:17Tampaknya kemuliaan TUHAN sebagai api yang menghanguskan di puncak gunung itu pada pemandangan orang Israel.

Ul. 4:24Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.

Ayat 12:
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Sukacita kita terletak pada pengharapan kita, bahwa kita memiliki masa depan yang jelas. Kesabaran kita dinyatakan ketika kita menghadapi kesesakan. Ketekunan atau kesetiaan kita kepada ELOHIM YAHWEH dinyatakan melalui doa-doa kita, sebab doa merupakan komunikasi kita dengan ELOHIM. Berhentinya kita melayangkan doa menyatakan adanya suatu masalah antara kita dengan ELOHIM YAHWEH.

Ayat 13:
Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!

Sebab orang-orang kudus itu sudah tidak lagi memikirkan keduniawian. Karena itu jika anda memiliki harta untuk dibagikan, jangan melalaikan mereka yang berdoa untuk anda dan melayani ELOHIM YAHWEH siang dan malam.

Rm. 15:25Tetapi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mengantarkan bantuan kepada orang-orang kudus.

Rm. 15:26Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem.

1Kor. 16:1Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia.

Ayat 14:
Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

Apa saja yang dilakukan orang terhadap diri ini, berkatilah dan jangan mengutuk. Dompet dicopet, biarlah, tak usah dipermasalahkan. Mobil dicuri, biarlah, tak usah dipermasalahkan. Hak warisan kita direbut saudara kita, biarlah, tak usah diurus. Orang berutang pada kita dan tak bisa membayar, ya sudah, sabar saja. Usaha kita dibangkrutkan orang atau kita dimiskinkan orang, ya sudah, kita berusaha tetap bersyukur saja. Istri atau pacar direbut orang, ya sudah, kita minta kekuatan pada TUHAN saja. Bahkan jika orang menampar pipi kiri kitapun, kita berikan pipi kanan kita sekalian.

Tapi untuk orang-orang yang merusakkan JALAN TUHAN atau ajaran kebenaran, orang itu harus dikutuk!

Mat. 15:13Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.

Matius 10:14

Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
10:15Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

1Kor. 16:22Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata!

Gal. 1:8Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

Mat. 18:6"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

1Kor. 5:13Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.

Kis. 13:10dan berkata: "Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?

Ayat 15:
Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

Tentu saja maksudnya adalah sukacita dan tangisan yang kudus, bukan sukacita dan tangisan duniawi. Sebab sukacita orang-orang kudus adalah karena penderitaan dalam ELOHIM YESHUA, bukan karena banyak uangnya. Sukacita mereka dengan sukacita kita, sebagai sesama orang kudus akan saling memberikan kekuatan. Sedangkan tangisan orang-orang kudus adalah karena kebebalan orang-orang yang dikasihinya yang tidak mau dipertobatkan, bukan karena dicubit orang atau karena tidak punya uang.

Ayat 16:
Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

Tuntutan Kristen adalah sehati sepikir. Anda dan saya harus sehati sepikir, barulah kita disebut saudara seiman. Tapi jika antara anda dengan saya ada perbedaan pendapat berkenaan dengan ajaran sehat, kita tidak bisa bersaudara. Anda dan saya harus berdiri berhadap-hadapan sebagai lawan, bukan sebagai saudara. Perbedaan pikiran ini harus kita selesaikan secara diskusi.

Am. 3:3Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Dua orang yang belum mengadakan kesepakatan takkan bisa berjalan bersama-sama. Orangtua-anak bisa bertengkar. Suami-istri bisa bertengkar. Persahabatan bisa pecah.

Ef. 4:5satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

Kita harus satu TUHAN, satu iman dan satu baptisan. Jika Tuhan anda Trinitas, harus diselesaikan dulu dengan saya itu!

Siapakah yang menganggap dirinya pandai? Bukankah orang yang melampaui Alkitab? Tapi saya adalah orang yang pas-pasan. Saya bukan orang bodoh yang tak mengerti Alkitab, tapi juga bukan orang pandai yang melebihi Alkitab.

Ayat 17-18:
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

Sebagai orang Kristen kita sulit berdamai dengan orang lain. Sebab kita harus rajin dan giat mempertanyakan kebenaran Islam, kebenaran Kristen Minggu, kebenaran Buddha, kebenaran Hindu, kebenaran Khong Hu Chu, kebenaran atheisme, dan lain-lainnya. Kita harus beradu argumentasi dengan mereka semuanya untuk mendapatkan ajaran yang sebenar-benarnya. Kita harus merobohkan ajaran-ajaran yang menyesatkan. Kita harus melawan nabi-nabi palsu dan menegakkan kebenaran setegak-tegaknya. Karena itu sulit kita mewujudkan perdamaian dengan orang-orang lain. Tapi jika perdamaian itu bergantung pada kita, maksudnya jika menyangkut urusan-urusan keduniawian, maka kita harus mengusahakan damai dengan semua orang. Artinya, biarlah orang yang memusuhi kita, bukan kita yang memusuhi orang.

Ayat 19:
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

ELOHIM YAHWEH tidak mau main keroyok. Karena itu jika kita sudah membalas kejahatan orang, ELOHIM YAHWEH takkan menghukum orang itu lagi. Tapi jika kita tidak melakukan pembalasan, maka ELOHIM YAHWEH yang akan membalaskan untuk kita, sebab kita anakNYA.

Ayat 20:
Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.

Berkatilah musuhmu, sebab semakin banyak berkat yang kamu berikan kepadanya, semakin berat hukuman yang akan ditimpakan kepada orang itu. ELOHIM YESHUA mengajarkan kita mengampuni orang sebanyak 70 x 7 = 490 kali. Jadi, bisa dibayangkan jika orang itu menerima hukuman ELOHIM YAHWEH sebanyak 490 kali lipat. Pasti hancur jadi "bubur ayam" orang itu.

Ayat 21:
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Jangan sampai kita diperbudak atau diperintah oleh kejahatan untuk menjadi pemaki gantinya pemuji TUHAN, menjadi tukang pukul gantinya tukang tolong, menjadi tukang bunuh gantinya tukang Injil. Jangan mau kita diperlakukan seperti skakelar lampu, yang di "on" menyalakan lampu, di "off" mematikan lampu.

Hasil gambar untuk gambar kado

Tidak ada komentar: