Minggu, 09 Oktober 2016

HUKUM TAURAT ITU MERANGSANG DOSA - ROMA 20

ROMA 14:

Ayat 1:
Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.

Munculnya iman itu dari pendengaran. Mendengar cerita tentang ELOHIM YESHUA, timbullah iman atau rasa percaya. Dan semakin banyak membaca Alkitab atau mendengar kesaksian-kesaksian tentangNYA, maka semakin bertumbuhlah iman itu menjadi semakin kuat. Jadi, iman merupakan respon positif kita ketika mendengar pekabaran tentang TUHAN. Sebaliknya, respon negatifnya adalah menolak atau tidak mau percaya.

Tantangan yang kita hadapi ketika memberitakan Injil adalah:

1. Orang-orang berkepentingan, seperti para pendeta dan majelis gereja atau tokoh-tokoh agama. Karena mereka memiliki kepentingan tertentu dari agama yang mereka anut, yaitu gaji atau keuntungan, maka mereka ini pasti mati-matian akan menolak pekabaran yang berbeda, sebab mengancam nafkah hidup mereka.

Karena itu untuk menghadapi mereka harus melakukan diskusi secara terbuka, di hadapan umum. Jangan mau diajak diskusi empat mata. Targetnya adalah: "ketika dua ekor anjing sedang berebut tulang, itu kesempatan bagi kucing untuk melarikan diri." Maksudnya, target kita adalah penonton diskusi. Mereka akan menjadi wasit untuk menilai argumentasi mana yang lebih unggul, sehingga mereka bisa memilih mana yang terbaik bagi mereka.

Kisah
19:24Sebab ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak. Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya.
19:25Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perusahaan itu dan berkata: "Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perusahaan ini!
19:26Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa.
19:27Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis sendiri, Artemis yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya."

2. Para fanatikun, yaitu umat yang terjebak dalam kefanatikan membabi-buta. Orang-orang seperti ini harus ditaklukkan dengan cara dipermalukan di hadapan umum. Dalil-dalil mereka harus dilumpuhkan atau di skakmat, sehingga mereka tidak sanggup lagi berkoar-koar;

3. Orang-orang objektif adalah orang-orang yang netral. Inilah orang-orang yang ditarget ELOHIM YAHWEH. Mereka adalah orang-orang yang menggerakkan nalarnya, yang baru memberikan reaksi setelah sebuah persoalan terang benderang. Mereka bukan orang-orang gegabah, yang memberikan reaksi di kegelapan, yang buru-buru memvonis orang tanpa pembuktian.

Contohnya adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus. Dia berbeda dengan kebanyakan orang-orang Farisi. Ketika semua orang memusuhi ELOHIM YESHUA dan menganggapNYA sesat, Nikodemus mendatangi ELOHIM YESHUA dan mengadakan wawancara sendiri;

Yohanes
7:50Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
7:51"Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"

4. Orang-orang yang lemah daya nalarnya, yaitu orang-orang yang berkategori bodoh. Karena keterbatasan pikirannya, maka iman yang dimilikinyapun lemah. Orang-orang demikian jika dilayani akan membuang-buang waktu. Semakin kita layani, semakin manja dia. Kita menjadi berdosa karena menyia-nyiakan waktu. Karena itu orang-orang demikian tidak perlu kita layani, tapi kita serahkan dalam doa kepada ELOHIM YAHWEH. Sebab untuk anak-anak yang belum akil baliq, orang-orang bodoh dan orang-orang idiot, tidak ada tuntutan hukum atas mereka. Mereka hanya mati sekali untuk selama-lamanya, tidak akan dibangkitkan untuk dimintai pertanggungan jawab sebagaimana orang-orang yang normal. Kita tidak dituntut untuk mempertobatkan mereka.

Minimalnya itu merupakan tanggungjawab kaum keluarganya untuk mencerdaskan mereka. Itulah sebabnya rasul Paulus berkata: "kita tidak perlu mempercakapkan pendapatnya."

Ayat 2:
Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja.

Timbulnya rasa takut itu karena tidak tahu atau tidak paham, sedangkan timbulnya keberanian itu karena tahu dan paham. Contohnya: orang yang satu takut ular, tapi orang yang paham ular justru berani menangkap ular.

Gereja Advent mengajarkan pola hidup vegetarian, seperti umat Buddha. Kenapa? Sebab umat Buddha tidak paham Alkitab. Demikian pula dengan umat Advent. Mereka ikut-ikutan umat Buddha karena kurang memahami Alkitab. Sebab kalau mereka memahami Alkitab, mereka pasti tahu kalau bangsa Israel justru oleh ELOHIM YAHWEH diajari makan daging. Kain yang mempersembahkan sayur-sayuran ditolak oleh ELOHIM YAHWEH, sedangkan Habel yang mempersembahkan domba diterima oleh ELOHIM YAHWEH.

Bau sate kambing sangat menyenangkan ELOHIM YAHWEH;

Kejadian
8:20Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
8:21Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
8:22Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

Ayat 3:
Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.

Kamu mau makan apa saja, silahkan, tapi tak usah mengurusi makanan orang lain. Nah, gereja Advent telah melanggar ajaran rasul Paulus tersebut. Mereka mengurusi makanan orang. Jika dilihatnya orang sedang makan babi, mereka berseru: "Babi haram menurut Imamat 11." Dan jika mereka melihat orang makan daging sapi, berserulah mereka: "Daging itu penyebab kolesterol."

Jika mereka berkata: "Daging itu penyebab kolesterol", tidakkah sama dengan mereka sedang mencela ELOHIM YAHWEH yang memberi makan daging bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun?! Mereka menggunakan logika dokter untuk mengalahkan kuasa ELOHIM YAHWEH. Padahal selama 40 tahun itu ELOHIM YAHWEH melakukan mujizat-mujizat dan keajaiban-keajaiban yang diluar nalar kedokteran sekalipun.

Nabi Musa berpuasa 40 hari 40 malam tapi tidak menjadi sakit maag. Dan setiap hari makan daging tapi umurnya mencapai 120 tahun tanpa kursi roda. Mana yang lebih keren antara ilmu kedokteran dengan kuasa ELOHIM YAHWEH?

Ayat 4:
Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.

Sekalipun orang hanya makan sayur-sayuran, jika TUHAN menjaga kesehatannya, bagaimana ia akan sakit? Dan sekalipun orang makan daging setiap hari, jika TUHAN yang menjaga kesehatannya, bagaimana ia akan kolesterol?

Jangan main hakim sendiri! Jika tidak ada peraturannya dalam Alkitab, jangan menciptakan peraturan sendiri. Tapi kalau Alkitab mempunyai aturan: "jangan berzinah", maka kita wajib menegur orang-orang yang berzinah, sebab Alkitab yang menyatakannya. Sebab Alkitab mempunyai otoritas untuk menyatakan kesalahan orang. Alkitab itu Firman TUHAN. Karena itu kalau kita menyampaikan perkataan Alkitab, sama dengan TUHAN sendiri yang berbicara kepada orang itu.

2Tim. 3:16Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Di sebuah sidang pengadilan, hakim memvonis orang itu sah, sebab dia berbicara atas nama hukum. Tapi di luar persidangan tidak dibenarkan orang main hakim sendiri. Karena itu saya sah ketika mempertanyakan ajaran Trinitas, hari Natal, ibadah Minggu, dan lain-lainnya yang tidak sesuai dengan Alkitab. Sebab keselamatan kita berdasarkan pada kebenaran, sehingga jika kebenaran itu sudah tidak benar lagi, maka tak mungkin bisa menyelamatkan orang. Sama seperti pisau tumpul yang tak bisa lagi untuk menyembelih.

Ibr. 10:25Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Kita harus saling menasehati. Anda wajib menasehati saya jika didapati kesalahan saya, dan sayapun wajib menasehati anda jika didapati kesalahan anda.

Ayat 5:
Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.

Ini bukan tentang hari peribadatan, tapi tentang hari yang kita anggap baik. Sebab sekalipun kita tidak meyakini suatu hari baik, tapi kita pasti akan ketemu dengan hari yang kita anggap baik. Misalnya ketika kita harus menetapkan suatu hari untuk pesta perkawinan kita atau anak-anak kita. Sekalipun semua hari kita anggap baik, kita tetap harus menentukan hari mana yang akan kita pilih sebagai hari yang terbaik.

Jika hari perkawinan itu ditepatkan dengan hari kelahiran kita, rasanya terlalu lama itu. Jika ditepatkan dengan hari kelahiran pihak perempuan, rasanya kurang pantas. Jika dijatuhkan hari Sabtu, itu hari perhentian Sabat. Jika hari Minggu, kebanyakan orang ke gereja. Jika hari Senin, itu hari kerja. Bagaimana jika hari Selasa yang kebetulan hari libur nasional? Maka jadilah hari Selasa yang kita anggap paling strategis untuk perkawinan kita.

Demikian pula ketika saya harus menghadap seorang direktur. Saya harus tahu kapan saat yang tepat untuk bisa ketemu dan berbicara yang leluasa dengan beliau. Saya tidak mungkin akan membuat hari yang menurut saya, tapi saya harus membuat hari yang menurut direktur itu dia senggangnya.

Nah, karena ELOHIM YAHWEH tidak berfirman tentang hari yang baik, maka kita jangan mengajarkan hari baik kita kepada orang lain. Jangan karena hari perkawinan kita hari Selasa lalu kita menganjurkan orang lain supaya kawin di hari Selasa. Ini membuat takhayul, membuat orang berkhayal yang macam-macam tentang hari yang kita anjurkan. Misalnya, ketika saya mengundang orang di hari Selasa, ternyata yang datang banyak dan mendapatkan angpaw yang besar, maka orang berpikir karena harinya hari Selasa. Padahal saya memilihnya karena hari libur dan karena tanggal muda, tanggal orang gajian. Jadi, mana cocok untuk bulan lain dan untuk orang lain?

Ayat 6:
Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.

Dasarkanlah segala kegiatan kita itu untuk kemuliaan ELOHIM YAHWEH. Jangan demi kemuliaan diri sendiri. Contohnya hari perkawinan saya di hari Selasa yang saya pilih berdasarkan perhitungan hari libur dan tanggal muda. Itu jelas dasarannya adalah kepentingan saya pribadi, yaitu mencari keuntungan diri sendiri, bukan untuk kemuliaan TUHAN. Nah, jika saya hendak memuliakan TUHAN, maka yang harus saya pilih adalah hari yang buruk menurut saya, yaitu hari kerja dan tanggal tua. Yang menurut kalkulasi kita tidak mungkin dihadiri banyak orang dan tidak mungkin mendapatkan angpaw yang besar. Pendeknya hari itu secara logika merugikan, nggak mungkin menguntungkan.

Hari buruk itu kita doakan, kita mintakan berkat TUHAN. Bahwa di dalam TUHAN tidak ada perkara yang mustahil, sehingga ketika hari buruk itu ternyata dihadiri banyak orang dan menghasilkan angpaw yang besar, yang di luar dugaan, maka nyatalah bahwa itu pekerjaan TUHAN, bukan hasil akal pikiran kita. Tidakkah kita akan bertekuk lutut memuji nama TUHAN oleh sebab keajaiban dan mujizatNYA?!

Hasil gambar untuk gambar kalender 2016

Tidak ada komentar: