Senin, 10 Oktober 2016

HUKUM TAURAT ITU MERANGSANG DOSA - ROMA 21

ROMA 14:

Ayat 7-8:
Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Setiap binatang yang tidak berada di kandang kita, itulah binatang-binatang liar yang hidup untuk dirinya sendiri. Tapi setiap binatang yang kita pelihara dia hidup untuk kepentingan kita. Anjing kita pelihara karena kepandaiannya menyenangkan hati kita. Ayam kita pelihara untuk kita ambil telor dan dagingnya. Sapi kita pelihara untuk kita ambil daging dan susunya. Burung merak kita pelihara karena keindahan bulunya menyedapkan mata. Pendek kata setiap binatang yang kita pelihara pasti mempersembahkan sesuatu untuk kita. Tapi binatang-binatang yang tidak memberikan persembahan yang baik untuk kita, seperti: tikus, semut, kecoa, dan kalajengking, pasti tidak kita pelihara bahkan kita buru dan kita binasakan.

Nah, dari antara binatang-binatang yang menyukakan hati ELOHIM YAHWEH adalah domba. ELOHIM YAHWEH menyatakan DiriNYA sebagai Gembala domba, sedangkan kita adalah domba-domba gembalaanNYA;

Mzm. 100:3Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

Tapi tentang ular dan naga disebutNYA setan, sedangkan tentang babi disebutNYA haram. Kenapa ular dan naga disebutNYA setan? Sebab mulutnya menyemburkan bisa atau racun. Perkataan-perkataannya jorok, porno, penuh dusta, penuh tipu muslihat dan menyesatkan orang. Apa yang dia masukkan ke mulut, apa yang dia makan adalah daging, yaitu makhluk bernyawa, sedangkan apa yang dia keluarkan dari mulutnya adalah kata-kata yang najis. Jadi, baik yang masuk maupun yang keluar dari mulutnya memiliki sifat membinasakan.

Sedangkan babi disebutNYA haram karena pola hidupnya yang kotor, penuh dosa. ELOHIM YAHWEH benci dengan orang-orang yang seperti ular dan babi. Tapi domba adalah binatang yang tidak bersenjata. Domba tidak mempunyai tanduk untuk menanduk musuhnya, tidak mempunyai cakar untuk melukai siapapun, tidak memiliki taring untuk memangsa, juga tidak memiliki bisa yang mencelakakan orang. Domba tidak bisa menyombongkan kekuatannya, selain mengandalkan keselamatannya pada gembalanya;

1Samuel
17:34Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,
17:35maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.
17:36Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup."

Daud menjelaskan pekerjaan sehari-harinya sebagai gembala kambing domba ayahnya, bagaimana ia bertaruh nyawa dalam melindungi kawanan dombanya yang lemah tak berdaya;

Mazmur
23:1Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Domba makanannya rumput. Domba bukan pembunuh. Sedangkan hidupnya di lingkungan yang bersih dan bulu-bulunya selalu bersih. Domba juga bukanlah binatang yang pintar, justru termasuk binatang yang bodoh. Dia bukan Albert Einstein, bukan ahli fisika, bukan ahli kimia, bukan ahli matematika, bukan profesor, bukan pekerja di NASA, juga bukan dokter. Dia juga bukan orang kaya sehingga tidak mampu membeli daging sapi yang sekilo Rp. 150.000,- Makanannya hanya rumput, tanaman yang bisa tumbuh sendiri yang tak memerlukan jasa petani. Tanaman gratisan yang tidak memerlukan pupuk urea, melainkan yang ditumbuhkan oleh ELOHIM YAHWEH sendiri.

Domba hidupnya tidak merepotkan malahan hidupnya memberikan bulunya untuk dibuat kain wool. Itu ketika hidup. Sedangkan ketika matinya, dia memberikan dagingnya yang terkenal lezat. Jadi, baik hidup maupun matinya adalah persembahan-persembahan saja. Dia tidak banyak menuntut tapi banyak memberi.

Nah, apakah anda domba atau malah serigala yang berbulu domba? Sebab ELOHIM YAHWEH maunya domba.

Ayat 9:
Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.

ELOHIM YESHUA adalah TUHAN bagi orang-orang yang hidup, yaitu orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk ELOHIM YAHWEH, dan bagi orang-orang yang mati untuk ELOHIM YAHWEH, bukan mati karena umur tua, bukan mati karena penyakit, bukan mati karena ditabrak mobil, juga bukan mati karena perkelahian atau peperangan, tapi mati sebagai syuhada-syuhada kebenaran.

Kalau pahlawan itu mati untuk negara, anumerta itu mati ketika menjalankan tugas, mbah Marijan mati untuk gunung Merapi, tewas itu mati untuk mobil, meninggal dengan tenang itu untuk penyakit, sedangkan Amrozi dan Imam Samudera mati untuk Muhammad SAW - semoga selamat, maka siapa yang mati demi kebenaran ELOHIM YESHUA ha MASHIA, dialah yang dianugerahi jubah putih oleh ELOHIM YAHWEH.

Gal. 2:20namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Oh, mengapakah kamu hidup untuk negara Indonesia? Mengapakah kamu hidup untuk barang pecah-belah dan kelontongan? Mengapakah kamu hidup untuk PT. Morat Marit? Mengapakah kamu hidup untuk perut? Mengapakah kamu hidup untuk hidup? Mengapakah kamu hidup untuk foya-foya? Mengapakah kamu hidup untuk kelamin? Mengapa kamu tidak memilih hidup untuk ELOHIM YESHUA yang telah memberikan hidup dan matiNYA untuk kamu? Masakan DIA yang hidup dan mati untuk kita, tapi kita hidup dan mati bukan untuk DIA?

Kristen dalam Alkitab telah meninggalkan contoh tentang hidup yang benar sebagai orang-orang Kristen, yaitu meninggalkan keduniawian dan memberikan nyawanya untuk ELOHIM YESHUA. Sungguh sangat jauh panggang dari api, sangat jauh sekali bedanya antara mereka dengan kita saat ini. Hitam dengan putih, tak mungkin hitam itu putih atau putih itu hitam. Karena itu jika anda merasa benar dengan hidup anda sekarang ini, suruhlah orang-orang di Alkitab itu hidup seperti anda. Tapi jika anda menyadari bahwa anda yang salah, maka anda harus masuk ke dunia Alkitab. Anda harus menyesuaikan diri terhadap Alkitab!

Ayat 10:
Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.

Dalam takhta pengadilan ELOHIM YAHWEH yang akan dijadikan dasar penghakiman adalah Alkitab. ELOHIM YAHWEH tidak mungkin mendasarkan penghakimanNYA dari hal-hal yang tidak tertulis di Alkitab. Karena itu ELOHIM YAHWEH tidak mungkin bertanya: "Mengapa kamu ibadahnya hari Sabat?" Tapi pasti akan bertanya: "Mengapa kamu ibadahnya hari Jum'at dan Minggu?" ELOHIM YAHWEH tidak mungkin bertanya: "Mengapakah TUHANmu itu YAHWEH dan YESHUA?" Tapi pasti akan bertanya: "Siapa itu Allah Trinitas?" ELOHIM YAHWEH tidak mungkin bertanya: "Mengapa kamu tidak merayakan hari Natal?" Tapi pasti akan bertanya keheranan: "Mengapa kamu merayakan hari Natal?" ELOHIM YAHWEH tidak mungkin bertanya: "Siapakah itu YESHUA?" Tapi pasti akan bertanya: "Siapakah itu Yesus Kristus?"

Ayat 11:
Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah."

Yes. 43:7semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Semua orang yang disebutkan dalam nama YAHWEH, bukan Allah Tritunggal, ditentukan untuk hidup bagi kemuliaanNYA.

Ayat 12-13:
Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!

Saya yang menyatakan kebenaran suka disebut orang dengan ayat tersebut: "Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!" Padahal maksud ayat itu adalah untuk orang-orang yang mencelakakan, bukan untuk orang-orang yang menegakkan kebenaran, yaitu orang-orang yang suka mengada-adakan acara yang 
tidak Alkitabiah. Contohnya adalah orang-orang Yahudi yang memaksakan sunat, yang memasalahkan makanan dan hari-hari baik.

Ayat 14:
Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.

Kalau saya benci sekali dengan petai dan jengkol, sedangkan kesukaan saya adalah durian. Sebaliknya, ada orang-orang yang kesukaannya petai dan jengkol, sedangkan yang dibencinya bau durian. Masakan itu hendak kita jadikan ajaran? Masakan gara-gara sapi itu tunggangan dewa siwa, lalu dijadikan ajaran supaya orang Hindu tidak memakan sapi? Masakan gara-gara nabi Daniel dan rasul Paulus vegetarian, lalu dijadikan ajaran supaya orang Advent vegetarian?

Ayat 15-16:
Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia. Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah.

Apa yang baik yang kita miliki sekarang ini adalah ELOHIM YESHUA yang telah mati bagi Hukum Taurat, yang telah menggenapi semua lambang-lambang dan simbol-simbol, sehingga kita jangan lagi memakai sesuatu yang sifatnya simbolis-simbolis, melainkan harus proporsional bagi kebenaran. Apakah sesuatu itu ada kebenarannya? Sebab simbol-simbol itu bukan kebenaran;

>> Bendera Indonesia apakah orang Indonesia? Bukan! Hanya simbol.

>> Presiden Jokowi secara simbolis menyerahkan sumbangan kepada satu orang. Padahal sesungguhnya sumbangan itu untuk seribu orang. Jadi, satu itu menyimbolkan seribu.

Ayat 17:
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

>> Kerajaan ELOHIM YAHWEH itu soal kebenaran; pedomannya adalah Alkitab.

>> Kerajaan ELOHIM YAHWEH itu soal damai sejahtera; damai sejahtera bersama saudara-saudara seiman. Jika ada yang belum seiman, maka belum mencapai damai sejahtera itu. Sebab perbedaan itu awal dari pertentangan dan permusuhan. Karena itu untuk tercapainya damai sejahtera itu kita harus giat memberitakan Injil. Di sorga baru ada damai sejahtera, karena semua orang adalah orang-orang Kristen. Di sorga nggak ada orang Islam, orang Hindu, orang Buddha, orang Kristen Mingguan dan orang Katolik.

Yesaya
66:22Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.
66:23Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.
66:24Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

>> Kerajaan ELOHIM YAHWEH itu soal sukacita oleh ROH KUDUS, yaitu sukacita akan hal-hal yang kudus, bukan sukacita oleh pesta pora, mabuk-mabukan dan dunia gempita.

Ayat 18-19:
Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.

Saling membangun, artinya saling membenarkan atau meluruskan. Kita takkan berdiam diri dan membiarkan orang-orang yang masih berhari Minggu, berallah trinitas, berhari natal, berdoa lipat tangan tutup mata, dan lain-lainnya. Kita tak membiarkan orang-orang yang jiwanya berada dalam bahaya.

Ayat 20-22:
Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung! Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu. Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.

Apa-apa yang sifatnya pandangan pribadi jangan dibawa ke jemaat, tapi jadikan pedoman untuk diri sendiri. Termasuk jangan pula disebarkan ke istri maupun anak-anak. Hanya ajaran Alkitab saja yang harus disampaikan ke semua orang.

Ayat 23:
Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Jangan mempunyai pandangan yang membimbangkan diri sendiri. Karena itu yang terbaik adalah jangan merasa diri pintar sehingga membuat asumsi-asumsi sendiri. Sudah ada Alkitab yang kita tinggal masuk saja, mengapa sampai merasa kurang puas dengan Alkitab? Mengapa anda berpikir Alkitab perlu ditambahkan dengan pendapat anda? Bahaya sekali itu!

Hasil gambar untuk gambar domba israel

Tidak ada komentar: