Sabtu, 15 Oktober 2016

KETIKA UMAR MEMBELI BAYGON

Barusan saya bermimpi ketemu Umar di Alfamart; saya membeli rokok, Umar membeli Baygon. Setelah bersalaman dan cipika-cipiki, saya membuka omongan: "Waah, rupanya di rumahmu banyak nyamuk, ya Mar?" Maka Umarpun menjawab: "Bukan, bang, tapi saya mau bertobat." Tentu saja saya heran dengan jawaban Umar. Saya pikir jawabannya nggak nyambung. Masak ditanya soal Baygon, jawabannya untuk bertobat; apa hubungannya?

Saya tanya: "Apa hubungannya Baygon dengan pertobatanmu, Mar?" Lalu Umar menjelaskan: "Begini, bang, menurut QS. 2:54, jika kita mau bertobat, Awloh memerintahkan kita bunuh diri. Itulah sebabnya akhir-akhir ini kita sering mendengar kaum Muslim melakukan jihad bunuh diri dengan bom. Sebab memang begitulah kebenarannya."

QS. 2:54   Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

"Kalau kita berdosa lalu bunuh diri, itu adalah baik menurut Awloh, dan kita pasti diterima di sisinya, dikasih 77 bidadari yang cantik jelita." Umar menjelaskan.

Sayapun manggut-manggut sambil berpikir: "Waah, bagus sekali kalau ayat itu dipromosikan seperti surrah Al Maidah 51 yang dipromosikan Ahok. Nggak lama pasti kaum Muslim akan seperti dinosaurus nasibnya, punah dengan sendirinya." Maka sayapun menjawab: "Betul sekali. Ayat itu masuk akal sekali, Mar, sebab Islam 'kan tidak punya JURUSELAMAT. Jadi, supaya nggak terus-terusan berbuat dosa, bunuh diri. Bagus sekali itu, Mar. Jadi, sekarang ini kamu dengan istri dan anak-anakmu akan bunuh diri dengan Baygon? Mengapa nggak ke Jessica supaya dibuatkan kopi Vietnam sianida?"

"Enggak, bang, nanti Jessica dituduh membunuh lagi. Kasihan, 'kan?!" jawab Umar. Saya berkata kepada Umar: "Tapi sebelum kamu bunuh diri bagaimana kalau kita ngobrol sebentar?" Umar menyetujui: "Boleh, bang, silahkan, apa yang mau ditanyakan?"

Saya bertanya: "Kalau orang Kristen senang sekali disebut anak ELOHIM YAHWEH. Muslim kenapa tidak mau disebut anak Awloh tapi maunya sebagai hamba-hamba Awloh?"

Umar menerangkan: "Ya, kita harus melihat sejarahnya, bang. Bukankah di Alkitab dikatakan Ismael itu anaknya Hagar? Hagar 'kan hambanya Sara, istri Abraham? Alkitab menceritakan mereka diusir dari rumah Abraham karena tidak akan pernah diakui sebagai anak Abraham, dan Awloh membenarkan pengusiran itu;

Kejadian
21:10Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."
21:11Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
21:12Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

"Tentang Ismael, Abraham sudah pernah mengusulkan ke hadapan Awloh, tapi ditolak. Bahkan sebelum Ismael, Abraham mengajukan hambanya; Eliezer. Keduanya, baik Eliezer maupun Ismael sama-sama ditolak dijadikan anaknya Abraham. Awloh hanya memilih Ishak sebagai anakNYA." Umar menerangkan;

Kejadian
15:2Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."
15:3Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."
15:4Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."

Kejadian
17:18Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"
17:19Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Sayapun manggut-manggut dan tidak menyangka kalau Umar begitu mahir Alkitab. Dan ketika saya hendak berkata-kata, Umar memotong melanjutkan keterangannya; "Dan tentang hal itu rasul Paulus, oleh ilham ROH KUDUS juga telah menubuatkan akan adanya agama Islam di Tanah Arab;

Galatia
4:22Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?
4:23Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.
4:24Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar--
4:25Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab--dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.
4:26Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.

Kata Umar: "Coba, betapa hebatnya nubuatan itu, dituliskan sekitar tahun 70-an, untuk kejadian 540 tahun kemudian, yakni tahun 611, ketika Muhammad menerima wahyu pertamanya di gua Hira. Dan nubuatan itu menjadi sangat benar oleh keberadaan Islam sebagai satu-satunya agama yang lahir dari Tanah Arab, yang memberikan identitas Hagar, yakni hamba Awloh. Itulah sebabnya Al Qur'an mengakui Alkitab sebagai induknya;

QS. 43:4    Dan sesungguhnya Al Qur'an itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.

Saya bertanya: "Menurutmu apa bedanya hamba dengan anak, Mar?"

Jawab Umar: "Kalau anak itu pasti hamba, sedangkan hamba bukanlah anak. Contohnya: orang Jawa kalau memanggil anak perempuannya: Nduk, dari kata: Genduk, artinya pembantu perempuan. Kalau anak laki-laki dipanggilnya: Cung, dari kata: Kacung, artinya pembantu laki-laki. Jadi, mereka memanggil anak-anaknya sama seperti mereka memanggil pembantunya. Kenapa anak disamakan dengan hamba? Sebab anak harus tunduk dan patuh pada bapaknya, sama seperti ketentuan untuk pembantu. Letak perbedaannya, kalau anak seterusnya di rumah orangtuanya, tapi kalau pembantu harus pulang ke kampung halamannya. Anak menerima warisan, pembantu hanya menerima upah dan pesangon."

Saya bertanya: "Bisa kamu jelaskan filosofinya itu berkenaan dengan Kristen dan Islam?"

Jawab Umar: "Apa yang terjadi pada zaman dahulu, itu merupakan kiasan untuk masa kini. Apa yang sudah dituliskan dalam Alkitab, induk Al Qur'an, itu menjadi rumusan, menjadi pedoman, menjadi pelajaran, menjadi contoh, menjadi kebenaran masa sekarang. Bahwa sebagaimana Hagar dan Ismael, ibu dan anak, diusir dari rumah Abraham, begitulah Islam beserta dengan nenek moyangnya akan diusir dari hadapan Awloh. Mulai dari Ismael, ke kita sekarang ini, semuanya akan diusir, tidak mendapatkan bagian dari Kerajaan Sorga. Hanya orang-orang Kristen saja yang aman nasibnya, sebab mereka adalah anak-anak Awloh."

Yes. 21:16Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: "Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.

"Nubuatan itu menyatakan bahwa kemuliaan Kedar, anak Ismael, menunjuk pada Islam, akan kehabisan kemuliaannya. Islam hanya besar di namanya doank, seperti tong kosong yang nyaring bunyinya. Dan itu kini menemui buktinya, Islam yang sangat membenci babi, kini harus bermandi babi. Kaum Muslim yang menunaikan ibadah haji diwajibkan disuntik vaksin meningitis yang dipastikan mengandung enzim babi. Sementara itu jika ada Muslim yang jatuh sakit dan minum obat dokter, dipastikan 85% obat-obatan itu juga mengandung babi. Coba, bayangkan, betapa hebatnya kerusakan dalam agama Islam ini." kata Umar.

Tapi tentang umat Kristen, Al Qur'an katakan:

QS. 2:62   Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

QS. 5:68    Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, dan Injil yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu".

QS. 58:22    Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.

Saya bertanya: "Jika begitu, mengapa kamu tidak masuk Kristen saja, Mar?"

Dengan mimik sedih, Umar menjawab: "Nasib, bang, kami dilahirkan dari keluarga Muslim. Kalau saya masuk Kristen sekarang, Indonesia bisa semakin heboh. Karena itu biarlah sekarang ini orang meramaikan Ahok yang mempopulerkan Al Maidah 51 dulu, nanti setelah Pilkada 2017 barulah saya akan masuk Kristen."

"Lho, bukankah kamu mau bunuh diri hari ini, bagaimana kamu mau masuk Kristen tahun 2017?" tanya saya.

Umar ketawa: "Hua..ha..ha...... maaf, saya lupa dengan acara saya bunuh diri. Kalau begitu saya pamit duluan, mau minum Baygon bareng istri dan anak-anak saya."


Kata saya: "Baiklah, Umar, saya ucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, akan berpulang ke rahmat Awloh, Umar, istri dan anak-anaknya. Semoga sampai tujuan, selamat jalan Umar. Daag..........!"


Hasil gambar untuk gambar baygon

Tidak ada komentar: