Rabu, 26 Oktober 2016

MEMASTIKAN PERJANJIAN BARU BERBAHASA IBRANI

Kita selama ini meyakini dan berpendapat bahwa kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Adapun dasar untuk meyakininya sebenarnya hanya berupa dugaan atau perkiraan-perkiraan saja, namun itu sudah dimutlakkan sebagai kebenaran.

Gambaran permasalahannya itu begini: sebuah mobil merk Lamborghini itu milik saya. Namun orang-orang melihat mobil itu selalu dikendarai oleh Hotman Paris, maka disimpulkanlah bahwa mobil itu milik Hotman Paris tanpa mau menyelidiki surat-suratnya. Apakah klaim model seperti itu ilmiah dan berkekuatan hukum? Para murid Perjanjian Baru adalah orang Yahudi. Namun bukti-bukti arkeologis yang diketemukan berbahasa Yunani, maka disimpulkanlah bahwa Perjanjian Baru itu ditulis dalam bahasa Yunani. Apakah klaim model seperti itu ilmiah dan berkekuatan hukum?

Itu gegabah sekali, kawan! Itu terlalu prematur, sobat!

Potongan papyrus Injil tertua yang berhasil diketemukan adalah potongan Injil Markus yang diperkirakan berangka tahun: 100 - 150, sedangkan temuan-temuan papyrus Injil yang lainnya berangka tahun: 200-250. Padahal perkiraan penulisan Injil Markus adalah tahun 40 - 70-an. Jadi, ada jarak waktu antara 60 - 80 tahunan untuk diukurkan ke Injil Markus. Jika diukurkan ke Injil yang lainnya, maka berjarak antara 160 - 180 tahunan. Nah, dalam rentang waktu yang sekitar seabad itu bisa dihasilkan berapa generasi salinan?

Jika selewat hidupnya penulis Injil itu kitab-kitab Perjanjian Baru lebih banyak disalinkan ke bahasa Yunani itu masuk akal sekali. Sebab berdasarkan popularitasnya, bahasa Yunani itu lebih populer dibandingkan dengan bahasa Ibrani. Dan itu memenuhi tuntutan jumlah jemaat yang dibentuk rasul Paulus yang berjumlah puluhan jemaat non Yahudi, dibandingkan dengan jemaat Yahudi yang lebih sedikit. Jadi, kalau Alkitab dituliskan lebih banyak ke bahasa Yunani itu harus. Bahkan kalaupun yang berbahasa Ibrani sampai musnahpun saya kira tak ada yang keberatan. Silahkan semua kitab ditulis dalam bahasa Yunani, jika bahasa itu memang laris.

Yang menjadi permasalahan adalah diubah-ubahnya nama orang dan nama TUHAN. Ini yang membuat saya menuntut teks bahasa aslinya. Apa benar orang-orang Yahudi itu bernama Yunani? Apa mungkin nama orang itu diterjemahkan ke bahasa lain? Misalnya:

>> Jokowi, apakah kalau ke negara Inggris akan dipanggil: "Bachelorwi?" Apakah kalau sedang berkunjung ke Arab Saudi akan dipanggil: "Aezabwi?" Apakah kalau sedang ke negara China akan dipanggil: "Danshenhanwi?" Apakah kalau sedang ke Jerman akan dipanggil: "Junggesellewi?"

>> Untung Suropati, apakah kalau ke negara Inggris akan dipanggil: "Profit Suropati?" Apakah kalau ke negara Arab Saudi akan dipanggil: "Rabh Suropati?" Apakah kalau sedang ke negara China akan dipanggil: "Lirun Suropati?" Apakah kalau sedang ke Jerman akan dipanggil: "Gewinn Suropati?"

Apa ada nama orang yang diperlakukan seperti itu, sehingga Abraham menjadi Ibrahim, Henokh menjadi Idris, YESHUA menjadi Yesus, YAHWEH menjadi Tuhan, Saulus menjadi Paulus, Kefas menjadi Petrus. Tapi mengapa Musa tetap Musa, Harun tetap Harun, Ishak tetap Ishak, Yakub tetap Yakub, Israel tetap Israel? Mengapa untuk nama Muhammad di seluruh dunia tetap Muhammad?

Naskah Alkitab dalam bahasa Inggris disebut Biblical manuscript adalah salinan kuno potongan-potongan Alkitab. Hingga saat ini semua temuan masih disebut "salinan", bukan disebut sebagai naskah asli. Salinan itu artinya turunannya, atau copyannya. Jadi, bagaimana logikanya salinan itu disamakan dengan naskah aslinya? Dari sini saja sudah tidak masuk akal, salinan disejajarkan sebagai aslinya. Lebih-lebih berdasarkan tahunnya yang melebihi dari tahun hidup penulisnya. Masak penulisnya menulis di tahun 40, lalu hasil tulisannya tahun 100? Kita mencetak buku saja seminggu juga sudah jadi buku, masak ini sampai 60 tahunan?

Istilah untuk naskah aslinya adalah autographa. Dan dari temuan-temuan seluruh Alkitab masih belum ada yang disebut autographa. Temuan Perjanjian Lama yang tertua bertahun 1.000 Sebelum Masehi. Padahal perkiraan nabi Musa menuliskannya adalah tahun 1.500 Sebelum Masehi, sehingga salinan naskah itu mempunyai jarak 500 tahun. Sedangkan untuk kumpulan Perjanjian Lamanya bertahun 200 Sebelum Masehi. Padahal Maleakhi, nabi Perjanjian Lama yang terakhir menuliskannya tahun 420 Sebelum Masehi, sehingga ada jarak untuk salinannya selama 220 tahun.

>> Allepo Codex adalah naskah Perjanjian Lama berbahasa Ibrani yang terjilid, yang dibuat orang pada tahun 1.000 Tarikh Masehi, yang dijadikan rujukan para sarjana Alkitab di abad pertengahan.

>> Leningrad Codex adalah naskah Perjanjian Lama berbahasa Ibrani yang menggunakan teks masoret dan vokalisasi Ibrani Tiberias, yang dibuat orang pada tahun 1.008 Tarikh Masehi. Karena Allepo Codex pada tahun 1947 ada bagian yang hilang, maka Leningrad Codex yang dijadikan rujukan penggantinya.

>> Codex Vaticanus adalah naskah Perjanjian Lama yang berbahasa Yunani, yang dituliskan orang pada tahun 400 Tarikh Masehi. Konon Alkitab ini merupakan pesanan kaisar Konstantin Agung dari Eusebius yang menuliskannya.

>> Codex Sinaiticus juga berbahasa Yunani dan bertahun yang sama dengan Codex Vaticanus. Codex ini ditemukan tahun 1859 di biara Santa Katarina, gunung Sinai, Mesir.

>> Codex adalah naskah yang sudah terjilid, berbentuk buku.

>> Injil Matius: jumlah temuan 14, tahun tertua: 200 Tarikh Masehi.

>> Injil Markus: jumlah temuan 1, tahun tertua: 250 Tarikh Masehi.

>> Injil Lukas: jumlah temuan 3, tahun tertua: 200 Tarikh Masehi.

>> Injil Yohanes: jumlah temuan 13, tahun tertua: 125 Tarikh Masehi.

>> Kisah Para Rasul: jumlah temuan 7, tahun tertua: 300 Tarikh Masehi.

Itu semua adalah data-data yang didapatkan dari luar Alkitab. Sekarang saya ajak anda untuk menyelidiki data-data yang tersedia dari dalam Alkitab untuk memastikan bahasa apakah yang digunakan oleh para penulis Injil.

1. Dari manakah asalnya bahasa Ibrani itu?

Bahasa Ibrani jelas merupakan bahasa nenek-moyang Abraham yang hidup di Mesopotamia. Abraham yang tinggal di kota Haran, dipanggil ELOHIM YAHWEH supaya menyusuri negeri Palestina, sebab negeri itulah yang akan diberikan ke anak-cucunya. Mesopotamia adalah negara Irak sekarang ini. Jadi, dari sanalah Abraham itu berasal. Dan dengan bahasa Mesopotamia itulah Abraham berbicara dengan istri dan anak-cucunya;

Kej. 10:31Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.

Kej. 14:13Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram.

Abraham tidak membuat bahasa yang baru. Tapi karena dia menempati tanah yang baru, maka dia menjadi seorang yang asing. Sama seperti orang-orang Jawa yang sekarang sudah menjadi penduduk Suriname, yang diangkut oleh Belanda pada tahun 1890-an. Di sana mereka masih fasih berbahasa Jawa.

Ketika Yakub dan anak-cucunya pindahan ke Mesir, karena Yusuf menjadi perdana menteri di Mesir, keluarga itu disebut oleh orang-orang Mesir sebagai keluarga Ibrani;

Kel. 1:15Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya:

2. Bangsa Israel adalah bangsa yang eksklusif;

Bil. 23:9Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir.

Yosua 23:6

Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri,
23:7dan supaya kamu jangan bergaul dengan bangsa-bangsa yang masih tinggal di antaramu itu, serta mengakui nama allah mereka dan bersumpah demi nama itu, dan beribadah atau sujud menyembah kepada mereka.

Kis. 10:28Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.

Saking eksklusifnya mereka sampai-sampai orang-orang Kristen yang non Yahudi dipaksa hidup secara Yahudi.

3. Antara Kefas dan Petrus; Kefas bahasa Ibrani, Petrus bahasa Yunani;

Ketika rasul Petrus direkrut menjadi murid ELOHIM YESHUA, dinubuatkan namanya Simon akan diganti menjadi Kefas. Tapi ketika penggenapannya, yaitu ketika rasul Petrus menyatakan bahwa ELOHIM YESHUA itu MASHIA, ANAK ELOHIM YAHWEH, mengapa namanya menjadi Petrus?

Yoh. 1:42Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Perhatikan tanda kurung ( ); mengapa diartikan Petrus, bukan "batu kecil" - bahasa Indonesianya? Mengapa mengartikannya ke bahasa Yunani? Aneh! Harusnya: (artinya: Batu Kecil). 

Mat. 16:18Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Mengapa ELOHIM YESHUA tidak konsisten memberi nama: Kefas, tapi sekarang diberi nama dalam bahasa Yunani: Petrus. Aneh! Pasti ada tangan jahil yang mengotak-atik untuk pengaruh bahasa Yunani.

4. Rasul Paulus lebih suka memanggil Simon dengan Kefas;

>> Memanggil Kefas = 8 kali, memanggil Petrus = 2 kali.

5. Secara umum orang Israel tak menguasai bahasa Yunani;

Yoh. 19:20Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.

Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu karena dituliskan dalam bahasa Ibrani.

Kis. 6:1Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.

Ada orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani berarti ada yang tidak bisa berbahasa Yunani.

Kis. 22:2Ketika orang banyak itu mendengar ia berbicara dalam bahasa Ibrani, makin tenanglah mereka. Ia berkata:

Mendengar rasul Paulus berbahasa Ibrani, orang-orang Israel makin tenang.

6. Antara Saulus dengan Paulus;

Saulus adalah nama dalam bahasa Ibrani. Perubahan dari Saulus menjadi Paulus, tidak ada keterangan bahwa itu adalah perintah ELOHIM YESHUA, sebagaimana kebiasaan ELOHIM YAHWEH mengganti nama-nama orang yang dikasihiNYA. Alkitab hanya menerangkan sebutan lainnya;

Kis. 13:9Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia,

Kalau Saulus ada persamaannya yaitu dengan raja Saul, raja Israel yang pertama. Dan ELOHIM YESHUA sendiri memanggil: Saulus, bukan Paulus;

Kis. 26:14Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.

7. Yang berbahasa Yunani adalah Yahudi perantauan;

Ketika ELOHIM YESHUA menyatakan hendak pergi ke suatu tempat, para murid berpikir ELOHIM YESHUA akan pergi ke bangsa Yahudi yang diperantauan;

Yoh. 7:35Orang-orang Yahudi itu berkata seorang kepada yang lain: "Ke manakah Ia akan pergi, sehingga kita tidak dapat bertemu dengan Dia? Adakah maksud-Nya untuk pergi kepada mereka yang tinggal di perantauan, di antara orang Yunani, untuk mengajar orang Yunani?


8. Orang Galilea umumnya hanya bisa berbahasa Ibrani;

Di hari Pentakosta ketika para rasul berbicara ke dalam berbagai bahasa, banyak orang merasa heran dengan kemampuan orang Galilea berbahasa lain;

Kisah 2:7Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?

Itu artinya umumnya orang Galilea itu tak bisa berbahasa lain selain bahasa Ibrani.

9. Kepala pasukan menanyai rasul Paulus, apakah ia berbahasa Yunani?

Kisah
21:37Ketika Paulus hendak dibawa masuk ke markas, ia berkata kepada kepala pasukan itu: "Bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu?" Jawabnya: "Tahukah engkau bahasa Yunani?

Itu artinya bahasa Yunani itu tidak umum.

10. Bahasa Yunani bahasanya orang terpelajar;

Rm. 1:14Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.


11. Antara YESHUA dengan Yesus;

YESHUA adalah nama pemberian malaikat kepada Maria. Itulah nama yang dikenal orang sejak kelahiranNYA hingga waktunya mengajar umur 30 tahun.


12. ELOHIM YESHUA berbahasa Ibrani;

Jika benar Brit Hadasa ditulis total dg bahasa Yunani, logikanya Yeshua akan teriak2 dikayu salib dg bahasa Yunani. THEOS MOU...THEOS MOU.... faktanya adalah Eloi..Eloi lama sabakhtani (Bahasa Ibrani)

Mat. 27:46Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?"* Artinya: /Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Berkas:BookOfDurrowBeginMarkGospel.jpg

Tidak ada komentar: