Minggu, 23 Oktober 2016

MENAG: PERUBAHAN TAFSIR AL MAIDAH 51

Heboh ditemukannya perubahan tafsir surrah Al Maidah 51 atau QS. 5:51, ayat yang diributkan dengan Ahok, kata-kata pemimpin diubah menjadi teman setia. Apa kata kementerian agama?

QS. 5:51   Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Netizen Dihebohkan dengan 'Berubahnya' Tafsir Al Maidah Ayat 51

Tafsir Al Maidah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum selesai kontroversi atas kasus dugaan pelecehan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kini netizen dihebohkan dengan berubahnya tafsir Alquran surah Al Maidah ayat 51 yang dijual di toko-toko buku. Dalam tafsir tersebut, kata awliya yang sebelumnya diartikan sebagai pemimpin atau wali, diubah menjadi teman setia.

Salah seorang netizen yang mengunakan akun @TofaLemon mem-posting pesan yang beredar di whatsapp, yang bertuliskan:
"Innalillahi wa innaillaihi roojiuun... Telah dibagikan Al-Quran PALSU ke sekolah2 dg dalih wakaf A-Quran. Tlg dicek suat Al-Maidah ayat 51 dst telah diganti tafsirnya...Semua anak sekolah se-Tangerang raya sdh dapat, anak saya jg dapat hari kamis kemarin.. setelah dicek ternuata isinya sdh diubah. Hampir semua yang dijual... Tafsirnya PEMIMPIN diganti jadi teman setia.."

Pemilik akun bernama Mustofa Nahra pun mem-posting tulisan apakah ada yang mempunyai bukti bahwa ada pembagian Alquran gratis yang telah berbeda tafsirnya.
"Apakah ada yng punya bukti bagi Qur'an gratis, yg mana Al Maidah 51 nya sdh diganti dari "Pemimpin" ke "Teman Setia"?," tulisnya.

"Ayo pada di cek, Al Qur'an masing2. Khususnya Al Maidah 51," tulis akun @TofaLemon

Pemilik akun itu pun kemudian mem-posting foto-foto perbandingan tafsir Alquran lama miliknya dengan yang baru. Memang ada perbedaan, jika diterbitan sebelumnya kata awliya berarti sebagai pemimpin sementara di terbitan baru artinya adalah teman setia.

Hal ini pun mengundang reaksi dari netizen. Netizen kemudian menuliskan bahwa benar ada perubahan tafsir dari surah Al Maidah ayat 51. Netizen juga mem-posting Alquran terbitan mana saja yang tafsirnya telah berubah.

@TofaLemon juga membandingkan antara tafsir dari Alquran versi digital dan online dengan versi cetak. Di mana dalam Alquran versi digital kata Awliya masih diartikan sebagai pemimpin.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari toko buku yang disebut-sebut oleh netizen menjual Alquran yang tafsir di surah Al Maidah ayat 51 telah berubah. Selain itu juga belum ada konfirmasi dari penerbit-penerbit Alquran tersebut.

'Terjemahan Al Maidah 51 Kewenangan Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Netizen sedang dihebohkan dengan dugaan berubahnya tafsir surah Al Maidah ayat 51. Menurut netizen, kata "auliya" yang sebelumnya diartikan sebagai pemimpin atau wali, telah diubah menjadi teman setia.

Pihak penerbit Alquran yang hasil cetakannya diunggah netizen merespons isu yang menjadi sangat viral di media sosial. Direktur PT Iqro Indonesia Global, Andhi Raharjo, telah mencoba mengontak pihak kepolisian dan Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran di Kemenag RI untuk melaporkan kasus tersebut.

Andhi berpendapat isu "diubahnya" tafsir surah Al Maidah ayat 51 memengaruhi kewibawaan lembaga negara yang berwenang untuk mentashih naskah-naskah Alquran yang ada di Indonesia. Ia pun menganggap netizen yang pertama kali membuat posting-an telah mencemarkan nama baik dan melanggar hukum. "Kami mendapatkan bukti-bukti pencemaran nama baik," kata Andhi kepada Republika, Sabtu (22/10)

Andhi mengimbau, kalangan muda Muslim untuk ber-tabayyun, mengonfirmasi kebenarannya, ketika ada tudingan seperti itu. Sebab, hal seperti ini tidak hanya pernah menimpa PT Iqro Indonesia Global, tapi juga menimpa penerbit lainnya. "Padahal, sama sekali tidak ada yang diubah dan sampai sekarang pun Alquran terbitannya tetap beredar."

Semua penerbit Alquran di Indonesia, menurut Andhi, menggunakan terjemahan yang sama. Dampak beredarnya isu perubahan tafsir Al Maidah ayat 51 terhadap penerbit akan sangat luar biasa merugikan. Akibatnya bisa fatal jika produk tertentu difoto kemudian disebarkan ke media sosial. "Pihak penerbit menjadi korban," ujarnya.

Ini Jawab Kemenag

Dream - Jagat media sosial kembali dibuat heboh dengan surat Al Maidah-51. Tapi kali ini bukan karena tukilan ayat tersebut dikutip oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama atau Ahok.
Kali ini netizen dihebohkan dengan berkembangnya gambar mengenai terjemahan Al-Maidah ayat 51 yang disebut telah berubah.
Kata aulia dalam ayat yang belakangan diterjemahkan dengan kata 'pemimpin' konon diubah menjadi 'teman setia'.

Sudah Ada Sejak Lama

Kepala Bidang Pengkajian Al-Qur`an Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an, Badan Litbang serta Diklat Kementerian Agama (Kemenag) Muschlis Muhammad Hanafi memastikan tidak ada pengubahan terhadap terjemahan itu.
" Sejak dulu, terjemahan aulia pada Al-Maidah ayat 51 itu teman setia. Tidak ada yang mengubah dan tidak ada berubah," kata Muchlis kepada Dream melalui sambungan telepon, Sabtu, 22 Oktober 2016.
Menurut dia, dalam Alquran yang ditahsih atau dicek oleh Kemenag menemukan jika kata aulia memiliki tiga terjemahan.

Ada Tiga Terjemahan Aulia

Selain kata teman setia, pada beberapa ayat, kata aulia memiliki arti pemimpin dan pelindung.
Kata aulia berterjemahan pemimpin dapat ditemukan pada Surat Ali Imran ayat 28, Surat Annissa ayat 145, dan Al-Maidah 57. Adapun, kata aulia diterjemahkan pelindung dapat ditemukan pada Surat At-Taubah 23.
" Pada Surat Al-Maidah ayat 51 dan Surat Al Mumtahanah ayat 1 kata aulia diterjemahkan sebagai teman setia," ucap dia.

Arti `Aulia` pada 1965

Dia menjelaskan, pada terbitan pertama Alquran Kemenag 1965 kata aulia memang tidak mendapat terjemahan beragam. Kata aulia hanya mendapat padanan arti wali.
" Lalu dikasih catatan kaki artinya jamak dari aulia,artinya penolong, pelindung, sahabat, semuanya dipaparkan," ujar dia menerangkan.

Mengapa Tak Disebut Pemimpin?

Mengenai sangkut paut tafsir Al-Maidah 51 dengan proses kepemimpinan dia enggan menjelaskan. Sebab, memang setiap ulama memiliki tafsir yang berbeda.
" Itu terjadi perbedaan pendapat dengan para ulama, nanti kalau masuk ke sana terlalu jauh. Jadi saya paparkan, fakta dalam terjemahan Kementerian Agama ada tiga, begitu," ucap dia.
Menurut dia, penerjemahan Alquran pada kitab yang beredar memang mengacu pada tafsir Kemenag. Alquran yang telah melewati proses pengecekan Pengkajian Al-Qur`an Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an akan mendapat tanda tahsih yang mengacu pada terjemahan dan tafsir Kemenag.(Sah)

Sekedar saran saya: Lain kali sebaiknya jangan pakai bahasa Arab, deh. Masak teman itu sama dengan pemimpin? Coba pakailah bahasa Inggris. Kalau bahasa Inggris, teman itu friend, sedangkan pemimpin itu leader.

Tidak ada komentar: