Jumat, 25 November 2016

ADA APA DENGAN AGAMA?

Saat ini kita ramai dengan masalah keagamaan. Indonesia goncang oleh sebab Ahok dianggap menista agama Islam, sehingga semua orang Islam di Indonesia marah dan menuntut Ahok dipenjarakan. Dalam kurun waktu yang bersamaan, seorang Muslim bernama: Juhanda, melemparkan bom molotov ke gereja di Samarinda. Dan kira-kira setahun yang lalu, orang-orang Kristen di Tolikara membakar sebuah mesjid. Pendek kata, entah yang Islam maupun yang Kristen tak ada bedanya. Kedua belah pihak saling mengintai untuk saling menjatuhkan dan membinasakan.

Mengapa agama justru melahirkan kekerasan dan peperangan? Ada apakah dengan agama?

Semua agama di dunia ini merupakan sebuah lembaga atau organisasi yang memimpin orang-orang sehaluan untuk memakan ajaran yang dibuat oleh organisasi atau lembaga itu. Semisal agama Islam, ada Nu, ada Muhammadiyah. Sekalipun kedua golongan itu berdasarkan pada Al Qur'an yang satu, namun keduanya memiliki perbedaan dalam menangkap pesan-pesan Al Qur'an. Muhammadiyah menafsirkan begini, NU menafsirkannya begitu. Orang yang mau masuk Islam dipersilahkan memilih mana yang cocok dengan jalan pikirannya. Jika dia memilih NU, maka pikirannya harus selaras dengan yang NU ajarkan, tidak boleh melenceng sedikitpun. Jika melenceng maka dia akan dikeluarkan dari NU dan dianggap sesat. Demikian pula dengan yang memilih Muhammadiyah, harus selaras dengan ajaran Muhammadiyah.

Kedua organisasi keagamaan Islam ini menguasai keagamaan Islam di Indonesia dan membatasi paham-paham yang hendak bermunculan. Seperti munculnya paham Ahmadiyah, langsung dicap sesat karena bertentangan dengan kedua lembaga yang sudah ada itu. Dengan kata lain, sekalipun ajaran kedua lembaga tersebut belum tentu benar menurut Al Qur'an, namun sudah dipatenkan sebagai kebenaran. Sedangkan jika di kemudian hari muncul ajaran yang sebenarnya lebih sesuai Al Qur'an, maka ajaran itu akan dimusuhi dan dicap sesat.

Untuk yang memakai nama Yesus Kristus, pemerintah Indonesia hanya menyediakan 2 agama saja, yakni Katolik dan Kristen. Selebihnya merupakan gereja-gereja. Di status gereja-gereja inilah pihak Kristen memecahkan diri sebagai sinode-sinode, sebagai tanda adanya perbedaan paham di antara mereka. Pemerintah hanya mengurusi agamanya saja, tidak mengurusi sinode-sinode. Termasuk agama mana, Katolik atau Kristen? Hanya itu yang diurusi pemerintah. Sedangkan untuk perbedaan HKBP, GKI, GPdI, GBI, Pantekosta, dan lain-lainnya, masing-masing memiliki sinode sendiri.

Kalau di gereja HKBP ketika kebaktian ada jemaatnya yang meloncat-loncat dan menari-nari, maka siallah nasibnya. Dia akan ditendang pantatnya yang joget-joget itu dan dihardik: "Kau pasti orang Pantekosta. Pergi, kau!" Sebaliknya, jika di gereja Pantekosta ada jemaatnya yang ketiduran, tak ayal lagi nasibnya pasti sama, yaitu akan diusir dari gereja tersebut. "Kau anak setan. Pasti dari GKI, ya?!"

Kalau Alkitab seumpama meja makan yang menyediakan berbagai macam masakan yang lezat-lezat, gereja "A" adalah seumpama orang yang memberikan sepiring makanan sisanya untuk anjing-anjingnya. Alkitab sudah ditafsirkan menurut kepintaran para pendiri gereja HKBP, lalu itu disajikan untuk anggota-anggotanya, dengan pesan: "Kamu harus begitu", "Kamu harus seperti itu." Jika tidak, silahkan kamu keluar dari gereja ini."

Sama seperti kuda yang diberi kacamata kuda!

Karena anjing itu menerima makanan dari tangan tuannya, maka anjing itu pasti akan setia pada tuannya. Siapa saja yang menghina gereja HKBP, maka orang-orang setanah Karo akan bangkit menghunus pedang. Dia tidak tahu apa-apa tentang Alkitab maupun tentang TUHAN. Bahkan tak kenal! Dia hanya tahunya gereja HKBP! ROH KUDUS, apa lagi! Mereka hanya tahunya pak pendeta, apa kata pak pendeta, itulah kebenaran.

Agama itu dari bahasa Sansekerta; "a" artinya tidak, "gama" artinya kacau. Jadi, supaya tidak kacau masuklah ke agama Hindu. Istilah dari Hindu itu disetujui oleh semua agama. Baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khong Hu Chu, dan lain-lainnya sepakat untuk menyebut dirinya sebagai agama atau tidak kacau. Dalam pengertian yang lainnya agama itu mengajarkan kebaikan.

Nah, apakah ada yang salah dengan agama? Jelas! Sebab ada Firman TUHAN supaya kita jangan serupa dengan dunia ini.

Agama hanya sebatas mengajarkan supaya tidak kacau. Agama tidak menghubungkan manusia dengan YAHWEH sebagai satu-satunya TUHAN atau ELOHIM. Tapi Alkitab menamakan dirinya sebagai JALAN YAHWEH atau JALAN TUHAN, bukan Kristen. Kristen adalah nama yang diberikan oleh masyarakat di Antiokhia untuk para pengikut JALAN YAHWEH. Sementara para rasul tak pernah menyatakan diri sebagai orang Kristen, melainkan sebagai pengikut JALAN YAHWEH.

Kis. 24:14Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi.

JALAN YAHWEH hanya ada satu. Sebab hanya orang-orang Kristen saja yang mengakui, mengenal dan beribadah kepada YAHWEH. Tapi agama ada banyak, tak karuan jelunterungannya. Tao agama di China, Shinto agama di Jepang. Masing-masing negara atau masing-masing bangsa mempunyai agama sendiri-sendiri.

Betapa rendahnya jika YAHWEH disejajarkan dengan agama-agama berhala itu. Lebih nyata lagi penghinaannya jika JALAN YAHWEH didaftarkan ke Departemen Agama RI, seolah-olah pemerintah RI ini atasannya ELOHIM YAHWEH.

Di zaman para rasul, JALAN YAHWEH tak pernah didaftarkan ke pemerintahan Romawi;

Kis. 5:28katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
5:29Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

Rasul Paulus ketika bertobat menjadi Kristen, tak merasa perlu meminta pertimbangan dari seorang manusiapun. Dia melakukan apa yang menurutnya baik, bukan berdasarkan pertimbangan orang lain;

Gal. 1:16berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

Jadi, buat apa mendirikan jemaat atau gereja harus meminta restu atau perijinan pemerintah? Supaya teratur? Supaya tertib? Memangnya TUHAN mengajari kita tidak teratur dan tidak tertib? Apakah TUHAN mengajari kita bikin kisruh, mengganggu orang lain?!

Kereta api dari Jakarta ke Surabaya itu berjalannya di atas satu rel yang tersambung terus. Nah, seandainya dari zaman para rasul ke zaman sekarang ini merupakan satu rel yang tersambung terus, mungkinkah di Kristen ini ada HKBP, GKI, GBI, Bethel, Pantekosta, dan lain-lainnya?

1Kor. 11:23Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

1Kor. 11:2Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.

Seandainya rasul Paulus mengirimkan sepeti buah apel, tidakkah yang akan kita terima juga sepeti buah apel itu? Mungkinkah yang dikirimkan buah apel, tapi yang kita terima buah jeruk?! Seandainya di zaman itu disebut JALAN YAHWEH, mungkinkah akan menjadi agama Kristen? Seandainya di zaman itu JALAN YAHWEH tidak didaftarkan ke pemerintah, mungkinkah sekarang akan kita daftarkan ke pemerintah?! Jika di zaman itu tidak ada sekolahan pendeta, mungkinkah sekarang ini kita dipimpin oleh pendeta?! Jika di zaman itu hubungan umat dengan TUHAN itu secara langsung, mungkinkah kita sekarang membelok ke pak pendeta?! Jika di zaman itu kita bertanya langsung pada TUHAN, masakan sekarang bertanyanya pada pak pendeta?!

Matius
23:8Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
23:9Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
23:10Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

Maksud TUHAN adalah supaya kita menyusu secara langsung ke TUHAN, bukan menyusu dari botol "Dancow." Kita membaca Alkitab dengan tuntunan ROH KUDUS, bukan dengan tuntunan pak pendeta yang ilmunya sudah diseting oleh organisasinya.

Sebab kalau kita bertanya pada pak pendeta HKBP: "Bagaimana kita dibaptis, pak pendeta?" Maka pak pendeta HKBP itu akan berkata dengan mantapnya: "Baptis, ya percik. Masak baptis itu diselamkan? Kalau kamu diselamkan kamu akan masuk neraka, lho!" Sedangkan kalau kita bertanya pada pendeta Pantekosta, maka pak pendeta itu pasti akan menjawab: "Baptis, ya selam. Mana ada baptis itu dipercik. Ayatnya mana?"

Kalau bertanya pada pendeta Advent: "Pak, hari apa ibadah kita?" Maka pak pendeta itu pasti akan menjawab: "Ibadah yang Alkitabiah, ya, Sabat." Tapi kalau bertanya pada pendeta Gilbert Lumoindong, maka jawabnya: "Akh, semua hari 'kan sama saja?!"

Coba, seandainya ada orang yang hidup di hutan, menemukan Alkitab dan dibacanya, maka kira-kira seperti apakah baptisannya dan di hari apakah dia ibadahnya? Jika orang itu ke kota, lalu didapati 2 gereja, yang satu gereja HKBP sedangkan satunya gereja Advent, maka gereja manakah yang akan dimasukinya? Mengapa?

Tapi karena kebetulan yang memberitakan Injil ke anda itu pendeta HKBP, maka jadilah anda seperti orang HKBP. Siapa yang melahirkan anda, itulah ibu anda. Jika ibu anda miskin, nggak mungkin anda itu anaknya orang kaya.

Kata raja Daud;

Mzm. 23:1Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Gembalaku itu TUHAN, bukan pendeta Gilbert Lumoindong! Jika gembalaku Alkitab, tak mungkin aku akan tersesat.

Mazmur
23:2Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Mzm. 119:105Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Alkitab itu terang bagi jalanku, jalanku bukan keterangan pendeta HKBP.

1Yoh. 2:27Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Ajaranku adalah ajaran TUHAN, bukan ajaran manusia;

Mat. 15:9Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Ajaranku adalah ajaran dari langit, bukan dari bumi;

Wahyu 14:6Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum,

Malaikat itu tidak turun ke bumi, tapi berada di tengah-tengah langit. Artinya, tidak berdiri di atas suatu denominasi manapun. Ajaran TUHAN itu bukan HKBP atau GKI atau GPdI, termasuk bukan pula Advent, tapi Alkitab dan hanya Alkitab saja. Jika kata Alkitab, dengarkanlah, jika kata pendeta Advent, abaikanlah!

Galatia
1:6Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1:8Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
1:9Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Alkitab menuntut dirinya dipelihara sebagaimana aslinya, tidak mengijinkan diotak-atik oleh pikiran manusia, siapapun orangnya dan seperti apapun jabatannya.

Yes. 8:20"Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Jika TUHAN anda adalah YAHWEH, maka tak mungkin anda akan menjadi pembakar mesjid-mesjid. Tapi jika tuhan anda seorang manusia, maka dia bisa saja memerintahkan: "Bakarlah mesjid itu!" Kita membuka telinga bagi TUHAN, bukan bagi manusia. Kita mencocokkan semua perkataan orang dengan Alkitab, bukan menelannya mentah-mentahan.

Orang-orang JALAN YAHWEH, di Alkitab tak ada yang bertabiat beringas yang sampai membakar mesjid-mesjid. Mereka justru orang-orang yang rendah hati seperti domba-domba. Mereka tak mau mengambil jalan kekerasan.

Kemarin saya menuliskan: "Kebutuhan dasar manusia adalah TUHAN, bukan agama. Kebutuhan penting manusia adalah Firman TUHAN, bukan kitab suci." Sebab di dunia ini ada banyak agama, tapi TUHAN adalah satu. Ada banyak kitab suci, tapi yang Firman TUHAN hanya satu. Lalu ada yang menanggapi bahwa kebutuhan manusia adalah makanan. Padahal saya tidak membicarakan masalah kebutuhan fisik, melainkan kebutuhan rohani dengan perbandingan antara TUHAN dengan agama, antara Firman TUHAN dengan kitab suci. Dan saya tidak membuang agama, tapi membandingkan agama dengan TUHAN. Juga bukan membuang kitab suci, tapi membandingkan kitab suci dengan Firman TUHAN. Sebab banyak sekali orang terjebak mengagungkan agama, melebihi mengagungkan TUHAN, mengagungkan kitab suci melebihi mengagungkan Firman TUHAN. Sama seperti kalau saya katakan organ penting manusia itu jantung, apakah saya berkata tangan dan kaki nggak penting?!

Kemarin saya kasih gambaran seperti buah mangga, makan buahnya buang kulitnya. Apakah kulit nggak penting? Penting! Tapi setelah ketemu dagingnya, buanglah kulit itu. Apakah gereja HKBP tidak penting? Penting! Tapi setelah ketemu TUHAN, buanglah gereja itu! Masak setelah ketemu kebenaran masih mempertahankan kesalahan?! Masak setelah ketemu orangnya, masih menciumi photonya?!

Apakah kitab suci Tripitaka Buddha tidak penting? Penting! Tapi pelajari juga kitab suci yang lainnya, dan setelah ketemu Alkitab, buanglah semuanya. Saya sendiri harus berpindah-pindah gereja sampai 6 kali hingga tiba sekarang ini. Sebab semuanya adalah proses; "Dari Mesir KUpanggil anakKU", "Dari gelap terbitlah terang", "Dari kesalahan muncullah kebenaran." Nggak ada yang 100% sempurna sekaligus, tapi semuanya merupakan sebuah perjalanan.

Sebab jika kulit mangga bisa dimakan, mengapa dibuang, jika tidak penting mengapa dipasang? Jika dalam agama ada kebenarannya, mengapa saya sekarang keluar dari keagamaan? Jika agama tidak penting, nyatanya saya dilahirkan dari agama GKI. Dan jika kitab suci Al Qur'an tidak penting, mengapa saya mempelajarinya? Nyatanya dari mempelajari Al Qur'an saya bisa menjawab soal-soal kaum Muslim. Jadi, di saat semuanya penting, carilah manakah yang lebih penting.

Seperti semut ketika menemukan sepotong roti memberitahukan teman-temannya, demikianlah saya memberitahu anda: "Mengapa kamu masih di situ, kawan?!"

Hasil gambar untuk gambar kereta api

Tidak ada komentar: