Jumat, 18 November 2016

AHOK - AL MAIDAH 51 - BURUH

Kenapa polisi tidak segera memproses perkara Ahok yang dilaporkan beberapa elemen masyarakat hingga memunculkan demo 4 November yang lalu?

1. Kekuatan politik Ahok;

a. Ahok adalah anak emas Jokowi yang ditukarkan dengan Budi Gunawan, anak emasnya Megawati. Megawati masih merasa penasaran dengan posisi Budi Gunawan yang semula dicalonkan sebagai Kapolri, karena masalah rekening gendutnya, sehingga hanya menduduki jabatan Wakapolri. Sebagai perempuan rasa penasarannya adalah mengapa Jokowi yang didukung kepresidenannya oleh PDIP, bandel, tidak mau mendengarkan suara ibundanya?! Sebagai orang yang berpengaruh di tanah air tentu saja dia merasa malu dengan Budi Gunawan, mantan ajudannya. Masak Megawati kalah dengan Jokowi, "anak kemarin sore?" Kini, setelah Budi Gunawan dijadikan kepala BIN, hati Megawati lega. Karena itu sekalipun sebenarnya dia tidak suka dengan Ahok, terpaksa dia dukung dengan sekuat-kuatnya Ahok, sebagai balas kebaikan Jokowi. Hubungan dengan Jokowi mesra kembali.

b.Setya Novanto, partai Golkar, yang pernah kena masalah: "Papa minta saham" Freeport, merasa perlu mendekatkan diri ke penguasa - Jokowi, oleh sebab barusan melewati pertikaiannya dengan ketua umum yang lama; Abu Rizal Bakri, sehingga buru-buru memberikan dukungan bulat buat Ahok, anak emas "Papa minta saham." Mendukung Ahok adalah jalan untuk menjalin persahabatan dengan si Papa.

c. Singkat cerita, Ahok mendapatkan dukungan dari 4 partai besar: PDIP, Golkar, Nasdem dan Hanura. Lebih dari itu masing-masing ketua umumnya adalah orang dekat Jokowi, seperti: Megawati, Surya Paloh, Setya Novanto dan Wiranto yang kini menjabat menteri.



d. Kapolrinya: Tito, adalah teman akrab Ahok dan pendukung setia Jokowi. Jaksa Agungnya: Prasetyo, adalah orangnya PDIP. Sedangkan panglima TNI-nya: Gatot Nurmantyo, adalah atas petunjuk Luhut Panjaitan, rekan bisnis Jokowi sejak Jokowi masih walikota di Solo. 
e. Saingan Ahok di Pilkada 2017; Anies Baswedan dan Agus Yudhoyono, bukanlah saingan yang berat. Keduanya masih anak-anak ingusan dalam perpolitikan. Mustahil mereka bisa mengalahkan Ahok, sekalipun Ahok tersandung masalah Al Maidah 51. Selama Ahok tidak dipenjarakan dan masih bisa mengikuti Pilkada, saya yakin Ahok-lah pemenangnya, kecuali orang Jakarta bego-bego. Jika Ahok sampai kalah di Jakarta, maka Jakarta bukanlah kota megapolitan. Lebih baik diturunkan kelasnya menjadi kelurahan saja. 
Sorry, saya bukan pendukung Ahok. Bahkan saya sangat tak suka dengan gaya ceplas-ceplosnya, menyatakan kekanak-kanakannya. Saya berbicara secara logikanya, bahwa Indonesia sudah kehabisan "orang baik", sehingga orang model Ahok sampai dianggap orang baik. Ini benar-benar zaman edan! 
f. Bagi Jokowi, Ahok adalah teman jurhat yang bisa dipercayai. Rasanya hanya Ahok, orang politik yang masih bisa dijadikan sahabat. Sebab yang lainnya hanyalah sahabat-sahabat sampah, yang lain di bibir lain di hati. 
g. Di Indonesia, ada "tangan-tangan tak kelihatan" yang ikut mewarnai arah pemerintahan sebagai tandingan dari kelompok Islam, supaya kelompok Islam ini tidak terlalu liar. Mereka adalah "9 naga" yaitu para taipan bisnis raksasa yang memiliki jaringan internasional dengan Vatikan, Amerika Serikat dan China. Mereka inilah yang mempunyai mau Jokowi dipasangkan dengan Jusuf Kalla, sedangkan Ahok sebagai gubernur DKI. Itulah sebabnya Jokowi memborongkan proyek-proyek besarnya ke RRC. 
Rini Suwandi, menteri BUMN, adalah "pohon" yang mereka tanam di pemerintahan Jokowi. Dia adalah orang kepercayaan Edward Soerjadjaja, sebab Rini pernah menjabat direktur Astra di zaman papanya: Williem Soerjadjaja. Sementara itu mereka dibekingi oleh Hendropriyono, Gorries Mere, Luhut Panjaitan, Wiranto, dan lain-lainnya yang memiliki pengaruh kuat di militer.

Kelompok "9 naga" ini dikenal sebagai kelompok China Katolik dan memiliki akses kuat dengan Vatikan dan Amerika Serikat. Tapi entah kenapa akhirnya mereka menyerahkannya ke kelompok Kristen, dibawah kepemimpinan Sofyan Wanandi, ketua APINDO. Inilah yang pernah dilontarkan oleh Ahok, bahwa Pilpres 2014 yang lalu, Jokowi dibantu oleh kalangan pengembang. Tanpa peranan pengembang tak bakalan Jokowi menjadi presiden, kata Ahok.

Jadi, secara politik posisi Ahok memang kuat sekali.

2. Tidak memenuhi syarat ke pasal penistaan agama;


Bunyi pasal 156 a KUHP:
Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:
a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Apakah perkataan Ahok di Kepulauan Seribu itu bersifat memusuhi agama Islam? Jelas, jauh sekali untuk masuk ke pasal itu. Sebab Ahok mempermasalahkan salah satu ayat Al Qur'an, bukan menyinggung ke agama Islam.


Pasal 28 ayat 2 UU no 11 Tahun 2008 tentang ITE berbunyi:
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa
kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).


Pasal 28 ayat 2 tersebut di atas diatur dalam undang undang yang sama Pasal 45 ayat 2, demikian bunyinya:
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana
dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Pihak polisi jelas bingung untuk menjadikan Ahok tersangka berdasarkan ayat-ayat itu. Itulah sebabnya polisi tidak berbuat apa-apa selain "wait and see", yang ternyata terjadi demo besar-besaran di tanggal 4 November yang lalu itu. Dan karena desakan demo itulah akhirnya polisi menetapkan Ahok sebagai tersangka, tapi tanpa penahanan, dengan maksud supaya disidangkan di pengadilan.

3. Bagaimana nasib buruh-buruh?

Jika Al Maidah 51 itu diterapkan benar-benar, yaitu melarang kaum Muslim menjadikan orang-orang kafir sebagai teman dekat maupun pemimpin, bagaimana dengan 100 juta buruh yang bekerja di perusahaan-perusahaan China? Mau makan apa mereka? Apakah FPI sanggup menciptakan lapangan kerja bagi mereka, jika jumlah pengangguran saja masih 7 jutaan orang? Bagaimana dengan TKI yang bekerja di luar negeri, seperti: Hongkong, China, Jepang, Korea, Taiwan, Amerika, dan lain-lainnya?

Jangan sombong! Islam dan Arab itu beda dengan bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi memang dilarang bergaul dengan bangsa-bangsa lain. Tapi mereka sanggup mandiri. Tanpa bangsa-bangsa lain mereka masih bisa memakai handphone, main Pokemon dan ber-facebookria. Tapi Muslim itu bisa apakah selain menjadi buruh, tukang demo, tukang keroyok, tukang tawuran, tukang rampok, tukang jarah dan tukang perkosa?!
Coba anda jawab: bisa apakah anda?!

Jangankan dengan Yahudi, dengan China pemakan babi saja sudah sangat jauh ketinggalan. Ilmu tak ada, harta tak ada, keselamatan akheratpun masih mengambang: "insyaallah selamat." Saya bingung dan heran: "Apa yang anda pertahankan dari Islam dan Muhammad?" Hah?! Apakah itu?!
Hasil gambar untuk buruh pabrik rokok: jangan phk kami al maidah 51

Tidak ada komentar: