Jumat, 04 November 2016

AJARAN TAUHID ITU ISLAM

Al Qur'an sudah menyebutkan umat-umat yang terdahulu itu sebagai agama Yahudi dan Nasrani, sedangkan Islam merupakan agama yang ke-3, melanjutkan Nasrani;

>> Namanya sudah sendiri-sendiri: Yahudi - Nasrani - Islam/Muslim.

>> Zaman dan nabinya sudah sendiri-sendiri: Musa - ISA - Muhammad.

>> Kitab sucinya sudah sendiri-sendiri: Taurat - Injil - Al Qur'an.

Tapi pada kesempatan yang lain Islam merampok nabi-nabi terdahulu sebagai beragama Islam, termasuk Musa dan ISA al MASIH disebutnya beragama Islam;

QS. 42:13    Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.

QS. 2:132     Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

QS. 22:78    Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu

QS. 21:92     Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

Orang-orang beragama Yahudi dan Kristen itu disebut beragama Islam atau Muslim karena mengajarkan Tauhid, yaitu ajaran yang mengakui keesaan Awloh. Padahal ayat-ayat yang lainnya sudah memberikan pemisahan yang jelas antara agama Yahudi, Kristen dan Islam. Jelas ini merupakan cara berpromosi yang tidak sehat, yang menguntungkan Islam dan merugikan Yahudi dan Kristen. Coba seandainya simpatisannya calon gubernur Agus disebut bersimpati terhadap calon gubernur Ahok, apakah tidak memberikan kesan seolah-olah simpatisan Agus itu membelot ke Ahok? Coba seandainya gereja-gereja HKBP, GKI, GPdI, dan lain-lainnya itu anda sebut Islam semuanya. Kira-kira para pendetanya ngamuk atau enggak?! Atau coba dibalik, seandainya FPI, NU dan Muhammadiyah itu saya sebut Kristen semuanya. Anda ngamuk atau enggak?! Pasti anda akan meludah dan berkata: "Najis!"

Sama saja, cobalah anda sebut saya ini Islam, pasti saya juga akan meludah dan berkata: "Najis! Ngapain saya masuk Islam, jika ELOHIM YESHUA sudah bisa menyelamatkan saya?!" Bangsa Yahudi saja marah besar setiap kali ketemu orang Kristen, sama seperti anda yang begitu membenci orang Kristen. Lebih-lebih jika mereka disebut beragama Kristen. Mario Teguh saja gusar ketika disebut ayah oleh Ario Kiswinar; "siapa yang bilang aku ini ayahmu? Tes DNA dulu!" Jadi, terlalu sembarangan Al Qur'an menyebutkan nabi-nabi itu sebagai Islam. Untung Al Qur'an itu kitab suci, bukan Ahok. Seandainya Al Qur'an itu Ahok, yang ngomong sembarangan tanpa mikir, pasti akan saya demo.

Gimana; jika anda karena ucapan Ahok yang sembarangan anda bisa begitu marah, apakah saya boleh marah dan menggugat Al Qur'an yang juga sembrono?! Terus terang saja, tanpa amarah/emosi, sebagai hamba dan penginjilnya ELOHIM YAHWEH yang ditugaskan untuk mencabut tanaman yang tidak pernah ditanam oleh ELOHIM YAHWEH, saya kebaskan debu di kaki saya untuk disangkut-sangkutkannya Kristen ke dalam kepentingan Islam.

Entah salah atau benar ajaran Kristen, jangan anda sangkut-sangkutkan ke Islam. Biarlah kita hidup sendiri-sendiri dengan kekuatan masing-masing.

Mat. 7:6"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."

Sebagai orang Kristen saya harus mengamankan ayat di atas untuk tidak memberikan mutiara Kristen kepada siapapun. Jika anda mau masuk Kristen, silahkan, saya akan sambut dengan penuh sukacita. Tapi jangan merusakkan citra Kristen. Kalau menguntungkan pasti saya terima. Segala pujian-pujian Al Qur'an atas Kristen saya terima dengan ucapan terimakasih. Tapi jika kotoran yang dilemparkan ke Kristen jelas saya tidak berkenan.

Jika anda sebut ajaran Tauhid itu sebagai ciri khas Islam, itu salah, itu tidak benar! Sebab itu ajaran Taurat dan ajaran Injil, ajaran Yahudi dan ajaran Kristen. Karena itu jika Islam juga mengajarkan Tauhid, maka Islam itulah yang harus disebut Kristen. Anggap saja Kristen itu pabrik kopi sedangkan Islam itu warung kopinya. Islam ikut menjual produk Kristen; Tauhid.

Sebab kata nabi Musa kepada bangsa Israel;

Ulangan 6:4    Dengarlah olehmu, hai Israel! sesungguhnya Hua, Allah kita, Hua itu esa adanya. - LAI, Terjemahan Lama.

Dan kata ELOHIM YESHUA kepada bangsa Israel;

Mrk. 12:29Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Dari hukum ke-1: "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku", lalu anda terjemahkan ke dalam bahasa Arab: "La ilaha illallah", lalu anda klaim itu sebagai ciri khas Islam. Mana bisa begitu, kawan?! Sama seperti kopi tidak berkwalitas, lalu saya kasih bungkus merk: "Kopi Jessica." Itu namanya pemalsuan merk, melanggar hak patentnya nabi Musa!

Catat! Kitab suci anda: Al Qur'an telah memalsukan Keluaran 20:3.

Bagi orang Kristen Arab, ucapan: "La ilaha illallah" bukanlah barang baru. Sebab memang begitulah jika 1Korintus 8:4:  "tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa" jika diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Sebab kitab Injil sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab sejak abad pertama, 500 tahun sebelum Islam lahir.

Saya kutipkan tulisan Kahlil Gibran, seorang penyair Arab Lebanon yang Kristen, di tahun 1883: "La Ilaha illa llah wa la syai'an illa llah wa kun Masihiyyan." Artinya: "Katakanlah: Tidak ada ilah selain Allah, dan tidak ada sesuatupun selain Allah, dan Jadilah kamu seorang Kristen!". Reff: S. 'Akasyah, "Muqadimah" pada buku Jibran Khalil Jibran, An-Nabi (Cairo: Dar asy Syaruq, 2004), hlm. 65.

Yahudi dan Kristen tidak mungkin Islam, sebab selain ajaran Tauhid itu mereka masih mempunyai 9 ajaran dasar yang lainnya, dari 10 Hukum ELOHIM YAHWEH, sebagaimana tertulis dalam 2 loh batu atau Keluaran 20:1-17. Dan Kristen harus mengimani YESHUA sebagai TUHAN dan MESIAS, ANAK ELOHIM YAHWEH.

ISA al MASIH tidak mungkin Islam, sebab DIA masuk ke dalam syari'atnya nabi Musa;

Mazmur 40:8(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."

Dan syari'at nabi Musa yang ke-4 adalah "Ingat dan kuduskanlah hari Sabat" yang merupakan tanda khas Hukum Taurat, yang tidak mungkin dijalani oleh kaum Muslim yang berhari Jum'at. Juga tidak mungkin ISA al MASIH yang terkemuka di dunia dan di akherat itu menjadi pengikut Muhammad, yang hanya memberi peringatan lagi menjelaskan.

ISA al MASIH juga tidak mungkin bersholat 5 waktu. Bukankah kata anda orang zaman dulu itu sholatnya 50 kali sehari, sebelum ditawar oleh Muhammad ketika perjalanan Isra Mi'rat?! Makan belum selesai sudah harus sholat. Mandi belum selesai sudah azan. Pendek kata setiap 30 menit sekali sholat, sebelum datangnya Muhammad. Jika anda mengerutkan kening, itu tandanya anda mikir bahwa hadist-hadist yang anda percayai itu konyol sekali.

Muhammad belum ada, bagaimana mereka membaca 2 kalimah syahadat: "Saya bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul(utusan) Allah." Al Qur'an belum direvisi oleh Depag, apa yang mereka baca? Sholatnya masih 50 kali, bagaimana disebut Islam? Ka'abah masih dikuasai Arab Jahiliyah, bagaimana hendak menunaikan ibadah haji? FPI masih belum ada, bagaimana mereka hendak berjihad? Ahok belum lahir, bagaimana mereka hendak berdemo? Gedung WTC masih belum dibangun, bagaimana hendak dibom? Densus 88 masih belum dibentuk, bagaimana mereka hendak menjadi teroris?

Logika sehat mengatakan: "Nggak mungkin Nuh, Ayub, Ibrahim, Musa, Ishak, Yakub, ISA, dan lain-lainnya itu disebut Islam." Sampai kuda berlebaranpun nggak mungkin mereka itu disebut Muslim, kata pak SBY.

Saya takkan memberikan nabi-nabi itu kepada Islam. Sebab nabi-nabi itu tersebut di dalam Alkitab dan Islam tanpa sepertujuan yang bersangkutan telah mencatut nama-nama mereka. Perbuatan Islam sama seperti perbuatan Setya Novanto, ketua DPR-RI, yang mencatut nama presiden Jokowi untuk meminta saham ke PT. Freeport: "Papa minta saham." Katanya. Apa benar Jokowi minta-minta saham melalui Setya Novanto? Apa benar nabi-nabi itu masuk Islam?

Suatu perbuatan yang tidak terpuji dari sebuah kitab suci, bukan?! Ini harus diungkapkan!

Hasil gambar untuk gambar demo 4 november

Tidak ada komentar: