Sabtu, 19 November 2016

MENGAPA KITA MEMULIAKAN YESHUA? - 12

Di zaman Ahas menjadi raja di Yehuda, Pekah, suku Efraim yang menjadi raja di Israel utara bersekutu dengan Aram berencana menyerang Yerusalem. Maka raja Ahas beserta seluruh rakyatnya gemetaran, berpikir bahwa tamatlah riwayat mereka sebagai dinasti Daud. Mereka lupa dengan janji ELOHIM YAHWEH yang akan melestarikan kerajaan Daud sampai "selama-lamanya."

ELOHIM YAHWEH mengutus nabi Yesaya untuk menjumpai mereka dan menjamin bahwa hal itu tidak akan terjadi, sebab ELOHIM YAHWEH telah menetapkan bahwa Damsyik adalah ibukotanya Aram, sedangkan Samaria akan menjadi ibukotanya Efraim. Artinya, mereka takkan merebut kota Yerusalem. Mereka sekalipun telah mengepung kota Yerusalem namun tak akan menjamah kota Yerusalem. Dan nabi Yesaya menyuruh raja Ahas meminta suatu tanda dari TUHAN, sebagai tanda kebenaran Firman itu. Tapi raja Ahas tidak berani meminta suatu tandapun, sehingga TUHAN-lah yang membuatkan tanda;

Yesaya 7:14Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Di saat raja Ahas berpikir tentang kejadian jangka pendek yang sesaat lagi akan terjadi, yaitu Yerusalem diserang musuh, ELOHIM YAHWEH justru berbicara tentang jangka 735 tahun kemudian. Apa artinya itu? Sekalipun raja Ahas tak berpikir tentang kelahiran YESHUA ha MASHIA yang masih 735 tahun kemudian, namun perkataan itu telah menenteramkan hatinya, bahwa ELOHIM YAHWEH pasti akan mengamankan Yerusalem.

Sama seperti kita yang ketika sekarang ini di hadapkan dengan suatu permasalahan yang pelik, sebut saja penyakit kanker yang mengancam nyawa kita. Tak lama lagi kita akan mati. Okeylah! Tapi kita memiliki janji TUHAN akan kebangkitan dan hidup selama-lamanya, bukan?! Kita habis saat ini, tapi tidak benar-benar habis, sebab kita memiliki janji TUHAN. Berbeda dengan orang-orang yang tidak memiliki TUHAN, habis hari ini, maka habislah selama-lamanya. Penyakit kanker menjadi penghabisan buat hidupnya. Tapi kita, masih memiliki satu pengharapan, sehingga apa yang terjadi saat ini bukanlah apa-apa bila dibandingkan dengan kemuliaan yang akan diberikan kepada kita.

Di saat raja Ahas merasa sendirian, ELOHIM YAHWEH menjawab dengan kelahiran IMANUEL, yang artinya: "AKU bersama kamu" atau "ELOHIM YAHWEH bersama kita." Di saat kita dihinggapi rasa kekuatiran, jangan lupa bahwa IMANUEL itu sudah ada, sudah dilahirkan 2.000 tahun yang lalu. ELOHIM YAHWEH takkan meninggalkan kita sesaatpun, sekalipun kita harus bergumul dengan penyakit kanker atau apapun.

IMANUEL adalah nama lain bagi YESHUA ha MASHIA, bukan berarti ELOHIM YAHWEH yang menjadi YESHUA. Itu hanya nama saja, sama seperti Yosua adalah YAHWEH yang menyelamatkan, tapi itu nama nabi, bukan YAHWEH beneran! Pakai hikmat ROH KUDUS untuk memahaminya supaya jangan sampai disesatkan oleh setan untuk mengartikan sebagai YAHWEH yang menjadi Manusia Trinitas. Nggak benar itu!

"Perempuan muda yang melahirkan" jelas menerangkan tentang seorang perempuan yang tanpa suami. Sebab bangsa Yahudi merekatkan anak itu dengan bapaknya, bukan dengan ibunya, seperti: anak Daud, anak Abraham, dan seterusnya. Anak dikasih marga bapaknya dengan kata-kata: "bin": Ishak bin Abraham, artinya Ishak itu anak Abraham.

Bagi ahli Taurat Yahudi, "Perempuan muda yang melahirkan" merupakan suatu nubuatan yang ditunggu-tunggu dari sekian banyak nubuatan yang belum terjadi. Dari generasi ke generasi mereka mengamati setiap nabi yang datang, apakah nabi itu dilahirkan dari seorang gadis? Dan jika itu terjadi, pastilah anak yang dilahirkan itu orang yang hebat, pasti raja Yahudi sebagaimana dinubuatkan oleh Yakub tentang Yehuda;

Kej. 49:10Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Astronomi Tiongkok mencatat di tahun 5 Sebelum Masehi pernah terjadi sebuah komet yang sebentar kelihatan sebentar menghilang selama 70 hari. Mungkin itulah yang dilihat juga oleh orang-orang Majus, ahli astronomi dari Persia dan bertanya kepada raja Herodes;

Matius
2:1Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

Orang-orang Majus itu tanpa ragu-ragu menyebut Anak itu sebagai Raja Yahudi. Kenapa? Sebab sejak pembuangan ke Babilon tahun 586 Sebelum Masehi hingga saat itu bangsa Yahudi tak memiliki raja. Jadi, mungkin anak itu adalah Raja, sebab kalau nabi tak pernah ada tanda-tanda alamnya.

Raja Herodes terkejut dengan pertanyaan orang-orang Majus itu. Hah?! Ini kabar gawat bagi kerajaan Romawi yang berkuasa waktu itu. Maka raja Herodes mengumpulkan ahli-ahli Taurat Yahudi dan menyampaikan pertanyaan itu: "Di manakah Raja Yahudi itu akan dilahirkan?"

Mereka menemukan catatan dari nabi Mikha;

Mi. 5:2(5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

Untuk meyakini kebenaran firman nabi Mikha itu raja Herodes meminta orang-orang Majus itu supaya memberi kabar kembali kepadanya setelah mereka benar-benar menemukan Bayi itu. Tapi ELOHIM YAHWEH berpesan kepada orang-orang Majus itu supaya tidak mengabari raja Herodes.

Karena merasa dibohongi oleh orang-orang Majus itu raja Herodes memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki yang berumur 2 tahun ke bawah. Perintah itu terlambat sebab Bayi itu sudah diselamatkan ke Mesir berdasarkan perintah TUHAN. Tapi bayi-bayi yang lainnya sial, mereka terbunuh semuanya. Para ahli Taurat terkejut karena itu menggenapi Firman yang di sampaikan oleh nabi Yeremia;

Yer. 31:15Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.

Kota Rama adalah kota kelahiran nabi Samuel, nabi yang merintis berdirinya kerajaan Israel. Ini memberikan arti kebangkitan kembali "kerajaan" Israel, yakni kerajaan rohani: Kristen, dengan Rajanya: YESHUA ha MASHIA. Sedangkan Rahel adalah salah seorang istri yang paling dicintai Yakub, ibu dari Yusuf dan Benyamin, menggambarkan tangisan ibu-ibu Israel karena anak-anaknya dibunuh oleh perintah Herodes.

Bayi YESHUA di Mesir sampai raja Herodes Agung itu mati, lalu berfirmanlah ELOHIM YAHWEH kepada Maria dan Yusuf supaya membawa kembali Anak itu ke Nazaret, sehingga tergenapilah nubuatan nabi Hosea dan nabi Yesaya;

Hos. 11:1Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

Yesaya 11:1Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

Nama kota Nazaret bukanlah tentang "nazar" tapi tentang tunas; "netzer." Dalam teks Rabbinik Yahudi, misalnya: "Midrash Qoheleth" menggunakan ejaan: "N-TS-R." Karena itu Matius 2:23: "Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret" menunjuk pada Yesaya 11:1 di atas.

Lukas
1:26Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

Luk. 2:39Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.

Mat. 21:11Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."

Mat. 26:71Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."

Mrk. 1:9Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.

Mrk. 1:24"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."

Luk. 4:16Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Maria dan Yusuf tinggal di Nazaret. Ketika ada perintah sensus penduduk oleh Kaisar Agustus, Maria dan Yusuf pergi ke Betlehem, kota kelahiran mereka;

Lukas
2:3Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
2:4Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, --karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud--
2:5supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.

Tentang kebesaran Anak itu diterangkan oleh nabi Yesaya;

Yesaya
9:1(8-23) Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.
9:2(9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.

Bahwa ELOHIM YESHUA akan memulai pengajaranNYA dari Kapernaum, wilayah bangsa-bangsa lain, yaitu sebuah kota yang dihuni oleh berbagai bangsa;

Matius
4:12Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
4:13Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
4:14supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
4:15"Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, --
4:16bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
4:17Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

Lalu nabi Yesaya meneruskan nubuatannya;

Yesaya
9:6(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
9:7(9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

ANAK itu adalah ANAK ELOHIM YAHWEH, akan disebut: "Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."

Hati-hati dengan ayat itu, sebab suka disalahgunakan oleh kaum Trinitas yang bego-bego itu, sebab ayat itu menyatakan YESHUA itu ALLAH yang Perkasa. Untuk menelanjangi kebodohan mereka perlu diuji dengan pertanyaan:

1. Siapakah yang menulis kitab Yesaya? - Nabi Yesaya!

2. Siapakah yang berfirman? - ELOHIM YAHWEH!

3. Siapakah yang dibicarakan? - ANAK!

4. Jadi, siapakah yang disebut ALLAH yang perkasa? - ANAK!

Anton mempunyai anak bernama: Tono. Setelah Tono dewasa dan kawin, disebutlah: "Bapak." Jadi, siapakah yang disebut "bapak?" Harus diperiksa konteksnya, siapa yang sedang dibicarakan ketika Anton, bapak, Tono juga bapak. Apakah kalimat itu sedang membicarakan Anton? Bukan, tapi sedang menceritakan tentang Tono yang sudah dewasa dan kawin. Karena itu "bapak" yang dimaksud pastilah Tono, bukan Anton.

Lebih lanjut nabi Yesaya katakan;

Yesaya 9:8(9-7) Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya itu menimpa Israel.

Firman itu menerangkan bahwa ANAK yang dilahirkan Maria itu merupakan penggenapan janji ELOHIM YAHWEH kepada Abraham, Ishak dan Yakub, tentang keturunannya yang akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa;

Kej. 26:4Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,

Itulah sebabnya ELOHIM YESHUA ditempatkan di Kapernaum, di kota bangsa-bangsa, kota kelahirannya rasul Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes.

Raja Daud sendiri menyatakan bahwa hal itu merupakan sebuah ketetapan ELOHIM YAHWEH;

Mazmur
2:6"Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!"
2:7Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
2:8Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

ANAK itu adalah RAJA, ANAK ELOHIM YAHWEH, yang berkuasa atas bangsa-bangsa di seluruh dunia. Besar sekali kekuasaanNYA seperti kekuasaan Yusuf di Mesir, yang menyetarai firaun;

Kej. 41:40Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."

Selisih Yusuf dengan firaun hanyalah takhta saja.

Berkas:Book of Isaiah Chapter 7-1 (Bible Illustrations by Sweet Media).jpg

Tidak ada komentar: