Selasa, 15 November 2016

MENGAPA KITA MEMULIAKAN YESHUA? - 9

Nabi Musa diperintahkan membuat Kemah Suci, yaitu suatu tempat yang dianggap suci yang terbuat dari tenda, yang dikemudian hari di zaman raja Salomo, dibuat secara permanen dan disebut Bait Suci. Baik kemah maupun bait memberikan pengertian tentang rumah, tempat kehadiran atau hadirat ELOHIM YAHWEH.

Bait Suci berbeda dengan rumah ibadah atau sinagoge. Kalau Bait Suci hanya satu, yaitu di kota Yerusalem saja, sedangkan rumah ibadah seperti gereja yang menyebar di mana-mana. Konsep Bait Suci itu digambarkan dari pertemuan Abraham dengan Melkisedek. Abraham mewakili anak-cucunya: Israel, sedangkan Melkisedek mewakili ELOHIM YAHWEH. Melkisedek itulah penampakan ELOHIM YESHUA sebelum turun ke dunia.

Kej. 14:18Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.

Ibr. 7:17Sebab tentang Dia diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."

Abraham memberikan persembahan persepuluhan kepada Melkisedek, sedangkan Melkisedek memberikan roti dan anggur, bukan darah dan daging sebagaimana ritual bangsa Israel. Itu menyatakan bahwa Bait Suci, Hukum Taurat, penyembelihan kambing dan Keisraelan bukanlah peribadatan yang untuk selama-lamanya. Pada akhirnya harus kembali sebagaimana pertamanya yaitu pertemuan Abraham dengan Melkisedek, pertemuan umat dengan TUHAN-nya. Itulah sebabnya ELOHIM YESHUA menyatakan DiriNYA sebagai Alfa dan Omega; yang awal dan yang mengakhiri Keisraelan. Alfa dan Omega adalah pagar antara kedatangan ELOHIM YESHUA yang pertama dan yang kedua. Jadi, Alfa dan Omega bukanlah tentang keabadian. Alfa artinya yang berawal, Omega artinya yang terakhir. Sedangkan untuk menyatakan keabadian, Alkitab menggunakan kata-kata: "Tidak berawal dan tidak berkesudahan."

Ibr. 7:3Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.

Alkitab menyatakan bahwa Bait Suci itu adalah Diri ELOHIM, baik ELOHIM YAHWEH maupun ELOHIM YESHUA. Sosok atau Pribadi TUHAN itulah Bait Suci;

Yoh. 2:21Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Wahyu 21:22Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.

Itu sebabnya ROH KUDUS bukan termasuk TUHAN, karena DIA tidak mempunyai baik takhta maupun Bait Suci. Bait Suci itu lambang kehadiran ELOHIM YAHWEH. Pergi ke Bait Suci adalah pergi menghadap ELOHIM YAHWEH yang tidak kelihatan. Dan jika kita ketemu dengan YESHUA, sama halnya dengan kita ke Bait Suci;

Mat. 12:6Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.

Karena YESHUA ha MASHIA sudah turun ke dunia, maka bangunan Bait Suci sudah tidak diperlukan lagi sejak di zaman itu. Kini, melalui doa itulah kita ketemu dengan ELOHIM;

Yohanes 4:21Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
4:23Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Menyembah dalam roh[huruf kecil] artinya tidak secara fisik, dengan iman bukan dengan benda-benda seperti patung-patung atau gambar-gambar Yesus. Dalam kebenaran artinya dalam ELOHIM YESHUA, sebab ELOHIM YESHUA adalah Kebenaran. Doa yang langsung ke Awloh atau Allah atau BAPA atau ELOHIM YAHWEH tak berlaku. Harus melalui atau dalam nama ELOHIM YESHUA barulah doa itu akan didengarkan. Itu adalah ketentuan ELOHIM YAHWEH;

Mat. 3:17lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Jadi, menyembah ELOHIM YAHWEH itu tidak harus di gedung gereja, tapi bisa di mana-mana; di sawah, di lapangan, di garasi mobil, dan lain-lainnya;

Mat. 18:20Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Kalau sendirian itu namanya doa pribadi. Kalau ada temannya itu namanya persekutuan atau kumpulan atau jemaat. Alkitab tidak mengenal istilah: "gereja" yang berasal dari bahasa Portugis: "Igreja." Sebab Alkitab itu dari Yahudi, bukan dari Portugis, bangsa kafir. Sebab gereja memiliki pasangan pendeta yang menyatakan dirinya mewakili Allah. Tapi "jemaat" menyatakan semuanya adalah orang biasa. Baik yang menjadi penatua atau majelis gerejanya adalah orang biasa, bukan dari kalangan Theologis, seperti pesan ELOHIM YESHUA;

Matius
23:5Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
23:6mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
23:7mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
23:8Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
23:9Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
23:10Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

ELOHIM YESHUA memberikan otoritas kepemimpinan pada ROH KUDUS, bukan pada manusia, supaya semua jemaat diajar oleh satu ROH saja, tidak sebagaimana sekarang ini lain orang lain ajarannya. Kedudukan penatua atau majelis gereja itu hanya dalam managemen jemaat, bukan dalam hal Firman TUHAN. Dalam hal Firman TUHAN semua orang berada dalam level yang sama, tidak ada yang lebih pintar atau yang lebih bodoh. Standartnya adalah kebenaran, bukan orangnya, sehingga jika tukang sapu dipakai TUHAN untuk mengajar, jika ajarannya itu sesuai Alkitab, mengapa harus kita tolak. Sebab nabi-nabi zaman dulu kebanyakan juga gembala kambing atau nelayan sederhana.

Gereja telah mewarnai jemaat ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok "hamba Tuhan" yang merasa berhak atas Firman TUHAN dan kelompok orang biasa yang hanya sebagai pendengar dan peng-amin. Itulah sebabnya lahir orang-orang fanatisme, sebab perkataan pendeta sebagai orang pendidikan Theologia, sebagai orang organisasi dan sebagai hamba Tuhan dianggapnya kebenaran yang mutlak. Salah atau benar yang penting diyakini saja. Anda anggap merayakan Natal itu nggak benar, ya biar, yang penting saya mengimaninya. Apa kata pendeta lebih diyakini daripada apa kata Alkitab.

Dan memang benar jika jemaat itu harus tunduk dan patuh pada pendeta atau pemimpinnya. Jika tidak patuh namanya pemberontak. Karena itu selama anda mengakui kependetaan, maka selama itu pula anda terikat dengannya. Itulah sebabnya saya keluar dari gereja supaya saya tidak disebut pemberontak, tidak dibawah kuasa pendeta, dan saya bisa bebas mempelajari Alkitab tanpa kacamata kuda doktrin gereja. Saya di luar system! Tidak menjadi hamba siapapun, kecuali hamba ELOHIM YAHWEH.

Gereja itu bermula dari Roma Katolik. Roma Katolik itulah yang disebut gereja. Lalu gereja-gereja yang memisahkan diri dari Roma Katolik menyebut dirinya sebagai "Ekklesia", yang artinya dipanggil ke luar. Dipanggil ke luar dari Roma Katolik oleh Martin Luther, bapak reformasi gereja. Dialah yang mereformasi "gereja" Roma Katolik menjadi Ekklesia. Martin Luther menganggap gerejanya sebagai Ekklesia, tapi Roma Katolik menyebutnya Protestan, karena telah memprotes Roma Katolik.

Ini cuplikan dari Wikipedia;
Sepanjang sejarahnya, Gereja yang dijelaskan dalam artikel ini menggunakan banyak nama, antara lain "Gereja", "Gereja Katolik", dan "Gereja Katolik Roma".....................dalam Katekismus Gereja Katolik, nama "Gereja" digunakan ratusan kali, sedangkan nama "Gereja Katolik" hanya digunakan 24 kali, bahkan nama "Gereja Katolik Roma" sama sekali tidak digunakan.

Jika anda berpikir istilah "gereja" dengan "jemaat" itu sama saja atau hanya selisih sedikit saja, itu menandakan anda sudah sangat keracunan. Nalar anda sudah rusak berat, jika antara merah dengan biru itu sama saja. Benarlah kata menteri propagandanya Hitler; Joseph Goebbels: “Kebohongan yang dikampanyekan secara terus-menerus dan sistematis akan berubah menjadi (seolah-olah) kenyataan!” Sedangkan kebohongan sempurna, kata Goebbels, adalah kebenaran yang dipelintir sedikit saja.

Itulah sebabnya orang merasa malas membaca Alkitab. Sebab membaca Alkitab akan dibuat pusing dan bingung. Sebab dalam pikirannya terjadi tabrakan antara apa yang ia baca dengan apa yang ia dengar dari pendeta. Kata-kata Alkitab yang paling sederhana akan anda anggap membingungkan karena bertentangan dengan ajaran sang pendeta. Anda dibuat frustrasi atau putus asa membaca Alkitab lalu pasrah total pada perkataan pendeta. Maka setan bertepuk tangan karena siasatnya sukses!

Jadi, istilah "gereja" merupakan perangkap untuk menyelundupkan kependetaan ke dalam jemaat, seolah-olah jemaat itu harus berpasangan dengan pendeta. Jemaat harus dipimpin pendeta. Jika tidak akan tersesat. Baik "gereja" maupun "pendeta" tidak ada dalam Alkitab. Yang ada: "jemaat" dan "gembala." Baik ELOHIM YAHWEH maupun ELOHIM YESHUA adalah Gembala. ELOHIM YAHWEH dan ELOHIM YESHUA bukanlah pendeta. ELOHIM-ELOHIM itu tak pernah mengecap pendidikan Theologia.

Apakah Petrus itu pendeta? Apakah Paulus itu pendeta? Entahlah! Yang jelas saya penginjil, dan penginjil masih tetap penginjil di Alkitab. Anda cari penginjil di Alkitab banyak. Tapi "gereja" dan "pendeta" mana ada di Alkitab?! Anda tidak merasa itu suatu kesalahan? Baguslah itu, seperti Mirna yang tidak merasakan kopinya mengandung sianida. Sebab kalau merasakan sianida, mana mau Mirna meminumnya? Pasti nggak jadi mati.

Melkisedek adalah Raja Salem; salem artinya damai. Tempat berdirinya Melkisedek dengan Abraham itulah didirikannya Bait Suci dan kota Yerusalem; Yeru artinya permukiman atau kota, sedangkan salem artinya damai. Jadi, Yerusalem artinya kota damai atau kota Raja Damai.

Di dalam Bait Suci ada berbagai macam perkakas yang menggambarkan apa yang dilakukan atau yang dikerjakan oleh ELOHIM YESHUA;

>> Bejana pembasuhan; menggambarkan pembersihan dosa-dosa kita.

>> Mezbah korban; menggambarkan pengorbanan ELOHIM YESHUA.

>> Meja roti sajian; menggambarkan tabiat sempurna ELOHIM YESHUA.

>> Pelita; menggambarkan ajaran-ajaran ELOHIM YESHUA.

>> Tabut perjanjian; menggambarkan Jiwa ELOHIM YESHUA yang menuruti kehendak ELOHIM YAHWEH.

>> 2 loh batu; menggambarkan ajaran-ajaran dasar 10 Hukum ELOHIM YAHWEH.

>> 2 Kerub; menggambarkan kehadiran ELOHIM YAHWEH dan ELOHIM YESHUA. 

Jika orang berkata ELOHIM YAHWEH senantiasa di Bait Suci, itu tidak benar, sebab tempat kediaman ELOHIM YAHWEH sehari-harinya adalah di sorga. ELOHIM YAHWEH hanya datang setahun sekali pada hari raya pendamaian, tanggal 22 Oktober, untuk menjumpai imam besar. Tapi di atas tabut perjanjian itu ada 2 boneka Kerub yang melambangkan kehadiranNYA. Ada simbol-simbol ELOHIM YAHWEH yang tidak boleh dibuat sembarangan.

2Tawarikh
6:20Kiranya mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan akan menjadi kediaman nama-Mu--dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini.
6:21Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel yang mereka panjatkan di tempat ini; bahwa Engkau juga yang mendengarnya dari tempat kediaman-Mu, dari sorga; dan apabila Engkau mendengarnya, maka Engkau akan mengampuni.

Di Bait Suci hanya kediaman nama ELOHIM YAHWEH saja, sedangkan DiriNYA ada di sorga. Setiap kehadiran ELOHIM YAHWEH selalu ditandai dengan api kemuliaan;

2Taw. 7:3Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."

Sinagoge dari bahasa Ibrani: synagoge, artinya belajar bersama. Jelaslah bahwa sinagoge itu berbeda dengan gereja, sebab di gereja pendeta itu tidak sama dengan jemaat. Pendeta statusnya adalah pengajar jemaat berdasarkan doktrin organisasi gerejanya. Karena itu ajaran pendeta HKBP pasti berbeda dengan ajaran pendeta GPdI atau yang lainnya. Lain gereja lain ajarannya sekalipun Alkitabnya satu.

Sinagoge adalah rumah ibadah Yahudi untuk mempelajari Taurat nabi Musa. Di Kristen peribadatan jemaat tidak lagi bergantung pada suatu tempat tertentu atau tempat permanen, tapi bisa di rumah-rumah jemaat secara bergantian;

Kis. 2:42Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Kis. 2:46Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

Hasil gambar untuk gambar kaki dian

Tidak ada komentar: