Jumat, 11 November 2016

SERBA-SERBI DI FACEBOOK

1. Untuk memecahkan kasus Ahok; sampaikan ke pengacaranya Ahok!

Jika benar Buni Yani melakukan pemotongan rekaman pidato Ahok di Kepulauan Seribu dan menghilangkan kata-kata: "pakai", maka kita harus berpikir dari sudut pandang Buni Yani sebagai penyebar video tersebut yang menyebabkan gejolak kaum Muslim, bahwa jika video itu disebarkan secara utuh tidak akan dipandang sebagai penghinaan terhadap Al Maidah 51. Tapi Buni Yani berpikir jika kata-kata: "pakai" itu dihilangkan, pasti akan menimbulkan gejolak. Jadi, kita tidak boleh mengenakan pikiran orang lain yang bukan pemicu masalah.

Contohnya begini: semua orang tahu kalau pisau itu bisa untuk membunuh orang. Tapi tidak setiap perkelahian orang menggunakan pisau. Menjadi masalah jika orang sedang emosi dikasih pisau.

Sebab ketika di Kepulauan Seribu, saya yakin Ahok berbicara di hadapan kaum Muslim juga. Tapi mereka tidak merasa tersinggung ketika Ahok menggunakan kata-kata: "pakai." Maka, mengapa setelah kata-kata: "pakai" itu dihilangkan kaum Muslim marah-marah? Berarti kata-kata: "pakai" itu sesuatu yang penting.

Kita uji saja, apakah Buni Yani itu termasuk orang pandai atau orang bodoh? Jika dia termasuk orang pandai, maka video editannya itu sudah masuk pada perhitungannya. Dan kita mendapati perhitungannya itu benar sekali, bahwa videonya bisa menyebabkan sesuatu. Jadi, itu bukan suatu kebetulan melainkan sesuatu yang sudah diperhitungkan.

Karena itu kalau ada orang yang berkata: "baik ada maupun tidak ada kata-kata 'pakai' tetap saja menghina Al Maidah 51", maka argumentasi itu harus ditolak sebab bukan dia yang menyebarkan video itu. Pemikiran Buni Yani-lah yang harus kita jadikan pedoman.

2. Mengapa Yakub bukan ROH KUDUS?

Ketika saya menuliskan bahwa Abraham, Ishak dan Yakub itu melambangkan YAHWEH, YESHUA dan umat, ada yang bertanya: mengapa Yakub itu bukan ROH KUDUS, sehingga YAHWEH, YESHUA dan ROH KUDUS? Sebab dalam berbagai ayat selalu itulah yang disebutkan;

Yohanes 3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Di situ dikatakan YAHWEH peranannya sebagai Pengutus, YESHUA sebagai Yang diutus, sedangkan "orang yang percaya" sebagai tujuan penyelamatannya.

Roma 1:1Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

Paulus umat, YESHUA majikannya, sedangkan Pemilik Injilnya adalah YAHWEH.

>> Penggagas: YAHWEH

>> Pelaksana: YESHUA

>> Tujuan: Umat.

3. ROH KUDUS bukan TUHAN;

Ketika saya menyatakan bahwa ROH KUDUS itu bukan TUHAN karena tidak memiliki takhta di sorga;

Wahyu 22:1Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Ada orang yang mengajukan Kejadian 1;

Kejadian
1:1Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:2Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Maka saya bertanya: Apakah ROH ALLAH = ROH KUDUS? Orang itu menyetujui: "Iya", katanya. Tapi ketika saya tanya: "Kalau begitu satu, donk, bukan dua?!" Orang itu pergi tanpa pamit.

Matius 28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

1Yoh. 5:7Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

Kedua ayat di atas menyebutkan secara terpisah dengan jumlah 3 Pribadi, lalu disatukan: "Ketiganya adalah satu." Sejak kapan kita diajari 3 itu sama dengan 1? Ilmu matematika negara atau bangsa mana yang mengatakan 3 = 1? Apakah ELOHIM YESHUA itu Guru matematika atau sedang mengajar ilmu matematika? Jika ELOHIM YESHUA bukan Guru matematika, maka 3 = 1 itu bukan tentang matematika, sama seperti "Bhineka tunggal ika" adalah tentang ilmu kebangsaan bukan ilmu matematika. Dalam ikrar Sumpah Pemuda dikatakan: Bertanah air satu, Indonesia, berbangsa satu, Indonesia dan berbahasa satu, Indonesia. Padahal di Indonesia ini ada 17.000 pulau, ada ratusan suku dan ratusan bahasa. Mengapa disebut satu?

Yoh. 17:11Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

"Supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita." Padahal umat Kristen itu jutaan. Jelas bahwa kesatuan yang dimaksud adalah kesatuan iman, bukan kesatuan matematis, bahwa iman atau paham anda dengan saya itu sama.

Jawaban tambahan;

>> Jika ANAK = BAPA, mengapa Alkitab tidak pernah menyajikan cerita ANAK yang mengutus BAPA, tapi selalu BAPA yang mengutus ANAK.

>> Jika ROH KUDUS itu TUHAN, mengapa Alkitab tidak pernah menyajikan cerita ROH KUDUS yang mengutus YAHWEH, tapi selalu BAPA yang mengutus ROH KUDUS?!

>> Yes. 63:10Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.

ROH KUDUS-NYA, menyatakan ROH KUDUS itu ada Pemiliknya.

>> Rm. 1:3tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,

ANAK-NYA, menyatakan ANAK itu ada Pemiliknya. Dan Pemilik selalu lebih kuasa dan menguasai.

4. COCOKOLOGI;

Ketika saya menggambarkan Ishak, Musa, dan Yosua sebagai ELOHIM YESHUA, ada yang memberikan komentar bahwa saya main cocokologi, yaitu cocok-cocokan. Ya, kebenaran itu memang cocokologi. Harus ada kecocokan. Kalau tidak cocok bukan kebenaran.

Orang menggambar rambut orang pasti dengan warna hitam. Nggak mungkin rambut dikasih warna hijau, sebab yang cocokologi dengan kenyataannya adalah yang berwarna hitam.

Karena ELOHIM YESHUA itu merupakan ANAK perjanjian yang dikorbankan, maka akan nampak kebesaran ELOHIM YAHWEH jika ELOHIM YESHUA itu memiliki kemiripan dengan kehidupan Ishak, anak Abraham. Karena ELOHIM YESHUA itu disebut nabi yang seperti nabi Musa, maka akan nampak kebesaran ELOHIM YAHWEH jika ELOHIM YESHUA itu memiliki kemiripan dengan kehidupan nabi Musa. Karena ELOHIM YESHUA itu merupakan penerus ajaran nabi Musa, maka akan nampak kebesaran ELOHIM YAHWEH jika ELOHIM YESHUA itu memiliki kemiripan dengan kehidupan nabi Yosua.

Hasil gambar untuk pidato ahok di kepulauan seribu

Tidak ada komentar: